
Semua anak buah Kenzo menodongkan pistol ke arah Noni.
Noni gemetar ketakutan.
"Lu licik sangat licik, Kenzo!"
Kenzo hanya berekspresi dingin tanpa bergeming.
"Cepat telpon polisi, kalian yang berada disini harus menjadi saksi!
Jangan sentuh kedua Anjing ini, ini akan menjadi bukti untuk tim penyelidik...
Miss Noni akan di tuntut dengan tuduhan percobaan pembunuhan pada Bos Kenzo!"
Tegas Mike yang membuat Noni berteriak-teriak.
"Tidak. Gue gak salah!"
Kenzo... Jangan penjarakan gue!"
Kenzo tetap berdiri sambil melipat tangannya, Noni berlutut sambil memegangi kaki Kenzo yang kekar.
Bulan keluar dari kamarnya, adegan ini kembali ia saksikan seperti saat pertama kali dia melihat Kenzo dan Ibunya yang sedang memohon di kakinya.
Bulan sangat shock terlebih semua anak buah Kenzo menodongkan senjata api ke arah sang Ibu.
"Ada apa ini?!
Ibu, Kenzo?"
Bulan gemetar, air matanya sudah tak kuasa ia bendung.
"Perempuan ini melakukan percobaan pembunuhan terhadap Bos Kenzo...
Dia menaruh racun pada makanan yang ia bawa, beruntung kami selalu waspada, lihatlah Nona bagaimana dua Anjing itu mati seketika setelah memakan irisan daging dalam salad itu...!"
Bulan menutup mulutnya tak percaya.
"Noni, Kau begitu membenciku karena aku menolak meninggalkan Bulan?!
Kau tega anak kami, yang tidak lain adalah cucumu sendiri menjadi yatim dengan membunuhku?"
"Tidak!
Itu tidak benar! lu udah memfitnah guee!"
Noni histeris tidak terima atas tuduhan itu.
"Ibu, Bulan tidak menyangka ternyata Ibu lebih kejam dan lebih licik dari serigala!!"
Bulan berlari masuk ke kamarnya sambil menangis.
Kenzo tersenyum licik penuh kemenangan.
Aku pasrah jika hari ini Kenzo membawa ibuku ke kantor polisi.
Tidak lama polisi datang, menarik ibuku yang masih berlutut memohon pada Kenzo.
"Kenzo gue mohon...jangan penjarain gue! Gue minta maaf , gue janji gak akan misahin lu sama si Bulan!"
Kenzo masih menatap dingin, dia tidak peduli sama sekali dengan tangisan Noni.
"Seret perempuan ini ke dalam penjara!"
Teriak Kenzo dan polisi pun dengan sigap memborgol kedua tangan Noni.
"Ayo ikut kami!"
Tegas Pak Polisi.
Noni meronta-ronta sambil berteriak minta tolong pada Bulan dan sesekali ia mengumpat pada Kenzo.
"Bulan, tolong ibu! Ibu gak mau di penjara, sumpah gue gak berniat ngebunuh si Kenzo!!"
__ADS_1
Bulan menangis tersedu-sedu sambil menutup kedua telinganya. Sebenarnya dia tidak tega jika Ibunya sampai dipenjara, tapi mungkin tempat itu pantas untuk membayar semua kejahatannya.
Bulan tidak mengetahui skandal apa yang tengah di setting Kenzo.
"Kenzo,
Kau memang pantas disebut jelmaan iblis, lo kejam!
Liat aja, gue akan bales semua yang lu lakuin sama gue!
Pak, saya tidak bersalah Pak, orang ini memfitnah saya..!"
Teriak Noni sambil meronta-ronta mencoba melepaskan diri.
"Jelaskan semuanya di kantor, tidak disini!"
Polisi-polisi itu menyeret paksa Noni tanpa ampun.
Kenzo hanya tersenyum menyaksikan kesedihan Noni.
"Maaf Ibu mertua! Setidaknya kau harus mendekam di penjara sampai anakku lahir...
Aku merasa lega hari ini..."
Kenzo mengukir senyum di wajah tampannya nya yang tidak bisa orang duga, ternyata dia memiliki sisi yang sadis.
Penampilannya mampu menyembunyikan licik dan sikap arogannya.
Dia masuk kedalam kamarnya, melihat Bulan tengah bersipu di lantai dengan air mata yang terus mengalir.
"Bulan..!"
Kenzo lalu menghampirinya, membantu Bulan untuk bangkit.
Lalu menggendong Bulan dan membaringkannya di atas tempat tidur.
