Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Kemeja Pink dan Dasi Kupu-kupu


__ADS_3

"Sayang, pakai baju ini ya? Kamu pasti saaangat tampan!"


Dengan mata berbinar dan tersenyum lebar Bulan menunjukkan baju yang ia pilih.


Kenzo mengucek matanya.


"Mataku yang bermasalah atau, lalu itu memang berwarna pink?"


"Kau benar sayaang, ini kemeja pink! Ayo pakai...aku ingin kamu pakai baju ini."


Bulan memberikan baju itu untuk dipakai Kenzo, tapi Kenzo malah mengelak dan mundur beberapa langkah.


"Tidak, Aku tidak mungkin memakai baju berwarna pink sayang, Aku bisa di tertawakan"


"Huuhhf... Kenzo! Kau ini bagaimana? Tadi kau memaksaku memilih baju untuk mu? Sekarang kau malah menolak?"


"Sayang? Dimana style-mu untukku yang keren itu? Pink? Oh..tidak tidak, lagi pula dari mana kau dapatkan kemeja pink itu?"


"Dari online shop kemarin! Entah kenapa fikiranku agak aneh, membayangkan kau sangat s***i memakai kemeja berwarna ini.


Ayolah sayang...?"


Wajah Bulan memelas.


"Sayang, Aku...


Aku pria kekar berotot , menggunakan kemeja pink?"


"Memang apa salahnya!?"


Bulan ngotot.


"Jelas salah sayang, Aku dan mungkin sebagian besar pria normal benci warna pink"


"Itu kan mereka!? Kamu jangan ikut-ikutan dong!


Aku mau kau pakai baju ini, se-ka-rang!


Kau dengarkan!


Gak ada tapi-tapi maupun alasan lainnya! Mengerti!?"


Kenzo masih terdiam, melihat Bulan bertingkah seperti dirinya dalam memberi perintah, dia berfikir, mungkin orang lain merasa jengkel terhadapnya sama seperti yang ia rasakan saat ini di depan Bulan.


"Kenapa diam?


Pakai baju ini, atau aku akan pulang ke indonesia!"


"Ja..jangan!


Ok ok.. Aku pakai! Tapi kau jangan pergi ya?"


Bulan membuang tatapannya dengan sok acuh. Ia lalu menyodorkan kemeja pink yang masih di gantung itu pada Kenzo.


Dengan tangan gemetar dan menelan ludah, Kenzo mengambil baju itu dan memakainya dengan berat hati.


"Ini bersejarah Kenzo! Ini pertama kalinya kau memakai baju berwarna pink. Huuhhf...kalau bukan karena istri tercinta, sudah ku robek baju ini!"


Gumam Kenzo dalam hati.


"Wah...ganteng plus tampan!"


"uuhhh gantengnyaa...kau tau sayang? artis Indonesia yang bernama Nicholas Saputra aja kalah ganteng sama kamu..!"


Bulan mencubit gemas pipi Kenzo, sedangkan Kenzo hanya tersenyum paksa, pura-pura terlihat bahagia.


"oya? apa benar begitu?"


tanya Kenzo mencoba merespon.


"hu'umhh"


jawab Bulan sambil mengangguk.


"sayang Aku tidak mengenalnya. kalau Aku kenal mungkin kepalanya sudah ku tembak karena ia memiliki selera yang buruk. Kau menyuruhku memakai baju ini karena terinspirasi darinya kan?"


"tidak, ide itu datang begitu saja di benakku. sudahlah kamu jangan banyak bicara, waktunya pakai dasi..."

__ADS_1


ucap Bulan sambil tepuk tangan dengan ria.


"jangan bilang kalau dasinya pun berwarna..?


oh my god !"


'PLAAKKK '


Kenzo menepuk jidatnya.


"kenapa?"


tanya Bulan bingung.


"jangan dasi kupu-kupu sayang, i dont like!?"


"tapi hari ini aku suka, sini aku pakaikan seperti biasa."


Bulan tersenyum sambil mengenakan dasi kupu-kupu itu di kerah kemeja pink Kenzo.


"hari ini bahkan aku takut menatap bayanganku di cermin!"


ujar Kenzo dalam hati.


namun sebagai suami idaman ia tentu tidak mau membuat istri yang ia cintai itu kecewa, terlebih ia mengerti Bulan memang kerap kali berfikir aneh ketika tengah mengandung. seperti saat ia mengandung Angelia, ketika itu ia ingin membeli rujak tapi Kenzo yang harus mengulek sambalnya.


"sudah jam 8 malam, aku harus menemui rekan bisnisku.


emmuuaach!"


Kenzo mengecup bibir Bulan.


"Rekan bisnismu pasti sangat terpukau dengan ketampanan mu hari ini..."


Bulan menebar senyum yang begitu lebar, rupanya ia begitu puas Kenzo menuruti apa yang ada di benaknya.


"mari aku antar"


Bulan menggandeng tangan Kenzo dan bersiap membuka pintu kamarnya.


'JEGGRREEK'


sapa pengawal yang berjaga di depan kamar mereka.


"ss...selamat, malam"


jawab Kenzo terbata-bata dengan rasa malu yang mencoba ia telan.


