
"Kalau begitu, ayo cepat kita temui mereka, Aku mengkhawatirkan Rere."
Terlihat jelas di wajah Bulan kepanikan akan kondisi Rere. Tetapi ketika ia hendak melangkah, malaikat kecil mereka bangun dan memanggilnya.
"Ibu..."
Panggil Angelia dengan mata yang masih terpejam. Tangan mungilnya mencari-cari pelukan hangat sang ibu.
"Kau temani puteri kita, jika dia sudah kembali terlelap, menyusul lah...
Serahkan semua padaku, Aku yakin Mike tidak akan bertindak bodoh.
Aku tau siapa dia."
Bulan pun menganggukkan kepala, menyetujui apa yang di ucapkan Kenzo.
'Chupp'
Sekali lagi ciuman mesra kini mendarat di bibir Bulan.
"Manis sekali."
Jelas Kenzo membuat pipi Bulan bersemu merah.
"Ya sudah, cepat kau tengok kondisi Rere."
"Siap Nyonya besar dengan mata besar, dan..."
Mata Kenzo mengarah pada dua gunung kembar Bulan.
"Gunung yang besar juga."
Ia tersenyum sambil mengedipkan matanya sebelum benar-benar beranjak pergi.
"Kau ini Kenzo, selalu pandai membuatku tersenyum. I love you Tuan menyebalkan dan tampan."
"Dimana Mike?!"
Tanya Kenzo pada pengawal yang berjaga di bawah anak tangga.
"Di lantai tiga Tuan Kenzo."
Jawab penjaga itu. Langkah kakinya kini menuju lift yang memang tersedia di rumah pembisnis hebat keluarga Sminth.
Lift berhenti dilantai tiga. Pengawal menyambutnya sambil menundukkan kepala menaruh hormat.
Ia lalu masuk ke kamar dimana Mike dan Rere berada.
"Mike apa yang terjadi?"
Tanya Kenzo sambil berjalan kearahnya.
"Rere sepertinya shok berat, itu semua karena ulahnya juga."
Jawab Mike dengan santainya sambil menuang segelas wine untuk sahabat sekaligus Bosnya itu.
"Jelaskan secara detail. Kau tau sikap Bulan setelah mendengar kabar ini? Dia begitu marah!"
"Hmm, itu sudah pasti." Sahut Mike dengan santai.
"Kau tidak habis menidurinya kan?!"
Tanya Kenzo setengah berbisik.
"Ohh tidak tidak!
Kalian bisa memastikan hal itu ketika ia tersadar."
"Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?"
Tanya Kenzo penasaran.
"Awalnya Aku hanya bercanda akan membawanya ke hotel, tapi ia takut dan marah lalu minta di turunkan dari mobilku, Aku sudah melarangnya tapi, dia masih saja membandel sampai akhirnya ada dua orang preman yang mencoba menggodanya,
Tanpa berfikir panjang dua orang itu langsung ku tembak mati dari jarak jauh, mungkin ia shok melihat dua orang itu bersimbah darah, ditambah ketika ia tau, bahwa Akulah yang menembak mereka.
Aku hanya memeluknya, tidak lebih!"
Jelas Mike sambil menyeruput wine impor yang terbaik di kelasnya.
"Hahaha, pantas saja. Tapi, apa kau sempat berfikir untuk sedikit mengajaknya bersenang-senang bukan?"
Mike tersenyum dingin.
"Sebagai pria normal, itu pasti! Tapi Aku tidak tertarik sampai sejauh itu, Aku masih bisa bersenang-senang dengan banyak wanita diluar sana.
Dan, tolong izinkan Aku untuk menyalurkan hasrat yang menyiksa ini, untuk beberapa jam saja?"
"Pergilah, dan nikmati malammu bersama wanita-wanita yang selalu menunggumu"
"Kau memang yang terbaik bos!"
__ADS_1
Kedua pria itu saling melempar senyum.
'Prok prok prok'
Arumi datang sambil tepuk tangan.
"Bagus! Bos dan anak buah sama keterlaluannya!
Dimana otakmu Mike? Kau akan meninggalkan Rere untuk bersenang-senang dengan wanita-wanita murahan di tempat maksiat itu?!
Dan...
Hahaha, mantan pria brengsek dengan mudah mengizinkannya,
Kalian berdua keterlaluan! Kenapa kalian tidak bisa berempati pada wanita, terutama kau Mike!
Mike yang tampan, gagah, cerdas dan begitu ditakuti, apa kau bukan lahir dari rahim seorang wanita!?
Jika kau menyakiti wanita, sama saja kau menyakiti ibumu!
"Aku, Ibuku yang melahirkan."
Jawab Mike gugup.
Kenzo hanya lirik kanan kiri, atas bawah, tentu menghindari sorot mata penuh amarah dari Bulan.
"Baguslah jika kau masih mengingat ibumu!"
Bulan lalu menghampiri Rere yang masih terpejam.
Ia kembali melirik Mike dengan tatapan sinisnya.
"Kau menyentuh Rere? Jawab!"
"Sss...hanya sedikit."
Jawab Mike sambil tersenyum.
"Apa? Beraninya kau!"
Bulan melotot sambil tolak pinggang.
"Maaf Nona, Aku terpaksa!"
Sambung Mike.
"Terpaksa? Kau bilang terpaksa?!"
Bulan semakin naik pitam.
