
Kenzo dan Bulan saling bergandengan tangan. Sesekali Kenzo mengusap perut Bulan.
Mereka berjalan di sekitar taman, banyak anak-anak kecil berlari kesana kemari, Kenzo tersenyum melihat pemandangan yang manis itu.
"Bulan lihat, lucu sekali anak-anak itu, Aku jadi tidak sabar melihat anakku berlari kesana kemari dan Aku mengejarnya dari belakang,
Lalu kau memanggil kami untuk duduk di sebelah mu dan menyuapi kami berdua...
Aaahhh pasti sangat menyenangkan..."
Bulan tersenyum, dia melihat rona bahagia terpancar dari wajah Kenzo yang biasanya terlihat dingin dan menyeramkan.
'Duugh'
'Aaww'
Seorang anak perempuan terjatuh di depan Kenzo.
Kenzo terkejut lalu menggendongnya.
"Cup cup cup, kau tidak apa-apa?
Apa ada yang sakit?"
Kenzo membersihkan celana anak kecil itu yamg kotor.
Lalu ibu dari anak yang digendong Kenzo datang menghampiri.
"Duhh makasih Mas sudah menolong anak saya"
Ucap si ibu itu sambil mengambil anaknya dari gendongan Kenzo.
"Iya sama-sama."
Ucap Kenzo ramah. Namun anak kecil itu enggan di gendong sang ibu, ia malah merangkul kuat ke leher Kenzo.
"Aku mau main sama Om ganteng."
Bulan dan Kenzo tertawa melihat kepolosan anak itu, tapi Ibunya tentu merasa tidak enak.
"Tidak sayang, Om ny sibuk mau pergi...Yuk di gendong sama Mama..."
Lagi-lagi anak itu meronta.
"Tidak mau...
Aku mau main sama Om ganteng!!"
"Tidak apa-apa Nyonya, izinkan kami mengajaknya bermain"
Ucap Kenzo.
"Tapi nanti mengganggu kalian?!"
"Gak apa-apa Bu, kami tidak keberatan kok"
Bukan meyakinkan Ibu dari gadis kecil itu.
Mereka berdua mengajak gadis kecil itu bermain, mereka sangat bahagia.
"Namamu siapa?"
Tanya Kenzo gemas.
"Sarah.."
Jawabnya lugu.
"Waah nama yang cantik, cantik seperti orangnya"
Ucap Bulan dengan senyum.
"Nama Bulan juga cantik!"
Kenzo menatap genit pada Bulan.
"Kalau nama Kenzo sangat menyebalkan!"
Balas Bulan yang membuat Kenzo cemberut.
Bukan mencubit pipi Kenzo sambil tertawa.
"Yee...marah!
__ADS_1
Jangan cemberut dong...nanti gantengnya hilang lho..."
"Aku tetap ganteng mau bagaimanapun juga!"
Sahut Kenzo ketus.
"Huuh sombong...!"
Bulan kesal.
Gadis kecil itu lalu berlari ke Ibunya sambil melambaikan tangan pada Bulan dan Kenzo.
"Da...da...Om ganteng!"
Bulan dan Kenzo membalas lambaian tangan Sarah.
"Daa..
Sampai ketemu lagi yaa..."
Mereka menatap anak itu yang berlari girang.
Lalu tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Kenzo.
"Kenzo..."
Panggil orang itu lembut.
Kenzo lalu menoleh ke sumber suara itu, dia terperanjat setelah melihat wajah orang itu.
"Kkk...kau?!"
Kenzo mundur beberapa langkah. Matanya berkaca-kaca. Dia menunjuk wajah perempuan paruh baya yang masih terpancar kecantikkannya.
"Pergi kau dari sini!!!"
Kenzo menarik tangan Bulan, lalu perempuan itu menarik tangan Kenzo.
"Jangan pergi Nak, ini Mommy, Ibumu!!"
Bulan kaget mendengar pengakuan wanita itu.
"Kau tidak perlu mengingatkanku! Aku sangat mengenali wajahmu itu! Jangan menampakkan wajahmu di hadapanku lagi. Karena Aku menganggapmu sudah mati !!!"
Kenzo menarik tangan Bulan yang masih kebingungan. Orang-orang di taman itu menatap ke arah Kenzo.
Bulan memegang erat tangan Kenzo.
"Kenzo apa yang kau lakukan?! Ibu itu, adalah ibumu?
Kau tidak seharusnya berkata kasar padanya!"
"Diaaam...!
Tolong Bulan, jangan kau bahas itu, Aku takut kehilangan kendali!"
Tangan Kenzo mengepal, jantungnya berdegup kencang, emosinya sudah bergejolak bagai lahar yang siap meledak.
"Tapi Kenzo, dia Ibumu berarti dia mertuaku?"
Kenzo memegang kuat bahu Bulan, matanya merah dan berkaca-kaca, di bola matanya penuh amarah yang membara.
