Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Ungkapan Hati Nic


__ADS_3

POV NICHO . . .


Menuju Dominic Group. Jantung kian berdegup kencang. Ia tersenyum sambil mengencangkan dasinya. Rasanya lama sekali menuju Dominic Group yang walau di tempuh hanya memakan waktu 45 menit. Nic kian bersemangat menjadi wakil dari SIC yang semakin merajai bisnis di Australia maupun Asia. Selain memang talenta dan hobynya dalam berbisnis, tentu karena sekretaris cantik yang tinggi semampai yaitu, Jesy.


"Aku sudah tidak sabar bertemu wanita manis itu. Melihat Mike telah memiliki pasangan, kok batinku jadi tersiksa seperti ini, padahal di usiaku yang menginjak 33 sebelumnya aku merasa nyaman saja dengan kesendirianku.


Tapi, kenapa akhir-akhir ini aku merasa kesal dengan olok-olok pria yang sok ganteng itu?!


hhhh, mentang-mentang sudah punya pasangan, seenaknya selalu pamer kemesraan di depan mataku!


Untung saja penderitaanku sedikit berkurang karena Mike dan Rere tengah honey moon di Eropa sana. Nic tersenyum sinis.


Wait! jika sepulangnya mereka dari Eropa membawa kabar baru?


'Kenzo, Nic, Aku berhasil mencetak Mike junior '


(Nic meniru gaya Mike berbicara)


oohh ohh ohh...


Aku pasti semakin di tertawakan karena kesendirianku!


Mike kan munafik! di depan semua orang ia sok dingin dan acuh pada Rere, padahal di kamar?


hhh, dia pasti seperti srigala kelaparan"


gumam Nic dalam hatinya.


"Sudah sampai Tuan Nic"


ucap sopirnya. Nic membuka jendela mobilnya, sedikit mengintip gedung yang tidak terlalu tinggi itu.


"Jadi ini Dominic Group? Hmm baiklah, Jesy i'm coming!"


dengan semangat Nic turun dari mobilnya, tak lupa setangkai mawar merah ia selipkan di balik tuxedonya.


'Selamat siang Tuan Nic'


sapa para karyawan disana yang kini di gaji oleh SIC.


"Selamat siang"


jawab Nic hangat.


Lalu datanglah wanita yang menghampirinya, yang kedatangannya mengukir senyum terbaik dari Nic.


"Tuan Nic, anda sudah datang?"


sapa Jesy sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Nic pun menjabat tangan Jesy.


"Seperti yang kau lihat. Aku sangat menantikanmu, eemhh sorry, maksudku, menantikanmu untuk menjelaskan prospek dari kemajuan kerjasama antara Dominic Group dan SIC, aku harap, penjelasanmu pada meeting nanti memuaskanku"


jelas Nic yang sempat keceplosan mengutarakan kerinduannya pada Jesy.


"Baiklah Tuan, kalau begitu mari ikut aku menuju ruang meeting"


Jesy tersenyum kearah Nic, rasanya ingin sekali ia mendekap wanita yang hanya 5 centi lebih pendek darinya.


***1 jam kemudian***


Semua staf sudah mengemas berkas yang mereka bawa, begitupun Jesy.


"Terimakasih Tuan Nic atas respon anda yang puas dengan kerja keras kami"


Nic hanya tersenyum dan mengangguk.


"Kalau begitu, aku permisi"

__ADS_1


Jesy hendak mengangkut segela file yang begitu banyak, karena saking terburu-buru, file itu jatuh dan berserakan di lantai.


"Ya Tuhan!"


ucap Jesy yang tak habis fikir ia bisa seceroboh itu.


Nic segera bangkit dari kursinya dan membantu Jesy yang tengah sibuk menyusun kertas-kertas penting itu.


"Duhh kenapa aku bisa seceroboh ini?!"


keluhnya sambil memungut helai demi helai kertas yang mencoba ia susun kembali.


"Dan kau kenapa bisa secantik ini?"


ucap Nic tanpa menoleh, ia hanya tersenyum sambil membantu Jesy memunguti kertas itu. Pipinya seketika memerah, entah yang di lontrkan Nic pujian atau sekedar gurauan yang jelas kata-kata pria imut penuh karisma itu melumerkan hatinya.


Jesy hanya tersipu malu sambil mengumpulkan file yang ia jatuhkan tadi.


Ketika ia hendak mengambil secarik kertas terakhir di antara mereka, tangan Nic sengaja menggenggam tangan Jesy, membuat Jesy sedikit kaget dan malu.


Jantungnya terasa hampir copot ketika mata yang begitu sendu itu berhasil mengetuk hatinya.


