Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Malam Pertama part 2


__ADS_3

"Nic, apa kamu tidak bisa lebih cepat mandinya?"


Nic tersenyum licik.


"Kenapa? sabarlah, aku mandi memakan waktu yang cukup lama..."


"Please, jangan lama-lama!!"


"Oohh...aku tau, kau sudah tidak sabar ya?"


"Bukan begitu, aku takut! jadi... cepatlah keluar"


"Jangan takut, aku tidak akan menggigit mu, kau bisa menungguku dengan menonton tv atau melakukan hal lainnya, ok?"


"Mmm...baiklahh "


Nic kembali tersenyum licik.


"Sepertinya ketika aku keluar dari kamar mandi, aku akan segera mendapat pelukan dari Jesy...hahaha...akhirnya rencana ku berhasil juga."


gumam Nic dalam hati.


Nic mengendus seluruh badannya. Memastikan agar dirinya nyaman di peluk oleh Jesy malam ini. Sambil bercermin walau hanya berbalut handuk, ia bergaya sok cool.


"Nic, kau harus bisa menuntaskan misimu , selangkah lagi! Ok...?"


Gumam nya dalam hati menyemangati.


'Kreekk'


Nic keluar dari kamar mandi, tapi tidak sesuai harapannya, Jesy tidak langsung memeluknya, karena ia tengah berbaring sambil bersembunyi di balik selimut.


"Meleset!"


Gerutunya dalam hati sedikit kecewa.


Tapi Nic lalu menghampiri Jesy yang tengah ketakutan itu.


"Jes, are you ok?"


"Nic?!"


Jesy lalu duduk dan memeluk paha Nic, karena posisi Nic yang tengah berdiri.


Nic shock di buatnya.


"Nic, syukurlah...aku menunggumu dari tadi disini, aku takut!


Nic gemetar, sampai pistol miliknya perlahan menegang. Dengan gugup ia lalu memegang bahu Jesy.


"A..aku disini, kk..kau tidak perlu khawatir lagi, jika ada aku di sisimu, jangan ada yang kau khawatirkan"


"Kau bisa mengusir hantu?"


Jesy mengangkat wajahnya menatap Nic.


"Hantu? Aku kira itu cuma cerita fiksi untuk menakuti anak kecil. Kau percaya?"


Jesy kembali memeluk erat Nic, membuat pistolnya bertambah tegang.


'Fiuuhh'


Nic menghembuskan nafas.


"Entahlah, ya sudah kalau begitu, cepat tidur!"


Jesy menarik tangan Nic dengan kuat hingga menindihnya.


"Aaawwwhh!!"


Teriak Jesy terkejut.


"Kau berat sekali..."


Nic hanya tersenyum.


"Lalu kenapa kau menarik ku? Apa kau begitu takut dengan....?


Hantu!?"


"Stop! Jangan katakan lagi!"


Kini ia mendekap tubuh Nic yang ia bilang sangat berat itu.


"Lepaskan aku. Kau bilang tubuh ku berat bukan?"

__ADS_1


"Itu benar, tapi...


Tetap disini! Dont go anywhere!!"


Ucapnya sambil memejamkan mata.


Nic kembali tersenyum licik.


"Di...atas tubuhmu?"


"Hu'umhh..."


Jawab Jesy.


"Tapi, aku belum berpakaian!?"


Mata Jesy terbuka lebar, ia lalu melepaskan pelukannya.


"Kalau begitu, kau pakai baju dulu saja"


"Baiklah, tapi tunggu, kau mendengarnya?"


"Hiiihhh apaa?,ada suara apa? Nic aku takut..!!"


Jesy kembali mendekap Nic, tentu membuat Nic kegirangan.


"Yess!!"


"Sudahlah Jes, aku hanya salah dengar, lepaskan aku. Aku hanya menggunakan handuk, tubuhku kedinginan"


"Aku akan memelukmu lebih erat, tapi please jangan bergeser satu centi pun!"


Sahut Jesy yang memang sangat ketakutan dengan hal yang berbau horor, tentu ini bukan suatu kebetulan, Nic yang pandai mencari informasi jelas sudah mengintrogasi orang terdekat dari Jesy.


"Itu tidak cukup... Tubuhku lebih besar darimu, kau tidak akan sanggup menghangatkan tubuhku Jesy...


Sudahlah tidak ada hal yang perlu di takuti, biarkan aku berjalan menuju lemariku"


Ucap Nic modus. Padahal hal inilah yang di inginkannya, apalagi yang di harapkan pengantin pria di malam pertamanya, kalau bukan memiliki sepenuhnya dari wanita pujaannya.


"Pakai selimut!"


Jesy kembali menyarankan.


"Aku sih ok, tapi kau akan sesak nafas, sekarang saja nafasmu sudah mulai berat bukan?"


"Ok, tutupi tubuhku dengan selimut, namun aku harus memberi nafas buatan untukmu"


"Nafas buatan? Aku kan tidak pingsan Nic?!"


"Jadi, kau menunggu pingsan dulu ketika melihat hantu, lalu...baru ku beri nafas buatan?"


Lagi-lagi Nic modus, kenapa gak langsung goyang aja sih Nic?


