
Hari ini Bulan sudah diperbolehkan pulang. Kenzo selalu mendekap Angel nya yang begitu menggemaskan.
Dia tak henti-henti mencolek dan mengelus wajah Angelia yang tengah tertidur pulas, membuat bayi itu menggeliat karena merasa terganggu, tetapi Kenzo malah tertawa melihat anaknya merengek.
"Hahaha...kasian...
Ya sudah bobo lagi ya?"
Kenzo kembali menimang anaknya sambil menunggu Bulan berkemas yang dibantu oleh Mommy dan Bu Acy.
"Kenzo kau ini jahil sekali, biarkan Angelia tidur dengan tenang, dari tadi dia menyusu padaku terus tidak mau berhenti."
Ucap Bulan sambil membelai lembut rambut Angelia yang hitam dan lebat.
"Tidak apa-apa, berikan Angelku ini ASI yang banyak...Aku rela cuti demi Angelia cepat besar..!"
Ibu Kenzo dan Bu Acy terkekeh mendengar kata-kata Kenzo, tapi Bulan merasa malu, dia lalu mencubit tangan Kenzo.
"Aaww Awww !
Kau kenapa sih senang sekali mencubit ku?
Belum puas kau menancapkan kukumu di pergelangan tanganku?!"
Bulan cemberut.
"Abisnya kalau bicara lihat situasi dong, kan malu!"
Ucap Bulan berbisik.
"Malu apanya?! Aku tidak malu sama sekali...hehehe"
Mommy menahan tawa sambil geleng-geleng kepala.
"Urat malumu memang sudah putus ya?!"
Tanya Bulan ketus.
"Kalau urat malu yang putus itu bukan masalah!
Kalau urat yang ini, Kenzo melilirik benda pusakanya, Baru bahaya, nanti Aku tidak bisa mencetak adik untuk Angelia, betul tidak Mommy? Hahaha"
"Iihhh aku tidak mau membahas itu!"
Wajah Bulan memerah karena malu.
Mommy dan Bu Acy mentertawakan sikap mereka berdua.
"Sudah belum berkemas nya? Angelia sudah tidak sabar ingin pulang... Iya kan sayang Dady yang cantik?"
Kenzo mencium Angelia berulang-ulang dengan gemas.
"Angelia atau Kenzo yang ingin pulang?"
Tanya Bu Acy sambil tertawa.
"Hahaha...
Sebenarnya aku yang tidak sabar Acy, Aku ingin memperlihatkan pada Angelia kamar miliknya yang sudah kami berdua siapkan dari jauh hari..."
Kenzo terlihat tidak sabar. Senyum selalu nampak di wajahnya, Bulan menatap Kenzo yang begitu bahagia menimang Angelia, rasanya tidak percaya orang yang pernah begitu dia benci, kini membuat Bulan dan keluarganya bahagia.
"Sudah beres... Ayo kita pulang..."
Ucap Mommy penuh semangat.
"Ayo kita pulang, bidadari-bidadariku..!"
Ajak Kenzo pada Mommy, Bulan dan puteri mungilnya.
Mereka pulang di jemput oleh Mike yang tengah menunggu bersama beberapa anak buah Kenzo di mobil yang berbeda.
"Waah selamat ya Bos! Kini kau menjadi seorang Ayah!"
Ucap Mike sambil membelai rambut Angelia.
Tapi Kenzo menyingkirkan tangan Mike.
"Jangan sentuh anakku sembarangan, kalau tanganmu penuh kuman bagaimana?!"
Mike merasa canggung lalu menunduk.
"Sorry Bos!"
"Siapa yang ingin memegang anakku tangannya harus higenis, jangan sampai Angeliaku terkena kuman...
Termasuk Mommy, kakek dan kau Bulan!"
"Bukakan pintu mobil untukku!"
Mike membukakan pintu untuk Kenzo. Kenzo masuk kedalam mobil lebih dulu, dia tidak melepaskan Angelia dari pelukannya.
Mommy, Bulan dan Bu Acy hanya saling menatap satu sama lain, sikap Kenzo terlalu sombong dan terlalu protektif pada Angelia.
Di mobil Angelia terus menggeliat, dia mulai merengek mungkin karena sudah merasa haus.
"Cup cup cup..
Kenapa sayang?"
__ADS_1
Ucap Kenzo sambil sedikit menggoyangkan dekapannya.
"Mungkin dia haus Kenzo, berikan Angelia padaku..."
Kenzo lalu memberikan Angelia ke pangkuan Bulan.
"Ayo cepat beri anakku ASI. Dia kehausan...!"
Kenzo begitu khawatir.
"Di rumah saja, bentar lagi juga sampaikan..
Aku malu karena ada Mike!!"
Bisik Bulan.
****
Merekapun sampai di rumah Kenzo, semua penjaga dan Anak buah Kenzo menyambut kedatangan Angelia.
"Selamat datang Nona kecil, Angelia Sminth"
Semuanya menundukkan kepala memberi hormat.
"Terimakasih semuanya...
Lihat Anakku ini, ini baru snow white di dunia nyata...
Benarkan?
Anakku ini calon Miss Universe!!"
Ucap Kenzo dengan bangga.
Bulan hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat sikap Kenzo yang berlebihan tapi membuatnya ingin tertawa.
Tangisan Angelia membuat rumah Kenzo semakin ramai.
kakek pun menyambut bayi cantik itu dengan gemas.
