
"Sebagai istri Kenzo, jangan ada kata mimpi yang terucap dari mulutmu itu...
Apapun yang kau inginkan harus menjadi kenyataan.
Aku akan berusaha mewujudkan apapun itu,
Dan...Aku minta maaf ya?"
Ucap Kenzo yang kini membaringkan kepalanya dipangkuan Bulan yqng duduk di sofa, karena terlalu lama berdiri membuat kakinya pegal.
"Maaf? Kau tidak melakukan kesalahan, Kenzo."
Jelas Bulan sambil membelai rambut suaminya yang sedang bermanja di pangkuannya.
"Aku melakukan kesalahan besar padamu Bulan, caraku untuk memilikimu, apa kau bisa memaafkan aku?"
Kenzo menatap Bulan dengan penuh penyesalan.
"Tidak ada gunanya membicarakan masa-masa itu, kau tau kini aku percaya kau adalah pria yang dipilih Tuhan untukku, walau awalnya aku ragu dan terus memungkirinya..."
"Benarkah?"
Tanya Kenzo singkat.
Bulan menatap jauh ke arah langit yang tak berujung, dia mengingat mimpi yang membawanya kembali hidup.
"Kau ingat ketika aku mencoba bunuh diri?"
Kenzo membuang tatapan penuh penyesalannya kearah lain.
"Tolong jangan ingatkan aku tentang peristiwa itu, Aku benar-benar malu dan bodoh!"
"Dengar dulu...
Saat aku koma, Aku bermimpi berada di sebuah tempat yang indah..."
"Apa itu surga?"
Tanya Kenzo yang kini penasaran dengan cerita Bulan.
"Entahlah...
Aku sangat menyukai tempat itu, tapi Tuhan tidak mengizinkanku untuk tinggal disana,
ada suara yang tak bertuan mengatakan kalau saat itu belum waktunya Aku berada ditempat itu.
Dan suara itu mengatakan kalau Kau adalah jodoh yang Tuhan pilih untukku, dan tugasku adalah mengubahmu menjadi lebih baik...
Saat itu aku menolak, Aku tidak ingin kembali hidup, tapi sekelilingku menjadi gelap gulita dan aku seperti jatuh ke lubang yang sangat dalam...
Lalu mataku terbuka dan menyadari kalau aku di Rumah Sakit..."
Kenzo lalu bangkit dan duduk disebelah Bulan. Ia langsung memeluk sang Istri dengan segenap jiwa.
"Aku harap kau tidak menyesal, kesempatan hidupmu yang kedua ini kau habiskan untuk menemani pria bajingan sepertiku..."
Bulan membalas pelukan Kenzo.
"Aku tidak akan pernah menyesal, karena sekarang Kau berubah menjadi lebih baik, dan ada Angelia di antara kita...
Apa yang harus kusesali dengan anugrah Tuhan yang di berikan untukku,?
Kau, Angelia, Mommy, Ibu, Kakek dan Agnes...
Kalian anugerah Tuhan yang paling Indah dan sempurna."
Kenzo menatap Bulan dan mengelus wajahnya.
"Akan lebih sempurna jika kau mau melahirkan anak-anakku setelah Angelia..."
Bulan tersenyum malu dan mengangguk.
"Kalau begituu...
Tunggu apa lagi ??? Ayo...!"
Bulan menahan tarikan tangan Kenzo.
"Ayo apa??!"
"Ayo kita buat adik untuk Angelia, mumpung ia masih tertidur pulas karena banyak yang menggendongnya!"
"Kau gila yaa, Aku baru tiga hari melahirkan kau malah...?!"
"Memangnya kenapa!? Aku sudah tidak sabar!"
Bulan duduk menjauhi Kenzo.
"Kau harus cuti dulu selama dua bulan! Tanya saja sendiri sama Dokter!"
Kenzo kembali mendekati Bulan, ia memegang bahu Bulan sambil mengeluh.
"Kenapa lama sekali...