"Aku sudah memperingatkan mu! Jangan kau bahas tentang itu!!
Aku tidak mempunyai Ibu. Ibuku sudah lama mati!
Dan kau tidak punya yang namanya Ibu mertua, mengerti !!!"
Kenzo marah dan membentak Bulan.
Kini Bulan tidak berani mengatakan apapun.
Ketika mereka sampai di depan gerbang Rumah Kenzo, Atika memanggil Kenzo, rupanya diam-diam ia mengikutinya.
"Kenzo...
Sayang...Mommy kangen sama kamu Nak..maafkan Mommy sayang...maafkan..!"
Atika mencoba masuk ke dalam, namun Kenzo menyuruh security di rumahnya untuk menghalau dan mengusir Atika, ibu kandungnya sendiri.
"Penjaga! Jangan biarkan wanita ****** itu masuk ! Dan usir dia dari rumahku, Aku tidak mau melihatnya !!"
Kenzo sedang kacau, hatinya berkecamuk hingga sifat aslinya kembali lagi.
__ADS_1
Atika menangis dan meronta karena tangannya di tarik oleh penjaga-penjaga di rumah Kenzo.
"Kenzo... Maafkan Mommy...
Tolong dengarkan penjelasan Ibumu ini Nak..."
Kenzo menutup telinganya.
"Jangan banyak bicara kau wanita ****** !!! Atau anak buahku akan menutup mulutmu selamanya!
Kenapa wanita sejahat mu masih diberi umur panjang?!
Setidaknya jika kau masih berada di dunia ini kau jangan tunjukkan batang hidungmu di hadapanku!"
Bulan ikut menangis, dia tidak tega melihat Ibu Kenzo yang diperlakukan seperti orang yang berbahaya.
Bulan berlutut di depan Kenzo sambil mencakup kan kedua tangannya.
"Kenzo, Aku mohon..jangan perlakukan ibumu seperti itu, beri dia kesempatan untuk menjelaskan padamu..
Jangan perlakukan ia seperti orang jahat, dia wanita yang melahirkanmu!!"
Kata-kata Bulan tidak mempan untuk menasehati amarah Kenzo yang sedang dikuasai setan.
"Aku tidak pernah minta di lahirkan oleh wanita itu kedunia ini !!!
Dan biarkan dunia tau, bahwa perempuan itu tidak pantas di panggil Ibu !! Dia lebih pantas di sebut pengkhianat...Kau wanita kejam !!!"
Kenzo semakin naik pitam. Atika dan Bulan tak kuasa menahan tangis.
Bulan lalu bangkit dan berjalan menuju Ibu Kenzo.
"Lepaskan Ibu ini !!!!"
Bentak Bulan pada penjaga yang kekar berotot. Penjaga itu ragu dan saling menatap satu sama lain.
"Apa kalian tuli?
Aku bilang lepaskan!!"
Bulan memukul-mukul kedua tangan penjaga itu dan akhirnya melepaskan Ibu Kenzo.
Bulan lalu memeluk Atika seraya melindunginya.
"Jangan ada yang berani menyakitinya, termasuk kau, Kenzo!!"
Kenzo semakin murka, dia berjalan dengan penuh kebencian ke arah Ibunya.
"Bulan, sudah ku peringatkan kau agar tidak ikut campur urusanku!!
Lepaskan wanita menjijikan ini!!"
Kenzo menarik tangan Bulan dengan kuat hingga Bulan sedikit terhempas, tidak disadari hal itu membuat perutnya kontraksi.
Tetapi Bulan terus berusaha menghalau Kenzo yang tengah menarik Ibunya untuk pergi. Atika terus menangis pilu.
"Maafkan Ibu Nak...
Ibu mau menjelaskan hal yang tidak kau ketahui, setelah itu terserah padamu jika kau mau membenci atau bahkan menganggap Ibumu ini sudah mati"
Kenzo tidak bergeming, tidak ada rasa belas kasihan pada Ibunya sendiri.
"Tidak ada yang perlu kau jelaskan wanita ******, pergilah bersama selingkuhan mu itu!!"
'Buughh'
Atika jatuh tersungkur karena dorongan tangan Kenzo yang kuat untuk mengusirnya.
Bulan berteriak.
"Kenzo..!!!!
Jangan perlakukan ia seperti binatang! Dia Ibumu!!! Kau bisa berdosa !!"
Bulan mencoba menggapai tangan Ibu Kenzo, tapi para penjaga menghadangnya. Mereka menutup dan mengunci gerbang itu, membiarkan Atika menangis seorang diri.
Kenzo menggendong Bulan masuk kedalam, Bulan menangis sambil memukul-mukul Kenzo.
Kakekpun datang mendengar keributan diluar sanah.
"Ada apa ini?"
"Perempuan ****** itu, dia berani menunjukkan wajahnya di depanku dan datang ke rumah ini!!"
__ADS_1
"Atika?!"
Kakek berlari keluar memastikan apa Atika masih berada di rumah ini.