Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Hasil DNA


__ADS_3

Lima orang termasuk Kenzo dan Nic bergegas menemui Dr.Cavez. Kenzo menutupi wajahnya menggunakan masker guna menutupi siapa dirinya.


Rasa resah memenuhi hati mereka, apa kiranya hasil uji forensik yang telah di lakukan oleh Dr.Cavez bersama timnya.


Jam menunjukkan pukul 00:00.


Dr.Cavez keluar dari ruangannya.


Jantung mereka kian berdegup kencang.


"Dokter, bagaimana hasil dari tes forensik itu? Apakah DNA dari lengan itu sama dengan DNA yang di dapatkan dari rambut kawan kami? Atau bagaimana dengan sidik jarinya? Apakah sama dengan sidik jari yang ditemukan di ponselnya..?"


Kenzo mencecar Dr.Cavez dengan pertanyaan demi pertanyaan.


Dr.Cavez menghela nafas, dia lalu membuka masker dan sarung tangan yang dia gunakan.


"Bawa hasil tesnya kesini."


Perintah Dr.Cavez pada asistennya.


"Ini Dokter."


Asistennya memberikan secarik kertas yang berisi pernyataan secara rinci hasil dari pemeriksaan uji forensik yang telah tim medis lakukan.


"Aku akan membacakan hasilnya, mohon bersiaplah"


Jantung mereka kian berpacu cepat, mata mereka semua tertuju pada Dr.Cavez yang perlahan membuka secarik kertas hasil pemeriksaan yang menyatakan...


"Negatif. DNA dari lengan yang di temukan dan DNA dari kawan kalian semuanya tidak sinkron. Itu berarti, lengan yang ditemukan kalian bukanlah lengan milik kawan kalian."


Lega..!


Mungkin itu yang dirasakan mereka saat ini.


Tetapi, hasil forensik itu masih belum membuktikan bahwa masih ada tanda-tanda kehidupan dari Mike.


"Terimakasih Dokter atas kerja samanya!"


Nic dan yang lainnya menjabat tangan Dr.Cavez sebelum berpamitan.


"Sama-sama Tuan Nic, kami telah melakukan yang terbaik untuk kepastian yang anda semua nantikan".


"Kalau begitu kami permisi..."


"Aku masih belum merasa lega Nic, kita harus menyisir pulau atau pemukiman terdekat dari El Nido, aku mempunyai feeling yang kuat, bahwa Mike masih hidup!"


Jelas Kenzo begitu yakinnya.


"Jika Kenzo sudah bermain feeling, biasanya dugaanmu tidak pernah meleset"


Timpal Nic yang kembali mengukir harapan.


"Aku percaya ketika Angelia memanjatkan do'anya, Tuhan akan mengabulkan do'a gadis kecil yang menginginkan Unclenya kembali"

__ADS_1


Sambung Kenzo semakin menguatkan keyakinan bahwa Mike akan kembali pada mereka.


"Ya, kau benar! Harapan masih ada selama kita masih percaya kuasa Tuhan."


***


Jauh di seberang pantai El Nido dengan segala keindahan dan kemewahannya.


Sorang gadis menatap sebuah wajah yang lemah dan terlelap. Tubuh kekar dengan sebuah tato bergambar elang di tengah dadanya tergolek tak berdaya.


Goresan luka memenuhi sekujur tubuhnya, begitu juga luka-luka di bagian wajah, namun ketampanannya masih nampak jelas. Seorang pria dengan postur tubuh tinggi tegap berwajah tegas, menjadi sebuah tontonan para warga yang berbondong-bondong datang karena penasaran.


"Tuan Leo menemukan pria ini terdampar di laut?"


"Pria yang tampan!"


"Tapi dia tak kunjung menyadarkan diri"


"Tapi pria itu masih bernafas kan!?"


"Tentu saja! Kau tidak bisa lihat dada bidang dengan tato yang keren itu masih berdegup?"


"Lukanya cukup parah, mungkin ia harus di bawa ke rumah sakit!?"


"Rumah sakit sangat jauh dari tempat ini! Lagi pula siapa yang akan membayar biaya rumah sakit pria itu! Kita hanya nelayan miskin"


"Kau benar juga..."


