
Kenjo makan mie sapi yang di jual di pinggiran kota Ausi dengan lahapnya, bahkan kini ia tengah memakan mangkuk berisi mie yang kedua kalinya. Padahal ini baru pertama kalinya ia makan ditempat seperti ini. Tapi ada apa dengan Bulan? Ia yang awalnya begitu bersemangat, justru hanya mengaduk-aduk makanannya dengan malas.
"Sayang, ayo makan! Ternyata mie ini sangat lezat! Aku sudah habis dua mangkuk tapi kau hanya mengadu mie itu dari tadi?
Hmm, Aku tau, ayo buka mulutnya...Aaaaa...?"
Kenzo hendak menyuapi Bulan, tapi Bulan menolaknya.
"Ayo kita pulang!"
Ucap Bulan bangkit berdiri.
"Lho? Kau belum makan sayang?"
"Pulang! Pokoknya Aku mau pulang Kenzo... Aku takut!!"
Kenzo sedikit merengek manja sambil menarik tangan suaminya.
Kenzo tengok kanan kiri, ia pun memperhatikan penjual mie yang tengah sibuk dengan wajannya.
"Tidak ada yang berbahaya disini. Lalu kenapa takut sayang ku yg seksi? Jika Kenzo di sampingmu jangan ada yang kau takuti..."
Kata Kenzo dengan Sombongnya.
"Disini memang tidak berbahaya Tuan Kenzo yang tampan dan mempesona!"
Tegas Bulan geregetan.
"So?"
"Keadaan yang berbahaya pasti ada di kamar kita! Ohh Tuhan!!"
Bulan sampai menutup matanya karena begitu khawatir.
"Kau mengkhawatirkan Angelia? Tenang saja sayang ada Mike dan Rere yang menjaganya..."
Jawab Kenzo dengan begitu santainya.
Mata Bulan kini menatap tajam pada Kenzo.
"Jika anak kita tertidur, lalu apa yang mereka lakukan!?"
Kenzo berfikir sejenak.
"Mungkin, mereka tengah menggosipkan kita"
"Hal yang paling buruknya!?"
Kenzo berfikir lagi.
"Mungkin, mereka..."
"Tidak tidak! Kau, Mike...kalian pemangsa buas! Ayo kita cepat pulang Kenzo... Ayo cepat"
Bulan begitu panik sampai ia menarik-narik baju Kenzo dengan kuat.
"Sabar sayang! Aku harus membayar mie ini! Berapa Tuan?"
"30 ribu Dollar Tuan Smint"
Jawab penjual mie itu dengan raut wajah senang.
Kenzo lalu merogoh sakunya dan hendak mengambil uang dari dompetnya. Karena Bulan sudah kebelet ingin pulang, ia mengambil paksa dompet Kenzo dan mengambil semua uang suaminya itu.
Kenzo hanya bengong dan tidak bisa berkata banyak.
__ADS_1
"Tuan, ambillah. Ayo sayang! Kita harus cepat pulang!"
Tentu penjual mie itu sangat senang.
"Terimakasih Tuan dan Nyonya Sminth."
Kenzo terus di tarik bajunya oleh Bulan.
"Ss..sayang! 2 juta dollar untuk 2 mangkuk mie?!Kau menguras habis uangku!"
"Makanya cepat pulang, supaya kau bisa mengisi dompetmu lagi sampai penuh!"
"Kenzo ayo lebih cepat lagi!!"
Bulan merengek seperti anak kecil yang ingin pulang.
"Tidak sayang, ini sudah cukup cepat. Kau tengah hamil tidak bagus jika Aku..."
"Please...!"
"Tidak mau. Ini sudah cukup. Oh my God sayang, kau tidak perlu sepanik itu. Mike tidak menyukai sahabatmu itu, kau tau? Tipe wanita idamannya tentu wanita yang sering ia jumpai di Club langganannya...
Sudahlah, kau tenang saja"
"Hey! Sahabatmu itu pria dengan gengsi selangit! Mike itu menyukai Rere! Aku bisa lihat dari mata dan sikapnya, hanya saja ia selalu mengelak!
Hhhh, waktu Rere benar-benar mengejarnya ia selalu acuh, tapi ketika Rere mulai dingin, ia selalu mencoba mendekatinya! Dasar plin-plan!"
Bulan sangat jengkel dengan sikap Mike yang seolah-olah menganggap Rere hanya mainan yang ia cari ketika suntuk.
"Apa benar seperti itu?"
Tanya Kenzo yang sebenarnya sempat menggertak Mike tentang perasaannya pada Rere. Karena itu ia membuat rencana seperti ini, tapi Bulan malah takut jika Rere akan dimangsa oleh Mike. Karena Bulan tidak mau ia bernasib sama seperti dirinya, dimangsa oleh pria berdarah dingin seperti Kenzo. Bulan tidak mau jika Rere hanya sekedar menjadi obsesi Mike untuk bisa menikmatinya.
