
"Bertahanlah sayang...!
Cepaatt Mike! Kemudikan mobil ini lebih cepat!"
Kenzo panik setengah mati melihat Bulan yang mulai lemah dan pucat.
"Aku menyesal!
Seharusnya aku tidak mengajakmu ketempat itu.
Maafkan aku!"
Begitu besar Kenzo meluapkan penyesalannya.
***Di Rumah Sakit***
"Pasien ini di patuk Cobra Philipines, segera beri ia suntikan serum anti bisa ular"
Begitulah yang kata-kata para tim medis dari dalam ruang IGD.
Kenzo gelisah, berkali-kali ia memukulkan kepalannya ke dinding rumah sakit hingga tangannya terluka. Dia begitu menyesal atas insiden yang terjadi pada Bulan.
"Aaaaarrrrgghhhh...
Aku menyesal! Aku menyesaaaal...!
Seharusnya aku tidak mengajak mu ke El Nido Bulan.
Maafkan aku!"
'Dughh dugh dugh'
Kenzo menjadikan dinding sebagai pelampiasan amarahnya pada dirinya sendiri.
"Cukup Kenzo!
Hentikaan!
Tenanglah!"
Ucap Mike sambil menahan kedua tangan Kenzo di bantu dengan Nic.
Tapi Kenzo begitu gagahnya menghempaskan mereka.
'Aaaaarrrgghhhh!'
"Apa kau bilang?!
Tenang!? Aku harus tenang ?! Istriku tengah menderita aku harus tenang?"
Bentak Kenzo pada Mike dan Nic, membuat mereka dan pengawalnya tertunduk diam seribu bahasa.
"Tapi amarahmu tidak akan membantu Istritmu yang hampir kritis"
Seseorang datang dan berjalan ke arah Kenzo.
Kenzo pun menoleh ke arah suara itu. Matanya terbelalak melihat kehadiran wajah orang itu.
"Kau orang yang kubuat tersungkur karena berani menyentuh istriku?!
Dan kau...?"
Kenzo kembali mengingat peristiwa perusuh yang tiba-tiba menabrak Bulan.
"Kau orang yang membuat heboh jumpa pers ku,
Siapa kau sebenarnya?"
Kenzo lalu mencengkram leher orang itu yang ternyata Duke.
"Seperti yang kau bilang, Aku adalah pemulung botol,
maka dari itu kita bisa berjumpa lagi,
Aku pemulung spesialis mengumpulkan botol-botol sisa minuman dari orang-orang sekelas mu, Tuan...
Kau tau? Botol bekas dengan merek dagang terkenal di jual mahal, tentu itu cukup untuk mengisi perutku...!"
Duke tersenyum dengan begitu tenangnya, rupanya dia tengah memainkan peran baru sebagai 'rakyat jelata', dengan pakaiannya yang lusuh namun tidak menutupi ketampanannya yang berparas lembut, tidak garang seperti Kenzo yang begitu kentara di wajahnya.
Kenzo dan kedua jendral besarnya saling bertatapan, mereka tidak mau percaya begitu saja pada Duke, yang tidak lain musuh yang mereka cari dan selidiki motif dan keberadaannya.
"Katakan yang sejujurnya,
Kau seorang mata-mata kan?!
__ADS_1
Bagaimana kau bisa mengikuti kami sejauh ini?
Bahkan kau bisa bertemu dengan Bulan?
Jawab! Atau kepalamu akan terlepas dari lehermu!"
Gertak Mike dengan berjuta kecurigaannya.
Duke hanya tersenyum manis, wajah lembutnya membuat kesal semua orang.
"Sudah ku bilang, aku ini pemulung botol, jelas Aku berkelana. Ku tau El Nido tempat orang-orang berdompet tebal bersenang-senang...
Dan aku mana tau kalau wanita itu istrimu, yang aku lihat ular cobra itu mematuk nya dan aku mencoba menolongnya.
Aku terpaksa menghisap paha istrimu, eemhh maksudku bisa ular itu...
Dan aku sampai merobek bajuku untuk memperlambat racun agar tak menyebar...
Aku mengikuti kalian karena aku ingin meminta ganti rugi atas bajuku yang telah ku gunakan untuk menolong istrimu!
Kau kaya raya, tidak sulit untukmu memberi ku uang untuk membeli baju baru!"
"Jangan kira kami bodoh!
Wajahmu tidak ada tampang seorang pemulung.
Wajah yang penuh perawatan, seorang pemulung mana mungkin berwajah selimit itu sekalipun kau pemulung botol minuman mahal, hah?
Tunjukkan identitasmu!
Cepat!"
Gertak Nic yang tidak mau percaya begitu saja.
Namun Duke dengan ekspresi kalem dan super tenangnya membuka dompet dan menarik keluar salah satu kartu identitasnya.
Mike segera menjambret kartu itu dari tangan Duke.
Matanya menyorot tajam pada Duke, tapi Duke hanya tersenyum tanpa merasa mendapatkan presser sedikitpun.