"Maaf telah menjebloskan ibumu ke penjara, tapi niatnya yang ingin meracuniku benar-benar tidak bisa ku maafkan!"
Kenzo merapikan rambut Bulan yang berantakan.
Ucap Bulan berlinang air mata.
"Kenapa kau yang minta maaf? Kau wanita yang sangat baik, kau tidak ada hubungannya dengan semua ini!"
Bulan lalu duduk dan memeluk Kenzo.
Tidak mengatakan apapun, tapi Kenzo paham saat ini hatinya benar-benar terluka.
"Maafkan aku, tapi aku harus melakukan ini semua karena Ibumu terlalu bahaya untukku, dan aku yang terlalu takut kehilanganmu...
Aku akan melakukan segala cara untuk membuat kau tetap bersamaku, sekalipun cara kotor seperti ini..."
***
Sudah 6 bulan dari kejadian itu.
Bulan mulai bisa menerima apa yang terjadi pada Ibunya.
Kenzo selalu mencoba memberi yang terbaik untuknya dan calon buah hati mereka.
Namun hingga detik ini Bulan masih belum menyatakan cintanya pada Kenzo.
Perut Bulan kian membesar, namun berkali-kali melakukan USG jenis kelamin sang Kenzo junior sulit terlihat.
Pagi ini Kenzo sudah bangun lebih awal.
Dia selalu mematuhi apa yang Dokter sarankan, seperti jalan pagi minimal 1 jam setiap pagi.
Kenzo mulai mengurangi kesibukannya di dunia bisnis. Demi menemani Istrinya yang tengah hamil 9 bulan Kenzo mempercayakan orang-orang pilihan yang menjadi tangan kanannya.
Jam menunjukkan pukul 05:00 pagi.
Kenzo sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk Bulan.
__ADS_1
Hubungan suami istri yang dulu ia takuti kini membuatnya begitu bahagia. Dia menyadari bahwa suatu hubungan akan berjalan dengan baik jika keduanya saling mengerti dan mensuport satu sama lain.
Kenzo membuka pintu kamarnya perlahan, mengintip sang Istri yang masih tertidur lelap.
"Hhhh Ibu hamil ini sangat malas! Dia selalu lupa saran Dokter untuk jalan pagi..."
Kenzo berjalan kearah Bulan, dia melihat perut buncitnya bergerak-gerak, membuat dia gemas dan tersenyum.
"Lihat...anak Dady pasti sudah bangun ya?!
Ayo terus menendang sampai Momy mu bangun..."
Kenzo mengelus perut Bulan dan menciumnya.
Bulan menggeliat.
"Huuuaamh!"
Dia melihat jam sudah menunjukkan pukul 06:00 pagi.
"Aku kesiangan..."
Ucapnya sambil mengucek mata.
"Kau selalu seperti itu, suamimu dari tadi sudah bangun menyiapkan segalanya untukmu..."
"Maaf..."
Ucap Bulan dengan nada sedih.
Kenzo tersenyum lalu mengecup kening Bulan.
"Tidak apa-apa, aku tau dari semalam kau tidak bisa tidurkan? Anakku yang aktif ini pasti membuatmu kelelahan...
Dan perut buncit ini, pasti begitu berat kan?"
Kata Kenzo dengan nada manja.
Bulan menganggukkan kepala, ia sangat senang dengan sikap Kenzo yang sedikit demi sedikit berubah.
"Ayo mandi, lalu olah raga, jalan santai keliling kompleks saja..."
Bulan meregangkan tubuhnya yg mulai membuatnya sulit bergerak.
"Mau Aku gendong?"
Tanya Kenzo.
Bulan menggelengkan kepalanya.
"Aku berat, karena berat badanku bertambah 20 kilo gram!"
"Tapi kau tetap s**i...dan semakin cantik, Aku suka melihatnya..."
Puji Kenzo sambil menatap mesra Bulan.
"Gombal!"
Jawab Bulan sambil melangkah menuju kamar mandi.
"Serius...
Aku suka melihatmu yang semakin s**i seperti ini,
Maka dari itu, izinkan aku untuk memiliki banyak anak..."
Ucap Kenzo sambil membuntuti Bulan.
"Aku mau mandi, Kenzo...kau keluarlah dan tunggu aku!"
"Aku akan bantu kau mandi, sayang!"
"Gak. Bukannya bantuin malah minta nambah...!"
__ADS_1
"Haha... kali ini gak nambah."
"Uhh, kemarin-kemarin bilangnya juga gitu!"