
Bulan memapah Kenzo untuk kembali ke kamar hotelnya. Nic dan seluruh anak buah Mike bergegas dengan Speed Boat maupun Jet Ski, harapan masih ada walau kemungkinannya sangat kecil.
"Good Luck! Semoga Tuhan mengubah takdir yang telah terjadi."
Nic lalu memeluk Kenzo dengan perasaan yang sama sebagaimana yang Kenzo rasakan saat ini.
"Semoga Tuhan mendengar dan mengabulkan permohonan kita, Kenzo...
Aku pergi! Jaga Bulan baik-baik!"
Kenzo mengangguk sesaat setelah Nic melepaskan pelukannya.
"Lets go!"
Merekapun pergi menyusuri titik dimana Mike membawa penyusup itu dan meledak.
****
Kenzo menatap Angelia yang tengah bermimpi indah. Namun matanya kini berkaca-kaca.
"Ketika kau bangun pagi ini, bagaimana Angelia jika mengetahui Uncle kesayangannya telah pergi dari dunia ini..?"
Kenzo lalu mengecup kening Angelia dengan air mata yang menetes. Bulan lalu memeluk hangat Kenzo dari belakang. Berada ditengah dua bidadari cantiknya membuat Kenzo merasa sedikit tabah, karena dia masih menaruh harap akan kembalinya Mike di tengah-tengah mereka.
Kenzo menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan berat.
"Aku masih mengingat, bagaimana Mike mengucapkan selamat atas kehamilan mu, Bulan.
Dia ikut bahagia mendengar bahwa kau mengandung anakku."
Bulan semakin mendekap Kenzo erat.
"Kau tidak akan meninggalkanku kan?"
Tanya Kenzo dengan wajah penuh harap.
"Aku akan selalu bersamamu, Kenzo."
Bulan membelai lembut dada Kenzo yang bidang.
"Kau selalu tau membuatku merasa tenang. Terima kasih sayang."
Matahari mulai menampakkan dirinya di ufuk timur.
"Marahari sudah hampir terbit. Pagi ini kita harus menyelam...!"
Titah Nic yang sebenarnya sudah meyakini, mustahil Mike masih hidup dengan anggota badan yang utuh.
Ketika melakukan penyelaman, di dasar laut dengan kedalaman hampir 50 meter, seorang anak buah Mike menemukan hal yang mengerikan.
"Ta...ta...tangan?!"
Pekiknya dalam hati, karena ketika menyelam siapapun tidak mungkin berteriak.
Dengan rasa takut luar biasa, ia mengambil potongan tangan seseorang yang sudah penuh luka ke permukaan.
Ia memasukkan potongan lengan sebatas siku itu kedalam tas yang ia bawa sebelumnya.
"Aku...menemukan sesuatu! Mungkinkah ini milik Bos, Mike?!"
Ia mengeluarkan lengan itu sambil memejamkan mata dengan ngeri.
'Ooouucchh'
'Oh My God!
Pekik yang lainnya dengan rasa tak percaya.
"Kita harus melakukan uji forensik, agar memastikan, ketakutan kita salah"
Nic mengerutkan dahinya, dengan keyakinan akan keajaiban itu tidak nyata adanya.
Nic dan anak buah Mike menuju General Hospital
__ADS_1
"Aku mempunyai seorang kenalan disini, DR.Cavez, ia seorang ahli forensik terkenal di Australia, Aku telah membuat janji temu dengannya.
Pemeriksaan ini harus tertutup! Dan kau harus menutupi identitasmu juga Kenzo, atau negera ini akan gempar oleh berita tentangmu..."
Kenzo masih menatap kosong kearah yang tak pasti.
"Kau atur saja Nic, saat ini Aku tidak bisa berfikir jernih...
Lakukan yang terbaik, Aku tidak bisa membayangkan jika tangan itu milik...?"
Kenzo menundukkan kepalanya, rasa sakit kembali menghujam batin yang tengah rapuh itu.
"Sebelum ada hasil tertulis dari DR.Cavez, kita masih bisa berharap..."
Kenzo menepuk bahu Kenzo sambil tersenyum getir.
"Kata-kata mu itu benar Nic, tapi kau sendiri pasti tak yakin dengan apa yang kau katakan tadi.
Kapan kita akan ke Rumah Sakit?"
Tanya Kenzo sambil menatap Nic dengan mata yang sembab.
Tatapan Kenzo mengeluhkan lidah Nic, bibirnya bergetar, saat ini mereka benar-benar hancur dan terluka hanya saja mencoba tegar walau sulit.
"Jjj...jja..jjaam, sepuluh malam"
Jawab Nic terbata-bata.
