
"Bos kau rela menggelontorkan uangmu sebanyak itu untuk iblis betina seperti Noni??"
Tanya Mike sedikit terkekeh.
"Semua uang itu untuk keselamatan Istriku, Noni sudah main dengan mencoba menekan ku, Aku membalasnya dengan murah hati saat ini, tapi next time jika dia berani mengancam ku akan menjual Bulan pada orang lain,
putus sudah kontraknya dari dunia ini..."
Jelas Kenzo sambil mengepalkan tangan.
"Haha...Bos ku ini memang orang yang pandai bermain cantik,
Oya, Aku belum mengucapkan selamat padamu atas kehamilan Nona Bulan... "
Kata-kata Mike membuat Kenzo tersenyum.
"Thanks brtother...
Aku memang tepat mengangkat mu sebagai pemimpin anak buahku..."
Kenzo menepuk-nepuk bahu Mike, membuatnya merasa tersanjung.
"Itu suatu kehormatan dapat melayani keluarga Sminth yang terhormat"
Sedangkan di kediaman Kenzo, Bulan tengah mondar-mandir di depan teras, banyak anak buah Kenzo yang menasehatinya agar segera masuk karena jam sudah menunjukkan pukul 12 malam.
"Nona, sebaiknya Nona menunggu Bos Kenzo di dalam saja, udara malam tidak baik untuk Ibu hamil, mari kami antar"
Ucap salah satu anak buah Kenzo dengan penuh kesopanan.
"Aku tidak mau! Aku mau menunggunya disini!"
Bentak Bulan keras kepala, Kakek saja tidak dia indahkan kata-katanya malam ini.
Kegundahan memenuhi hati dan fikiran nya.
"Kenzo, Ibu...Aku tidak mau terjadi hal buruk pada kalian..."
Gumam Bulan dalam hati.
Tidak lama kemudian klakson mobil terdengar begitu riuh, sorot lampu mobil bak lampu tembak menyorot gerbang rumah Kenzo, hati Bulan semakin tidak tenang.
Suara mobil saling bersahutan.
Pintu gerbang di buka, 5 mobil termasuk mobil Kenzo masuk kedalam, mobil mereka dengan lekas berjejer terparkir rapih.
Kenzo melihat Bulan yang tengah berdiri di teras luar.
Sambil membuka safety belt nya dia menggerutu.
"Perempuan nakal ! Kenapa jam segini dia belum tidur?! Apa dia mau tebar pesona pada anak buahku?!
Dia pun tidak memikirkan anakku yang tengah dikandungnya, membiarkan bayi se mungil itu ikut dia bergadang, Hhhhh!"
Kenzo turun dari mobilnya, melangkah dengan gagah pada Bulan, maksud hati ingin memarahi Bulan karena sudah larut malam begini masih seliweran di luar rumah, tapi niatnya pun lenyap ketika Bulan menubruk tubuhnya yang tinggi dengan pelukkannya.
"Kenzo, Aku dari tadi terus memikirkan mu...Aku takut hal buruk terjadi pada kalian," air mata Bulan mengalir deras.
'Nyeessss'
Rasanya sejuk bagai tersiram air es di Gurun Sahara, sejuk.
Kenzo pun tersenyum dan membalas pelukannya.
"Sejak kapan kau merindukanku perempuan nakal?!"
Kenzo mengecup kepala Bulan pipi kanan dan kiri.
"Sejak tadi..."
Jawab Bulan polos.
"Sejak tadi dan seterusnya ya?"
Kenzo mengarahkan ciumannya ke bibir Bulan, rasanya sangat di sayangkan melihat bibir Bulan yang menganggur ia biarkan saja.
Wajah Bulan memerah.
"Kau ini apa-apaan?!
__ADS_1
Dasar tidak punya malu, lihat mereka melihat kita?!"
Bisik Bulan sambil mengelap bibirnya.
"Aahh ...Aku tidak peduli...
Lagi pula kau kan Istriku, ayo cepat masuk"
Kenzo menarik tangan Bulan.
"Tunggu!"
Kenzo pun mengurungkan langkahnya.
"Ada apa?"
Tanya Kenzo dingin.
"Apa kau mencelakai ibuku?"
Mata Bulan sudah berkaca-kaca.
"Tidak"
Jawab Kenzo singkat.
"Bohong!"
Sahut Bulan tak percaya.
"Kau tanya saja Mike!"
"Itu sama saja, anak buahmu kan mengikuti intruksi Bos nya?!"
Wajah Kenzo mulai terlihat tak nyaman dengan tuduhan Bulan.
"Aku sudah mengatakan yang sejujurnya!
