Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Tipu Muslihat Duke


__ADS_3

Malam hati telah tiba. Bulan dan Kenzo bersiap-siap untuk jumpa pers. Sedangkan Mike dan Nic siap menjadi baby sisternya Angelia.


"Selamat malam dan salam sejahtera untuk semua.


20 tahun telah mengubah banyak hal, mulai dari negri ini bahkan diriku sendiri.


20 tahun Aku tidak melarikan diri ataupun memiliki konflik dengan Kakekku , si Pembisnis ulung Tuan Brahma Sminth. Di Indonesia ku bangun kesuksesan tanpa membawa nama besar Sminth di tengah namaku, ketika disanapun aku sedikit banyak masih ikut campur tangan dengan Bisnis-Bisnis ekspor batu bara maupun yang lainnya.


Nama Sminth ditengah namaku, memberiku tanggung jawab besar akan Bisnis, kesejahteraan pegawai, para anak-anak di 200 panti asuhan dengan jumlah 18.550 anak di bawah tanggung jawab keluarga Sminth. Kakekku, lalu Ayahku Valentino sudah banting tulang mencurahkan jiwa raga untuk menjalankan perusahaan kami agar terus stabil, maju dan berkembang. Karena ini bukan soal harta, bukan tentang kehormatan, ataupun status sosial, Sminth International Company atau terkenal dengan 'SIC' harus terus berjalan demi keberlangsungan orang-orang yang sudah membantu perusahaan ini, dan masa depan dari ribuan anak panti asuhan...


Aku, Kenzo Fernando Sminth yang akan mengambil alih sebagai pemimpim dari SIC ini...!"


Tepuk tangan dari ratusan tamu dan para jurnalis bergemuruh.


Kenzo terlihat tegas dan berwibawa, di dampingi oleh dua orang pengacara SIC di sebelah kiri, dan keluarga kecilnya beserta Mike dan Nic disebelah kanan.


"Tuan Kenzo, apakah perempuan disamping Anda adalah Istri dan Anak Anda?"


"Sudah berapa lama kalian menikah?"


"Dimana kalian bertemu?"


"Apakah Anda akan menetap disini?"


Kenzo tersenyum menanggapi pertanyaan para wartawan itu.


"Aku akan menjawab satu-persatu pertanyaan kalian...


Kami sudah empat tahun menikah, dan pertemuan kami tidak terduga, tapi Istriku ini yang terbaik...


Dan gadis cantik ini puteriku, Angelia..."


Kilatan cahaya dari kamera para wartawan bagai lampu-lampu cantik di mata Angelia.


Semua orang begitu gemas dan memuji wajah cantik nan menggemaskan yang dimiliki puteri sulung dari Kenzo dan Bulan.


****


Jumpa Pers berjalan dengan lancar, ketika mereka hendak keluar dari hotel tempat dimana Kenzo menggelar acara itu, seorang Pria dengan sengaja menabrak bahu Bulan.


"Oops, Sorry...!"


"Heyy!!"


Mike dan Nic lalu menarik kerah Pria yang menabrak Bulan hingga sempoyongan.


"Kau tidak punya mata ya?"


Bentak Mike geram.


"Lalu yang sedang kau tatap itu apa? Dua semut?


Hahaha !!!"


"Beraninya kau!


Kalian cepat geledah orang itu,!"


"Baik Mike!"


Anak buah Mike langsung menyerbu Pria itu, setiap jengkal tubuhnya tidak luput dari pemeriksaan anak buah nya. Hingga mereka menemukan sebuah pistol dari balik baju Pria itu.


"Dia membawa pistol!"


Teriak salah satu anak buah Mike.


Sebagian pengawal merapat mengelilingi Kenzo beserta Istri dan Anaknya. Angelia yang masih kecil ketakutan melihat pistol yang di bawa pria itu.


Anak buah Mike yang berjumlah 15 orang lalu mengelilingi Pria itu sambil menodongkan senjata mereka ke arah kepalanya.


Bulan lalu menutup mata Angelia yang tengah di gendong Kenzo.


"Jangan biarkan dia melarikan diri, Pistol jenis apa yang dia bawa?!"

__ADS_1


Bentak Kenzo sambil mengepalkan tangannya. Dia ingin sekali menghajar dan memecahkan kepala orang itu, tapi dia tidak mungkin melakukannya di muka umum terlebih ada Angelia yang belum saatnya menyaksikan adegan kasar.


"Walther P99! Keluaran Jerman Tuan Kenzo!"


Mike dan Kenzo tercengang. Siapa Pria ini yang bisa menggenggam pistol dengan harga selangit, pistol yang biasa di genggam oleh para Yakuza, mafia-mafia asal Jepang maupun bandit-bandit kelas kakap di dunia.


"Berikan padaku!"


Kata Mike dengan mata menyorot tajam pada Pria itu. Walaupun di perlakukan dengan tegas oleh anak buah Mike yang bringas, Pria itu tidak bergeming, wajahnya datar-datar saja, matanya tetap sendu dan tatapannya pun sejuk, tidak menunjukkan rasa takut sama sekali.


Mike dengan seksama menilik pistol terbaik keluaran Jerman itu. Setiap detail body, pegas dan peluru ia telaah sespesifik mungkin. Mike yang di juluki 'The Profesor Of Gun' dan merupakan sniper jitu, tidak akan sulit mencari tau pistol apa yang berada ditangannya kini.


"Sepertinya dia mabuk!"


Ucap salah satu anak buah Mike sambil memungut botol minuman yang terjatuh.