"Tuan Kenzo?"


para penjaga itu memperhatikan penampilan bos tampan mereka yang tidak seperti biasanya.


mereka saling bertatapan dan menahan tawa sekuat mungkin.


"bbbrrpppff... !"


mata sipit Kenzo yang tajam bagai mata elang pun menatap mereka dengan sinis. Membuat para penjaganya tertunduk tentu dengan menyembunyikan tawa mereka dalam hatinya.


"Malam ini Bos kalian begitu begitu imut dan ganteng kan?"


namun pertanyaan Bulan belum di jawab oleh para penjaga itu.


"Kenapa kalian tidak menjawab? apa kalian tuli?"


"Tuan Kenzo, Mmhhh... luar biasa!"


"kau dengar kan sayang? tidak ada yang salah dengan penampilanmu...


karena kalau pria tampan, memakai baju apapun akan tetap tampan"


"i..iya...sayang.


hehehe, aku belum pernah merasa setampan ini sebelumnya, terimakasih sayang"


jawab Kenzo bohong, namun ia masih mencoba membuat Bulan senang.


"uuhhh Kenzo...!"

__ADS_1


Bulan gemas sampai memeluk Kenzo begitu erat.


Rasa malunya belum berakhir, sampai kedua anggota trio coker alias cowok kekar dan keren itu menghampirinya.


Nic dan Mike terlihat tergesa-gesa .


Kenzo, apa kau sudah siap untuk berjumpa dengan...?"


Nic dan Mike menghentikan langkah kakinya. mereka tercengang melihat penampilan aneh dan menggelikan dari orang seperfect Kenzo.


sebelum Nic dan Mike terbahak, Kenzo terlebih dulu memberi isyarat dengan meredupkan matanya, menggerakkan bola matanya seraya menunjuk kearah Bulan. Nic dan Mike saling melirik, dan dalam hitungan detik merekapun paham.


"Jangan berdiri saja dan menatap kagum kepadaku! aku sudah siap, kalian lihat kan?


ayo beri pujian terhadapku! aku belum pernah merasa setampan dan semodis ini"


ucap Kenzo yang sebenarnya di hati kecilnya sudah ingin teriak dan merobek baju yang ia kenakan langsung dari tubuhnya.


"uuhhukkk!!"


Nic tersedak sampai tak mampu bicara karena sulitnya menahan tawa. Tapi Mike yang lebih dingin dan kurang peka dengan rasa humor lebih bisa mengontrol tawanya yang hampir pecah. Sungguh, Mike yang kurang memiliki rasa humor pun kali ini ingin tertawa keras melihat Bos-nya memakai stelan jas dengan kemeja berwarna pink dan dasi kupu-kupu berwarna merah.


"Perfect Bos! kau sangat mempesona"


celetuk Mike justru membuat Nic kembali tersedak.


"uhhukk uhhukk!"


Kenzo pun tau betul penyebab pria yang sudah ia anggap sebagai kakaknya itu batuk -batuk.


"Mmhhh Nic, sepertinya kau kurang fit hari ini? sebaiknya kita cepat menyelesaikan urusan yang akan memberiku keuntungan besar, tentu agar kau dapat beristirahat lebih awal, dan jangan lupa minum obat batuk ya?"


Nic masih belum sanggup bicara, ia hanya mengangguk.


"Nasehatmu akan di dengar oleh pria tukang batuk itu Bos, kalau begitu ayo, mobil anda sudah Aku kami siapkan"


terang Mike pada Kenzo.


"Sayang, aku berangkat ya? jangan tidur larut malam, jaga Angelia dan calon jagoanku ini"


Kenzo membelai rambut Bulan dan mencium perutnya yang masih datar.


"Dady pergi ya? emmuuaach! !"


"hati-hati sayang"


Bulan memeluk Kenzo.


"Tentu, jangan mengantarku sampai depan pintu, disini saja ya?


daaah, aku pergi. Sampaikan salamku pada Angelia"


Kenzo melambaikan tangan sambil kiss bye dari jarak beberapa meter.


Bulan pun membalas dengan melambaikan tangannya pada Kenzo.


Ketika mereka sudah berada di lantai dasar.


"bhhaaha hahahahaha!


Mike, sepertinya kau harus menelpon Dokter kejiwaan!"


Nic sukses tertawa lebar setelah sekian lama menahan tawanya.


"bhahaha hahaha,,,,


jika wartawan melihatmu seperti ini, kau akan di bully oleh orang se-Ausi Bos!"


"Ini bukti rasa cintaku pada Bulan!


hhh...entahlah, setiap mengandung ia selalu mempunyai ide aneh yang membuatnya bahagia.


Bahkan ia bahagia melihatku berpenampilan seperti ini. hhaahh..."


"waaww! penyiksaan dengan cara halus, Nona Bulan luar biasa!" sahut Mike sambil cekikikan bersama Nic.


"Ini baru satu bulan, dan masih ada 8 bulan lagi menanti kemauannya yang benar-benar aneh dan fantastic itu...

__ADS_1


Tuhan...kuatkan Aku!"


__ADS_2