
Ketika Jesy terpuruk, Nic selalu siaga menjadi pondasi yang kuat.
Pagi hari ketika mereka sarapan pagi.
Nic merasa heran melihat Jesy yang hanya mengaduk-aduk makanannya.
wajahnya pun terlihat tak bersemangat.
"Hanny, apa kau sedang tidak enak badan?"
Jesy menoleh pada suaminya.
"tidak..."
jawab nya dengan malas.
"Mmmm, kau sepertinya kelelahan, hari ini kau jangan ke kantor dulu, di rumah saja"
mendengar kata-kata Nic, Jesy tambah cemberut.
"Lalu, di rumah apa yang aku lakukan?
bersantai tanpa aktivitas?
ohh no...
itu buruk sekali, aku tidak bisa hanya diam di rumah saja Nic, huuhf!"
Nic menatap Jesy dalam-dalam. ia tau betul apa yang tengah di rasakan Jesy.
"Jujurlah padaku hunny, apa yang tengah kau sembunyikan dari ku?"
Jesy membuang tatapannya ke arah lain.
"Tidak ada"
Tapi Nic tidak bisa percaya begitu saja. Ia bangkit dan berjalan menuju Jesy yang masih duduk termenung.
Ia lalu membelai rambut Jesy engan mesra.
"Jangan berbohong padaku, kau tidak pandai melakukannya"
Jesy masih tak bergeming.
"Jika kau tidak mau menceritakannya saat ini, its ok...
kuatkan hatimu dulu ya"
Bibir Jesy bergetar, tangis yang dari tadi ia bendung, akhirnya pecah saat ia memeluk pinggang suami yang tengah berdiri di sampingnya.
"Nic.."
Isak Jesy terdengar menyayat hati.
"Iya istriku "
jawab Nic begitu lembutnya.
"Aku...
aku telat..." Kata Jesy masih dengan isakannya.
Nic mengerutkan dahinya, ia lalu melirik jam tangannya.
"Kita tidak telat hunny, klien akan datang jam10, sedangkan sekarang masih jam..."
"Ini bukan tentang pekerjaan Nic..." Jawab Jesy yang jengkel.
"So?"
"Aku telat datang bulan ,
sudah 2 minggu..."
"Oyaa..?
kenapa tidak bilang dari tadi?!
apa sudah kau tes?"
"Tidak? aku tidak mau! " Jawab Jesy lesu
"Lhoo...?
kalau begitu kita ke dokter saja ya?"
"Tidak!
aku tidak mau kecewa untuk yang kesekian kalinya..
pasti garis satu!!"
"Jangan pasrah dulu seperti itu...
coba di test pack dulu, kalau hasilnya negative, besok kita ke rumah sakit.
Kita akan lakukan program bayi tabung...
aku tidak mau kau terus bersedih
Ya??"
Jesy pun mengangguk.
"Nahh, ayo lah.."
mereka pun bergegas ke kamarnya.
"Kau tunggu di luar ya!?"
kata Jesy seraya menutup pintu kamar mandi.
"Ok..ok..."
jawab Nic sambil tertawa.
Jesy kembali mengetes urinnya.
Ia lalu memasukkannya kembali ke dalam kemasannya.
"Sudah?
__ADS_1
bagaimana hasilnya?"
tanya Nicho antusias.
Jesy memberikan bungkus tes pack itu dengan tak bersemangat.
"Kau lihat saja sendiri, aku takut kecewa melihat hasilnya"
Jesy lalu berbaring di ats tempat tidurnya.
Dan Nic yang tak mengerti melihat kertas kecil panjang yang di berikan istrinya itu.
"Mmmm...
aku tidak mengerti...
tapi, disini aku melihat satu garis merah,,"
"huuhfff benarkan...
hasilnya negative!!
sudah ku duga pasti akan satu garis..."
"Tunggu dulu hunny, aku belum selesai...
satu garis merah, dan satu garis merah muda...
garis yang satunya belum terlihat jelas"
Mendengar kata-kata Nic mata Jesy melebar, ia tak percaya.
"Apaa??
aku mau melihatnya! "
Ia segera bangkit dan melihat hasil tes pack itu dengan kedua matanya sendiri dan...
"Oohhh My God...!
Nic ...
ini...
ini...
positive. . .
dua garis....
aku...
aku...
hamil....!
Kita akan punya anak!" Kata Jesy dengan mata yang berbinar.
Mata Nic berbinar dan haru, ia lalu menggendong jesy dan berputar-putar.
"Yess!
akhirnya...
Kenzo, Mike!
aku akan menyusul kalian!
ahahaha....
thanks my wife..."
Kabar membahagiakan, tentu saja Nic tak mau menunda membagikannya pada adik tercinta, Kenzo.
Mereka lalu Video Call.
Ada Angelia ys g saaangat bahagia.
"Auntie, apa benar aku mau punya adik lagi?"
Kata Angelia dengan wajah penuh harap.