Jawab Mike singkat.
"Kau! Kau benar-benar 11-12 dengan Kenzo!"
Bulan menunjuk wajah Kenzo dengan telunjuknya.
"Aku? Dengan Mike!?"
Kenzo melirik kearah Mike.
"Hehehe, kau benar sayang!
Kenzo menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Uuuuhhhh kalian berdua ini!
Mike, Kau harus cepat menikah dengan Rere!"
'Uhhuk uhhuk!'
Mike spontan tersedak.
"A..apa? Menikah? Itu perintah yang sangat gila! Aku tidak mau berkomitmen, itu hanya akan membuat hidupku rumit Nona."
Jawaban Mike semakin membuat Bulan geram, sampai-sampai ia menarik kerah baju Mike dengan kuat.
"Kalau Rere hamil bagaimana? Dasar tidak bertanggung jawab. Kau mau enaknya saja!"
Mata Mike dan Kenzo membulat, beberapa saat mereka saling bertatapan.
"Hamil? Kenapa Rere isa hamil?"
Ucap Mike tak mengerti.
"Kau terlalu cerdas untuk pura-pura bodoh Mike. Rere hamil karena kau menyentuhnya!!"
Bentak Bulan semakin kesal.
"Hhhaah?"
Mike dan Kenzo terheran-heran.
__ADS_1
"Ppppprrrrbbbfff...haha hahaha!
Mike, jika Rere sampai hamil, kau benar-benar sakti."
Kenzo malah terpingkal begitu juga Mike.
"Kau benar bos. Hanya beberapa kali pelukan dan satu ciuman di bibirnya membuatnya hamil?
Hahaha, Nona, kau ini benar-benar lucu!"
Kenzo dan Mike terus terbahak-bahak sampai meneteskan air matanya.
Bulan menjadi kikuk karena ditertawakan oleh dua orang pria macho itu.
"Itu tidak mungkin. Mike pasti melakukan lebih dari itu!? Ayo mengaku saja?!"
"Apa yang harus ku akui Nona, kalau itu kenyataan yang sebenarnya. Memikirkan untuk melakukan itu bersamanya pun tak terbesit sama sekali di otakku,
Dia terlalu standard untuk menghidupkan hasratku...
Yaa dapat dikatakan kurang menggodaku."
Mata Mike menatap tubuh Rere yang terbaring di tempat tidur, dan ucapannya itu tentu dusta, padahal detak jantungnya kini bak kuda maraton setiap kali memperhatikan Rere.
"Sayang tenanglah, lebih baik kita menunggu Rere sadarkan diri, biar semuanya jelas."
Kenzo menarik tangan Bulan seraya menyuruhnya duduk disampingnya.
"Huhhff!"
Bulan benar-benar jengkel karena ditertawakan mereka.
"Jangan cemberut begitu Bulan, nanti cantiknya hilang."
ucap Kenzo sambil mencubit gemas pipi Bulan.
"Apa? Kalau Aku tidak cantik lagi, lalu kau akan mencari yang baru!?"
Tanya Bulan jutek.
"Sial! Aku salah bicara!"
Gumam Kenzo dalam hati.
"Emhh, bukan begitu isteriku...
Sebenarnya walau cemberut pun kau tetap cantik! Hanya saja kalau sering cemberut akan membuat kita lekas tua, itu yang aku baca di..."
Kenzo belum meneruskan kata-katanya, tapi tatapan Bulan seakan-akan menusuknya.
Kenzo menaikkan sebelah alisnya, dengan wajah lesu.
"Kayaknya Aku salah bicara lagi! Kenzo, kenapa kini kau bodoh seperti Mike!? Apa bodoh itu menular?"
Kenzo melirik Mike, terlihat pengawal setianya itu tengah menahan tawa.
"Kalau Aku cepat tua kau akan...?"
"Tunggu tunggu sayang, Kau jangan salah paham. Aku tidak akan mempermasalahkan fisikmu akan seperti apa."
"Itu tidak mungkin! Buaya seperti kalian pasti menyukai wanita yang s***i!"
"Itu benar. S***i dan menggoda, selera kami memang sama, bahkan dulu kami pernah bertaruh mendapatkan wanita yang bernama..?
Siapa ya?
Hmm pokoknya dia benar-benar s*** orang-orang di negaramu menyebutnya 'montok', Hhhh memang dasar Bos Kenzo itu bagaikan permen karet, wanita begitu mudah dia dapatkan..."
Mike menjelaskan hal itu dengan santainya.
Tapi dia tidak menyadari hal itu membuat Bulan semakin geregetan pada Kenzo.
'Fiuuuhhhh'
Kenzo menghela nafas yang tiba-tiba sesak.
"Cerita yang bagus Mike, itu sangat membantuku!!"
Ucap Kenzo sinis dan rasanya ingin sekali ia menghajar sahabatnya itu.
"Sama-sama Bos! Kau memang yang terbaik"
Mike mengedipkan sebelah matanya pada Kenzo. Namun isterinya justru matanya semakin membulat.
"Sayang, sayang! Please jangan marah. Itu kan dulu, jauh saat Aku belum mengenalmu.
But Now, youre the best sweety,
I love you!!"
Kenzo lalu mencium tangan Bulan.
__ADS_1
Kira kira Kenzo bisa menaklukan Bulan gak ya...
Ikuti terus selanjutnya