Kan gak ribet


Tapi inilah bedanya Nic dengan Kenzo dan Mike, ia menyukai hal yang menantang namun lembut.


"Seperti ini"


'Chupp'


Tanpa ragu bibir Nic menyentuh bibir Jesy


Dag dig dug serrrr...ini first time ya Nic?


Mata Jesy hanya mampu menatap Nic dengan jantung yang berdebar.


"Oh Tuhan...jantungku! Rasanya mau copot! Kenapa berdegup cepat sekali?! Apa karena aku takut hantu atau...


Karena Nic menyentuh bibirku?"


Gumam Jesy dalam hati.


Perlahan, Nic mulai me****at bibir bawah Jesy dengan lembut. Jantung mereka berpacu lebih cepat.


Perlahan namun pasti, Jesy membalas ciuman itu. Tangan nya yang memeluk Nic karena takut, kini mulai mengelus punggung dan rambut Nic yang masih basah.


Ciuman semakin memanas, keringat mulai membasahi kening Jesy. Menyadari hal itu, tangan Nic mulai nackal...


Satu per satu ia membuka tali di piama Jesy. Jesy sempat melepaskan pa****tan dari bibir Nic, ia menahan tangan Nic yang hampir membuka piamanya.


"Kenapa? Apa kau kepanasan?"


Jesy terdiam walau hasratnya mulai merangkak naik ke ubun-ubun.

__ADS_1


"Jesy, bolehkah aku memilikimu seutuhnya malam ini?


Tentu tanpa rasa takut dan berat hati.


Aku ingin sekali, malam ini...?"


Nic menghentikan kata-kata nya sambil membelai lembut rambut Jesy.


"Aku...bersedia,


Suami ku...


Semua ini milikmu..."


Ucap Jesy dengan gugup, yang tentu membuat Nic senang bukan main.


Nic kembali me***mat bibir Jesy, kali ini sedikit agresif. Dan Nic membuka seluruh baju yang di kenakan Jesy.


Ketika hendak menyentuh lebih jauh...


"Nicho...?


Tolong jangan kau padamkan lampu di kamar ini..."


Pinta Jesy.


"Tentu saja, lagi pula aku tidak suka main gelap-gelapan. Dan kau tau, di kamar ini tidak akan ada yang padam, begitu juga dengan cinta ku padamu yang kini tengah menyala..."


Mereka pun saling melempar senyum, Nic mulai melancarkan aksinya lagi. Dari leher jenjangnya dengan meninggalkan jejak kepemilikannya. Sentuhan lembut Nic membuat d***n lolos begitu saja dari Jesy.


Tak lupa bukit kembar Jesy di mainkan membuat Jesy bergerak nikmat takmenentu. Setelah puas main di bukit kembar, Nic mulai main di area yang menjadi favorit semua laki-laki.


Surga dunia, mungkin itu yang di rasakan mereka berdua. Keringat membasahi mereka, nampak Nic tengah tertidur pulas setelah menyalurkan hasratnya yang membara.


Jesy lalu menatap Nic dengan wajah manisnya yang tengah terlelap.


Ia tersenyum ketika mengingat hal apa yang baru mereka lakukan. Dan rasanya ingin lagi dan lagi, walau...


"Ssshhhh, auwhh."


Jesy merasakan sakit di bagian mahkotanya yang kini telah ia berikan untuk pria tampan dan hangat, yaitu Nicho suaminya.


Jari Jesy menjelajahi wajah Nic, ia sentuh pipinya yang limit, hidung lancipnya, dan terakhir bibirnya.


Lagi-lagi ia tersenyum.


"Bibir ini yang mampu menggetarkan seluruh jiwaku... dasar Nakal!!"


Karena jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, Jesy yang berbalut selimut bergegas menuju kamar mandi, tapi tangan Nic cepat menggenggam tangannya.


"Kau mau kemana?"


tanya Nic dengan mata terpejam.


"Aku mau mandi"


jawab Jesy lembut.


"Tetap disini..."


Nic kembali menarik Jesy dan merebah di sisinya. Ia lalu memeluk Jesy dengan erat.


"Kau mau mandi??"


Jesy hanya mengangguk karena merasakan sentuhan dari jari-jari Nic yang mulai nakal itu.


"Kenapa tidak mengajakku?"


bisik Nic hingga bibirnya menyentuh telinga Jesy, tentu membuat bulu romanya berdiri.


"Mandi bersama? aku malu..."


jawab Jesy sambil memalingkan wajah nya yang merah.


"Aku tidak percaya kau masih malu, padahal setiap inci tubuhmu telah aku jelajahi...kau ini..!"


'chupp '


Nic tak mau banyak bicara, ia mencium bibir Jesy.


"Aku ingin berolahraga pagi ini, dengan mu..."


ucapnya sambil tersenyum.


Wajah Jesy memerah, ia hanya mengangguk. Sungguh getaran demi getaran dari sentuhan tangan dan cinta Nic membuatnya kembali tenggelam di lautan cinta.

__ADS_1


Ayoo Nich, hajar terusss biar cepat nyusul Kenzo dan Mike...


Kira-kira siapa pasangan favorit kalian...??


__ADS_2