
"Uumhh, tidak tidak! Aku dan Puteri ku tulus tanpa pamrih menolongmu..."
Tuan Leo menyodorkan kembali koper berisi uang itu pada Mike.
"Kau seharusnya mendapatkan lebih dari itu Tuan, kau pantas mendapatkannya!"
Mereka semua lalu menoleh kearah sumber suara yang begitu tegas dan terdengar berkarisma itu. Dan ia adalah Kenzo yang diiringi banyak pengawal disisinya. Matanya berbinar ketika ia menangkap sosok orang yang sudah seperti kloning dirinya itu, dia tidak percaya kalau Mike masih bisa berdiri tegap.
Angelia yang masih dalam gendongan Kenzo memaksa turun dan berlari kencang sekali ketika Uncle yang ia rindukan kini berada di pelupuk matanya.
"Uncle...! Uncle Mike! I miss you so much!"
Angelia berlari sekuat tenaga, tangan Mike pun lalu terbuka lebar bersiap mendekap Angelia, princes yang begitu ia sayangi.
"My sweety! I miss you to..!"
Dan Akhirnya Angelia berada di dekapan Mike, mereka begitu bahagia terlebih Angelia.
Kenzo dan Bulan saling menatap dan merangkul mesra, mereka begitu tersentuh dengan pemandangan yang begitu mengharu biru.
"My best Friends?!"
Kenzo dan Nic lalu menubruk, memeluk dan meninju-ninju badan dan lengan Mike karena saking bahagianya mereka bisa berkumpul kembali setelah harapan akan selamatnya Mike hampir pupus.
"Dasar menyusahkan! Jadi selama ini kau bersembunyi disini?!"
Umpat Kenzo dengan hati lega.
"Kau tau?! Aku sampai menangis berhari-hari karena memikirkan mu! Kau membuat kami bertingkah bodoh! Ayo Nic, kita hajar dia sekarang juga..."
Teriak Kenzo bersemangat.
'Bugh bugh!'
Tiba-tiba Angelia meninju wajah Kenzo dan Nic dengan cukup keras.
"Jangan sakiti Uncle ku!"
Teriak Angelia sambil memeluk erat Mike dengan erat. Mike pun
Tertawa sambil menghujani Angelia dengan ciumannya.
"Oouhh My litle princes! Terimakasih telah menolong Uncle dari orang yang menyebalkan itu!"
Ucap Mike sambil terkekeh.
'PLETAAKKK!!'
jitakan maut Kenzo mendarat di kepala Mike.
"Beraninya kau menyebutku menyebalkan!?"
"Ss..so..sory Bos!"
Ucap Mike.
"Tapi kalau difikir-fikir, kau benar juga, Istriku sering mengeluhkan hal itu!"
Jelas Kenzo membuat Mike dan Nic saling bertatapan.
'Bbbbrrrpppffff...!'
"Bhahaha hahaha...!"
Tawa ketiga sahabat itupun pecah. Kini Bulan yang menghampiri Mike dan mengucap rasa syukurnya.
__ADS_1
"Syukurlah Tuhan menolongmu, Bulan memeluk Mike
Kau tau, Angelia lah yang membuat kedua orang sahabatmu itu tegar karena mendengar do'a-do'a Angelia."
Jelas Bulan sambil mencium pipi puterinya.
Mata Mike berkaca-kaca, menatap haru pada wajah polos tanpa dosa.
"Terimakasih My Angel, berkat do'a mu Tuhan mengasihani Uncle..."
Kenzo lalu melirik ke arah Tuan Leo dan Rere yang berada di tengah kumpulan penduduk yang tengah tercengang, rupanya mereka tidak sadar kalau Mike adalah pengawal dari pewaris kerajaan bisnis SIC yang begitu terkenal dan tengah Fenomenal kabar kembalinya sang pewaris.
"Kau sungguh baik hati, siapa namamu Tuan?"
Tanya Kenzo sambil mengulurkan tangannya.
"A..Aku, Leo Tuan muda, Kenzo."
Jawab Tuan Leo dengan sedikit gemetar, bersalaman dengan orang penting di negerinya itu membuat ia gugup.
"Lalu, siapa wanita disebelah mu ini?"
"I..ini, Rere, puteriku, satu-satunya harta yang paling berharga milikku di dunia ini."
Jelas Tuan Leo sambil memeluk Rere.
"Karena kau telah menyelamatkan pria berwajah membosankan itu, puterimu bukan lagi harta satu-satunya yan paling berharga milikmu di dunia ini, karena Aku akan memberikan harta yang banyak untukmu...
Kau tau siapa Aku?!"
Tuan Leo mengangguk.
"Anda...Tuan Kenzo Fernando Sminth, ss...ssiapa yang tak mengenal Anda Tuan...
Kami senang bisa membantu Mike, mmmm maaf, maksud kami, Tuan Mike..."