"Duhh lucu sekali kau ini cucu buyutku, kalau begini kakek mau hidup sehat karena ingin melihat Angelia tumbuh dewasa."
'Ooaa oooa..'
Tangis Angelia karena haus.
"Bulan, ayo cepat susui Anakku, kasian dari tadi kehausan ya?
Ayo sayang kita ke kamarmu..."
Kenzo berjalan lebih dulu diikuti Bulan dibelakang.
"Atika, menantu mu itu luar biasa, dia mampu merubah Kenzo enjadi selembut itu."
***Di kamar Angelia***
"Sini sayang...
Mana anak Ibu yang cantik? Haus yaa?"
Bulan mengambil Angelia dari pelukan Kenzo dan memangku nya.
Angelia benar-benar kehausan, ia menyusu kuat sekali.
"Pintar anak Ibu cepat besar ya?"
Bulan mengelus rambut Angelia yang tebal dan hitam seperti rambutnya.
"Ibu?
Mommy Bulan !"
Protes Kenzo sambil duduk di sofa bersama Bulan.
"Terserah aku, Aku kan Ibunya, memang kenapa kalau panggil Ibu?"
"Itu terlalu Indonesia..."
"Lalu kenapa? Bukankah Kau dan Angelia memiliki Ibu yang berasal dari Indonesia?!"
Tanya Bulan ketus.
"Itu benar, kau memanggil Ibumu 'Ibu', Aku memanggil Ibuku 'Mommy', dan Angelia harus punya sebutan lain..."
Jelas Kenzo sambil menyolek-nyolek pipi Anaknya yang tengah menyusu.
"Kalau begitu bilang saja Angelia memanggilku dengan sebutan lain!
Jangan bilang terlalu Indonesia! Jangan bawa-bawa Negara seperti itu dong! Nanti bisa perang!"
Bulan cemberut dan membelakangi Kenzo.
"Hey berbalik lah, Aku ingin melihat Miss Universe ku, Bulan!
Ayo berbalik, Angelia itu anakku!"
Bulan kembali ke posisinya semula.
"Dia ini Anakku!" Bulan menirukan gaya bicara Kenzo.
__ADS_1
Hello...!!
Aku yang mengandungnya selama 9 bulan, Aku yang melahirkannya dengan bertaruh nyawa, tapi kau yang merasa punya jasa paling besar untuk memiliki Angelia?"
"Enak saja kalau bicara, kau fikir kau bisa mengandung Angelku ini seorang diri Hhah?
Aku bekerja keras siang malam untuk mentrasfer benihku,
Apa kau fikir itu tidak melelahkan?
Keringat membasahi tubuhku, tapi kau?
Cuma diam menikmati, matamu terpejam, mulutmu itu berisik! Daan..."
'Ssstttt!!'
Bulan mendekap mulut Kenzo.
"jangan dilanjutkan!"
Wajah Bulan memerah.
"Itu benarkan?"
Kenzo menggelitik pinggang Bulan.
"Kenzo, diam... kau bisa membuat Angelia bangun!"
Bisik Bulan sambil mencubit Kenzo.
Kenzo lalu memperhatikan wajah mungil Puteri nya yang kembali tertidur.
"Sudah ya minum susunya..?
Hhmm..."
Kenzo melirik genit pada Bulan.
"Kenapa?!"
"Aku harus cuti dulu ya?"
Sambil terus melirik dada Bulan.
Bulan dengan sigap menutup kembali kancing bajunya.
"Kenapa di tutup, biarkan saja...
Kalau aku tidak boleh merasakannya setidaknya aku melihatnya."
Kenzo merengek seperti anak kecil.
"Ihh kamu apaan sih"
Bulan menepis tangan Kenzo yang biasa menjelajah.
"Melihat Angelia menyusu padamu aku jadi iri...hehehe"
Bulan menahan tawa, namun sikap Kenzo itu membuatnya geregetan.
Bulan membaringkan tubuh mungil Angelia di atas tempat tidurnya yang sudah disiapkan sedemikian rupa.
Kenzo lalu berdiri dan memeluk Bulan dari belakang.
"I love you sayang..."
Kecupan mesra mendarat di kepala Bulan.
Tangan Kenzo mulai usil, tangannya perlahan hendak menyentuh gunung kembar Bulan, tapi Bulan mencubitnya.
'Aaawwhhh'
"Cuma pegang, masa tidak boleh?!"
"Jangan pegang-pegang, sekarang ini milik Angelia, kalau kau sentuh bahkan kau..?"
Bulan tidak meneruskan kata-katanya.
Kini Kenzo mendekap Bulan dihadapannya.
"Kau apa..."
Kenzo menggoda Bulan.
"Pokoknya tidak boleh! Nanti ada kuman gimana?"
Kenzo lalu berfikir.
"Benar juga...
Hhmmm aku harus bersabar"
Kenzo lalu ******* bibir Bulan tanpa basa-basi.
"Kenzo berbahaya! Aku harus menjauh dari orang yang hyper *** seperti dia,
kalau Aku terus meladeninya seperti ini, bisa-bisa Angelia berumur satu tahun dia sudah punya adik..."
Gumam Bulan dalam hati.
__ADS_1
Siapa yang suaminya seperti Kenzo??
Awokawok... bahaya bukan main... 😁😁