
"hhmm...ternyata Kenzo masih sama seperti dulu. Dia begitu care ketika tau aku mengandung anaknya."
Senyum menghiasi wajah Bulan yang ternyata sengaja melakukan hal itu pada Kenzo.
Di dalam mobil Kenzo.
"Hei, kenapa kau buka baju? kau sangat keren dengan baju itu, benarkan Mike?"
Nic dan Mike pun terkekeh.
"Kau benar Nic, Bosku ini benar-benar menggoda"
timpal Mike dan merekapun lalu melakukan tos bersamaan.
'TREKK TEKK'
Kenzo mengeluarkan pistol dari balik badanya.
"oopps!?"
Mike dan Nic saling bertatapan.
"Aku lupa kapan terakhir meluncurkan peluru dari pistol kesayanganku ini?!"
"hehehe...santai Bro, kami hanya bercanda. Tapi aku ingat betul kapan terakhir kali kau menembakkan pistol itu"
jelas Nic.
"Ya, aku pun ingat Nic, ketika menodong kepala si brengsek Duke kan?"
sambung Mike.
"Betul sekali, dan tolong jangan paksa aku untuk meledakkannya di dalam mobil ini!?"
ucap Kenzo sedikit kesal.
"ok ok..."
sahut Nic dan Mike bersamaan.
Kenzo yang sudah tak tahan dengan ledekkan kedua sahabatnya itu segera membuka baju berwarna pink yang ia pakai dengan kemeja bewarna abu-abu muda. Lalu dasinya ia lempar ke arah Nic yang sedang menyetir mobil di depannya.
'plukk'
"Itu untukmu, ambillah. Hitung-hitung untuk mengelap keringat!"
kata Kenzo yang tengah sibuk mengancingkan bajunya dan memakai dasi berwarna hitam.
"humhh, jika Mike yang mengunakannya, Rere pasti tergila-gila padanya"
celetuk Nic membuat Mike mendengus.
"Hhhhh...
aku tidak butuh dasi memalukan itu! aku dingin pun Rere selalu menempel bagai prangko"
"oya? bukannya aku lihat kini kau yang mengejarnya?
karena Rere lelah dengan sikapmu yang plinplan itu kan?"
'GLEEKK'
"Ahh itu cuma gossip Bos, itu tidak benar..."
Mike sudah ketahuan masih saja mengelak.
"Akan ku pastikan kalau sesuatu antara kau dan Rere itu bukan sekedar gosip! Dan tentunya Aku memerlukan bantuanmu sayang"
Gumam Kenzo sambil membenahi dasinya.
*****10 menit kemudian*****
"Kita telah sampai Kenzo, ini tempat meeting kita bersama Dominic Group"
Jelas Nic sambil membuka safty beltnya. Sedangkan Kenzo hanya manggut-manggut.
"Ok, kita lihat penawaran apa dan seberapa cerdas mereka mengajakku menjadi relasi bisnis kerja sama yang mereka ketahui, butuh nyali besar dan pemikiran lebih dari sekedar jenius untuk menggaet SIC yang besar ini"
__ADS_1
Jelas Kenzo sambil turun dari mobilnya.
"Kau benar sekali Kenzo"
Sahut Nic sambil merapikan tuxedonya.
"Semua bersiap! Jaga Tuan Kenzo dari segala sisi!!"
Mike memberi perintah.
"Siap Bos!"
Anak buahnya pun segera membentuk formasi penjagaan ketat pada Kenzo. Itu harus dilakukan, karena Kenzo adalah seorang Bos dari perusahaan terbesar yaitu Sminth International Company, sebuah Perusahaan yang bergerak dibidang ekspor impor batu bara dan Property terbesar di Asia.
Kini rombongan Kenzo memasuki sebuah ruangan mewah yang sengaja di sewa untuk pertemuan antara pemimpin dari kedua perusahaan yang akan bekerjasama itu.
"Selamat malam Tuan Smint"
Sapa para staf dari Dominic Group.
"Selamat malam, Aku lebih senang di panggil Tuan Kenzo"
Jawab Kenzo datar.
"Oh, baiklah Tuan. Mari silahkan duduk"
Seorang wanita mempersilahkan Kenzo duduk di kursi yang paling istimewa.
"Suatu kehormatan untuk kami, karena Anda sudah berkenan datang untuk mempertimbangkan tentang pengajuan kerjasama ini"
Kenzo anya tersenyum tipis.
"Apa kau CEO dari Dominic Group?"
Tanya Kenzo.
"Oh bukan Tuan, saya Jesy, sekretaris dari CEO Dominic Group"
Sahut perempuan yang terlihat cerdas itu.
Kenzo mengerutkan dahinya.
Tapi, belum apa-apa CEO kalian sudah terlambat?!
Hhhh, sudah bisaku putuskan bahwa kerjasama ini...."
'JEGREEKK'
Kenzo menghentikan kata-katanya ketika pintu terbuka.
