
"Tuan Mike, Nyonya Rere, silahkan masuk"
Rere segera bangkit dari duduknya. "Baiklah"
jawabnya dengan semangat.
Tapi Mike justru terheran-heran.
"Mengapa namaku yang disebut duluan? memangnya aku yang hamil?"
Rere cekikikan.
"Sudahlah, kau kan suamiku, apa bedanya? ayoo..."
Rere menarik tangan Mike untuk segera masuk kedalam.
"**..ta..api..."
"Ssssttttt!!!"
Rere dan Mike mulai masuk dengan hati yang berdebar.
"Silahkan duduk Tuan, Nyonya"
Ucap dokter spesialis obgyn itu ramah.
Mike dan Rere pun duduk berdampingan.
"Perkenalkan, saya dokter Bianca, apa ini kehamilan anak pertama?"
"Iya.."
jawab Mike dan Rere bersamaan.
"Sudah berapa lama telat datang bulan?"
tanya dokter itu yang justru menatap Mike.
Mike tertegun sambil melebarkan matanya.
Terlebih Rere yang ikut mendesaknya untuk menjawab pertanyaan dokter Bianca.
"Sstt, Mike, ayo jawab, kenapa diam saja?!"
"A...apa? yang benar saja!?"
jawabnya sedikit menekan nada suaranya.
"Apa Tuan lupa kapan terakhir datang bulan?"
Sambung sang dokter yang semakin membuat Mike tak habis fikir.
"Jawab Mike?!"
lagi-lagi Rere memaksanya untuk menjawab pertanyaan yang tidak ia mengerti.
"Kalian tidak bisa lihat?! aku ini laki-laki, lihat otot-otot di tanganku ini, dan ini...!"
Mike mengangkat separuh bajunya, menunjukan perutnya yang six-pack.
Tapi dokter itu masih kekeh dengan pertanyaan nya.
"Maaf, saya tidak menanyakan seberapa berototnya tubuh anda, yang saya tanyakan kapan tanggal anda telat datang bulan?!"
'Brakkkk! !!'
Mike bangkit dan menggebrak meja.
"Mata anda buta ya!? aku ini pria sejati, jadi tidak datang bulan! kalau tidak, mana mungkin aku bisa menghamili istriku?"
Rere menepuk dahinya.
"Mike, jangan kasar begitu sama dokter, itu tidak baik"
ucap Rere lembut sambil mengelus lengan Mike yang tengah naik pitam.
"Yang tidak baik itu kalian berdua! masa menanyakan datang bulan kepada ku? yang hamil itu kau Rere! "
Dokter itu langsung berdiri.
"Ya sudah, kalau begitu kita lakukan USG"
"Ohh aku sudah tidak sabar ingin melihat anak kita..."
jawab Rere gemas.
"Baguslah, cepat lakukan. Sebelum aku belah meja ini menjadi dua!"
tegas Mike yang masih merasa muak.
Lalu datanglah dua suster memegangi kedua tangan Mike.
"Ayo Tuan, silahkan naik ke ranjang itu untuk melakukan USG "
Kedua suster ini dengan gagahnya memaksa Mike berbaring di ranjang pemeriksaan.
"Cepat angkat bajunya! "
perintah dokter itu"
__ADS_1
Suster itu lalu mengangkat baju Mike.
"Otot perut yang bagus..."
puji dokter itu.
"Hei lepaskan! seharusnya kau periksa istri ku, aku ini suaminya!"
"Ayo dokter cepat lakukan USG "
Ucap Rere dengan gemas.
"Lepas! kalian ini gila yaaa?!"
teriak Mike sambil meronta, tapi suster itu tidak melepaskan Mike begitu saja.
"Rere, kita pasti salah rumah sakit. Ini pasti rumah sakit jiwa!"
"Tidak My husband... ini rumah sakit terbaik di Ausi..."
"Suster, cepat ambilkan suntikan!"
"Baik dok"
"Apa? aku takut suntikan! dok, please jangan! jauhkan suntikan itu dariku! aaarrggh! "
Mike berteriak histeris.
"Diam Mike, kau membuat telinga kami berdengung!"
ucap Rere geregetan.
"Jangaaan! aku takut di suntik...!" Mike terus saja meronta dan memohon.
"Mike diamlah! kau ini hanya berani menyuntik wanita dengan pistolmu, tapi ternyata kau takut di suntik!
dasar payah!"
umpat Rere sambil memalingkan wajah menahan senyum.
"Apa? kau bilang aku payah!?"
"Dokter cepat suntik suamiku!"
"Baik Nona"
jawab dokter Bianca sambil memegang suntikan sebesar jari telunjuk, dengan ujung jarum yang mengkilat terkena cahaya lampu.
"1, 2, 3...! suntik di!!"
"Aaarrggh! jangan suntik akuuuu!"
******
keringat membanjiri wajahnya Mike. Gelak tawa Kenzo, Nic dan Bulan membalikan kesadaran Mike dari tidurnya.
Ia tengok kanan kiri, ternyata ia lega karena bukan dirinya yang di paksa di suntik dan melakukan USG.
"Aku...aku..mimpi buruk "
ucapnya gemetar.
"hahahah hahahahaha!!"
"Kau mimpi buruk? aku baru tau kalau kelemahan bodyguard terhebat dan sekuat Mike adalah suntik...bhahahahah!"
Nic tertawa terpingkal-pingkal, begitu juga Kenzo dan Bulan.
Rere pun ingin melakukan hal yang sama, tapi ia menahannya.