"Semoga saja Mike tidak memangsa Rere.." Gumam Bulan
"Ya itu benar, kalian berdua itu predator pemangsa wanita!!"
Ucap Bulan yang langsung menutup mulut Kenzo hingga tidak bisa bicara lagi.
"Pokoknya cepat! Aku takut terlambat!"
"Yaa kalau terlambat sedikit paling tidak lama lahirlah Mike junior? Itu bagus kan?"
Ucap Kenzo sambil tersenyum.
"Kenzo..."
Bulan semakin geregetan dengan suaminya.
"Yaa setauku seperti itu, wanita di sampingku pun awalnya saja benci, menolak...
Ketika mulai merasakan nikmatnya malah minta duluan?"
Kenzo menggoda Bulan dan membuat wajah istrinya itu merah karena malu.
"Ayo Kenzo... Cepat!! Kau lelet sekali!!" Bulan tak menggubris ucapan Kenzo.
"Ini sudah cepat, kau saja yang cerewet"
Sahut Kenzo pasrah yang sedari tadi menjadi bahan omelan Bulan.
Sesampainya di rumah, Bulan langsung menghampiri penjaga, "Apa kalian lihat Mike dan Rere?"
Tanya Bulan pada penjaga di sekitar kamarnya.
__ADS_1
Para penjaga itu mengangguk.
"Di kamarku?"
Lagi-lagi para penjaga itu hanya mengangguk karena baru saja menyaksikan adegan yang tak terduga.
"Sudah ku duga mereka orang yang patuh"
Timpal Kenzo dengan rasa bangga.
"Dan patut di curigai tentunya!"
Jawab Bulan ketus.
Tak menunggu waktu lama, Bulan segera membuka pintu kamarnya, dan...?
***
Sebelum Bulan dan Kenzo sampai.
Mike masih mendekap erat Rere diatas tubuhnya. Namun Rere tidak kehabisan akal, ia lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Mike, perlahan tapi pasti, tentu apa yang di lakukan Rere membuat Mike tersenyum datar, namun sangat menantikan bibir Rere untuk menyentuh bibirnya.
Namun apa yang di harapkan Mike itu semu ketika Rere melakukan...
"Aaarrrggghhh!"
Mike berteriak karena Rere menggigit bibir Mike, dan itu tentu membuat Mike melepas dekapannya. Lalu Rere bangkit dari tubuh kekar Mike, tapi Mike tidak membiarkannya kabur semudah itu.
kini ia bangkit dengan cepat dan mendorong tubuh Rere ke atas sofa, kini ia yang menindih tubuh Rere, menjepit tubuhnya dengan kedua kakinya yang panjang, dan memegangi kedua tangan Rere hingga tak berkutik, Mike benar-benar marah.
"Lepas! Aku mau pergi!"
"Tidak semudah itu! Kau harus merasakan nikmatnya gigitan ku di bibirmu yang jahat itu!"
Rere pun berteriak karena ketakutan. Ketika tinggal beberapa inci lagi Mike menyentuh bibir Rere Bulan pun membuka pintu.
'JEGREKK'
dan...
"Mike...!! Dasar pemangsa kamu! Apa yang kamu lakukan?!"
Mike tentu mendengar teriakkan Nyonya besarnya, tapi ia tidak menggubrisnya, fikiran nya tetap fokus untuk balas dendam pada Rere yang telah menggigit bibirnya. Karena insting balas dendam Mike memang begitu besar.
Bulan mencoba menarik tubuh Mike yang tinggi kekar itu, tentu ia tidak sanggup. Bulan lalu meminta bantuan pada Kenzo yang tengah bersender di daun pintu dengan santainya sambil menonton adegan yang tengah di bintangi Mike dan Rere.
"Kenzo! Kenapa kau diam saja?!"
"Memang, apa yang harus ku lakukan sayang?"
Bulan berjalan ke arah Kenzo dan...
'BUGHH!!'
"Aaarrrggghhh!"
Kepalan tangan Bulan mengayun tepat di perut Kenzo.
"Ayo perintahkan Mike untuk menyingkir!
Dan kau Mike, beraninya kau menyentuh sahabatku!!"
Bulan terus mencoba menyingkirkan Mike dari atas tubuh Rere, Rere tentu meronta sambil minta tolong karena mencoba mengelak dari niat balas dendam Mike padanya. Dan Angelia? Ia tidur dengan tenangnya walau di sekitar begitu heboh.
Dasar Mike... gak ada takut-takutnya 🤣🤣
__ADS_1
Dukung terus karya author, agar lebih semangat nulisnya.
Jangan lupa Like, hadiah, poin dan vote sebanyak banyaknya