Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Duel antara Duke dan Mike


__ADS_3

Dokter membuka pintu setelah satu jam membuat Kenzo dan yang lainnya begitu panik .


"Dokter, Dokter,


bagaimana keadaan istriku?


Tanya Kenzo dengan rasa khawatir.


"Nyonya Bulan keadaannya sudah lebih baik,


beruntung sekali sebelumnya mendapatkan pertolongan pertama, sehingga racun ular itu tidak menjalar lebih luas di tubuhnya.


Jika tidak, sebelum kalian sampai ke rumah sakit ini, mungkin nyawanya sudah tidak tertolong.


Tapi sekarang Anda jangan khawatir, Nyonya Bulan sudah dapat ditemui.


Kalau begitu saya permisi."


Dokter pun tersenyum dan berlalu.


"Terimakasih Dok."


Ucap Kenzo dengan hati lega.


Dia pun segera masuk ke ruangan dimana Bulan mendapatkan perawatan intensive.


"Sayang, Im so sorry!" Kenzo lalu mengecup bibir Bulan dan Bulan pun membalasnya.


"Aku tidak apa-apa.


Hanya saja masih sedikit lemas dan pusing."


Bulan menggenggam tangan Kenzo untuk meyakinkan suaminya agar tidak terlalu khawatir.


Bulan lalu tengok kanan kiri.


"Di..dimana Angelia?"


"Malaikat kecil kita masih di hotel. Tentu dengan pengawasan pengasuhnya dan sebagian dari para penjagaku.


Syukurlah, Aku merasa sangat bersyukur Bulan, tadinya Aku berfikiran yang tidak-tidak mengingat ular itu racunnya sangat mematikan."


Bulan mengelus pipi Kenzo sambil tersenyum, dan tangan Kenzo mengelus-ngelus punggung tangan Bulan yang tengah membelainya.


"Tunggu dulu...!"


Mata mereka saling berpandangan.


"Kenapa kau bisa berada ditempat itu seorang diri? Kau meninggalkan Angelia, Aku mencarimu keliling El Nido!


Kau mengkhawatirkan semua orang, Bulan! Karena kau tidak dalam pengawalan seorangpun.


Sebenarnya apa yang kau lakukan ditempat itu?


Dan....


Pria itu bisa bersamamu?"


Kenzo mengerutkan dahinya dengan berjuta pertanyaan.


"Kau jangan berfikiran yang tidak-tidak dulu, Kenzo.


Pertama, Aku tidak tau pria itu siapa!


Dia tiba-tiba datang ketika ular itu sudah mematukku.


Saat itu Aku tengah berlutut mencari sesuatu, dan Aku sama sekali tidak mengetahui ular itu datang dari mana?!"


"Kau mencari sesuatu?


Apa sesuatu itu?


Katakan..!?"


Bulan menundukkan kepalanya. Dia takut Kenzo akan sangat kecewa padanya karena tidak bisa menjaga kalung yang begitu berharga pemberiaannya.


Ia masih bingung bagaimana untuk menjelaskannya pada Kenzo.


"Kenapa kau diam saja?


Jawablah, apa yang kau cari hingga kau membahayakan nyawamu, Arumi?"


"Aku...


Aku...


"Aku apa? Cepat katakan, Aku menunggu! Jangan buat Aku mati penasaran!"


Desak Kenzo agar Bulan berterus terang.


"Aku mencari kalung milik Angelia.


Kalung pemberiannmu itu hilang entah dimana.

__ADS_1


Aku baru menyadarinya ketika kami selesai bermain, kalung itu sudah hilang, mungkin terjatuh di suatu tempat.


Makanya Aku mengelilingi pantai itu untuk mencari kalung yang begitu berharga...


Maafkan Aku Kenzo, Aku tidak bisa menjaga pemberianmu itu.


Maaf...!


Aku janji, jika Aku pulang dari rumah sakit Aku akan mencarinya lagi!"


Air mata Bulan mulai berjatuhan, dia terisak-isak mengingat kalung yang tidak ia temukan.


Kenzo lalu memeluknya dengan rasa haru, namun sedikit marah pada Bulan.


"Ya Tuhan...


Kau membahayakan dirimu hanya untuk sebuah kalung?!


Bulan kau tidak tau ya, uang suamimu ini begitu banyak!


Kau tidak perlu mencari kalung itu. Kau tinggal bilang saja padaku, Aku bisa menggantinya dengan sepuluh kalung yang bahkan jauh lebih bagus!


Aku rela kehilangan ratusan kalung seperti itu dari pada Aku kehilanganmu!


Bulan,


Kau tidak tau kalau Aku sangat mencintaimu, dan juga Angelia?!


Bagaimana jika Aku kehilanganmu hanya karena sebuah kalung murahan itu?!"


Kenzo memeluk Bulan semakin erat, ia bahkan menghujani istrinya dengan ciuman demi ciuman di pipi dan bibir Bulan, tanpa rasa malu sedikitpun walau ada Mike, Nic dan para pengawal di sampingnya.


Namun Bulan mendorong Kenzo dengan wajah marah.


"Dasar orang kaya sombong!


Kau memang mampu membeli sepuluh bahkan seratus kalung seperti milik Angelia!


Tapi kau tidak bisa membeli semua kenangan manis di dalamnya!


Mengerti?


Kalung itu sangat berharga bagiku dan Angelia, walaupun dia belum mengerti...


Aku tidak mau kau kecewa! Makanya Aku mencarinya dengan segenap jiwa.


Tapi ternyata reaksimu seperti ini, sombong dan menyebalkaaan!"


"Lalu Aku harus bagaimana? Tidak mudah mencari kalung itu di pantai yang luas dengan pengunjung yang banyak sayang...


