Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Memburu Mangsa


__ADS_3

Nic ikut bengong dengan apa yang dikatakan Bulan, tapi dia mencari aman saja, lebih baik dia menghajar sepuluh musuh sekaligus dari pada terlibat dalam urusan suami istri, dia memilih menjauh dan menjadi penonton.


"Hmm Bulan, Aku belum pernah mengenal wanita sejauh itu, jadi Aku tidak termasuk kan?


Kalau begitu, lanjutkan!"


Nic tersenyum menampakkan giginya dan duduk menjauh ke radius yang lebih aman.


"Hei, cepat ambilkan pop corn atau cemilan untukku! Aku tidak mau melewatkan tontonan yang seru ini!"


Nic menyuruh salah satu pelayan untuk menyediakan makanan untuknya.


Kenzo mengusap belakang lehernya mencoba menjaga emosinya agar tidak meledak.


"Mike...!"


"Iya Bos!?"


"Kau belum pernah gagal dalam menjalankan segala misi penting dan berbahaya selama ini, tapi kenapa kali ini kau begitu bodoh!?


Apa yang kau katakan sehingga istriku marah seperti ini?"


"Aku menjalankan perintahmu Bos Kenzo, untuk meminta maaf pada Rere"


Jelas Mike dengan wajah kikuk.


"Dengar kan? Aku tidak memerintahkan Mike untuk bicara yang tidak-tidak, sayang?"


"Tapi Aku benci cara dia meminta maaf pada Rere! Aku teringat dulu saat kau masih bajingan wanita, Kenzo...


Kau Bosnya. Jika kau bisa berubah, berarti kau harus merubah Mike juga!"


Rere merasa tidak enak melihat Bulan yang begitu marah pada suaminya.


Ia lalu menggenggam tangan Bulan.


"Nona sudah, aku tidak apa-apa, tadi itu Aku yang memang tak tau diri, sembarang memeluk Tuan Mike,


Aku justru yang akan meminta maaf atas ketidak sopananku."


Rere lalu berdiri di hadapan Mike, ia lalu menunduk dan sedikit membungkukkan badannya.


"Maafkan atas kelancanganku, Tuan Mike. Aku memang pantas mendapat perlakuan seperti itu darimu! Sekali lagi, maaf!"


Rere lalu berlari, mungkin ia kembali kearah dapur. Tapi tak disangka Mike mengejarnya.


Bulan hendak mengikuti Mike, tapi Kenzo menahannya dalam pelukan penuh cinta.


"Aku akan berusaha merubah Mike, Aku janji! Jangan marah lagi, tetaplah dipelukanku."


"Tapi Mike?"


Bulan khawatir kalau Mike berbuat kasar lagi pada Rere.


"Jangan khawatir, Mike hanya menghabisi musuh. Dia tau apa yang hrus dia lakukan! Jika dia bertindak bodoh, Aku orang pertama yang akan menghabisinya!"


Bulan pun mengangguk, dia percaya dengan apa yang diyakinkan Kenzo padanya.


"Hentikan dia!"


Teriak Mike memerintahkan anak buahnya untuk mencegat Rere.


Rere pun terhenti seketika ketika tiga orang tinggi tegap menghentikan langkahnya.

__ADS_1


Wajahnya mulai ketakutan, Mike pun menginsyaratkan agar anak buahnya untuk pergi.


"Jangan lanjutkan langkahmu, atau Aku akan...?"


Perlahan tapi pasti Mike mendekat pada Rere. Ia lalu memperhatikan Rere dari ujung rambut sampai ujung kaki, membuat Rere merasa canggung dan bertanya-tanya.


"Sudah berapa banyak pria yang kau kencani?"


"Apa?"


Tanya Rere tak paham.


"Kau hanya harus menjawab yang sejujurnya, sudah berapa banyak pria yang menjalin hubungan dengan mu? Atau...


Tepatnya sudah berapa banyak pria yang tidur bersamamu?"


Mike bicara dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Rere dengan jarak beberapa centi saja, satu hal yang pasti, Mike tidak berniat mencium Rere sama sekali. Namun apa yang terjadi ketika Rere mendengar ucapan Mike.


'Buughh'


Rere mendorong dada Mike yang nampak karena kancing baju bagian atasnya yang terbuka.


"Kau keterlaluan sekali! Pertanyaan macam apa itu?"


Wajah Rere seketika memerah.


Mike lalu menatap Rere dengan tajam sambil memegang kedua bahu wanita manis itu.


