
"Seharian di rumah membosankan, itu karena Bula terus tertidur..
Ahhh kau itu Ibu hamil, bukan puteri tidur..."
Gerutu Kenzo sambil meneguk vodkanya.
"Istrimu itu persis seperti Atika waktu mengandung mu...
Badannya selalu terasa lemas dan malas bergerak...bawaannya mengantuk terus..."
Sambung kakek yang datang dari luar rumah, ia pun duduk di sebelah Kenzo.
Kenzo membuang pandangannya ke arah lain.
"Kakek tidak usah menyebut nama wanita itu, hatiku selalu terasa terbakar, Aku menganggapnya sudah mati..!"
Kakek jadi terdiam. Dia tidak mau sifat tempramental Kenzo kembali terpancing.
Sang kakek lalu membahas topik pembicaraan yang lain.
"Hmm berapa usia kehamilannya sekarang??"
"Hampir 3 bulan"
Jawab Kenzo dingin.
"Hmm, itu masa-masa dimana Ibu hamil akan merasakan morning seckness yang luar biasa..
Omong-omong, kenapa sampai sebesar itu kau baru membawanya ke dokter??!"
"Bulan tidak mengatakan apapun mengenai kehamilannya, mungkin dia sendiri tidak menyadari kalau dia sedang hamil..."
Kakek menepuk bahu Kenzo.
"Jaga Istrimu, jadilah suami yang baik,,Ayah yang baik...
Dan cucu yang baik, jangan mengacuhkan kakeknya seperti itu!"
Ucap kakek sambil tertawa.
"Itu pasti...Aku sedang berusaha..."
Jawab Kenzo sambil meneguk habis minuman beralkohol itu. Kebiasaan buruk yang belum bisa ia tinggalkan.
Kenzo masuk kedalam kamar, dia tersenyum melihat Bulan tengah tertidur pulas.
Dia mengelus pipi Bulan.
"Hei bangunlah, Aku merasa bosan jika tidak bertengkar dengan mu..."
Kenzo mencubit hidung Bulan, seketika mata besarnya melotot.
"Iihhh mengganggu saja ! Pergi !!"
Bentak Bulan sambil membalikkan badannya membelakangi Kenzo.
"Sayang Dady, lihat bagaimana Momymu memarahi Dady, seperti nenek sihir kan??"
Ucap Kenzo sambil mengelus perut Bulan.
Bulan yang kesal lalu mencubit tangan Kenzo dengan kuat.
'Hhhhhh!!'
"Aaawwhh, sakit...!
Kau mau kulitku terlepas ya !?"
"Iya !!"
Jawab Bulan jutek.
"Kalau aku ingin bajumu yang lepas..."
Kata Kenzo sambil terkekeh.
"Mimpi !!"
Bulan melempar bantal pada Kenzo.
"Jawaban apa itu?! Tidak sopan!"
"Kau fikir dirimu sopan?!"
"Ssstt sudah sudah, jangan bertengkar seperti ini, nanti anakku mendengarnya..?! "
"Biarkan saja ! Biar anakmu tau seperti apa Ayahnya itu...
Dari tukang marah sampai tukang jajan diluar bersama wanita-wanita murahan!"
Jelas Bulan yang membuat Kenzo menutup mulutnya.
"Sssttt!! Hentikan...jangan membuatku malu di depan anakku!!"
"Hhaha, kau bicara tentang malu? Memangnya Kau punya malu??"
"Aku ?!! Ya tentu lah !!
Lihat aku menutup wajahku!
"Bulan...Aku merasa sangat malu..
Cepat ambilkan ku helm, ember, plastik atau apapun untuk menutupi wajah ini...
__ADS_1
Oooohh...aku benar-benar sangat maluu!!"
Apa yang dia katakan? Membuatku ingin tertawa terbahak-bahak.
"Dasar gila !"
"Kau benar,,Aku tergila-gila padamu...
Ayo bangun wanita penggoda...
Jangan membuat anakku jadi malas sepertimu!"
Kenzo menarik-narik tanganku.
"Aku masih ngantuk! Kalau aku membuka mataku nanti aku mual lagi, Kenzo...!!"
"Tidak..tidak akan..
Aku tau kau mual karena melihat wajahku kan??
Jika kau akan muntah aku akan menutup wajahku!"
Hhh, benar- benar menyebalkan, dia sama sekali tidak peka dengan apa yang ku rasakan saat ini.
"Memang mau kemana sih??"
Jawabku yang akhirnya menyerah menuruti ajakan Kenzo.
"Kita akan ke super market, belanja keperluan mu..
Seperti suami istri lainnya.."
Kenzo kini tak lagi menarik paksa tanganku. Tapi menggenggam lembut dan berjalan beriringan.
Aku melangkah dengan sangat malas.
"Lama sekali !! Tidak punya semangat ! Ibu macam apa kau ini? Sama sekali tidak exited akan kehadiran anakku..!"
"......."
Aku malas menjawab kata-kata Kenzo. Aku benar-benar tidak mood, lemas dan ngantuk luar biasa yang ku rasakan.
****
Kamipun sampai di sebuah Super Market yang cukup besar.
"Semangat lah, Bulan!! Jgn seperti siput...kau lamban sekali !
Hhmm, mari kita lihat, menurutmu mana susu untuk Ibu hamil yang paling bagus??"
"Mana aku tau,,"
Jawabku malas.
"Memang aku harus jawab apa lagi? Aku kan memang tidak tau !"
