
Mike masih terpaku, rasanya tak percaya, kenyataan ini, membuat hatinya terharu.
"Aku tidak percaya, aku akan memiliki baby? Dan hari-hariku akan seperti Kenzo yang selalu bicara tentang anaknya di banding bisnisnya.
Hhhahh, terimakasih Tuhan, kau memberi anugrah terbesar pada pria seburuk diriku"
Aku menatap wajah Mike yang begitu bahagia, ia tersenyum. Senyumannya sangat manis, ini kali pertama aku melihat senyuman di wajah dinginnya itu. Atau mungkin, aku orang pertama yang melihat senyum bahagianya itu.
"Kau...bahagia?"
Tanyaku sedikit ragu.
"Pertanyaan macam apa itu? Kau tidak bisa melihatnya!? Aku...Aku..."
Mike lalu memelukku sambil berputar.
"Terimakasih Rere...terimakasih, kau wanita yang luar biasa, kau membuat hidupku lebih berwarna..!!"
"Iyaa iyaa...tapi hentikan Mike, aku takuuttt!!"
Aku memeluk Mike semakin erat.
"Baiklah..."
Mike lalu merebahkan ku di atas ranjang. Menatapku sambil membelai rambutku dengan penuh kasih sayang.
"Kalau kau bertanya apa aku bahagia menjadi seorang ayah, lantas, bagaimana perasaanmu ketika kau tau akan menjadi seorang ibu?"
"Aku..bahagia"
Jawabku pelan.
"Sepertinya kau masih meragukanku? Kau tenang saja, aku akan belajar banyak pada Bosku Kenzo, bagaimana menjadi ayah dan suami yang baik."
"Benarkah?"
"Benar, dan aku akan belajar juga pada si bujangan yang kesepian itu bagaimana cara bersikap lembut pada wanita"
Aku tersenyum, hati ini terasa begitu senang. Mike mau merubah dirinya atas kemauan dirinya sendiri.
"Mmmm, aku ingat sekali bagaimana Nona Bulan ketika mengandung Angelia. Ia selalu mual, dan menginginkan hal aneh...
Lalu kau? Apa kau seperti itu juga saat ini?"
Tanya Mike sambil mengelus perutku.
Aku menggelengkan kepala, karena setelah seminggu telat datang bulan, aku memang tak merasakan apapun.
"Aku tidak merasa mual atau aneh, biasa saja"
"Benarkah? Ayolah Rere, jujurlah padaku, jangan simpan lagi rasa takutmu padaku, katakan saja apa yang kau inginkan?"
Aku kembali berfikir, memang tidak ada hal apapun yang ku inginkan.
"**..Tuan, mmh maksudku Mike, aku memang tidak menginginkan apapun. Mendengar kau ingin berubah menjadi yang ku inginkan itu sudah lebih dari cukup"
aku tersenyum padanya, namun wajahnya kini kembali dingin.
"Apa kau mengira aku tak punya cukup uang untuk membahagiakanmu?!"
Aku menggelengkan kepala.
"Uang bukan segalanya Mike, lagi pula aku tidak berfikir seperti itu, aku bahagia jika kau bahagia akan hadirnya anak di rahimku ini"
Kali ini Mike mengecup keningku tanpa hasrat, aku merasa ia melakukannya dengan kasih sayang.
'CHUPP'
"Kau wanita yang baik Rere, padahal Aku selalu menyakiti hatimu "
Ia lalu mendekatkan telinganya di perutku.
"Halo...kau bisa mendengar suara dady mu ini? aku tidak tau kau anak laki-laki atau perempuan, tapi kau harus tau, aku akan menjagamu dan mommy mu sampai akhir nafasku, karena aku bodyguard terbaik Bos Kenzo, dan akupun berjanji akan menjadi Bodyguard terbaik untukmu juga..."
'chupp'
Mike mencium perutku, hatiku benar-benar terharu, bahkan aku sampai meneteskan air mata.
"Kau menangis? apa ada kata-kata ku yang menyakitimu Rere?"
__ADS_1
Aku menyentuh pipi Mike sambil tersenyum.
"Aku menangis bahagia, boleh aku memelukmu Tuan Berwajah dingin?"
Mike tersenyum dan merentangkan tangannya.
"Tentu saja, ayo kemarilah, aku milikmu"
Air mataku semakin mengalir, perasaanku campur aduk, kini tidak ada kegundahan akan hidupku di masa yang akan datang. Aku mendekap tubuh Mike yang sudah bersiap menerima pelukanku, dan ia membalasnya sambil tak henti mencium keningku.
"Tuhan, aku bahagia...anugerahmu sangat luar biasa, terimakasih Tuhan, terimakasih! !"
dalam hati Mike.
"Mike, boleh aku minta sesuatu?"
tanya ku dengan ragu.
"Katakan saja, apa yang kau inginkan? makanan, minuman, jalan-jalan? atau aku harus melakukan apa agar kau bahagia?"
Aku terkekeh melihat ekspresinya yang sibuk itu.
"Tidak...aku tidak mengingankan itu, aku hanya ingin pulang ke Australi, 2 minggu disini membuatku bosan, terlebih udaranya sangat dingin, rasanya aku mau flu."
"Flu? oohh baiklah, kalau begitu kita harus lekas pulang, aku tidak mau kau sakit, karena kau tengah mengandung anakku.
