
Mike lalu berbisik pada Bosnya.
"Maksudmu dengan kau urus itu, aku harus menghabisinya?"
"ohh tidak tidak! urus agar dia menjauh saja dariku, sejauh apa yang telah aku tinggalkan, kenangan bersamanya, ok?"
Mike pun mengangguk tanda mengerti. Ketika Mike hendak membantu Celsi berdiri, ia langsung segera berdiri sendiri.
"Aku bisa berdiri tanpa bantuan mu, Mike. Kau ternyata masih setia menemani Kenzo?"
kata Celsi setengah sinis.
"Baguslah! kau masih mengingatku rupanya?
kesetian itu seperti nyawaku. Akan selalu ku jaga"
jawab Mike tak kalah dingin dari Kenzo.
"Hmm, dua pria ini memang dingin. Tapi dekapan mereka mampu menghangatkan wanita"
Celsi kembali mengingat saat-saat kebersamaannya dengan Kenzo. Ia pun jadi senyum-senyum sendiri.
"Mari Bos kita pergi. Ternyata wanita ini baik-baik saja, buktinya dia mampu berdiri tanpa bantuanku"
jelas Mike sambil mendahului Kenzo.
Tanpa berfikir panjang dan berbasa-basi Kenzo pun melangkahkan kakinya menuju mobil mereka.
akan tetapi...
"Kenzo wait!"
panggil Celsi sambil menahan tangan Kenzo.
Kenzo melirik tangan Celsi yang meremas pergelangan tangannya dengan kuat.
"Tolong tetap pada batas mu Celsi! kita hanya relasi bisnis, yang berhak menyentuh tanganku dengan cara seperti ini adalah istriku, mengerti?"
Kenzo lalu menarik paksa tangannya dari genggaman tangan Celsi.
"Karena kau bilang kita relasi bisnis, mari kita bicarakan. Bagaimana kalau kita adakan private meeting antara kita berdua sebagai CEO dari kedua perusahaan yang kita pimpin?"
Celsi mencari cara agar bisa lebih dekat lagi dengan Kenzo.
Kenzo kini mendekat pada Celsi. Ia menundukkan wajahnya hingga berhadapan dengan wajah Celsi, membuat jantung sang mantan kekasih itu berdegup kencang.
"ide bagus!"
jawab Kenzo membuat Celsi kegirangan.
"jika kau mau membicarakan tentang kerja sama ini, silahkan bicarakan dengan wakilku, Nic! Aku tekankan sekali lagi, aku tidak mau menghabiskan waktuku dengan orang yang tidak berkompeten seperti anda, Nyonya Celsi
excuse me!"
Kenzo tersenyum sinis lalu kembali melangkahkan kakinya diikuti oleh Mike dan anak buahnya yang selalu setia menjaga Kenzo.
Untuk sesaat Celsi terpaku, ia pandangi pria-pria tinggi bertuxedo mahal itu menjauh darinya.
Tangannya mengepal, rasa kecewa memenuhi dirinya.
"Perlu kau tau Kenzo, kerjasama ini hanya salah satu cara untuk kembali dekat dengan mu. Binisku memang hampir bangkrut, tapi aku tidak khawatir karena Dominic Group telah mengatongi dana dari investor asing. Aku tau otak mu dan orang-orangmu itu, tapi kau jangan menganggap remeh kami. Kau tidak akan mudah mendapatkan perusahaan ku, tapi aku akan dengan mudah mendapatkan mu"
Celsi pun tersenyum lebar sambil menyapu roknya yang mungkin terkena debu saat ia terjatuh.
Iapun kembali bergabung ke dalam ruangan meeting yang tengah berlangsung. Membahas dan berharap semoga orang yang bernama Nic itu bersedia bekerja sama dengan perusahaan yang ia warisi dari sang Ayah.
"Aku tau kau telah menikah dan memiliki seorang puteri. Aku kira itu hanya dongeng belaka. Seorang Kenzo menikah?
hahaha...
tapi Aku tidak peduli!
kau masih mengingatku saja, itu cukup membuatku senang. Dan satu hal yamg pasti, kau tidak mungkin lupa dengan malam-malam, dan minuman yang membuat kita hangat"
gumam Celsi sambil menyiapkan laptopnya.
"Tuan Nic, izinkan Aku ikut memberi kau pertimbangan terhadap perusahaan kami"
__ADS_1
ucap Celsi memulai pembicaraan.
"yes please..."
sahut nic mempersilahkan.
####
Sesampainya di rumah. waktu masih menunjukkan pukul 21:30 malam. Terlalu pagi bagi Kenzo dan orang-orangnya terlelap.
Orang yang pertama ia temui pasti istri tercintanya.
Belum sampai dua jam jauh dari wanita cantik itu, aku sudah rindu berat"
'Klek'
Kenzo membuka pintu kamarnya.
"Sayang, kau tau? aku hampir gila karena rindu padamu"
"ssssttttt !"