"Kau berteriak keras sekali, setakut itukah kau dengan suntikan?"
Mike menatap dingin pada Rere.
"Aneh yaa, pria yang hobynya menyuntik para wanita, tapi takut dengan suntikan?!"
Rere terkekeh sambil menyeka keringat di kening suaminya.
Mike masih mengatur nafas, mengabaikan tawa para sahabatnya. Tapi yang membuat ia bingung adalah...
"Hhhhhh, mengapa kata Rere persis seperti dalam mimpiku! menyebalkan!"
Setelah selesai pemeriksaan, mereka semua pulang dengan hati yang berbunga.
****
"Dua janin kembar?!"
ucap Nic shok bukan main.
Dua pria tampan lainnya tersenyum penuh kemenangan sambil bersulang.
'cheers '
Kenzo dan Mike mengadukan gelasnya.
"Kita sudah beberapa langkah di depan mu Nic, salah mu juga terlalu lama sendiri, padahal wanita sangat banyak"
ucap Kenzo meremehkan.
__ADS_1
"Hahaha, lihat wajahnya, jangan menangis Nic..."
timpal Mike meledeknya.
'Hhhhh'
Nic hanya mendengus kesal.
"Sudah cukup, jangan menggodanya terus, aku takut setelah pembicaraan ini Nic mengajak Jesy untuk Cek in di hotel, dengan harapan 2 minggu menuju pernikahannya Jesy sudah... ?"
Kenzo mengedipkan matanya. Sedangkan Mike kembali tertawa.
Hari ini memang sangat membahagiakan untuknya dan Rere. Betapa tidak? hasil pemeriksaan USG menyatakan Rere mengandung 2 janin kembar, walau jenis kelaminnya belum bisa di lihat, karena usia kehamilannya baru menanjak 5 minggu. Dan itu membuat Nic semakin galau.
Hatinya mulai sesak ketika mendengar tawa Kenzo dan Mike di atas penderitaannya.
"Cukup!"
bentak Nic sambil bangkit berdiri.
"Heyy pria gagah yang takut dengan suntikan! dan kau pria tampan dan kaya yang takut istri! "
ucapnya sambil menunjuk tajam wajah kedua sahabatnya.
"Sudah ku putuskan, aku akan mempercepat pernikahanku dengan Jesy, yaitu satu minggu dari sekarang! dan aku akan perintahkan orang-orang Ku untuk menebar seluruh undangan malam ini juga!"
tegas Nic dengan mantap dengan hati yang tidak terima sudah kalah start.
"Waaaaaahhh....
thats good idea..."
jawab Kenzo sambil tepuk tangan.
"Aku akan perintahkan anak buahku untuk membantumu"
sambung Mike.
"Kalau begitu, besok pagi tim WO harus sudah beraksi...
dekorasinya harus luar biasa, dan semoga 2 wanita hamil itu tidak ikut campur...
karena terkadang pola fikir wanita yang tengah mengandung itu agak aneh...!"
Mike lalu ikut berdiri dan merangkul bahu Nic.
"Seminggu lagi ya? kau akan segera menjadi suami...
Mmmm, Bos, bagaimana kalau kita ganggu bulan madunya?
ahahaha...!"
Mike terbahak, hingga ia mendapatkan hantaman dari siku yang di ayunkan ke perutnya.
'bughh'
'Oouuhh shitt!'
pekik Mike sambil memegang perutnya.
Kenzo anya geleng-geleng kepala menyaksikan kekonyolan Mike dan Nic.
"Sudaah, biarkan Nic bersama Jesy selama 28 jam sehari"
ucap Kenzo sambil terkekeh.
"Just kidding, aku tentu tidak akan mengganggu surga dunia yang baru kau cicipi itu Nic...
Aku jamin dia tidak akan membiarkan Jesy tertidur pulas! bhahahah..."
"Yupp, memang itu rencanaku. Dasar peramal, selalu tau apa yang ada di benak seseorang"
kata Nic sambil tersenyum sinis pada Mike.
"Memang kau tidak tau Nic? Mike itu seperti wanita Gipsy, selalu bisa membaca fikiran orang lain..."
timpal Kenzo yang kini meledek Mike.
"Kau benar, tepatnya wanita Gipsy yang takut dengan suntikan!"
Mata Mike melotot pada Nic.
"Sssstttt! diamlah tukang gosip! jika anak buahku tau, bisa turun reputasiku! aahhh!!"
"Kenyataan kadang memang kejam, ck ckck..."
Kenzo geleng-geleng kepala sambil meminum Vodka yang menemaninya berbincang hangat dengan kedua sahabatnya itu.
"Yaa benar, kenyataan bahwa Kenzo sangat takut dengan istrinya pun itu suatu kenyataan yang tragis.
Bagaimana tidak, Kenzo yang berdarah dingin, mudah mencair hanya dengan senyum atau amarah Bulan! ? hahahhaha..."
Kenzo hanya memutar bola matanya, dia tidak mengelak sekalipun Nic dan Mike tertawa terpingkal-pingkal. Karena apa yang di ucapkan Nic itu benar adanya.
Di tengah senda gurau ketiga pria macho itu, datanglah Jesy sambil membawa banyak makanan.
"Seru sekali?!"
serunya sambil tersenyum.
__ADS_1
Nic segera datang padanya.
Ikuti terus kekocakan keluarga koplak... Jangan lupa kebaikan hati para readers memberikan Like Coment, vote, dan hadiah sebanyak banyaknya....