Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Phobia Kenzo


__ADS_3

Perjalanan Menuju Bandara.


Kenzo menatap sang istri yang sedang mengintrogasinya lewat layar ponsel. Mereka tengah melakukan Video Call.


"Cepat pulang, dan jangan curi-curi pandang dengan mantanmu itu"


kata Bulan dengan wajah juteknya.


"Untuk apa melihat wajah nenek sihir itu, kalau aku bisa melihat wajah bidadari di hadapanku sekarang?"


balas Kenzo sambil tersenyum.


"Huumhhh gombal!


pokoknya, aku tidak mau mendengar kau pergi atau duduk berdekatan dengan dia!!"


sambung Bulan yang masih terlihat cemburu.


"Dia? Dia siapa?"


goda Kenzo.


"Ya pokoknya dia!"


tegas Bulan.


"Aku pergi dengan banyak orang sayang, lantas yang kau maksud 'dia' itu siapa?"


tanya Kenzo sambil terkekeh.


"Hhh, kau ingin sekali mendengar namanya ya?" tanya Bulan dengan jutek.


"Ohh tentu tidak, mengingat nya saja aku sudah tidak berselera." Jawab Kenzo dengan angkuhnya.


"Bohong!"


mata Bulan melotot.


"I'm seriously sweety"


jawab Kenzo sambil mengecup ponselnya.


"Ok. Tapi ingat ya, apapun aktivitasmu disana, kau harus memberi tau aku?!"


"Termasuk jika aku ke kamar mandi?"


"Hu'umhh"


Bulan mengangguk sambil menahan tawa.


"Karena kau bisa saja mengajak wanita ke kamar mandi!"


"Ouhh come on sweety, that's impossible! "


"Itu mungkin sajaa!


sekarang, kau sedang apa? awas saja berani macam -macam!" Bulan memicingkan matanya.


"Aku sedang Video Call den istriku tercinta,


kau kan tau itu?"


"Lalu?!"


lanjut Bulan kembali bertanya.


"Lalu? lalu apa?"


Kenzo balik bertanya karena tak mengerti.


"Hhhhh!!!"


Bulam mendengus kesal.


"Lalu...sekarang kau dimana?"


"Aku?


ohhh Ya Tuhan. . .


sweety, istriku yang manis, puteri tercantik di Indonesia ...yang membuat Kenzo yang tampan ini tergila-gila....


aku baru 10 menit keluar rumah, aku bahkan belum keluar dari komplek perumahan ini my honey bunny sweety..."


Kenzo sambil tersenyum manis, padahal hatinya lumayan di buat geregetan oleh istrinya itu.


Bulan menaikkan sebelah alisnya. Lalu ia tatap jam mewah yang menempel di dinding rumahnya.


"Iya, baru 10 menit, tapi kok rasanya sudah lama sekali yaa?"


ia sendiripun bingung.


Kenzo geleng-geleng kepala.


"Hahahah...itu jelas sayang, kau pasti sangat mencintaiku bukan?


makanya waktu baru berlalu 10 menit, tapi kau merasa 10 jam.


itu jelas...


karena suami setampan dan seperfect diriku ini pasti membuatmu selalu rindu dan takut kehilangan..."

__ADS_1


jelas Kenzo dengan PeDe-nya. akan tetapi, jawaban Bulan di luar dugaan.


"Tidak juga! ya sudah, hati-hati! see you "


'nittt'


Bulan menutup telponnya. Kenzo hanya bengong.


"Jawaban yang manis,


hhhh? dan dia langsung menutup telponnya, tanpa menciumku?"


Kenzo kemudian mentap layar ponselnya, dengan wallpaper foto mereka bertiga. Kenzo, Bulan dan Angelia.


ia lalu tersenyum.


"Wanita hamil sangat menggemaskan, apa yang di fikirkannya sangat rumit.


Hahaha...Bulan Bulan, kau tidak pernah berhenti mencintaiku rupanya?


Kau begitu cemburu ya ketika tau Celsi akan ikut ke Singapore juga?


Seharusnya kau tidak perlu khawatir, diriku dan seluruh yang ku miliki, itu milikmu..."


'drrt drrt drrt '


ponsel Kenzo bergetar.


"Bos, sepertinya ada telpon masuk"


kata Mike.


Kenzo yang tengah sibuk dengan laptopnya pun lalu menggenggam ponsel miliknya itu.


"Nic? "


Kenzo lalu mengangkat panggilan masuk dari salah satu kakak plus sahabatnya itu.


"Halo Nic? apa ada hal penting yang ingin kau beri tau padaku?"


'Tentu...'


jawab Nic sambil memeluk Jesy, mereka kini tengah berada di taman kota yang romantis.


"Cepat beri tahu aku, jangan membuatku penasaran? "


desak Kenzo. Mike hanya menoleh pada Kenzo dan mencoba menyimak apa yang mereka bicarakan.


"Sabarlah Tuan Kenzo.


Aku hendak menghabiskan ice cream milikku dulu."