Kalau begitu aku akan segera memesan tiket pesawat, dan biarkan aku yang mengemasi semua barang kita, kau duduk manis saja, ok?"
"Tidak mau! aku bukan wanita malas Mike"
jawabku sambil mencoba mengambil koper di dalam lemari.
"Hey! Kau ini kenapa bandel?! Aku bilang duduk manis ya harus duduk! koper itu berat, aku tidak mau anakku kenapa-kenapa, kau mengerti? ayo kau duduk disini saja, lihat pria hebat sepertiku mengemasi barang, dan makan ini,"
Mike menaruh beberapa makanan dan cemilan di atas meja
"Oyaa, buah! aku akan mengambil buah di lemari es, kau tunggu disini"
Ia bergegas mengambil buah yang ia maksud.
"Ayo makan semua buah ini, buah kan sehat!"
sahutku sambil tutup mulut.
Mata Mike membulat, wajah dinginnya kembali hadir di depanku.
"Kau harus banyak makan buah! kau harus..."
"Aku tidak suka buah!"
"Kalau begitu biar aku menyuapimu"
Aku menggelengkan kepala, membuat Mike semakin geregetan.
"Aarrggh kau ini! lalu kau mau makan apa?"
"Aku tidak mau makan apapun, aku kan tidak lapar"
"Baiklah, kali ini kau akan ku biarkan, tapi jika pulang nanti, kau harus banyak makan, terutama buah dan sayur..."
ucap Mike sambil kembali mengemasi barang-barang kami.
Aku terkekeh.
"Kau seperti dokter saja"
"Kau ini bagaimana, aku sudah bilang aku akan berubah jadi lebih baik lagi..."
"Iyaa iyaa...aku pun akan berusaha agar menjadi istri dan ibu yang baik"
Mike menatapku dengan wajah sendu.
"Rere, bolehkah aku mencium mu?"
"Kau, bertanya akan hal itu? biasanya kau melakukan itu tanpa permisi?!"
"Baiklah...kalau begitu aku menunda untuk mengemasi barang kita, saat ini aku ingin bermesraan dulu dengan mu..."
"Mike..."
__ADS_1
ia lalu memelukku kuat dan terbaring di tempat tidur. Dan terjadilah berenang di lautan surga.
****
Malam minggu yang luar biasa. Nic dan Jesy menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan, makan dan mengobrol santai. Sampai mereka tak menyadari waktu sudah menunjukkan pukul 1 pagi. Dan akhirnya Nic mengantar Jesy pulang ke rumahnya.
"Terimaksih..."
Ucap Jesy dengan senyum.
Nic yang begitu manis pun menunduk sambil tersenyum malu, membuat Jesy kebingungan.
"Kok, kamu tertawa diam-diam? Apa ada yang lucu?"
Tanya Jesy heran.
"Tidak, tidak lucu sama sekali. Justru aku takut"
Jawab Nic sambil mengusap-usap lehernya, ia tengah gugup.
"Ayolah Nic...pasti ada yang salah padaku kan?"
Jesy mengerenyitkan dahinya.
Kini Nic menutup wajahnya dengan sebelah tangannya.
"Tidak ada...hanya sajaaaa"
Jesy semakin jengkel.
"Hanya apa Nic? Kau ini menyebalkan!"
"Li..lihatlah bajumu, Jes"
Nic terbata-bata, dan ia masih menutupi wajah nya, menyembunyikan senyum nakalnya dari Jesy.
Jesy pun menunduk perlahan, dan...
"Aaawwwwhhh!!"
Ia lalu membalikkan badan membelakangi Nic, meremas bajunya menutupi apa yang terlihat di dalamnya.
wajah Jesy eketika merah karena malu. Ia kikuk dan salah tingkah.
"Kk..kau! Kenapa baru mengatakannya Nic!? Kau pasti sudah melihatnya dari tadi kan? Ayo jawab!!"
Jesy mencoba mengancingkan kembali bajunya, tapi sayang kancing bajunya ternyata copot.
"Aku baru melihatnya Jesy, itupun tidak sengaja. Jika aku melihatnya sejak kau masuk ke dalam mobil, tentu aku tidak akan fokus menyetir"
Nic terkekeh.
"Uuuwwhhhhh bohoongg!!"
Teriak Jesy karena merasa malu sekali.
"Aku tidak pernah berbohong, sudah santai saja, aku tidak apa-apa kok"
Nic bergurau, membuat Jesy semakin meremas kuat bajunya.
"Jelas bagimu tidak apa-apa! Itu kan yang kau inginkan?!"
"Jangan menuduhku seperti itu, kau tidak lihat aku memalingkan wajahku dari tadi...?
Jika kau menuduhku seperti itu,
Kemarilah, biar aku bantu untuk mengancingkan bajumu"
"Tidaaakkk...!!"
Jesy berteriak.
"Ahahaha...Just kidding..."
Nic lalu membuka jasnya, menyelimuti tubuh Jesy dengan mata yang masih terpejam.
"Pakailah, tutupi bagian depanmu itu, jangan sampai aku melihatnya, aku ini pria yang sangat normal"
Ucap Nic sambil tersenyum.
__ADS_1
Ah.. untung Nic yang tahu, kalau Kenzo dan Mike sudah beda lagi ceritanya ya mak say.. 😉😉