Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Menjemput Rere


__ADS_3

Semua yang menyaksikan adegan romantis keluarga kecil itu ikut tersenyum.


"Yang jelas kalian tidak perlu repot menjodohkan ku dengan gadis itu atau gadis manapun. Mengerti?"


Mike lalu duduk dengan tatapan yang entah menatap apa.


"Humhh, Mike benar, lagi pula kalian berdua ini kenapa? Itu kan hak Mike, karena Rere telah menolongnya bukan berarti Mike harus ada hubungan yang lebih dengan nya kan?"


Ucap Bulan sedikit membela Mike.


"Betul apa yang dikatakan Nona Bulan."


Timpal Mike dengan senyum sinis.


Kenzo lalu merangkul Bulan dengan mesra.


"Hei baby, kau tidak lihat bagaimana cara Mike mencium bibir Rere?


Matanya terpejam, ada sensasi tersembunyi yang pasti dia rasakan.


Kalau tidak ada perasaan apapun, kenapa dia mesti mencium bibir wanita udik itu?


Nic, apa kau tau jawabannya?"


Kata-kata Kenzo membuat Mike speechles.


"Jawabannya ada dua, buta atau bodoh! Kita tau mata Mike sangat tajam dalam menilik apapun, tapi untuk cinta, mungkin bisa jadi dia buta, atau...bodoh?


Mike terkenal pandai dan lihai, terlebih kepandaian soal melatih anak buahnya hingga cekatan seperti dirinya, tapi untuk cinta...menurutku dia bodoh!


Mungkin dia menyadari, hanya saja, gengsi."


Jelas Nic sambil nyengir ke arah Mike.


"Kau benar. Dan Aku tidak mau di buat buta dan lebih bodoh lagi dengan menjalin cinta. Aku sudah cukup enjoy dengan hidupku seperti saat ini,


Jika kau menginginkannya, dapatkan dia tanpa memikirkan Aku, because I dont care, seriously!"


Berkali-kali Mike menekankan bahwa dirinya benar-benar tidak peduli atau menginginkan Rere, tapi apa kau yakin Mike?


*****


Kapal mewah itu kini telah bersandar di pelabuhan di mana Rere dan Ayahnya pernah menyelamatkan Mike.


Heboh lah masyarakat di sekitar tempat Rere tinggal, terlebih Anjelo ikut turun bersama Nic yang di dampingi para pengawal tentunya.


"Tuan Kenzo, selamat datang, apa ada yang bisa kami bantu?"


Ucap salah seorang warga.


"Tidak, kami hanya ingin pergi ke rumah Rere, permisi"


Kenzo dan Nic lalu melanjutkan langkah mereka tanpa Mike.


Terlihat seorang wanita cantik tengah menjemur ikan-ikan hasil tangkapan sang Ayah. Nic pun menyapanya.


"Boleh Aku membantumu Nona?"


Rere pun menoleh kearah sumber suara itu. Matanya terbelalak sampai keranjang ikan yang dipegangnya terjatuh, namun ia lalu bergegas memunguti ikan yang berserakan di pasir.


"Tu...Tuan? Ada apa kalian kembali kesini? Seingatku, Aku tidak membuat kesalahan kan?


Jika memang ada, Aku mohon maafkan, aku...


mata Rere mulai sembab, dia nampak ketakutan akan kehadiran Kenzo dan yang lainnya.


"Kau memang telah melakukan kesalahan. Kau telah membuat orang kepercayaan ku tersiksa karena mu!"


Tegas Kenzo yang membuat jantung Rere ian berdegup kencang karena takut.


"Aku...


Aku tidak melakukan apa-apa.


Apa kondisi Mike memburuk?"


Tanya Rere khawatir. Rupanya dia belum mengerti maksud pembicaraan dua pria tampan ini.


"Sangat buruk. Bahkan dia sampai tidak bisa tidur."

__ADS_1


Nic menambahkan.


"Tuan, sumpah, kami tidak mencoba menyakiti Tuan Mike, kami benar-benar menolongnya tanpa maksud apapun..."


Rere kini menangkup kan kedua tangannya setelah menaruh keranjang ikan di atas pasir.


"Bukankah kau mencintainya?"


Tanya Kenzo yang membuat Rere gugup.


"I..itu...


Itu...benar, tapi ketika ku tau siapa Mike, Aku tidak berani mengembangkan rasa cinta itu, Aku merasa tak pantas.


Dan Aku baru sadar kenapa ia selalu cuek padaku."


Rere sedikit murung sambil memalingkan wajah dan menyeka setetes air yang keluar dari sudut matanya.


"Dia juga mencintaimu."


Jelas Nic membuat Rere terkejut.


"Bbb...bbenarkahh? Apa Mike yang mengatakannya?"


Mata Rere berbinar dan hatinya berbunga-bunga.


"Benar, walau bukan mulutnya yang mengatakan itu, tapi sorot mata dan sikapnya menunjukkan kalau dia juga mencintaimu.


Tapi dia terlalu naif dengan cinta, kau mau membuktikannya??"


Tanya Kenzo.


"Membuktikan apa?"


"Membuktikan kalau Mike juga mencintaimu, mari Aku jelaskan caranya!"


Nic dan Kenzo menjelaskan panjang lebar tentang rencana mereka.


"Tapi, bagaimana dengan Ayahku?"


Tanya Rere tak yakin.


"Ayahmu akan segera menyusul, kalian bisa bekerja dengan ku. Sudahlah jangan banyak berfikir, Aku tidak suka menunggu."