"Baiklah, kalau begitu kalian semua silahkan beristirahat, dan makanlah apa yang sudah di sediakan, Aku permisi."
Kenzo bangkit berdiri dengan tubuh tak berdaya, namun ia terus mencoba kuat. Hingga datanglah Angelia yang berlari ke arahnya dan memeluk Kenzo erat.
"Dady....!"
Teriak gadis cantik itu pada sang Ayah. Kenzo pun mencoba tersenyum.
"Hai darling,
Cantik sekali, sudah mandi yaa?"
"Sudah dong Dady...
Yaah pestanya selesai yaa? Huuhf"
Angelia cemberut karena tidak ikut menikmati pesta yang ia tunggu-tunggu, pesta yang membuat Uncle kesayangannya berkorban sedemikian besar.
"Mmm...nan..nanti, Dady akan...
Membuat pesta untukmu..."
Ucap Kenzo menghibur sang puteri tercinta.
"Dady janji yaa?"
Angelia mengacungkan jari kelingkingnya yang mungil.
Kenzo tesenyum dan membalas dengan mengaitkan kelingkingnya.
"Dady janji..."
Jawab Kenzo dengan nada sendu. Anak manis itu menatap mata sipit sang Ayah dengan seksama, Kenzo lalu memalingkan wajahnya sesaat dan menyeka mata yang mungkin masih tersisa tetesan kesedihannya.
"Dady...? Menangis yaa?"
Tanya Angelia sambil mencoba melihat wajah sang Ayah.
"Tidak, mata Dady, hanya terkena pasir di pantai, jadi sedikit iritasi"
Kenzo mengelak.
"Kalau begitu Dady harus ke Dokter!"
"Iya, itu pasti..."
__ADS_1
Kenzo mencoba tegar di hadapan Angelia.
"Uncle Nic!?"
Panggil Angelia pada paman tersayangnya.
"Yes baby?"
Angelia lalu tengok kanan kiri, dia mencari seseorang yang begitu dekat dengannya.
"Uncle Mike...?
Dimana Uncle Mike? Biasanya selalu bersama Dady dan Uncle Nic..?
Kalian itu Best Friend kaan?
Itu kata Ibu...!"
Kata-kata polos Angelia mengoyak hati dan jiwa Kenzo. Begitu juga Nic yang tiba-tiba terasa sesak di dadanya.
"Uncle Mike...
Uncle Mike...
Ia sedang ada tugas"
Jelas Kenzo mencari alasan.
"Kenapa Dady suruh Uncle Mike bertugas?"
"Karena...
Karena, ada...hal penting yang harus diselesaikan."
Sahut Kenzo yang hatinya bergetar namun mencoba tetap tersenyum.
Bulan yang mendengar pertanyaan demi pertanyaan Angelia ikut bergetar hatinya.
Ia lalu menghampiri Angelia yang tengah di gendong sang Ayah.
"Uncle Mike pasti cepat kembali, percaya sama Ibu...
Angelia gak usah sedih ya?"
Jelas Bulan lembut. Kenzo dan Nic menatap ke arah Bulan bersamaan. Kata-kata itu untuk menghibur seorang gadis kecil, tapi mengapa mendengar Bulan mengucapkan itu mereka berdua seperti mendapat keyakinan bahwa Mike masih hidup.
"Ibu tidak bohong kan?"
Angelia kini ingin beralih kepelukkan Ibunya.
Bulan tersenyum.
"Kalau Angelia sayang Uncle Mike, berdo'a lah pada Tuhan agar Uncle Mike cepat kembali dan bermain sama kamu..."
Angelia menganggukan kepalanya. Matanya lalu menatap langit, ia lalu menadahkan kedua tangannya...
"Ya Tuan, Aku ingin Uncle Mike cepat kembali, Aku pingin main sama Uncle Mike, karena kadang Uncle Nic dan Dady curang...
Nanti kalau Dady dan Uncle Nic mainnya curang, siapa yang belain Aku?
Semoga tugas Uncle Mike cepat selesai, biar Uncle cepat kembali dan main sama Aku lagi..Amiin.."
'PRAAAANNG...!'
Do'a dari seorang anak kecil itu semakin membuat hati mereka hancur berkeping-keping.
"Anak pintar...!"
Puji Bulan pada sang buah hati.
"Kalian dengar? Semoga keajaiban yang kalian ragukan akan datang berkat do'a tulus dari seorang anak yang masih suci ini"
Jelas Bulan membuat Kenzo dan Nic terharu.
__ADS_1
"Kau benar...
Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan, terimakasih sayang, Hatiku kini merasa lebih tenang."