"I..ini..!?


The Dalmour 62..!


Tuan Kenzo, sepertinya Pria ini dari kalangan Jetset! Dia bukan Pria biasa!?"


Kenzo lalu memberikan Angelia pada Bulan. Dia langsung menghampiri Pria berwajah kalem dan bermata sendu itu dengan tatapan penuh selidik.


Kini Kenzo yang menarik kerah baju Pria itu.


"Katakan siapa kau sebenarnya!


Kau bukan orang biasa! Senjata yang kau bawa, minuman yang hanya mampu melewati kerongkongan orang-orang dari kalangan Elit,


Kau..! Apa kau orang suruhan yang ingin membuat gaduh !?


Jawab!"


Mike lalu membanting pistol yang Pria itu bawa, ia lalu menginjaknya sekuat tenaga hingga pecah.


"Cukup Kenzo! Jangan habiskan waktu dan tenaga kita untuk bermain-main dengan orang sinting ini!


Kenzo melepaskan tangan yang mencengkram kerah Pria itu.


Ia lalu mengambil botol minuman dengan harga selangit yang berada di tangan anak buahnya.


Kenzo menghirup bau minuman beralkohol itu.


Botol itu di bantingnya hingga pecah berhamburan beserta isinya yang berceceran.


"Wisky murahan! Selain sinting rupanya kau pemulung botol! Bawa pria itu jauh-jauh dari hadapanku!!"


Kenzo dan Mike lalu meninggalkan Pria itu yang tengah di seret menjauh dari Bosnya.


"Malam ini benar-benar gila!"


Gerutu Kenzo kesal.


Seseorang datang dengan wajah di tutup topeng tengkorak menghajar empat orang yang tengah menyeret paksa Pria yang membuat gaduh tadi.


"Lepaskan dia!"


Dalam hitungan detik anak buah Mike tersungkur. Dan kedua Pria tak di kenal itu lari secepat mungkin.


"Kau membahayakan dirimu, Bos!"


Ucap Mark sambil membuka topengnya saat di dalam mobil.


"Aku hanya memperkenalkan diriku pada Kenzo...


Dan Aku ingin melihat sosok Bulan lebih dekat...


Ternyata, Istri bajingan itu benar-benar cantik..!"


Duke merogoh sakunya dan mengeluarkan jepit rambut Bulan yang terjatuh saat dia menabraknya.


Duke lalu mencium jepit rambut itu.

__ADS_1


"Hmm, ini pasti aroma rambutnya...


Aku ingin mengenalmu lebih dekat, Bulan..!"


Duke menatap jauh sambil tersenyum licik.


•••Di Rumah Kenzo•••


"Angelia sangat ketakutan!!


Kenapa harus ada insiden seperti itu...?"


Bulan berdiri di atas balkon kamar tidurnya.


Kenzo lalu melangkah menyusulnya dan mendekap Bulan dari belakang.


"Aku pun sangat menyesali kejadian itu...


Kita seperti di permainkan!


Pistol imitasi, botol bekas minuman mahal...


Orang itu membuat kita berfikir bahwa dia bukan orang biasa, tidak tau nya dia hanya seorang pemulung sampah!


Tunggu dulu!


Aku merasakan ada hal yang tidak beres!


Akan ku cari tau siapa orang itu! Dia tidak terlihat gila ataupun tampang seorang gelandangan, Aku kira itu sebuah permainan yang di ciptakan oleh seseorang demi maksud tertentu!


Tidak mungkin orang biasa bisa datang ke Hotel itu tanpa sebuah identitas...!


Aku yakin orang itu sengaja membuat gaduh!"


Tegas Kenzo berapi-api.


Bulan ketakutan mendengar penjelasan dan nada bicara Kenzo.


Ia lalu membalikkan badannya dan menatap Kenzo dengan berkaca-kaca.


"Tidak! Jangan lagi Kenzo! Aku mohon...


Nada bicaramu terdengar seperti Kenzo yang pertama kali ku temui,


Bringas dan tempramental.


Jangan kau fikirkan hal tadi terlalu jauh, Aku tidak mau kau berkecimpung dan berurusan dengan hal-hal yang berbau kriminal atau balas dendam...


Aku tidak mau kehilangan sosok Kenzo yang hangat dan menyenangkan, begitu juga Angelia!!"


Bulan memegang kedua tangan Kenzo dengan penuh harap.


"Maaf, kali ini Aku tidak bisa memenuhi permintaanmu sayang...


Insiden ini tidak bisa ku anggap sepele, Aku tau ada sesuatu yang terselubung dibaliknya...


Insting bajinganku tidak pernah salah...


Satu hal yang harus kau ketahui, Aku berubah hangat penuh cinta hanya untukmu dan Angelia,


Tidak dalam dunia bisnis. Kau tau Bulan? Persaingan di dunia bisnis bisa lebih kejam dari kejahatan manapun...


Demi keuntungan besar dan elektabilitas sebuah perusahaan banyak orang melakukan cara kotor dan menjijikan...


Kenzo harus tetap menunjukkan taringnya pada saingan bisnis maupun musuh-musuh di hadapannya maupun yang tersembunyi.


Namun kau tidak perlu takut?


Sampai kapanpun, Aku akan tetap menjadi yang terbaik untuk dua bidadari di rumah ini."


Kenzo lalu mencium kening Bulan, perlahan berangsur-angsur menurun dan ciuman itu mendarat di bibir Bulan.


Ikuti terus... siap siap menemui ketegangan..

__ADS_1


__ADS_2