"Maaf maaf, Aku terlambat!"
Seorang wanita muda tergesa dan menjulurkan tangannya pada Kenzo sambil tersenyum.
Mata Kenzo membulat seketika, ketika tau yang akan menjadi rekan bisnisnya adalah...
"Celsi?"
"Terimakasih Tuan Kenzo yang terhormat masih mengingatku"
Kenzo menjadi kikuk. Ia menatap Mike yang berada disampingnya.
Mike pun lalu berbisik.
Mike pun lalu berbisik.
"Bos, ini dia seseorang yang ingin ku ceritakan saat kita di kapal pesiar.
Aku belum sempat cerita banyak, tapi ternyata kau malah bertemu langsung dengan nya"
Mike tersenyum sambil memperlihatkan giginya, lalu kembali ke ekspresi datarnya dan berdiri tegap.
Kenzo belum menjabat tangan Celsi.
Ia lalu berdiri tegap sambil sedikit merapikan tuxedonya.
"Aku sudah putuskan, bahwa Aku tidak tertarik bekerjasama dengan perusahaan Anda!
__ADS_1
Karena melihat CEO nya saja yang tidak tepat waktu, bagaimana pola pikirnya dalam menjalankan perusahaannya?
Aku tidak mau membuang waktu untuk meladeni orang-orang yg tidak berkompeten seperti kalian!"
Ketika Kenzo hendak melangkahkan kakinya, Nic menahan tangan Kenzo.
"Kau membuang kesempatan besar Kenzo!? Perusahaan ini hampir failed, kau bisa menguasainya selain kau mendapatkan keuntungan di atas 60℅, Trust me! Ini kesempatan bagus."
Kenzo nampak bimbang. Itu memang penawaran menarik, tapi Nic tidak tau apa yang pernah ia lewati bersama Celsi. Dan tentunya hanya Mike yang mengetahui itu secara detail.
"Kenzo, mmh maksudku Tuan Kenzo yang terhormat, tolong pertimbangkan dan mari kita bicarakan visi dan misi perusahaan kami"
Celsi nampak memelas. Kenzo hanya melirik beberapa detik dan berfikir.
"Baik. Tapi aku akan tetap pergi, dan silahkan kalian bahas bersama wakil CEO dari SIC, Tuan Nic.
Dan Nic, ku serahkan semuanya padamu"
"Baiklah, semuanya, bisa kita mulai meeting pertama kita?"
Para staf dari Dominic Group itu dan beberapa staf dari SIC pun segera membuka laptop dan menyusun file yang mereka siapkan.
Sedangkan Kenzo memutuskan untuk tetap pergi di iringi oleh Mike disampingnya dan anak buahnya yang sigap menjaganya.
"Aku pun menyerahkan semuanya untuk sementara pada sekretarisku, Jesy Terimakasih"
Ucap Celsi yang terus berjalan cepat menyusul Kenzo.
Mengetahui Celsi mengikutinya, Kenzo mempercepat langkahnya.
"Bos, ia mengikuti kita!?"
Bisik Mike.
"Jangan hiraukan dia!"
Sahut Kenzo.
"Kenzo! Tunggu!"
Celsi memanggil Kenzo dan mencoba menerobos penjaga di belakang Kenzo. Tapi para pria kekar itu menghadangnya sampai ia terjatuh.
"Aawwhh!!"
Pekik Celsi membuat Kenzo menghentikan langkah dan menoleh kearahnya.
"Hei! Jangan kasar pada wanita! Kalian di latih bukan untuk itu!"
Kenzo terpaksa menghampiri Celsi yang terjatuh dan meringis sambil memegang kakinya.
"Ssshhh aauww"
"Are you ok?"
Tanya Kenzo.
"Kakiku sakit Kenzo..."
"apa kau perlu ke rumah sakit?"
tanya Kenzo sambil setengah berlutut sambil memperhatikan kaki Celsi.
tanpa Kenzo sadari Celsi menatap wajah Kenzo sambil tersenyum.
"sifatmu memang dingin Kenzo, tapi itulah daya pikatmu. dan kau masih tetap sama bahkan lebih tampan dari 10 tahun lalu "
begitulah decak kagum dari sanubari seorang mantan kekasih yang selalu ia kenang.
Kenzo yang merasa di awasi lalu menoleh kearah Celsi, dan wanita itupun terkejut membulatkan matanya. satu hal yang Kenzo harus lakukan, segera pergi.
"Mike, bisakah kau urus Ibu Direktur dari Dominic Group ini, aku tidak ada waktu. Karena istriku sudah menungguku"
ucap Kenzo sambil kembali berdiri.
Celsi mendongakkan pandangannya, menatap pria tinggi yang berdiri di hadapannya. Pria itu tengah melihat jam tangan dengan merk Rolex yang menjadi koleksinya sejak lama.
**Gimana ya kisah selanjutnya. Ikuti terus
__ADS_1
Jangan lupa Like, coment dan poin sebanyak-banyaknya**