Dua bulan membiarkan tubuhmu yang indah itu terbaring dan menganggur, pasti membuatku tersiksa... Oohhh Bulan...
Kau benar-benar menyiksaku"
"Aku yang lebih tersiksa jika sekarang kau berani menyentuhku!
Bersamamu hanya berdua di balkon ini pasti membuatku terancam, lebih baik aku kembali bergabung dengan mereka!
Makasih yaa kalungnya..."
__ADS_1
Bulan tersenyum dan melangkah meninggalkan Kenzo sambil melambaikan tangan.
"Heey, harga kalung itu sangat mahal! Bagimu hanya berterima kasih itu sudah cukup??
Setidaknya kau menciumku dengan mesra Bulan...!"
Bulan membalikkan badannya sambil menjulurkan lidah meledek Kenzo.
Kenzo pun tertawa melihat tingkah Bulan.
"Julurkan lidahmu itu di depan wajahku kalau kau berni!"
Teriak Kenzo sambil menyusul Bulan yang sudah kembali menuruni tangga.
"Jangan ngarep kamu!!"
Sahut Bulan dari kejauhan.
"Untung kamu cepat datang, Angelia mulai kehausan..."
Ucap Noni yang masih menimang Angelia.
"Ouhh kasian anak Ibu...haus yaa??"
Bulan mengambil Angelia ke pelukannya!"
"Aku juga haus. Kau tidak kasihan padaku!?"
Tanya Kenzo yang duduk disamping Bulan sambil mengelus pipi Angelia yang tengah menyusu.
"Haus? Air dikolam renangmu banyak..."
Jawab Bulan membuat semuanya tertawa.
***
Keesokkan harinya, Noni dan Bulan tengah memperhatikan wajah Angelia yang begitu lucu.
"Kamu bahagia dengan Kenzo?"
Tanya Noni pada Bulan.
"Iya Bu...
Kenzo sekarang sudah berubah"
Jawab Bulan dengan senyum.
Noni bersedih, matanya mulai berkaca-kaca.
Noni lalu memeluk Bulan sambil menangis.
"Maafin Ibu Bulan. Ibu sudah jahat sekali sejak kau masih kecil, Ibu tidak pernah memikirkan perasaan kamu, Ibu hanya memikirkan kesenangan Ibu sendiri,
Ibu sekarang akan berubah, Ibu tidak mau menjalankan bisnis haram itu lagi, cukup kau yang menanggung malu atas dosa-dosa Ibu,
Tapi tidak dengan Angelia, dia harus tumbuh sebagai anak yang berbahagia dan memiliki masa depan yang cerah..."
Bulan mengangguk lalu membalas pelukan Ibunya.
Mereka hanyut dalam tangis yang mengharu biru.
"Itu awal yang bagus Noni, emm maksudku Ibu..."
Kenzo berjalan menuju Ibu dan Anak yang tengah berpelukan itu.
"Aku ada saran bagus, bagaimana jika Aku mengubah Diskotikmu menjadi sebuah Butik, Aku lihat kau mempunyai bakat di bidang fashion...
Kita membuka lembaran baru mulai detik ini, untuk orang-orang yang kita cintai ini..."
Noni menganggukkan kepala menyetujui saran Kenzo
"Ibu setuju...
Mulai hari ini, Ibu janji di depan kalian, Ibu akan bertaubat!
Ibu juga janji pada Angelia..."
Kenzo tanpa berat hati memeluk Ibu dan Anak itu.
"Aku setuju, Ibu."
Ketika mereka tengah mengharu-biru, datanglah Mommy, Agnes dan Kakek ke kamar Angelia.
"Ada apa ini..? Kenapa semuanya terlihat bersedih?!"
Tanya kakek kebingungan melihat mereka meneteskan air mata.
"Kami merasa senang karena Ibu memutuskan untuk menetap disini dan membuka usaha baru...
Dia tidak harus ke luar negeri lagi, jadi kita semua akan berkumpul dan melihat Angelia tumbuh besar bersama..."
