Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Mengenang masa lalu


__ADS_3

Kakek selalu heran melihat Atika yang perhatiannya nampak tidak natural pada Valentino.


Sampai akhirnya menyelidiki dan tau apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka.


Malam itu kakek memanggil Valentino, ia menampar anak semata wayangnya berkali-kali.


"Kau pria rendahan! Dady malu memiliki anak sepertimu! Kau menikahi wanita yang sudah bersuami?!"


Amarah kakek pada saat itu.


Tapi Valentino meyakini sang ayah bahwa dia benar-benar tulus mencintai Atika.


Kakek sangat kecewa, ia takut nama besar Simith yang begitu terpandang akan tercoreng dengan apa yang dilakukan Valentino.


Selama 10 Tahun Atika menjalani hidup yang hampa, walaupun telah memiliki 2 orang anak yaitu Kenzo yang saat itu berumur 9 tahun dan Agnes yang belum genap 5 tahun.


Kakek tidak bisa berbuat banyak selain menjadi ayah mertua yang baik untuk Atika. Kakekpun tidak mau Atika dan Valentino berpisah karena ia sangat menyayangi kedua cucunya.


Sebelum kejadian buruk yang di saksikan dan di alami Kenzo.


2 hari sebelumnya datanglah seorang pria, berdiri di luar gerbang memanggil-manggil ibunya Kenzo


"Atika... Atika...!


Ini aku Herman, Aku ingin menemuimu, kau jahat sekali menggantungku selama 10 tahun."


Saat itu Kakek orang yang pertama kali menemui dan membuka pintu gerbang untuk Herman, suami pertama Atika.


"Siapa kau?"


Kakekpun melihat pria itu membawa secarik kertas.


"Aku Herman Tuan, suami sah Atika, Aku kesini ingin meminta Atika untuk menandatangani surat cerai ini, Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, Akupun ingin membuka lembaran baru, Aku telah mengiklaskan Atika."


Kakek merasa berdosa pada pria itu, ia lalu memeluk dan meminta maaf atas dosa-dosa yang Valentino lakukan.


Kakek mempersilahkan Herman masuk menemui Atika.


Pemandangan yang mengharu birupun terjadi, dua pengantin baru yang saling mencintai kini bertemu lagi setelah 10 tahun berpisah.


Atika mencium tangan Herman, tapi Herman menolaknya.


"Kau bukan istriku lagi Atika, setelah kau menandatangani surat cerai ini, Aku akan melupakanmu selamanya."


Atika menangis tersedu-sedu sambil bersipu dilantai.


Hatinya terasa sakit sampai ia meremas bajunya.


Sungguh kenyataan yang pahit.


Kakek memeluk Atika dan membujuknya agar mau menandatangani surat cerai itu. Karena kasihan Herman dan Anak-anak Atika, mereka harus menatap masa depan tanpa beban masa lalu.


Atika mau menandatangani surat itu, dengan memohon pada kakek agar meninggalkan mereka berdua.


Ada banyak hal yang ingin di utarakan Atika pada kesempatan terakhir melihat orang yang ia cintai dan sangat ia rindukan selama 10 tahun ini.

__ADS_1


Kakek pun meninggalkan mereka berdua di ruang keluarga.


Isak tangis dari kedua insan yang terpaksa berpisah membuat hati Kakek pilu. Sebagai laki-laki, kakek jelas mengerti apa yang Herman dan Atika rasakan.


Saat itu Valentino belum pulang dari urusan bisnisnya di luar Kota.


Kenzo sekolah, dan Agenes tengah tertidur pulas ditemani Bu Acy, ART yang masih setia pada Kenzo hingga saat ini.


Ternyata Atika meminta Herman melakukan hubungan suami Istri untuk yang terakhir kalinya sebelum ia menandatangani surat cerai itu, dan mereka benar-benar berpisah.


Kakek tidak memikirkan apa yang akan dilakukan Herman dan Atika hingga dengan tenang meninggalkannya. Saat itu kakek tengah menyiapkan makanan dan minuman untuk Herman karena Acy tengah menemani Agnes tidur siang.


Takdir yang sudah di garisi oleh Tuhan, pemandangan yang tidak seharusnya di saksikan oleh anak sekecil Kenzo saat itu, berhasil menggores luka di hatinya selama bertahun-tahun. Rasa benci pada sang Ibu kian hari kian mendalam.


