
"Tim Alpha, CF memanggil"
Ucap Mike yang mulai risau.
"Tim Alpha disini!
Ya Bos Mike, apa yang ingin Anda sampaikan?"
"Apa kalian dengar apa yang orang-orang itu katakan, dia memanggil Ajay dengan sebutan, Duke?"
"Kamipun mendengarnya Bos!
Tapi tidak ada gerak-gerik yang mencurigakan dari mereka, perbincangannya masih seputar miras dan wanita...
Kami tidak menyadap kata-kata yang terdengar mengancam dari mereka"
Jelas anak buah Mike yang tergabung di grup Alpha.
"Mereka tidak menyebut nama Kenzo? Atau bisnis pesat dari SIC yang ingin mereka hancurkan?"
Desak Mike yang begitu mengkhawatirkan keselamatan semua orang.
"Tidak Bos! Kau bahkan bisa mengetahuinya lewat komputer di jam tanganmu itu"
Sedangkan di atas kapal pesiar, Duke dan beberapa anak buahnya tengah menikmati pesta yang mereka buat sendiri. Deburan ombak, hembusan angin dan terangnya bulan purnama membuat mereka semakin berbahagia.
"Aku tau betul, Kenzo dan para pengawalnya pasti tengah memata-matai kita yang tengah tertawa lebar, hahaha!
Mereka akan fokus dengan apa yang kita lakukan di atas kapal ini, namun mereka tidak menyadari kalau Mark, dan sebush stupornya sudah mengincar kepala Kenzo!
Tapi, jangan bunuh dia semudah itu! Tangkap dan siksa dia!"
"Tentu Bos Duke, Mark adalah orang yang jitu dalam berbagai hal apapun, dia sudah membidik Nic! Dan Mike tentunya.
"Mark...?
Kau sudah mengaktifkannya?"
"Tentu! Tenanglah cantik!!"
Ledek Mark pada Duke.
"Hahah! Tidak lucu!
So, dalam waktu 10 menit, lumpuhlah semua sinyal gps dan
Yang lainnya dimulai dari...sekarang!"
Jawab Duke.
******
Beruntung Nic yang cerdas lebih dulu menangkap adanya gelombang elektromagnetik yang di pancarkan oleh alat super canggih yang di pesan Duke jauh-jauh hari, dan Alat itu adalah 'Stupor', alat penembak tanpa peluru. Duke bahkan mengeluarkan kocek yang cukup menguras kantongnya untuk membeli alat tersebut.
"CF! CF!
Aku Nic menanggilmu!
Aku menangkap gelombang elektromagnetik dari sebuah batu karang yang besar, jauh di sebelah selatan dari kapal pesiar yang Ajay, Mmhh maksudnya Duke sewa!"
"Apa? Berasal dari benda apakah hingga gelombangnya begitu besar?"
"Sebuah alat mematikan terbaru keluaran Rusia, Mike!
Dan Aku menangkap gelombang merah itu lewat kamera digital, dan gelombang elektromagnetik itu mengincar...?
__ADS_1
"Kau temani Kenzo! Biar Aku yang menghabisi orang di atas karang itu !"
"Tidak Mike, biar aku saja yang berenang secara diam-diam mendekap pria itu dan menikamnya! Lagi pula Aku perenang yang hebat Mike.
Terang Nic pada Mike.
"Baiklah, pergi bersama lima orang kamu"
Nic segera keluar dari tempat persembunyiannya, ia lalu berenang melawan dinginnya air laut demi berhasil menikam seorang.
Ia berhasil mendekati Mark dan beberapa anak buahnya yang tengah fokus pada Stuper itu.
'Hyaaaaa...!!'
'Buugh bugghh'
'Dessshhhhh!!!'
Nic dan anak buah Mike menghajar Mark dan kawan-kawan.
Terjadi baku hantam antara mereka di sebuah tebing batu karang yang cukup tinggi dan besar. Mereka sama-sama pengawal dari dua orang yang bagi mereka teramat penting, Kenzo dan Mike.
Pertarungan mereka semakin sengit, sampai Mike dan tim yang memantau pesta besar tersebut mengkhawatirkan Nic.
"Nic, Nic!
Dimana posisimu?
Tim Alpha! Kau bisa mendengarku?
Ohh Shitt! Alat itu sudah bekerja! Lumpuh sudah jaringan komunikasi kami!
Nic! Semoga kau bisa menghancurkan alat itu, dan mengetahui siapa otak di balik semua ini.
Apakah Duke?!"
'Door Door Door!"
Sniper melepaskan peluru dari senapan laras panjangnya dan menembus kepala para anak buah Mark. Mike salah satu Sniper hebat, dia tentu melatih para anak buahnya agar sehebat dia.
