
"U..untuk apa ini kak?!"
Tanya Agnes sambil gemetaran memegang senapan itu.
"Kau ingin menyelamatkan Bulan bukan? Kau ingin melepaskannya dari genggamanku?
Lakukan! Tapi setelah aku mati!
Ayo tembak aku!
Kau fikir hidup seperti ini tidak membuatku tersiksa?
Lakukan !!"
Bentak Kenzo sambil merentangkan tangannya. Dia menantang Agnes untuk menembaknya, Kenzo memang sangat licik, dia tau betul Agnes tidak mungkin sanggup melakukannya.
Kenzo tengah bertelanjang dada, dia menunjuk dadanya.
"Ini jantungku, pilih bagian mana yang kau suka, tembak lah, dan setelah ku mati, kembalikan dia pada Mucikari yang bernama Noni, dia adalah Ibunya."
Agnes tercengang, dia tak menyangka kalau gadis cantik di depannya anak dari Ratunya para pelacur.
"Kau..kau anak dari, biangnya pelacur!? Berarti kau pun....??"
Agnes mengira kalau Bulan pelacur juga, namun Bulan segera menjelaskan padanya kalau aku bukanlah pelacur.
"Tidak, aku bukan pelacur seperti kau fikirkan, aku gadis baik-baik, Ibuku memang pelacur yang kini menjadi Mucikari, tapi aku tidak seperti dia...".
Ucap Bulan terisak.
"Apa yang dikatakannya itu benar Nes, akulah laki-laki pertama yang menyentuhnya, darah itu bukti dari keberuntungan dan kegagahan diriku."
Kenzo tersenyum sombong dan dengan bangganya dia memperlihatkan perilaku bejatnya kepada adiknya.
"Singkirkan kedua benda berbahaya itu, dan biarkan aku bersama dengan Bulan, aku janji tidak akan memukulnya lagi, tapi aku masih menginginkannya, karena dia berbeda, sangat membuatku tak berdaya dan ketagihan...
Dia masih original, tidak seperti wanita-wanita lain yang ku cicipi sebelumnya." Kenzo mengedipkan sebelah matanya.
Agnes terdiam, dia berfikir mencari cara terbaik.
Dia tidak mungkin bisa meluluhkan Kenzo dan membebaskan Bulan semudah itu, dia sadar harus dengan proses bertahap melawan Kenzo yang berhati dan berkepala batu.
"Maaf Bulan, aku belum bisa membebaskan mu. Aku hanya bisa mengurangi bebanmu dengan Kenzo tidak memukulmu lagi. Aku juga akan memohon agar tidak main kasar lagi denganmu. Mungkin dengan cara begitu bisa mengurangi penderitaanmu, walaupun sedikit. Aku harap kau wanita terakhir yang di permainkan Kenzo."
'Praakkkk'
Agnes melempar pisau dan juga senapan milik Kenzo.
"Oke, tepati janjimu jangan main kasar ataupun mukul Bulan. Jika kamu melanggar janjimu aku aku akan bakar rumah ini dan kau kita akan mati bersama-sama!"
Kenzo mendekati Agnes dan mencium kening Agnes.
"Pegang janji ku, dan huushh... sana jangan ganggu lagi. Aku akan mengarungi surga dunia. Hahaha....!!" Kenzo mendorong tubuh Agnes keluar kamar.
"Maaf Bulan aku belum bisa membantumu keluar, hanya itu yang mampu ku lakukan." Ucap Agnes sebelum dia keluar dari kamar.
Pintu kamar dikunci, dan teriakan Bulan terdengar memilukan bagi Agnes. Agnes masuk kamarnya sendiri dan menulikan pendengarannya, dia tahu apa yang dirasakan Bulan.
***
Setelah melakukan aksi bejatnya, Kenzo keluar dari kamar dengan masih bercucuran kringat. Di depan kamar Agnes sangat kakak merenggangkan badannya dan mengelap kringatnya.
"Huh, dasar brengsek." Agnes mengumpat dalam hati. Setelah itu Agnes bangkit dan berjalan menuju di mana Bulan di sekap. Namun karena Kenzo masih berdiri di depan kamarnya dia langsung menghadang Agnes.
"Eiitttss, mau ngapain kamu masuk ke kamarku?"
"Kau memang bajingan Kenzo, kamu tidak berfikir kalau Bulan itu kelaparan?"
__ADS_1
Agnes mendesak badan Kenzo agar menyingkir.
"Tunggu, apa yang kamu bawa?"
Tanya Kenzo dengan tatapan curiga.
Agnes kesal, dia mengeluarkan barang yang ia bawa diatasnya dan memperlihatkan pada Kenzo.
"Ini baju dan make up. Minggir!!"
Kenzo pun berlalu dari hadapan Agnes. Dia mandi di kamar mandi yang lainnya.
Air yang mengguyur tubuhnya membuat relax dan menyegarkan.
" haha, sekarang aku punya main baru free dan bisa 7 kali dalam semalam. Cukup lah ya, untuk bisa menghilangkan stres untuk beberapa saat. Bulan, jujur baru kali ini aku meniduri gadis yang masih virgin, ditengah kota yang besar dan metropolitan ini, rasanya kau jadi begitu langka...
Banyak gadis yang sudah hilang keperawanannya, tapi kau, memang luar biasa."