"Kau bilang, kau mencintaiku bukan? Apa itu bukan omong kosong!?"


Rere menggelengkan kepala.


"Aku belum pernah jatuh cinta begitu besar pada seseorang, kecuali dengan mu."


Rere memalingkan pandangannya.


Tanya Mike sedikit menggertak.


"Aku wanita bodoh yang kerjanya hanya menjemur ikan hasil tangkapan Ayahku , tapi Aku bukan wanita murahan...!"


"Kalau begitu buktikan!"


"Membuktikan apa?"


"Buktikan kalau kau wanita baik-baik, Aku bosan dengan wanita-wanita malam itu, Aku...


Ingin mencoba..."


Mike belum meneruskan kata-katanya, tapi tamparan mendarat di pipinya.


'PLAAKKK!!'


"kau memang keterlaluan. Aku memang mencintaimu, tapi jangan harap Aku akan menyerahkan tubuhku untukmu begitu saja!"


Rere hendak melangkahkan kakinya meninggalkan Mike, tapi Mike menarik tangannya dan memeluk Rere dengan kuat.


"Apa kau bilang? Aku hanya meminta bukti dari cinta yang selalu meneror fikiran dan malam ku.


Berarti apa yang kau katakan itu dusta!?


Hahaha, itulah mengapa Aku tidak mempercayai kata-kata mu, Rere!"


"Aku tidak berbohong. Apa yang ku utarakan padamu itu benar adanya, tapi jika kau ingin bukti dengan mengajakku tidur bersamamu, maaf, Aku tidak bisa,

__ADS_1


Kau salah menilaiku, Aku bukan seperti wanita yang sering kau temui"


Mata mereka kini saling bertatapan, hanya saja Rere memandang dengan mata yang mulai berkaca-kaca, sedangkan Mike dengan mata berbinar.


Rere terus menggeliat mencoba melepaskan diri dari pelukkan Mike.


"Tolong lepaskan Aku."


"Orang bilang, berada di pelukan orang yang di cintai itu terasa nyaman, bukankah kau mencintaiku, Rere?


Seharusnya kau ingin ku berlama-lama memelukmu, tapi kenapa kini kau...?"


"Kau terlalu berbahaya! Aku memang mencintaimu, tapi Aku tidak mau ternoda sekalipun atas dasar cinta"


Mike mengerutkan dahinya.


"Lalu...


Jika pria yang kau cintai ini tidak berhak menyentuhmu, lalu siapa yang boleh menikmati tubuhmu ini..?"


"Hanya suamiku!"


Jawab Rere tegas.


"Suami? Pria yang mengikat janji sehidup semati dengan mu?


Itu terlalu rumit, kau tau?


Aku tidak perlu menjadi suami untuk bisa menyentuh siapapun"


"Oya?


Kasihan sekali, mereka yang bersedia kau sentuh hanya mengharapkan uang darimu, tapi seorang istri itu melakukannya untuk berbakti.


Kau tidak akan pernah mendapatkan cinta sejati jika kau hanya bisa membeli kenikmatan wanita di dunia ini, kau tau? Itu bukan ketulusan Tuan Mike...


Kau hanya bermimpi jika ingin menikmati tubuhku sekalipun kau membayar ku mahal!"


Mike tercengang dengan penjelasan Rere. Perlahan ia lalu melepaskan pelukannya dan Rere segera melepaskan diri menjauh dari Mike


Rere berlari tergesa-gesa. Sedangkan pria bertato elang itu tersenyum lebar sambil terus memandang Rere.


"Kau benar Rere,! Kau memang berbeda dengan yang lain. Tapi seorang bajingan sepertiku apa pantas mendapatkan cintamu?


Kau terlalu baik untukku, tapi aku juga tidak ingin kehilangan wanita sebaik dirimu. Semoga kau bisa bertahan dengan sikapku yang bajingan ini.


Waktunya memburu mangsa, aku pasti bisa mendapatkanmu! Gumam Mike dengan percaya diri.


Apa Rere bisa merubah sifat bajingan Mike?


Temui jawabannya dan ikuti terus kelanjutannya. Jangan lupa tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya.



Like


Coment


Hadiah


Vote


__ADS_1


Setiap dukungan anda sangat penting bagi author yang apalah ini.


Terimaksih yang selalu mengikuti novel receh yang pasti tulisannya masih banyak yang kurang☺☺


__ADS_2