Jelas Kenzo semakin membuat Bulan dan Noni terharu.
"Makasih Kenzo, kau memang menantu yang baik...
Jangan sia-siakan Bulan yaa?
Sejak kecil ia sudah terlalu menderita, Aku sudah menyia-nyiakannya...
Padahal ia anak yang baik..."
Noni mencium kening Bulan, membuat Bulan tak kuasa menahan tangis.
__ADS_1
"Itu tidak akan terjadi Ibu...
Aku sangat mencintai Bulan, begitupun keluargaku..."
Jelas Kenzo membuat hati Noni merasa lega.
"Itu benar Nyonya Tika, kami sangat menyayangi Bulan...
Benarkan??"
Kakek melirik pada Atika dan Agnes.
"Itu benar Kakek, kita akan menjadi keluarga yang bahagia..."
Sahut Agnes dengan senyum sambil memeluk Mommy dan Kakek.
"Makasih semuanya..."
Ucap Noni sambil mengeringkan air matanya.
'Tok Tok Tok '
Ada seseorang yang mengetuk pintu.
Agnes membukakan pintu itu dan ternyata...
"Nic?"
Agnes lalu memeluk pria yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri.
"Hey Agnes ku yang manis, dimana keponakanku yang Dadynya bilang bagai snow white itu?"
Nic berjalan ke arah Kenzo sambil menggandeng tangan Agnes.
Mereka saling berpelukan.
"Selamat Kenzo, kau sudah menjadi seorang Ayah, kau telah membuktikan kalau kau pria sejati..."
Nic menepuk-nepuk punggung Kenzo dengan rasa bangga.
"Ini semua berkat dukunganmu juga, Nic!"
"Kalau begitu mana snow white mu itu? Aku ingin sekali menggendongnya"
Bulan mengangkat Angelia dan memberikannya pada pelukan Nic.
"Oh My God...youre so beautiful Angelia...
Emmuuaachh!
Hello, ini Uncle Nic...
Kau benar sekali Agnes, anak ini benar-benar cantik!"
Nic tak henti-henti mencium gemas Angelia yang sangat lucu itu.
"Siapa dulu dong Auntie nya, Agnes!"
Puji Agnes pada dirinya sendiri.
"Mana ada!! Angelia tidak ada apa-apanya dibanding denganmu!
Aku tidak mau kalau anakku yang bak snow white ini ingusan sepertimu!!"
Ledek Kenzo sambil terkekeh.
"Uuuhhh Kenzo kau menyebalkaann!"
Agnes merasa kesal dan memukuli lengan Kenzo.
Semua mentertawai kelakuan Agnes dan Kenzo.
Tidak ada yang bisa menerka akan terjadinya hari yang membahagiakan ini.
Mata Bulan berbinar, senyum terlukis di wajahnya.
Kenzo lalu menjulurkan tangannya pada Bulan, dengan senang hati Bulan menggapainya dan Kenzo menarik ia kepelukannya.
Bulan merasa sangat nyaman dan bahagia dalam pelukkan Kenzo.
Bulan mendongakkan wajahnya menatap Kenzo, ia berkata pelan sekali hingga hanya mereka yang tau apa yang mereka katakan.
"Apa Aku masih pelacurmu, Kenzo?"
"Tidak, Kau Istriku, bukan pelacurku...
Dan untuk selamanya kau akan tetap menjadi istriku!"
'Ccuupp'
Kenzo lalu ******* bibir Bulan dihadapan semua orang tanpa malu.
'Wuhhuuuuuu.....
So sweet...'
Teriak Agnes dan Nic dan yang lainnya ikut bersorak sambil tertawa melihat adegan mesra antara Kenzo dan Bulan.
Terkadang hidup tidak sesuai dengan ekspetasi, kepahitan dan kegetiran harus kita lalui dulu hingga berlabuh pada sebuah akhir yang bahagia.
Bulan telah berjuang dan membuktikannya.
Jangan lupa dukungan kalian....
__ADS_1