Jesy dan Nic pun tersenyum bahagia.
"Iya sweety, Kau akan menjadi kakak untuk ke tiga adikmu..."
"Yeeyyyy!"
Angelia bersorak girang.
"Selamat ya Jesy, Nicho... Akhirnya..."
Sambung Bulan dan Rere yang melambaikan tangannya, mereka turut bahagia.
"Hei Nic,
Sepertinya kau menambah jam malam extra?"
Ledek Kenzo membuat semuanya tertawa.
"Tentu saja...
Plus one round, di pagi hari..."
Jesy mendadak bersemu merah.
"Nicho...?"
Ucapnya malu-malu.
"Jesy jangan lupa, kau harus membuat Nic kerepotan ya!
Buatlah permintaan yang aneh.
Jangan buat malamnya tenang..."
Timpal Mike yang sedang menggendong Mike junior, yaitu Edward.
"Ok Dady Mike..."
Jawab Jesy sambil mengacungkan kedua jempolnya.
__ADS_1
"Haaai Edward?
Dia kelihatan nyaman sekali di pelukan pria menyeramkan itu?!"
Ledek Nicho sambil terkekeh.
"Hahaha, Edward tidak akan tertidur pulas sebelum di timang oleh Dadynya"
Jelas Rere.
Nicho lalu memeluk Jesy.
"Aku sudah tidak sabar ingin merasakan hal yang kalian rasakan,
Benar kan hunny?"
Tanya Nic sambil mengecup kening Jesy.
"Tentu saja suamiku!!"
"Mmmm, aku rindu berkumpul dengan kalian semua..."
"Iya Jes, kamipun sama...
Benar kan Rere?"
Tanya Bulan yang tak kalah rindu pada Jesy.
"Tentu saja Nona..."
Jawab Rere mengiyakan.
"Tolong dengar kan perintahku, serindu apapun kalian saat ini, kau jangan menemui kami dulu sebelum kandunganmu benar-benar kuat!
Kau mengerti?!"
Kenzo menasehati.
"Mmmm...baiklah Tuan..."
Jawab Jesy agak cemberut.
"Oya, 3 bulan lagi Antonio akan merayakan ulang tahunnya yang pertama, jika dokter telah mengatakan kau aman pergi jauh...
Datanglah saudariku,
Rumahku ini selalu terbuka untuk kalian..."
Kata-kata Kenzo membuat hati Nic terharu.
"Thanks Bro..."
Kenzo menganggukkan kepalanya.
"Aku pun berterimakasih sekali padamu, kakakku...
Berkatmu juga, aku bisa berada di titik ini, menjadi pria yang lebih baik, seperti mu..."
Mata Kenzo dan Nic berkaca-kaca, tapi tentu saja mereka menahan tetes air mata yang siap mengalir.
"Apa yang kau jalani, dan apa yang kau rasakan kini, itu buah dari semua ketulusan mu Kenzo..."
Kenzo menganggukkan kepalanya.
Sesaat suasana menjadi mengharu biru, dan hening.
"Heeey mengapa jadi sepi begini?
Mana tawa kalian semua?"
Ucap Mike mencairkan suasana.
'Ahahahah...haaha'
Seketika mereka tertawa, begitu juga Nic dan Jesy.
"By the way, kita sambung lagi nanti, tanganku pegal!
Kalian enak tinggal mengarah ke kamera, memang kalian fikir tanganku ini tongkat eksis?!"
Gerutu Kenzo kembali membuat semuanya tertawa.
"Ya sudah, selamat beraktifitas semuanya...
See you...!"
Jesy melambaikan tangan dan kiss bye pada Bulan dan Rere.
"See you...
Jaga kesehatanmu ya!!"
'Daaaa...'
Video Call is End.
Hari bagai berlari. Kini Antonio telah berusia satu tahun, dan Edward, anak Mike dan Rere berusia 7 bulan.
Apakah Kenzo akan membuat pesta mewah?
"Kenzo, aku ingin pesta ulang tahun Antoni di rayakan di panti asuhan saja...
aku tidak mau kita menggelar pesta mewah untuk orang-orangmu...
aku ingin pesta ulangtahun Antoni dapat membuat orang bahagia...
para relasi mu sudah tak asing dan tak akan ada rasa bersyukur dengan adanya pesta mewah...mereka sudah terbiasa.
Tapi anak-anak yang haus kasih sayang itu?
Mereka pasti akan lebih bahagia...
Aku ingin, anak-anak kita menjadi pribadi yang memikirkan hidup orang yang kurang beruntung..."
Kenzo benar tersentuh dengan pola fikir Bulan, ia lalu memeluknya.
"Bagaimana hatimu bisa setulus itu Bulan?
Kau memang yang terbaik...
Baiklah, tentu aku akan memenuhi permintaanmu yang mulia itu"
__ADS_1
Bulan pun membalas pelukan sang suami.
"Makasih suamiku..."