Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Menemukan Mike


__ADS_3

"Biarkan saja Mike, dari pada kau terperosok ke jurang rasa yang aneh itu lebih dalam...! Itu berbahaya...


Tapi, melihat Rere menangis...


Hati kecilku merasa iba,


Shitt! Kenapa Aku harus terjebak dalam suasana seperti ini!


Kenzo...!


Wanita selalu membuat kita tertekan lalu mengalah bukan?


Tapi Aku tidak akan membiarkan hidup dengan wanita sepertimu, itu hanya menambah masalah saja...


Bahkan Aku lebih mengerti sifat anjing-anjing Labradormu di banding seorang wanita..." Mike ngomel sendiri, dia mengacak-acak rambutnya.


Dari sore hari setelah Tuan Leo pergi mencari ikan dan terjadi percakapan yang cukup intens di antara ia dengan Rere, yang berakhir dengan menangisnya Rere lari kedalam rumahnya.


Sejak saat itu Mike masih duduk di depan rumah Rere, belum beranjak bahkan bergeser satu senti pun.


Hari semakin larut, tetapi Mike masih tak bergeming. Banyak rasa dan kegundahan berkecamuk di hatinya.


Rere mengintip Mike dari jendela rumahnya. Pria berbadan atletis itu masih mencoba menetralisir rasa yang aneh menjalar pada dirinya.


"Kau tidak mau masuk kedalam?"


Tanya Rere yang memberanikan diri menghampiri Mike setelah menata kembali hatinya.


"Kau...belum tidur?"


Tanya Mike singkat.


Rere menggelengkan kepalanya.


"Aku banyak menghabisi seseorang tanpa rasa bersalah, tapi melihat wanita tersakiti karena perkataan ku, kenapa Aku harus tersiksa...!?


Memang kata-kata ku ada yang salah?!


Aku memang harus cepat pergi dari Rere, yaa tentu dengan imbalan yang lebih dari cukup karena telah menyelamatkanku."


Ujar Mike dalam hati.


Mike menatap tajam pada Rere seperti ia menatap musuhnya.


"Kau tidurlah, biarkan Aku sendiri disini."


"Nanti kau kedinginan, Mike?"


Sahut Rere khawatir.


"Aku sudah terbiasa. Jadi kau tidak perlu menghawatirkan ku."


"Bahkan Aku bersikap baik pun tidak boleh?"


Rere lalu menarik tangan kiri Mike.


"Ayo masuk...!"


Mike lalu melepaskan tangan Rere.


"Aku hanya mematuhi perintah satu orang, kau bukan siapa-siapa jadi jangan pernah memerintah atau memaksaku!"


Mata Rere kembali berkaca-kaca.


"Aku...


Aku...


Aku hanya mengkhawatirkan mu, Mike!!"


Rere tanpa basa-basi memeluk Mike dengan erat.


"Aku tidak peduli kau selalu dingin padaku, Mike! Yang aku tau Aku cinta padamu..."


"Please Rere , jangan menerorku dengan kata-kata itu!"


Sampai pagipun tiba, Mike masih duduk di luar rumah tanpa sedetikpun memejamkan matanya.


Tuan Leo yang baru saja pulang mencari ikan menyapa Mike yang entah menatap apa.


"Selamat pagi Mike, kau sudah bangun?"


Sapaan Tuan Leo membuyarkan benang kusut di benaknya.


"Baru saja..."

__ADS_1


Jawab Mike berbohong.


"Kalau begitu Aku akan memasak ikan ini untukmu."


Ucap Tuan Leo bersemangat.


"Hmm, Tuan Leo...


Dimana kota terdekat dari sini?


Aku harus segera kembali karena Aku ditunggu oleh banyak orang..."


Jelas Mike. Tuan Leo lalu ikut duduk disamping Mike.


"Kau merindukan keluargamu ya?"


Tanya Tuan Leo dengan wajah muram.


"Aku pun merindukan pekerjaanku, bisa kah kau membantuku..?"


"Apa yang bisa ku lakukan?"


Tanya Tuan Leo yang sebenarnya berat hati jika Mike pergi, ia sudah menganggap pria tinggi tegap dan bertato itu seperti anak kandungnya sendiri.


Tuan Leo masih terdiam sambil berfikir, sampai tiba-tiba ada keramaian yang nampak dari kejauhan.


Merekapun teralihkan dan tatapan mereka mencoba fokus pada keramaian itu.


Kemudian seorang pria paruh baya datang pada Mike dengan wajah ketakutan.


"Sembunyi! Kau harus sembunyi, Mike!"


Ucapnya sambil terengah.


"Ada apa?! Apa ada yang membahayakan Mike?"


Tanya Tuan Leo yang panik seketika.


"Kau harus sembunyi, ada enam orang pria tinggi besar sepertimu menodongkan pistolnya ke pada penduduk, mereka lalu menanyakan keberadaanmu...


Mereka bilang, siapapun yang berani menyembunyikan pria dengan tato elang di dadanya , kami akan menembak kepala orang yang berani melakukan itu. Begitu kata mereka! Makanya kau harus cepat bersembunyi atau mereka akan membunuhmu!"


"Apa benar begitu? Apa keramaian disebelah sana karena kehadiran orang-orang itu?"


"Jangan! Mereka berbahaya Mike!"


Tuan Leo dan pria tua yang memberi informasi menahan Mike dengan memegangi tangannya. Tetapi Mike yang berpower besar sulit di hentikan sekalipun kondisinya masih perlu perawatan.