Menyaksikan sang Ibu tengah menggoyang seorang lelaki denga penuh hasrat, yang Kenzo tidak tau laki-laki asing itu siapa.


Dalam waktu yang bersamaan, pulanglah Valentino dari tugas mengurus bisnisnya, dan ikut menyaksikan hal pemandangan yang menyakitkan itu.


"Atika..!"


Valentino berteriak, dan terjadi baku hantam antara ia dan Herman


Kenzo yang ketakutan bersembunyi di bawah meja sambil menangis lalu menyaksikan Ibunya pergi bersama suami yang di tinggal paksa karena ulah ayah Kenzo sendiri. Itu fakta yang selama bertahun-tahun ini tidak Kenzo ketahui, Ibunya bukan wanita ****** seperti yang ia tuduhkan. Ibunya tidak melarikan diri bersama lelaki lain tapi suaminya sendiri.


Valentino berlari mengejar Atika dan Herman.


Kenzo memeluk Agnes yang menangis melihat kegaduhan yang terjadi dan Ibunya yang pergi.


"Mommy... mommy...!"


Makanan dan minuman yang hendak ia sajikan jatuh dan pecah dilantai.


Kakek mencoba menenangkan Kenzo dan Agnes yang masih shock.


Tidak lama kemudian, Kakek menerima kabar bahwa Valentino tewas menjadi korban tabrak lari.


Kenzo yang sudah cukup mengerti berteriak histeris dan menangis sekencang-kencangnya.


Valentino tewas tertabrak mobil, tapi bukan mobil milik Herman, karena kakek tau persis Herman datang dengan berjalan kaki, dan bagaimana mungkin orang pas-pasan seperti Atika dan Herman memiliki mobil?!


Tapi Kenzo beranggapan bahwa laki-laki bersama ibunyalah yang menabrak Ayahnya hingga tewas.


Dalam memang luka yang di derita oleh Kenzo. Dendam, sakit hati dan kecewanya hingga membentuk dirinya menjadi bajingan.


Beruntung Bulan dapat merubahnya.


Seperti apa yang diharapkan kakek dan Agnes.


Flash Back ke masa lalu tak terasa membuat air mata Kakek menetes.


"Jangn kau buat kesalahan seperti Valentino, Kenzo..."


Gumam kakek yang masih menyaksikan mereka berdua dari atas balkon.


"Ayo semangat...jangan seperti siput begitu!"

__ADS_1


Kenzo berlari-lari kecil sambil menggerakkan tangannya.


"Ini juga sudah semangat, lagi pula tema ku itu jalan pagi, bukan lari pagi sepertimu."


"Iya iya...


" Bulan, kau cantik sekali hari ini"


Kenzo memuji Bulan. Bulan tidak tersanjung sama sekali, justru terdengar seperti meledeknya.


"Hmm, makasih!"


Jawab Bulan jutek.


"Lho, seharusnya bukan seperti itu nada bicaramu...!"


"Lalu seperti apa?"


Kenzo berdiri di depan Bulan.


"Seharusnya kau bilang 'terimakasih suamiku yang paling tampan dan mempesona di dunia ini'..."


Ucap Kenzo seraya menirukan seorang princess.


"Dan satu lagi, suamiku yang menyebalkan!"


Bulan terkekeh membuat Kenzo tolak pinggang.


"Kau ini tidak pernah ada niatan untuk memujiku ya!?


Awas kau yaa...!"


Kenzo menggelitik leher Bulan dengan jari-jari nya.


"Kenzo berhenti, geli...!!"


"Apa, Aku tidak dengar?"


Kenzo semakin sengaja menggelitik istrinya hingga tertawa terbahak-bahak dan mereka saling membalas satu sama lain.


Dari kejauhan, seorang wanita yang sudah tak muda lagi sedang memperhatikan mereka. Dengan selendang yang menutupi kepalanya dan kaca mata hitam yang dia lepas karena air matanya menetes.


"Aku sudah menduga, kau akan tumbuh dewasa sesukses dan setampan ini,


Anakku...


Do'a ku selalu menyertaimu, kini kau akan menjadi seorang Ayah, selamat yaa Nak...?!


Maaf kan ibu..."


Perempuan itu ternyata Ibu Kenzo, Ibu yang selalu mendo'akan dan merindukannya.


Ayo jangan lupa tinggalkan jejak...


hadianya, koment dan vote... semoga terhibur...

__ADS_1


__ADS_2