Jika Ibumu mati hari ini, besok yang datang ke sini untuk minta maaf berarti arwahnya !
Kalau kau mau disini terus sampai pagi, silahkan ! Aku tidak melarang mu..!!"
Kenzo pergi menuju kamarnya dengan perasaan marah, membuat Bulan tidak enak hati dan merasa bersalah.
Jelas Mike semakin membuat Bulan menyesal sudah menuduh Kenzo tanpa bukti.
Bulan bergegas menuju kamarnya.
Dia membuka pintu kamarnya perlahan, nampak Kenzo tengah melepas jaket dan T-shirtnya, dia paling tidak bisa kalau tubuhnya kepanasan.
Bulan berjalan perlahan dan duduk di pinggir tempat tidur.
Memperhatikan Kenzo yang masih sibuk dengan aktivitasnya.
Kenzo masuk ke kamar mandi, dia membersihkan dirinya.
Bulan masih menunggu Kenzo untuk datang padanya seperti biasa dan tidur disampingnya.
Tapi setelah keluar dari kamar mandi pun Kenzo tidak menatap Bulan sama sekali.
"Dia mengabaikanku?! Dia tidak menatapku?Dia pasti marah!!"
Bulan memberanikan diri untuk meminta maaf.
"Kenzo...?"
"Hhmm"
Sahut Kenzo sambil menggosok tubuhnya.
"Aku...
Aku...
Emhh, Aku..."
Lidah Bulan terasa keluh, ternyata mengucap kata maaf pada Kenzo tidak semudah yang ia bayangkan.
Kenzo menoleh ke arah Bulan dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
"Aku apa?!"
Tanya Kenzo.
Bulan menundukkan kepalanya.
"Aku minta maaf"
"Untuk apa?"
Tanya Kenzo ketus.
"Kau, tidak menyakiti ibuku, maaf aku sudah menuduh mu yang tidak-tidak"
Sambung Bulan semakin menunjukkan penyesalannya.
"Bajingan sepertiku memang tidak mudah di percaya,
Tapi percayalah kalau aku masih manusia, jadi Aku masih memiliki hati"
Jelas Kenzo dengan ekspresi datarnya.
Jawaban Kenzo semakin membuat Bulan merasa bersalah.
"Kalau begitu terimakasih"
"Hhhmm"
Jawab Kenzo singkat.
Dia lalu berbaring di tempat tidur, tanpa menggoda Bulan dengan segala cara untuk bisa menikmati malam bersama walaupun Bulan tidak mengabulkannya. Tapi melihat Kenzo langsung terlelap, terasa ada yang hilang dari diri Bulan.
"Kau pasti lelah ya?"
Bulan memandang wajah Kenzo.
"Aku tau kau marah Kenzo, biasanya aku sering kesal karena kau selalu berusaha menggodaku, tapi melihatmu langsung terlelap seperti ini...
Huuhhff...kok berasa ada yang hilang, ya?!"
Betapa kagetnya Bulan ketika mata Kenzo terbuka lebar.
"Kalau begitu maumu apa, Bulan?
Aku merayu mu, salah..
Aku diam juga salah...
Lalu Aku harus bagaimana? Aku benar-benar tulus mencintai kamu, tapi ternyata kau tidak bisa membuka hatimu untukku..."
Kenzo berbaring membelakangi Bulan.
Bulan lalu menggoyang-goyang badan Kenzo.
"Kenzo...
Aku minta maaf...
Jangan marah seperti ini...
Kenzo...!"
Lalu tiba-tiba Kenzo berbalik dan memeluk Bulan dengan cepat hingga berbaring di tempat tidur dan Kenzo berada di atasnya.
"Aku ngantuk!
Kenapa mulutmu tidak bisa diam hhah?!
Dasar perempuan bawel !!
Kau tidak perlu minta maaf, kau hanya cukup menutup mulutmu, mengerti?!"
"Eemmhh...tapi..."
Kenzo langsung melancarkan aksi mencium dan me***at bibir Bulan hingga ia benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Tangannya yang dulu memukul dan mendorong untuk mengusir Kenzo, kini melingkar mesra di tubuh Kenzo yang kekar berotot.
Ruangan yang dingin ber AC sekarang terasa panas dengan pergulatan pasangan suami istri yang di mabuk cinta. Berbeda dari sebelum-sebelumnya, Kenzo kali ini bermain lembut dan penuh kehangatan.
__ADS_1
Tapi, saat senjata pusaka akan masuk ke lubang gua, Bulan mendorong Kenzo...
Selamat tahun baru... semoga kita-kita di beri kesehatan, panjang rejeki dan lebih baik dari tahun sebelumnya... 🤗🤗🤗