Jesy terkekeh mendengar ucapan Nic, karena ia tidak sedang makan ice cream.


sejak kapan kau menyukai makanan menjijikan itu?!


dan kenapa kau malah menelpon ku, seharusnya kau habiskan saja dulu ice... ice...


aaaahhhh aku tidak mau mennyebut namanya!


ya sudah, aku akan tutup telponnya!"


Nic tertawa terpingkal-pingkal.


"Hahahaha...stop stop!


tunggu, jangan kau putus dulu telponnya.


hal penting yang ingin ku beru tau padamu adalah...


bahwa di hari pernikahanku akan ada banyak jenis ice crem..."


jelas Nic sambil tersenyum sumringah.


Sedangkan Kenzo hanya memalingkan wajah dengan jijiknya.


"Hanya itu?


memuakkan! kenapa di pesta super mewah itu harus ada makanan yang menjijikan itu?"


"Heyy, semua orang suka ice cream Bro...hahaha.."


"Tapi tidak dengan ku, ok? jadi, bye!"


"Eeits tunggu-tunggu...


selain itu ada kabar penting lagi, yang ini tentu membuatmu bahagia, Mmm... tapi entahlah. Kau bahagia atau justru sedih? "


Kenzo mengepalkan tangannya.


"Jangan bertele-tele, atau aku akaan...!?"


"Tunggu Kenzo...jangan marah dulu,


kabar bagusnya adalah, Celsi batal pergi ke Singapore dengan mu, tapi tetap akan ada wakil yang berkompeten dari Dominic Group..."


"Memang kau fikir dia berkompeten?


baguslah kalau begitu. Sampaikan juga pada Bulan, kalau tidak, bisa-bisa ia mengintroigasiku tiap menit..!"


"Tentu saja...

__ADS_1


ohh ya, kau ingin memesan ice cream super besar saat di pernikahanku? hihihi! "


Kenzo memegang lehernya, menahan rasa mual yang mulai naik.


"Aku jijik membicarakan hal itu!"


'nittt!"


Kenzo memutuskan telponnya.


"Hahah...Kenzo Kenzo..."


Nic geleng-geleng kepala.


"Memang kenapa sih Tuan Kenzo jijik dengan ice cream?"


Nic tersenyum licik.


"Mungkin ice cream itu terlalu dingin dan manis, hingga ia membencinya"


gurau Nic yang sebenarnya masih menyimpan cerita masa lalu Kenzo sejak kecil. Rahasia yang sudah lama sekali di pendam, namun sepertinya Nic mulai gatal ingin membongkar hal yang menjadi kelemahan Kenzo.


Lucu sekali ketika pria-pria penuh karisma, kaya, tampan dan berdarah dingin hingga begitu di segani musuh-musuhnya, tapi mereka takut dengan hal yang terbilang konyol.


Mike takut suntikan, Kenzo jijik dengan icream , dan Nic?


belum terungkap...


****


1 hari menjelang resepsi pernikahan Nic...


Puluhan orang berlalu lalang sibuk mendekor pesta pernikahan Nic dan Jesy yang mengusung tema garden party itu.


Namun kedua wanita cantik yang tengah berbadan dua itu tengah menantikan kepulangan suami tercintanya dari Singapur.


"Hhuuhhf, sudah empat hari bos besar di rumah ini bersama bodyguard nya belum pulang juga.


Aku...sangat merindukannya"


gumam Bulan sambil memperhatikan Angelia yang ikut sibuk mendekor sambil berlari kesana dan kemari.


"Aku juga demikian Nona Bulan,


apa, Tuan Kenzo dan Mike akan pulang sebelum pernikahan Nic?"


tanya Rere yang ikut galau.


"Hhmm, entahlah...


kau juga pasti merindukan pria dingin dan membosankan itu kan?"


Bulan melirik Rere dengan mata sendu.


Rere hanya tersenyum getir sambil mengangguk.


'Huuhhmh'


Bulan dan Rere kembali merenung.


Lalu tiba-tiba, ada kedua tangan yang menutup mata Bulan dan Rere.


"Heyy, siapa kau! Beraninya kau melakukan ini, lepaskan!"


teriak Bulan.


"Lepaskan! tolooong!!"


Rere pun ikut berteriak, tapi ternyata. . .


"Jangan berteriak,


ayo balikan badanmu"


suara yang sudah tidak asing lagi bagi mereka berdua, akhirnya Bulan dan Rere pun bangkit sambil membalikkan badan.


Mata mereka menangkap sosok bayangan pria yang sudah begitu mereka rindukan.


"Kenzo?"


"Mike?"


"Sepertinya kau tidak merindukan ku?"


ucap Mike dengan wajah dinginnya.


Rere lalu mencubit pinggang Mike.


'aauwhhh'


Mike kesakitan.


"I miss you so much Mike!"


Rere lalu memeluk Mike erat, Mike pun lalu tersenyum dan membalas pelukan istri tercinta.


"Sayang, i miss you, bagaimana keadaan jagoanku ini?"


Kenzo lalu memeluk dan mengelus perut Bulan yang membesar.


Selanjutnya apa lagi yang akan terjadi... penasaran? ikuti terus...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian


__ADS_2