Anak buah Mark pun tewas. Kini hanya Mark yang tersisa, Nic lalu menekuk tangan Mark dan mengaitkan lengan kekarnya di leher Mark, Markpun tidak berkutik karena semua anak buahnya kini sudah terkapar tak bernyawa. Seluruh anak buah Mike menodongkan pistol mereka tepat ke arah kepala Mark yang sudah mati langkah, karena Stupor yang di gadang-gadang akan sukses menghabisi dua Jendral besar Kenzo berhasil di rusak dan di tendang jauh-jauh dan tenggelam kedalam laut bersama mimipi Duke yang ingin membantai Kenzo dan kawan-kawan.
"Berkutik sedikit saja, pecahlah kepalamu!
Siapa kau sebenarnya? Jawab!"
Gertak Nic yang benar-benar geram pada orang yang tengah dia kunci pergerakannya.
"Aku tidak akan menjawab! Jika kalian ingin menembak kepalaku, tembaklah! Aku tidak takut mati!
Hahaha..!"
Jawaban Mark tentu membuat Nic semakin naik pitam.
"Kau begitu setia rupanya pada junjunganmu!
Siapa otak dari percobaan penyerangan kepada adikku, Kenzo? Jawab atau kau akan menyesal!"
Nic semakin menjepit kuat leher Mark hingga ia kesulitan bicara, tetapi Mark yang begitu ulet di mintai penjelasannya masih saja ngeyel, dia tidak takut dengan ancaman Nic.
"Hahaha!
Jika Aku matipun tidak akan ada yang ku sesali.
Kalian, Ayo cepat tembak Aku dan lempar jasadku kedalam laut ini agar menjadi santapan ikan disini! Lets do it!"
__ADS_1
Mark dengan lantangnya menantang para anak buah Mike.
"Aku kagum dengan kesetiaan mu!
Apa orang yang kau lindungi itu bernama Duke? Orang yang tengah bersenang-senang di atas kapal pesiar di sebelah utara sanah?
Apa itu benar?"
Nic terus menggertak Mark agar mau buka mulut siapa otak dibalik ini semua.
'Dhegg'
"Bagaimana mereka tau?"
Mark bertanya-tanya pada dirinya. Dia tentu belum tau siapa yang mereka hadapi, tiga sekawan yang menawan dengan skill jagoan bak di film-film holywood.
"Ahhaa!
Kau panik? Berarti dugaanku benar!
Duke alias Ajay adalah orang yang menginginkan kematian kami...
Kau harus lebih dari hebat untuk berani adu fight dan plan untuk bermain-main dengan kami!!"
"Apa yang kau katakan?! Aku tidak mengenal orang yang bernama Duke!
Kau tidak bisa menghabisi orang sembarangan, Kenzo bisa terseret kasus hukum dan hancurlah kerajaan bisnisnya..!"
Jelas Mark yang khawatir akan keselamatan Duke, karena dia baru menyadari, pengawal Kenzo tidak hanya banyak, tapi lebih dari jenius dan bermain cantik.
"Dari kata-kata mu itu sudah jelas kalau kau berusaha melindungi orang itu!
Guys, beri Sniper kita isyarat agar menembak orang-orang yang berada di atas kapal pesiar itu hingga tewas!
Cepat!"
Nic memberi titah pada anak buah Mike.
"Tu..tunggu dulu! Ja..jangan lakukan itu! Kkk...kkau boleh menghabisiku, tapi jangan dengan Du..Duke! Kk..kkarena dia, masih memiliki anak perempuan yang masih balita..."
Mark kini mengubur segala kesombongan dan keangkuhannya dengan memohon pada Nic.
"Akan kami pertimbangkan itu!"
Nic lalu menganggukkan kepalanya memberi isyarat agar anak buah Mike melepas timah panasnya ke arah Mark.
'TEERRRR!!'
Enam buah timah panas menembus kepala Mark hingga nyawanya melayang seketika. Tamat sudah riwayat pria tampan berkulit putih yang di penuhi tato itu. Nic lalu melempar jasadnya jauh kedalam lautan luas.
"Matilah dengan tenang Mark! Sesuai permintaanmu, kau ingin menjadi santapan para ikan disini"
Nic dan anak buah Mike bernafas lega. Karena hancurnya alat Stupor itu, jaringan komunikasi mereka kembali pulih.
'Mike! Nic dan Tim Alpha disini.
Kau bisa mendengarku?'
Mike merasa lega dapat mendengar panggilan dari Nic.
'Sangat jelas! Kalian baik-baik saja?'
'Tentu! Kami berhasil membereskan para pecundang-pecundang amatiran ini! Kabar baiknya adalah Duke, dia otak dibalik usaha penyerangan semua ini!'
"Duke?"
__ADS_1
Tangan Duke mengepal kuat, matanya menyorot tajam ke arah kapal pesiar yang di tumpangi Duke dan para kacungnya.
"Kini, beri Aku kesempatan untuk beraksi, Nic?!"