Nic lalu menggandeng tangan Rere, membuat Rere sedikit tak enak hati.


"Tenang saja, Aku masih single, jadi Aku adalah orang yang bebas dan kau aman, tidak seperti orang yang di depan kita itu!"


Nic menunjuk Kenzo dengan dagunya.


Akhirnya Rere mengikuti rencana yang telah disusun oleh Kenzo dan Nic, mungkin itu seperti sebuah akting.


Sampai akhirnya mereka menaiki kapal pesiar itu dan terlihat pria yang menjadi pujaan hati Rere tengah berdiri tegap menuju Kenzo kembali. Mata Rere berbinar, dia sudah tidak bisa menahan kerinduannya, ia tanpa basa-basi langsung memeluk tubuh ramping berotot milik Mike.


"Pria tampanku...I miss you so much!"


Rere memeluk tubuh Mike dengan erat sampai membuat Mike merasa tak nyaman.


"Tubuhmu kecil tapi kenapa pelukanmu seperti ular piton!? Kau bisa meremukkan tulang-tulangku, Rere!"


Mike mencoba melepaskan Rere yang menempel bagaikan lem. Tapi Rere masih tak bergeming. Kenzo dan Nic hanya mengikik geli melihat sikap Rere yang begitu agresif.


"Lepas!"


Mike membentak Rere dengan keras sambil menghempaskan tubuh Rere ke lantai kapal.


Rere menunduk dan meringis kesakitan, rambut coklatnya terurai menutupi wajahnya. Air mata menetes di pipinya yang memerah arena kecewa akan perlakuan Mike.


'Hhhhh!'


Mike mendengus kesal. Tetapi ketika ia mendengar isakan Rere, entah mengapa hatinya menjadi sesak akan rasa bersalah.


Kenzo terkejut dengan sikap Mike, kepalannya pun telah siap memberi pelajaran pada Mike.


'BUGH!'


Kenzo sukses mengayunkan kepalannya tepat kewajah Mike hingga ia sempoyongan.


Sedangkan Nic membantu Rere untuk berdiri, ia lalu memeluk Rere dan Rere pun menangis di pelukan Nic.

__ADS_1


Mike tak bergeming setelah mendapatkan pukulan dari Kenzo.


"Cukup aku yang menjadi penjahat wanita!"


Bentak Kenzo pada anak buah kepercayaannya.


"Lalu, untuk apa kau membawa wanita ini bersamamu?"


Tanya Mike sambil mengelus rahangnya.


"Untuk bekerja dengan ku, dia bisa menjadi teman Bulan dan bisa membantunya."


Terang Kenzo.


"**..tapi, di rumahmu sudah cukup banyak pelayan dan Angelia pun punya tiga baby sitter yang..."


"Mike, Aku butuh teman dan suasana yang tak membosankan. Aku jenuh melihat pria-pria berbadan tinggi tegap dengan wajah dingin seperti kalian."


Bulan lalu menarik tangan Rere.


"Ayo ikut Aku. Kita akan bicara banyak, dan suamiku yang kaya dan menyebalkan itu akan menggaji mu untuk menjadi temanku."


Rere mengangguk dengan perasaan canggung, sedangkan Kenzo menaikkan sebelah alisnya dengan tatapan yang tajam pada Bulan.


Bulan tertawa melihat ekspresi suaminya, ia lalu mencium pipi kiri Kenzo.


"Kau pria yang kaya, menyebalkan, tapi Aku sangat mencintaimu, Tuan Kenzo!"


Bulan tersenyum dan melangkahkan kakinya bersama Rere dan Angelia.


"Halo Auntie, namaku Angelia..."


Sapa Angelia pada Rere.


"Halo cantik, aku Rere"


Sahut Rere lembut.


"Nanti kita main bersama ya?"


"Tentu..."


Ketiga wanita cantik itu pergi menuju kamar Bulan, pasti mereka akan bicara banyak hal sambil mengajak Angelia bermain tentunya.


Mike pun menatap Rere yang semakin menjauh. Hatinya masih merasa tak nyaman ketika mendorongnya hingga terjatuh.


"Apa yang kau lihat?!"


Tegur Nic sinis.


Mike hanya diam tak menjawab.


"Bagaimana pukulan ku Mike, hahaha?!"


Kenzo tertbahak sambil duduk bersantai.


Mike dan Nic pun melakukan hal yang sama di kursi yang lainnya.


"Pukulan mu sangat menyentuh hatiku"


Sahut Mike dengan wajah malas.


"Ambilkan minumanku, cepat!"


Titah Kenzo pada pengawalnya.


Mike melirik kearah Kenzo.


"Kau merencanakan sesuatu, Aku tau itu?!"


Ucap Mike dingin.


"Yaa, kau memang orang yang pandai Mike, Aku membawanya bersamaku agar menjadi orang penting untuk Bulan, sama sepertimu."


Jelas Kenzo sambil meraih minuman yang baru saja datang. Nic dan Mike pun ikut meminumnya.


"Sepertiku? Enak saja. Dia itu bodoh, kerjanya hanya menjemur ikan di terik matahari, sedangkan Aku, ahli dalam hal apapun!"


Ucap Mike menyangkal kata-kata Kenzo.

__ADS_1


#Kira kira Mike akan memperjuangkan cintanya atau tetap menjadi orang naif?....


ikuti terus kelanjutannya...


__ADS_2