Aku yakin kalung itu sudah di temukan oleh seseorang, dan orang itu tidak mungkin mengembalikannya pada kita sekalipun kita membuat sayembara.


Karena orang itu tau harga kalung itu begitu fantastis...


Ikhlaskan saja.


Kenzo membelai rambut Bulan


Aku memang tidak bisa membeli atau mengembaliKan kenangan pada kalung itu..


Tapi Aku akan memesan kembali kalung yang sama persis seperti milikmu ini, untuk Angelia..."


Bulan pasrah, apa yang dikatakan Kenzo memang benar, sangat sulit menemukan kalung itu kembali.


Ditengah pembicaraan suami istri yang hangat itu, Duke memaksa masuk kedalam ruang rawat Bulan.


"Heyy Tuan Kenzo,


Benarkan?! Bukan Aku yang menyebabkan istrimu celaka?


Justru Aku yang menyelamatkannya....


Benarkan Nyonya?"


Duke menatap Bulan dengan mengembangkan senyum manisnya.


"Kamu...?!"


Mata Bulan menerawang jauh pada kejadian saat Kenzo menggelar jumpa pers itu.


"Tenanglah Nyonya, jangan mencurigaiku seperti itu...


Suamimu dan pengawal disampingnya ini telah habis menguliti dan mengintrogasiku.


Hay...


Aku Ajay, senang bisa menyelamatkanmu.


Duke tersenyum dengan bola mata yang berbinar pada Bulan, tentu membuat Kenzo naik pitam dan menekuk tangan Duke yang ia julurkan kebelakang badannya.


"Aa...aaawwwhhh...!"


Pekik Duke kesakitan.

__ADS_1


"Beraninya kau menatap istriku dengan tatapan seperti itu!


Kau mau kalau matamu ku congkel satu persatu?!


Dan jangan harap tangan kotormu itu dapat menyentuh istriku!"


Kenzo begitu marah, tapi Duke yang terus menebar senyum walau tengah meringis membuat Kenzo semakin terpancing.


"Kenzo...


Cu..cukup! Seharusnya kau berterimakasih padanya..."


Ucap Bulan semakin membuat Duke besar kepala.


"Ternyata istrimu lebih mempunyai hati dibanding dengan orang kaya ini...!"


"Kau benar, dia ini seorang konglomerat, dia memiliki segalanya namun ia tidak memiliki hati.


Jadi, jangan terlalu banyak basa-basi jika lidahmu tidak mau keluar dari mulut mu itu!"


Gertak Mike yang juga sudah begitu geram dengan tingkah Duke yang menyamar sebagai Ajay.


"Apa yang dikatakan Mike itu benar!


Katakan, berapa uang yang kau minta karena telah menolong istri dari seorang Kenzo?!


Jangan sungkan-sungkan."


Tegas Kenzo yang masih menekuk tangan Duke agar tidak berkutik.


"Hahaha...


Tuan Kenzo memang begitu dermawan. Tapi sayangnya kau menghina ketulusanku..."


"Ketulusan?"


Jawab Nic yang merasa aneh.


"Benar pria tampan,


kenapa kalian berfikir kalau Aku menolong Nona cantik ini karena uang?


Aku tulus menyelamatkannya, bahkan saat aku belum mengetahui bahwa Nona Bulan adalah menantu dari keluarga Sminth..!"


Lagi-lagi Duke memamerkan gigi putihnya yang berjejer rapi.


Kenzo semakin muak, ia tentu mengerti bahwa Duke mencoba menarik perhatian Bulan.


Ia lalu mendorong Duke hingga terjerembab ke lantai, para pengawalnya pun menyingkir.


Kenzo lalu mengayunkan kakinya hendak menendang kearah wajah Duke yang mencoba bangkit, tapi Duke berhasil menahan kaki Kenzo yang sudah bertenaga.


'Aaaaarrrgghhhh...!!'


'Happp'


Duke menahan kaki Kenzo sekuat tenaga, dia tertawa begitu lepas.


"Tendanganmu begitu kuat Tuan kaya raya...


Sayang kau terlalu menganggap remeh orang rendahan sepertiku..!"


Mike yang tangannya sudah sangat gatal sedari tadi, ia ikut meluapkan kekesalannya pada Duke yang terlalu lama menghabiskan kesabaran mereka.


Mike dengan sigap mengaitkan lengan kekarnya di leher Duke, memaksa Duke untuk berdiri.


"Apa yang kau inginkan sebenarnya?


Jika kau tidak menuntut imbalan apapun , enyahlah kau dari hadapan kami."


Namun tangan Mike yang kekar melingkar di leher Duke, berhasil ia tarik dan membanting Mike hingga terpelanting kelantai.


Kenzo dan para anak buahnya tercengang. Mike yang begitu hebat dalam bela diri kecolongan dan terlalu meremehkan Duke yang sikapnya nyeleneh.


Mike sendiripun shok, baru kali ini ada orang yang berhasil membanting tubuh kekarnya.


Ia segera bangkit berdiri dengan emosi yang tak tertahankan.


Dia bersiap menendang sambil memutar badannya, salah satu gerakan andalannya yang membuat musuh terjungkal dalam sekali tendang.


"Beraninya kau?"


Duke tersungkur, wajahnya yang manis seketika lebam, mendapat tamparan dari kaki Mike yang begitu kuat, darah pun mengalir dari sudut pipinya.


Mike belum juga reda amarahnya, ia menarik dan mencengkram leher Duke hingga otot-ototnya bermekaran.


"Pergi kau dari sini.


Atau kau malu melanjutkan ini diluar sana?"


Ucap Mike geram.


Hayoo....ikuti terus jangan bosen ya...

__ADS_1


__ADS_2