"Tolong jangan mengejek namaku...
Setelah sudah cukup jelas, tolong kembalikan pada ku ya?!"
"Hhhhhh..."
Dengan seksama Mike melihat foto pada kartu identitas yang ia pegang. Lalu ia membandingkan wajah dalam foto dengan wajah yang ia lihat langsung.
"Sama..!"
Ujarnya datar.
Lalu ia membaca sebuah nama, tempat tanggal lahir yang tertera dalam kartu identitas yang Duke berikan.
"Ajay?
Ajay Odading?"
Mike mengerenyitkan dahinya.
"Sudah ku bilang jangan mengejek namaku, pasti menurutmu itu nama yang aneh bukan?
Tapi nama itu adalah anugerah yang sedikit membuatku minder..."
Duke menyeringai memamerkan giginya yang putih dan berjejer rapi.
"Gigi yang di Veneer?
Kau mempunyai kocek yang cukup tebal rupanya?
Untuk berapa lama kau menahan lapar demi gigi yang berjejer rapi itu?"
Tanya Nic penuh selidik.
"Kalian begitu jeli memperhatikan style ku?
Kalian menganggap rendah profesiku...
Memang hanya kalian orang-orang kalangan jetset yang boleh memiliki wajah licin dengan gigi yang begitu berkilau padahal minuman beralkohol lebih sering kalian teguk, karena kalian anggap lebih menyehatkan dibanding air putih?
Aku menolong istrinya, tapi kalian malah menganggap ku seperti penjahat?!
Baiklah...
Akan ku perjelas,"
__ADS_1
Duke mendekat pada dan merangkul ketiga pria yang sebenarnya musuh yang ingin ia habisi.
"Aku ini pembuat minuman imitasi...sssttttt!
Ini rahasia, Aku bukan hanya pemulung tapi seorang pembuat minuman murahan juga...
Bahkan kau tertipu kan, botol merek terkenal tapi isinya ternyata wisky murahan..."
"Lepaskan, jangan sentuh tuxedo mahalku dengan tangan kotormu!"
Kenzo menghempaskan tangan Duke sekuat tenaga dan menyapu bahunya dengan jemarinya.
"Vigan, Ilocos Sur, 27 Desember 1983.. 36 Tahun?
Wajahmu lebih muda dari usiamu!"
Terang Mike yang masih penuh selidik.
"Terimakasih atas pujiannya, Aku merasa tersanjung,
jangan bilang kalau aku melakukan facial mahal tiga kali dalam seminggu,
Aku hanya banyak minum air putih,
'Walaupun aku pembuat minuman imitasi' ucapnya setengah berbisik
Dan banyak menebar senyum..."
Jelas Duke dengan memamerkan wajah manisnya.
"Sudah sudah, jangan terlalu banyak bicara.
So, namamu Ajay!?
Aku perintahkan kalian untuk tetap mengawasi orang aneh ini!
Dan jangan biarkan ia lari sebelum aku mendengar penjelasan langsung dari istriku...
Karena bisa saja ia yang menyebabkan istriku di patuk ular!
Dan, ini...!
Kenzo membuka dompet dan menarik seluruh uangnya
Ambil lah! Ini sebagai pengganti bajumu...
Namun jika terbukti kau yang membuat istriku celaka?!
Nyawamu sebagai penggantinya...
Mengerti?!"
Tegas Kenzo dengan sorot matanya yang tajam, menusuk pandangan dingin dan kalem dari mata Duke.
Duke tanpa segan mengambil uang pemberian Kenzo, ia lalu menciumnya.
"Begitu harum uang ini...
Aku lebih dari mengerti, dan jika istrimu sudah lebih baik, silahkan kau tanyakan saja...
Jika aku adalah penolongnya, kau yang berhutang padaku!?"
Duke lalu duduk di kursi tunggu dengan santainya sambil mengibaskan uang pemberian Kenzo, dia tetap nyaman-nyaman saja walaupun duduk santainya di awasi oleh lima orang anak buah Mike.
"Aku tidak mungkin menyakiti Bulan, karena aku ingin memilikinya, Kenzo...!
Tentunya setelah kau sudah tak di bumi ini lagi...hahaha...
Kau mau tau?
Saat bibir ini menyentuh paha Bulan, Aku khawatir rasa yang menjalar ditubuhku lebih mematikan dari bisa yang ku hisap dari paha putihnya...hahaha..
Kau tidak tau betapa aku merasa sangat beruntung,
Awal yang menyenangkan, dapat menyentuh paha mulusnya..
Aku tidak sabar mendapatkan kesempatan kedua yang lebih dari sekedar mencium paha istri mu, Kenzo!
Musuh idamanku..!!"
Gumam Duke dalam hati.
Hallo para sahabat jangan pernah bosen ya...!!
Jangan lupa hadiahnya agar author makanan bahagia
__ADS_1
jangan lupa likenya agar author makin gembira...
Dan di tunggu votenya supaya author makin membara....