Kenzo manggut-manggut mendengar penjelasan dan kebesaran hati Tuan Leo. Kenzo benar-benar terkesan. Dan yang lebih mengesankan ketika Kenzo menangkap sebuah pemandangan ketika Mike dan Rere saling bertatapan.
Kenzo sebagai pria berpengalaman tentu mengerti akan pandangan yang begitu dalam di antara keduanya.
Kenzo hendak membahas atau menyinggung sedikit tentang bagaimana hubungan Mike dan Rere, tetapi Mike lebih dulu memutuskan untuk meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi ke arah Rere.
"Kalau begitu Aku pamit, Tuan Leo.
Terimakasih atas segala kebaikan Anda, jika kau sedang kesulitan jangan segan menghubungiku!"
Mike menepuk bahu Tuan Leo perlahan dan melangkah pergi tanpa melirik Rere.
Di atas kapal pesiar, Mike duduk termenung sambil menenggak Wine yang seminggu ini dia rindukan. Wajahnya terlihat gelisah walau tubuhnya merebah terlihat santai.
Kenzo dan Nic menghampiri Pria yang tengah merasa gundah dihatinya.
"Kulitnya eksotis, rambutnya coklat gelap, begitu juga kornea matanya...
Wanita hebat! Dia mampu membuat Mike terlihat ketakutan."
Suara Kenzo membuat Mike menoleh dengan tatapan masamnya.
"Dia gadis yang menarik Mike, Ayolah akhiri masa lajang mu, dan buatlah teman untuk Angelia..."
Sambung Nic sambil merebut botol wine dari genggaman Mike dan meneguknya tanpa permisi.
"Kau bicara seolah-olah pria yang telah menikah? Minimal kau adalah seorang pria dengan seorang kekasih Nic...?
Menyentuh wanita saja kau belum tau rasanya seperti apa, kau sok-sok'an menggurui ku...
__ADS_1
Tidak tau malu!"
Nic terkekeh mendengar jawaban Mike.
"Aku jadi berfikir, apa kau menghabiskan malam-malam mu bersama Rere? Bukankah kau dan Kenzo itu sama? Insting berburu kalian terhadap wanita sama dengan insting seekor hiu, yang mampu mengendus setetes darah mangsanya dalam jarak ratusan kilo meter...
Dan ketika mangsa itu begitu dekat, happ! Nyam nyam nyam..."
"Kau fikir wanita itu sama seperti ayam goreng?"
Timpal Kenzo sambil menggelengkan kepala.
"Tapi...apa yang dikatakan Nic itu benar?"
Mata Kenzo menyorot tajam pada Mike.
"Soal apa?"
Jawab Mike dengan wajah malas.
"Apa kau menghabiskan malam mu bersama...?"
Mike memutar kedua bola matanya sebelum menjawab pertanyaan Kenzo.
"Aku kira otak kalian begitu cerdas, ternyata tidak lebih besar dari kepalan kalian!"
"Hei hei...! Jadi kau fikir kami ini bodoh?!"
Tanya Nic dengan nada tinggi.
"Lalu kalau bukan bodoh, apa? Kalian mengira Aku menghabiskan malam dengan wanita itu dengan kondisiku yang lemah dan lengan kanan yang patah, bahkan saat ini Aku belum bisa menghajar kalian dengan lengan ini!
Kenapa kalian tidak menggunakan otak kalian yang mengira Aku bisa beraksi di atas tubuh wanita sedangkan jalanku saja masih pincang?
Hhhh...!"
Mike menyalakan korek dan membakar lintingan tembakau yang hendak dihisapnya.
"Benar juga, ya?"
Sahut Nic sambil mengikik geli.
"Tapi jujurlah Mike, kau tertarik pada...siapa nama gadis itu?"
"Rere...."
Jawab Nic.
"Ya, kau menyukainya kan?"
Sambung Kenzo.
"Apa kita akan membahas tentang cinta? Maaf, itu terlalu menakutkan bagiku, Aku tidak tertarik..."
Sahut Mike ketus.
"Menakutkan?! Mike... Kau belum tau kalau cinta itu akan membuat hidup kita lebih berwarna, dengan cinta kau bisa memperoleh penerus mu di masa depan, apa kau tidak mau memiliki Mike junior dimasa depan?"
Jelas Kenzo yang membuat Mike berfikir.
"Ahhh Aku tidak tertarik, Aku bisa mengurus dan melindungi diriku sendiri, banyak wanita diluar sana yang bisa menemani tidurku, hidupku sudah cukup sempurna dan menyenangkan, tidak harus memikirkan kata yang mengerikan yang kalian sebut Cinta!"
Kira-kira apa ya yang membuat Mike gelisah?...
Ikuti terus tinggalkan jejak. semakin banyak jejak semakin author semangat... ☺☺
__ADS_1