"Huumhh, tapi Pria ini benar-benar tampan, sepertinya pria ini sangat ramah dan lemah lembut"


"Sudah sudah! Kalian berisik sekali! Ocehan kalian akan mengganggu pria ini, lagi pula Aku telah mengobatinya dengan obat-obatan herbal , semoga obat-obatan itu menyelamatkan nyawanya"


Ujar Tuan Leo seraya mengusir para warga dari rumahnya.


Ketika warga berhamburan keluar, Tuan Leo lekas mengunci pintunya rapat-rapat.


Dia lalu menghampiri puterinya 'Rere' yang dari tadi menatap pria yang tengah terbaring di tempat tidur sederhana miliknya tanpa berkedip.


"Rere? Kau sudah membalur obat itu di suruh luka-lukanya?"


Tanya sang ayah mengejutkan Rere dari rasa kagum pada sosok pria kekar kekagetan dihadapannya itu.


"Su..sudah Ayah."


Jawab Rere merasa kikuk.


"Ayah perhatikan kau selalu menatap pria itu?! Apa kau mengaguminya?"


Pertanyaan sang Ayah membuat Rere salah tingkah.


"Ahh...Ayah, itu tidak benar.."


Wajah Rere memerah, memang ada rasa kagum yang membuat Jantungnya berdegup kencang ketika menatap wajah pria tampan yang tidak mereka kenal, dan pria itu adalah...

__ADS_1


Mike! Pria yang selamat dari ledakan bom pria penyusup di pesta malam itu.


Rene, gadis cantik berkulit sawo matang itu begitu telaten memberi perawatan pada Mike. Tidak terasa sudah tiga hari, namun Mike belum juga sadarkan diri.


Sedangkan Kenzo dan Nic pun terus mencari-cari keberadaan Mike di daratan sepanjang laut El Nido yang cukup luas itu.


Rere yang memang menjadi gadis idaman di desa terpencil itu selalu menatap wajah Mike dengan senyuman sesat setelah mengobatinya.


"Kau sangat tampan. Kira-kira kenapa kau bisa terdampar jauh ke tempat terpencil ini? Kelihatannya kau pria baik-baik, ramah dan lemah lembut"


Perlahan Rere mendekatkan bibirnya ke bibir Mike. Dia iseng karena mengagumi laki-laki yang salah ia terka sikap dan sifatnya. Mike lebih dari sekedar baik untuk ukuran seorang pengawal, tapi jati dirinya sebagai laki-laki? Tentu sangat bertolak belakang dengan apa yang ada di fikiran Rere.


"Satu ciuman saja, tidak mungkin membuat pria ini tersadarkan?"


Gumam Rere yang semakin membulatkan tekadnya untuk mencium Mike yang belum sadarkan diri.


Ketika ciumannya tinggal beberapa inchi lagi, tiba-tiba mata Mike terbuka, dan Rere pun terperanjat karena terkejut.


"Kk...kkkaau..?! Sudah sadar?!"


Tanya Rere dengn perasaan kaget, kikuk dan senang.


"Untung Aku belum menciumnya"


Ujar Rere dalam hati dengan wajah malu.


Mike menatap Rere dengan sorot mata yang masih penuh prasangka. Bayang-bayang pesta dan insiden maut itu berlalu-lalang di benaknya hingga akhirnya ia menatap sebuah raut wajah yang begitu cantik di hadapannya.


"Kkau, bidadari?


Berarti, Aku sudah mati?"


Rere menggelengkan kepalanya sambil menggerakkan telapak tangannya kenan dan kekiri.


"Bbb..bukan! Aku bukan bidadari..!


Dan...kau masih hidup, kau belum mati. Ayahku yang menyelamatkanmu, kau terdampar di laut"


Jelas Rere yang membuat Mike berhasil merangkum seluruh ingatannya.


"Syukurlah, Terimakasih!


Kenzo! Nic! Mereka pasti mengkhawatirkan ku!"


Mike segera bangkit dan mencoba berdiri, tapi tubuhnya masih lemah.


"Aaaarrhh"


"Biar Aku bantu"


Merekapun saling bertatapan.


Jantung Rere sudah tidak bisa terkontrol lagi. Suara dentuman jantung membuat dia salah tingkah dan malu.

__ADS_1


"Bagaiman ini?! kenapa jantungku gak bisa diam?! kalau dia mendengar detak jantungku bagaimana?" batin Rere yang khawatir.


__ADS_2