"Kau tidak menjawab pertanyaanku?"


tanya Nic membuat Jesy kikuk.


'glekk'


"Maksud anda Tuan?"


tanya Jesy pura-pura bodoh.


Nic hanya tersenyum.


Ia lalu melepaskan tangan Jesy yang baru saja di genggamnya.


"Saat meeting tadi kau begitu cepat merespon setiap pertanyaanku?"


Jesy berdiri dan menaruh tumpukan kertas itu di atas meja, ia bingung mau jawab apa, hingga ia hanya senyum-senyum karena hatinya merasa tak menentu.


"Mmm, saat meeting tadi, anda menanyakan tentang perusahaan, jadi aku langsung menjawabnya"


jawab Jesy sedikit gugup.


Nic menaikan sebelah alisnya.


"Memang kalau pertanyaanku tadi, tidak termasuk dalam pertanyaan tentang bisnis, makanya kau enggan menjawabnya?"


"Mmm, bukan begitu Tuan Nic...tapi...."


Jesy mencoba menyangkal kata-kata Nic.


"Kau tau, aku pria yang jujur dan berkata apa adanya. Aku bukan pria yang pandai menggoda walau banyak yang bilang penampilanku cukup menggoda.


Wajah cantikmu membuatku tak bisa tertidur pulas, Jesy"


ucap Nic tanpa ada rasa ragu.


Wajah Jesy semakin merah dan jantungnya kian berdebar, siapa yang tidak GR di puji oleh wakil direktur perusahaan ternama setampan dan secerdas Nic.


"Anda bercanda... itu tidak mungkin..."


sahut Jesy merendah.


"Sudah ku bilang aku ini pria yang jujur dan berkata apa adanya. Ini bukan gombalan atau sejenisnya, tapi...


ini, yang ku rasakan"


Jesy semakin salah tingkah.

__ADS_1


"Oh Tuhan...selamatkan jantungku yang hampir lepas dan jatuh ke rongga perutku ini!"


gumam Jesy dalam hati saking cepatnya detak jantungnya.


"Jujur, aku tertarik dengan penampilan dan kecerdasanmu. Ketika jauh darimu, aku merasa rindu, jika berhadapan dengan mu berdua seperti ini, jantungku berdegup kencang, kencang sekali...


Aku pernah merasakan hal ini, tapi sudah lama sekali...


dan aku sadar bahwa aku, telah jatuh cinta lagi..."


Mata Jesy membulat. Ia tentu tau arah pembicaraan Nic menuju ke arah mana.


"Jesy, i'm fallin in love with you"


Nic menggapai tangan Jesy dan menciumnya.


"Aaa...Mmm...ttt..Tu..tuan...anda bergurau?"


"Untuk urusan bisnis dan hati, aku tidak pernah bergurau"


jawab Nic sambil melempar senyum penuh harap pada wanita pujaan hatinya yaitu, Jesy. Wanita yang berhasil membuat Nic kembali jatuh cinta setelah move on dari cintanya pada Bulan 4 tahun silam.


Nic tersenyum penuh harap, tak lupa ia mengeluarkan setangkai mawar merah yang dari tadi ia siapkan.


"This is for you."


Jesy merasa tersanjung, tapi ia ragu menerima cinta seorang Nic.


"Kenapa?"


tanya Nic dengan tatapan sendu.


"Aku...aku..."


Jesy terbata-bata.


Nic menurunkan bunga mawar itu dari pandangan Jesy.


"Baiklah, aku mengerti. Kau pasti sudah memiliki kekasih"


Jesy membulatkan matanya sambil geleng-geleng kepala.


"Wanita secantik dan secerdas dirimu tidak mungkin jika masih sendiri."


Nic tersenyum getir.


"Seharusnya aku sudah tau itu"


Nic kini menatap wajah Jesy, ia tidak percaya jika harus patah hati untuk kedua kalinya.


"Bb...bukan seperti itu"


jawab Jesy meyakinkan.


"Lalu...?"


tanya Nic sambil mengerutkan dahinya.


Jesy menundukkan kepala.


"Jujur, aku sangat kagum padamu Tuan Nic. Dan hatiku berbunga ketika anda mengutarakan isi hati anda, hanya saja...?"


"Hanya saja?"


Nic penasaran dengan kelanjutan kata-kata Jesy. Kini Jesy memberanikan diri menatap Nic.


"Aku...merasa tidak pantas untuk anda, anda terlalu sempurna. Belum lagi para wanita yang mengidolakan mu, aku takut di habisi oleh mereka!?"


Jesy esem-mesem, dan Nic mencubit gemas pipi Jesy.

__ADS_1


Akhirnya gak jomblo lagi Nic.... 🤗🤗


__ADS_2