Dan Mike pun sampai di kerumunan orang-orang yang mencoba menahan enam orang bertuxedo dan berkacamata serba Hitam itu. Mereka melakukannya untuk melindungi Mike.


"Menyingkir lah! Menyingkir lah!"


Mike membelah rapatnya kerumunan orang-orang yang tengah menghalau pria-pria berbadan kekar dan keren itu.


"Mike, Kenapa kau kemari? Orang-orang jahat itu mencarimu!!"


Ucap salah satu wanita padanya.


"Aku tau...


Akhirnya... Aku kira kalian tidak akan menemukanku...!"


Ucap Mike yang membuat orang sekitar tercengang.


"Bos Mike! Senang melihat Anda masih hidup"


Keenam Pria yang di takuti orang-orang akan berbuat jahat pada Mike, mereka malah menundukkan kepalanya menaruh hormat.


"Bos?!"


Orang-orang itu menatap Mike dengan tatapan heran.


Rere pun tak kalah terkejut ketika orang-orang itu menyebut Mike sebagai bosnya.


"Bb..bos?"


Keenam anak buah Mike sangat prihatin dengan kondisi pemimpin mereka.


"Kau harus mendapatkan perawatan Dokter Bos, maka dari itu ayo cepat pergi dari tempat ini!"


"Itu benar, Tuan Kenzo pun sedang menuju kemari dengan kapal pesiarnya, mereka sangat menghawatirkan mu, terlebih Nona Angelia...


Dia selalu menyalahkan Dady nya karena kau tak kunjung kembali.


Kami telah mencari kebanyak tempat selama seminggu terakhir, dan syukurlah Tuhan masih melindungimu..."

__ADS_1


Salah satu anak buahnya menyelimuti Mike dengan mantel bulu kesayangannya.


Mike lalu menatap ke arah Tuan Leo dan Rere yang tengah menggandeng dan bersandar pada sang Ayah. Mata keduanya berkaca-kaca, rasanya begitu berat jika Mike pergi dari sisi mereka, terlebih Rere yang memang menaruh rasa yang besar terhadap Mike.


Mike lalu berjalan kearah mereka, ia lalu meraih tangan Tuan Leo dan menggenggamnya.


"Terimakasih kau telah menjadi pelantara pertolongan Tuhan untukku, jika kau tidak menemukan ku, mungkin saat ini Aku telah menjadi bangkai."


Tuan Leo lalu menepuk-nepuk bahu Mike dengan rasa haru.


"Sama-sama...


Aku tak menyangka kalau kau orang yang sangat disegani, kau memang orang penting.


Kembalilah bersama orang-orang mu, namun tolong, jangan lupakan kami disini."


Mike menggenggam tangan Tuan Leo semakin kuat.


Mike menorehkan senyum diwajahnya. Namun Rere yang sedari tadi sudah tak kuasa menahan kesedihannya, lari begitu saja dari hadapan Mike.


"Rere..?!"


Mike mencoba mengejar Rere walau dengan kaki yang masih pincang.


Keenam anak buahnya lalu berlari mengejar dan mencegat Rere agar menghentikan langkahnya.


"Stop!"


Ucap Mike sambil menarik tangan Rere.


Rere lalu menatap Mike.


"Ada apa? Kau mau pergi? Pergilah!"


Rere mencoba menerobos anak buah Mike yang berdiri bagai pagar penghalang.


"Minggir! Biarkan Aku lewat!!"


Teriak Rere dengan air mata yang mulai menetes.


Tetapi anak buah Mike tak bergeming sebelum Mike yang memerintahkan mereka.


"Aku bilang minggir!"


Teriak Rere semakin kuat, dan Mike kembali menarik tangan Rere hingga jatuh kedalam pelukan Mike.


"Kau menghindar dariku?! Bukankan kau yang selalu menahanku agar tetap disisimu?!"


Mike menatap tajam pada Rere yang berada di pelukannya.


"Bukankah itu kemauanmu, Bos Mike? Lalu kenapa kau mempertanyakan sikapku? Pergilah...!"


Rere menyingkirkan pelukan Mike di tubuhnya, tapi Mike masih bersikeras menarik tangan Rere dan mendaratkan ciuman di bibir gadis yang amat mencintainya itu.


'Chhuupp!'


Mata Rere membulat ketika bibir Mike mengecup lembut bibirnya.


"Sebagai rasa terimakasihku..."


'Prok Prok Prok!!'


Mike bertepuk tangan dan anak buahnya seketika menghampirinya.


"Kenzo asti memberi hadIah yang cukup besar untuk orang yang telah menyelamatkanku?"


"Tentu! Aku akan mengambilnya."


Anak buah Mike mengambil sesuatu di kapal pesiar yang mereka gunakan untuk mencari keberadaan Mike.


Tak butuh waktu lama anak buahnya pun. kembali dengan membawa satu buah koper.


"Ini Bos souvenir untuk orang yang telah menyelamatkanmu, masing-masing tim di bekali sebuah koper dengan bentuk dan isi yang sama"


Jelas anak buah Mike.


Koper itu lalu di berikan kepada Mike.


Lalu Mike memberikan koper itu kepada Tuan Leo.


"Terimalah, ini tidak berarti apapun atas semua kebaikanmu padaku, ambil lah!"


Hayoooo kira-kira gimana ya, cara menyatukan Mike dan Rere?


jangan lupa dukungannya semoga puas...

__ADS_1


__ADS_2