Kenzo segera menutup mulut.
"Anakmu ini baru terlelap
ucap Bulan sambil menyelimuti putri mereka.
Kenzo lalu memeluk Bulan dari belakang.
"Lalu, jangan bilang kalau ibunya pun akan ikut terlelap? karena Aku tidak akan membiarkannya!"
ciumannya mendarat di leher Bulan.
Bulan lalu menghadap Kenzo.
"Sayang, aku sudah membaca pesanmu. Apa sekarang waktu yang tepat?"
"Menurutku, tunda saja, satu jam saja sudah cukup"
Kenzo menarik Bulan dalam pelukannya. dan Bulan tau betul untuk apa waktu satu jam yang ia inginkan itu.
"Kalau begitu, setelah...?"
"iya..!"
jawab Bulan sambil tersenyum dan itu membuat Kenzo girang.
"Tapi, kalau aku tidak berubah fikiran ya? hihi"
ekspresi Kenzo seketika cemberut.
"Hahaha, makin ganteng kalau cemberut. ayo...!"
Bulan dengan semangat menarik tangan Kenzo.
"Sabaar...kita beri tau mereka untuk menjaga Angelia, dan katakan pada mereka kalau kita akan pergi dinner, ok?"
"siip...ide bagus!"
jawab Bulan sambil tepuk tangan gemas.
"Lalu, kita kunci mereka berdua di kamar ini. bagaimana?"
Kenzo memberi usul.
"tidak setuju!"
"kenapa?"
"kalian berdua senang mengunci diri bersama wanita di dalam kamar ya?! dasar otak mesum!
jangan di kunci, pertemuan yang lebih intim harus di meja restoran, bukan di atas kasur! huuhf!"
Bulan jengkel dan bersedekap membelakangi Kenzo.
"hehehe, jangan marah sayang..aku kan hanya memberi usul yang bagus"
__ADS_1
Bulan lalu melirik Kenzo dengan sorot mata yang tajam.
"Tapi aku rasa, itu usul yang buruk menurutmu"
Kenzo lalu tersenyum.
"Aku akan kirim pesan pada mereka, ayo kita menuju mobil?" Gegas Kenzo membuka pintu mobil.
"Kita ke restoran mana?" tanya Bulan.
"Terserah, kau yang menentukan"
"Aku mau makan di kedai Nyonya Betty!"
"hhah?! tapi itu bukan restoran sayang? itu tempat makan di pinggir jalan? apa kata orang jika melihat..."
"Aku mau makan disitu, titik!
"tidak pakai koma?"
Kenzo sedikit menggoda sang istri.
"tidak!"
"baiklah Nyonya besar...!!"
dan merekapun terus berjalan sambil bergandengan tangan menuju mobil.
***********
'TLIIING'
Pesan masuk ke ponsel Rere, pesan yang berasal dari Bulan. Dan pesan yang masuk ke ponsel Mike adalah pesan dari Kenzo.
[kami tengah makan di luar, tolong jaga Angelia di kamar, ia sedang tidur. Jangan tinggalkan anakku sebelum kami pulang, tanpa persetujuan kami. Dan jangan membantah!]
isi pesan yang sama yang di dapatkan Rere dan Mike. Mereka tidak menunggu lama lagi, segera ia menuju kamar Kenzo dan Bulan.
Karena posisi kamar Rere yang lebih dekat, Rere lah yang lebih dulu sampai.
'KREEKK'
Sangat pelan Rere membuka pintu kamar Tuan dan Nyonya besar mereka.
Rere pun kembali menutup pintu itu. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam ia sudah merasa kantuk.
"hhuuammh...aku berbaring di sofa saja , lagi pula Nona Angelia tengah tertidur"
Rere pun berbaring, tapi ia melihat Angelia terus menggeliat seperti merasa tidak nyaman.
"oiya, Nona Angelia tidak bisa tidur dengan lampu menyala. Baiklah, akan aku padamkan lampunya"
Benar saja, Angelia kembali nyenyak.
"hhuuammh! ngantuknyaa..."
Rere lalu berbaring di sofa dan memejamkan matanya.
Karena ngantuk berat tentu ia segera pulas.
tidak lama kemudian, datanglah Mike, perlahan sekali ia membuka pintu.
"benar saja, Angelia tengah tertidur.
ahhh....akupun ingin merilekskan tubuhku, entah kenapa hari ini terasa melelahkan."
Mike berjalan ke arah sofa yang sama tempat dimana Rere terlelap lebih dulu.
"aaarrhh"
Mike meregangkan otot-ototnya, ia pun langsung membanting tubuhnya ke atas sofa itu dan.
'BRUUGHH'
"AAAA...!"
Mike terperanjat mendengar ada seseorang yang berteriak. Terlebih iapun merasa telah menimpa seseorang.
__ADS_1
"siapa kau?"
teriak mereka bersamaan.