Ibumu seorang ratu pelacur yang lihai memilah wanita untuk ku, tak disangka kau begitu hebat menjaga dirimu,
"Kau memang wanita baik-baik.
Apa aku sudah jahat padamu?"
Sesaat Kenzo sadar akan kejahatannya. Tapi cuma untuk sesaat.
Jiwa bajingan dan tempramental nya sudah memonopoli dirinya.
"Aahhh kau kan memang bajingan Kenzo, jelas kau jahat sekali..haha..!!
Bersamanya begitu menyenangkan, aku sudah bosan dengan erangan dan ******* wanita-wanita yang menikmati aksiku, aku lebih menikmati penolak kan, pukulan dan rintihan dari bibir manis mu itu Bulan
Semoga kau betah menjadi teman bertempur ku.."
**Di kamar Kenzo**
Agnes terlihat iba.
"Bulan, mandilah, bersihkan tubuhmu dari.....Agnes enggan mengucapkannya
Emhhh, pakailah bajuku,
Setelah itu makanlah, Aku membawakan makanan untuk mu"
Aku masih terdiam menatapnya haru.
"Tenang, ini bukan pemberian Kenzo, aku yg membelinya!!
Kau mandi ya, aku keluar sebentar.
Oh yaa, jangan lupa kunci pintu kamar mandinya."
Agnes melangkah pergi. Aku segera masuk ke kamar mandi.
Ku biarkan air mengguyur tubuh yang penuh noda ini, aku menangis, hatiku terasa sakit jika mengingat Ibu yang sangat ku cintai menjual ku pada laki-laki bejat dan gila *** seperti Kenzo.
Aku memukuli badanku sendiri, menggosoknya kuat, aku jijik ketika mengingat tubuh Kenzo menempel dengan tubuhku.
Berendam memang obat yang pas bagiku untuk menghanyutkan lelah walau sesaat. Badanku terasa lebih baik, aku mulai tegar, dengan harapan Kenzo tidak akan menyeret Ibuku ke kantor polisi.
Ku tatap sekeliling kamar Kenzo.
"Kamar ini sangat bagus, tapi nyatanya ini neraka yang nyata di dunia ini, karena pemiliknya iblis yang berwujud manusia.
Aku duduk di atas tempat tidur dengan tatapan kosong. Segala hal yang getir terlintas di benakku.
Dari arah luar, terdengar banyak suara laki-laki yang tertawa dan berbincang-bincang, entah apa yang para bajingan itu bicarakan.
__ADS_1
'Kreekk'
Tiba-tiba ada yang masuk membuka pintu. Aku lalu menutup wajah dengan kedua tanganku, badanku langsung menggigil ngeri.
Kemudian menepuk bahuku hingga aku berteriak.
"Aaaa...! Kenzo please, jangan sentuh aku lagi!!"
'Sssttt'
Seketika tangis ku terhenti, karena ternyata orang itu Agnes.
Rasanya hati begitu bahagia bisa bertemu dengannya lagi.
"Bulan Kenzo sedang ada urusan, dia menitip pesan agar menyurumu melayani para temannya itu."
"Apa ?? Gak, gak mau !! Aku gak sudi melayani semua bajingan itu!!" tangis Bulan pecah seketika.
"Ooow tunggu dulu, jangan salah sangka terhadapku, kau di suruh melayani temannya menuangkan minuman.
Para tamu itu berjumlah 10 orang, pantas saja ramai sekali fikirku.
"Waduhh ..siapa nih yang nuangin Bir, bir kita udah abis"
Teriak salah satu laki-laki itu.
Aku berjalan lamban, tanganku begitu gemetar dan gelas-gelas itu hampir saja terjatuh.
"Hai...hati-hati dong, waaaww cantik bangett!?"
Teriak teman brengsek Kenzo membantuku memegang nampan yang hampir jatuh.
Semua pria di situ menatapku.
"Mainan Kenzo yang baru bro, kok dia gak bilang-bilang punya mainan sebagus ini?"
"Kenzo kan murah hati, biasanya dengan senang hati dia selalu meminjamkan mainannya kepada kita,
Soo?? Ayo kira pinjam mainan Kenzo yang baru ini!"
"Ok..ready!"
Aku ketakutan, aku tidak mau orang itu menjamah ku. 3 dari mereka menarik lenganku, aku berteriak kuat sekali.
"Lepasin Aku!! Ku mohon, aku gak sudi di sentuh bajingan seperti kalian..!!"
Pintaku yang masih terus di seret menuju kamar Kenzo.
3 orang laki-laki itu mulai melepas bajunya, dan yang lainnya mengendurkan ikat pinggang mereka.
Tak di sangka, Kenzo sudah pulang.
"Lepaskan!! Lepaskan aku...!!". Teriakku histeris.
"Bulan..?"
Kenzo lalu bergegas masuk kedalam, dia melihat temannya hanya 7 orang.
"Kemana yang lainnya?!"
"Biasa, mereka lagi nyobain boneka cewek baru, kamu pandai kau menang luar biasa kalau urusan wanita!"
Kembali terdengar teriak dari Bulan membuat Kenzo ingin tau apa yang terjadi? Dia mendobrak pintu dengan sekuat tenaganya.
Di saksikan 3 temannya menggodaku.
"Beraninya kau menggoda dia !! Dia miliku !! Enyah kalian dari hadapanku..!!" Terlihat jelas kalau saat ini Kenzo benar-benar marah.
__ADS_1
"Tapi??"...