Jawabku kesal.
"Iya iyaa,
Menurutku yang paling mahal, berarti yang paling bagus!"
Kenzo mengambil semua susu yang tersedia, yqng menurutnya susu yang paling the best.
"Hei, jangan kau ambil semua...nanti yang lain tidak kebagian??"
"Aku ini mau beli, bukan mengambil secara cuma-cuma..
Selanjutnya buah-buahan ! Ayoo.."
Kenzo menarikku ketempat buah-buahan segar.
"Buah apa yang paling kau suka??"
"Buah yang ku suka tidak ada disini!"
Kenzo mengerenyitkan dahinya.
"Memangnya buah yang kau suka begitu mahal sampai tidak ada di Super Market ?
Katakan, ada di Negara mana buah yang kau sukai itu, aku akan membelikannya untukmu sebanyak mungkin!?"
Ucap Kenzo dengan sombongnya.
"Tidak harus keluar Negeri!
Aku sangat suka buah Rambutan"
"Rambutan??"
Kenzo menatap heran.
Aku hanya mengangguk.
"Rambutan?? Kenapa tidak anggur, Apel, mangga atau buah-buahan bergizi lainnya? Kenapa harus buah aneh itu ?!"
"Rambutan juga bergizi!
Kau selalu seperti itu! Jika ku beri tau apa yang ku suka kau selalu protes dan merasa berat memenuhinya!
"Seharusnya kau tidak usah bertanya apa kesukaanku kalau tidak bisa memenuhinya!"
"Siapa bilang!? Ayo kita cari buah yang kau inginkan itu??
__ADS_1
Dimana kita akan menemukannya??"
"Aku ingin buah rambutan di pekarangan rumah temanku"
"Ok, apa dia menjualnya??"
"Tidak !"
Kenzo mengerenyitkan dahinya karena bingung.
"Lalu? Bagaimana cara mendapatkannya??"
"Kau harus memetik sendiri buah rambutan itu dari pohonnya"
Kenzo shock.
"Jadi...aku harus memanjat??"
Aku mengangguk sambil tersenyum.
"Kau tidak mau yaa??"
Tanyaku sambil mengelus perut.
Kenzo tersenyum paksa.
"Mau kok...Aku mau...
Demi anakku..."
Akhirnya setelah sekian lama aku tidak menginjakkan kakiku di kampung ini, kampung dimana aku besar dan menjadi bahan hinaan masyarakat.
Ketika aku turun dari mobil, Kenzo menggandeng tanganku, kami berjalan beriringan, semua mata warga sekitar menatapku sambil bisik-bisik tetangga.
"Eh eh, itu si Bulan!"
"Iya, si Bulan!!"
"Laki-laki itu pasti yang udah ngebeli dia tuh, dia kan di jual si Noni!"
"Iya saya juga tau itu, gila ya si Noni apa gak takut di azab??"
"Laki-laki itu ganteng, dan keliatannya tajir, si Noni pasti manfaatin Bulan demi uang..."
"Gila ya ada Ibu macam dia!?"
"Iya, tega! Katanya sih si Bulan di jadiin simpanan ya??"
"Maksudnya istri kedua?!"
"Bisa jadi..."
"Dasar ibu dan anak sama-sama wanita murahan"
Aku hanya tertunduk mendengar mereka yang tengah bergosip tentangku.
Namun Kenzo terlihat marah.
"Apa disini ada Bulan dan Noni selain kau dan Ibumu?!"
Tanya Kenzo menahan emosi.
Aku hanya menggelengkan kepalaku dengan rasa sedih.
Kenzo langsung melepas genggamannya.
"Kurang ajar !!! Akan ku beri pelajaran mereka !"
Kenzo lalu menyambangi orang-orang yang tengah membicarakan Bulan.
Dia menendang sebuah meja milik seorang penjual hingga meja itu terhempas dan barang dagangan orang itu berjatuhan.
'Braaakkkk!!!'
"Kenzo, hentikan...!!"
"Kenapa kalian berhenti bicara ?!! Ayo lanjutkan apa yang kalian bicarakan tentang istriku!!
Bulan bukan perempuan murahan! Dan dia istriku satu-satunya, bukan istri kedua atau simpanan !
Jika diantara kalian masih ada yang mengatakan hal buruk tentangnya, Aku tidak segan-segan mengunci mulut kalian semua untuk selamanya !!!"
Bulan menarik tangan Kenzo.
"Kenzo cukup, biarkan saja. Aku sudah terbiasa dengan caci maki orang disini, aku kuat menghadapi semuanya!"
Kenzo menghempaskan tanganku yang tengah merangkul lengannya.
Orang-orang sekitar masih terdiam, gentar dengan amarah Kenzo.
"Selama kau menjadi istriku tidak boleh ada satu orang pun yang merendahkan mu! Cukup Aku saja dengan segala kekhilafanku yang pernah merendahkan mu, tapi tidak untuk saat ini, dan jika orang-orang ini berani mencaci-makimu lagi, Aku menghabisi mereka semua !!"
Kenzo lalu membuka dompetnya yang tebal. Melempar semua uangnya kepada para penggosip itu.
"Ambil semua uangku untuk apa yang sudah ku rusak !!"
Tidak ada seorang pun yang berani menatap Kenzo.
Kenzo lalu menarikku.
"Ayo kita pulang saja, tempat ini tidak cocok untukku!"
Rambutan ku...?!
__ADS_1