
Celsi masih bersikeras ingin masuk ke dalam pesta pernikahan Mike, tapi alhasil ia justru di usir oleh para penjaga disana.
"Aku mau masuk!"
Tapi para bodyguard yang tinggi kekar itu menghadang langkah Celsi yang sudah berdandan selama 2 jam itu.
"Tanpa undangan resmi, tidak boleh masuk"
Ucap salah seorang penjaga.
Celsi tolak pinggang.
"Aku ini orang penting! Kalian tau siapa Aku?!"
Para bodyguard itu hanya menggelengkan kepala dengan wajah dingin mereka.
"Aku ini Nyonya Celsi! CEO dari Dominic Group plus mantan pacar dari Bos kalian, Kenzo! Mengerti?
Jadi tolong menyingkirlah!"
Tapi untuk kesekian kalinya Celsi tetap dihadang oleh para penjaga itu.
"Perusahaan failed! Tapi kau bangga sekali, dan kami tidak mau tau masa lalu Anda Nona, yang kami tau hanya menjalankan tugas!"
"A..apa? Kalian benar-benar tidak sopan!!"
Celsi geram ketika para penjaga mengatakan perusahaannya failed.
Lalu penjaga yang lainnya sudah tak tahan dengan ocehan Celsi, mereka lalu menarik paksa kedua tangan Celai dan memaksanya kembali masuk ke dalam mobil miliknya.
"Aarrgh! Dasar tidak sopan kalian!"
Celsi meronta, tapi kedua penjaga itu tidak peduli.
'Bruughh!'
Pintu mobil Celsi di banting oleh penjaga itu setelah ia di paksa masuk.
"Teriaklah di dalam mobilmu dan pergi dari sini! Bikin ribut saja!"
Dan penjaga itupun berlalu.
*Di lain tempat*
Tamu undangan datang silih berganti. Lebih dari tiga ribu orang yang bersalaman pada pengantin yang orang bilang sangat serasi. Hal itu cukup membuat tangan Mike pegal-pegal.
Pukul 01:00 pagi, para tamu sudah benar-benar pergi, yang tersisa hanyalah penjaga dan petugas kebersihan yang berlalu-lalang.
~
"Bhahaha....!"
Kenzo dan Nic tertawa terpingkal.
Mike pun menghampiri kedua sahabatnya itu karena penasaran apa yang mereka tertawakan di ponsel Nic yang ternyata video Celsi yang di usir oleh para penjaga di rumahnya.
"Bahagia sekali kalian berdua! Apa yang kalian tertawakan?"
Mike lalu duduk bergabung dengan Kenzo dan Nic sambil meneguk minuman di atas meja.
"Mau apa kau disini Mike? Ini kan malam pertamamu?"
Tanya Kenzo seraya menarik tangan Mike untuk bangkit.
"Ma..malam apa?"
Tanya Mike bingung sambil menahan tarikan Kenzo dengan berpegangan ke bahu Nic.
"Honey moon! Dasar pengantin bodoh!"
Lalu Nic menyingkirkan tangan Mike dari bahunya.
"Ayo cepat ke kamarmu!! Kami rela malam ini kau tidak bersama kami, hush hush!"
Kenzo mengusir Mike seperti mengusir anak ayam.
"Aahhh aku belum mau menginginkannya! Aku ingin beristirahat sambil minum bersama kalian!"
__ADS_1
Nic menatap Kenzo.
"Bagaimana ini? Aku kira Mike tidak akan pernah membantah perintah mu, Kenzo?"
Dengan nada lesu dan wajah yang murung Kenzo pun menjawab.
"Hhhm, Akupun tak mengerti Nic!? Padahal, selama 15 tahun Mike selalu menjadi penjaga dan sahabatku yang setia"
"Heeyy kalian berdua terlalu over acting! Honey moon pun apa termasuk perintah?! Yang benar saja...!?"
Protes Mike.
"Apapun yang keluar dari mulut manisku ini, adalah perintah, ok pengantin pria yang banyak tanya!?
Cepat pergi ke kamarmu!!"
"Si..siapp Bos!!" Mike lalu setengah berlari meninggalkan Kenzo dan Nic, ia segera pergi menuju kamarnya.
"Ahaha hahaha! Dasar Mike! Apa dia tidak sadar saat ini dia sudah menjadi seorang suami?! Payah!"
Umpat Kenzo yang masih di iringi tawa.
"Dia belum biasa Kenzo, itu tugasmu! Untuk membuat Mike menjadi suami yang baik seperti saat ini, bukan seperti Kenzo empat tahun lalu!"
Nic mengingatkan.
"Aku tau, Aku tau...
Aku akan berusaha membimbingnya, lalu...bagaimana dengan mu?"
Nic menatap Kenzo dengan heran.
"Aku?"
"Iya! Memang siapa lagi di antara kita bertiga yang belum menikah!??"
Jawab Kenzo sinis.
Nic hanya memalingkan wajahnya sambil meneguk minuman yang di genggamnya.
'Glekk glekk glekk'
"Ya, itu sangat mudah. Kau mencintai Jesy kan? Ayoo jujur saja, aku bisa urus itu Nic?"
Nic lalu bangkit dan mendorong Kenzo agar lekas pergi meninggalkannya.
"Kau urus saja Bulan... Ia pasti kedinginan tidur tanpamu!"
Ucap Nic seraya memberi pencerahan pada Kenzo.
"Kau benar! Kalau begitu, see you! Dan segera putuskan kapan kau akan menikahi Jesy!
Dengan wajah sinisnya Kenzo pun berlalu kembali ke kamarnya.
"Dasar gila! Main putuskan secepatnya! Kau kira itu semudah kau membeli minuman botolan apa?!"
"Perintahmu memang yang ku senangi, tapi malam ini, aku benar-benar lelah!
Hhuuaaamhh!!!"
Mike membuka pintu kamarnya. Dengan kantuk berat ia membersihkan dirinya dulu sebelum merebahkan tubuh kekarnya di tempat tidur.
15 menit cukup untuk membuatnya tidur dengan nyaman malam ini.
"Ternyata menikah itu melelahkan! Bersalaman dengan ribuan tamu dari siang hingga malam, belum lagi rahang ku terasa patah karena terpaksa tersenyum, hal yang sulit ku lakukan!"
'Bruuughh'
Mike membanting tubuhnya yang sudah benar-benar lelah. Ketika ia ingin membalikkan badannya, ia terkejut. Tangannya menyentuh rambut seseorang, ia pun bangkit dan terperanjat.
Pada saat ini kondisi kamar gelap. Karena Mike memang tidak suka menyalakan lampu
"Ra..ra..rambut!?"
aku menyentuh rambut, ta..tapi, rambut siapa?!"
Perlahan Mike berdiri dan meraba dinding mencari stop kontak lampu kamarnya.
__ADS_1
'Trekk'
Lampu menyala menerangi kamarnya yang ternyata sudah di dekor sedemikian rupa nan indahnya. Tapi Mike tidak fokus dan tidak peduli dengan perubahan penampilan kamarnya, ia terkejut ketika siapa yang tengah berbaring di sisi sebelah kiri tempat tidurnya.
"Re..Rere? Kenapa dia tidur disini? Aahhh atau jangan-jangan dia ngelindur karena saking ngantuknya?"
Mike menghela nafas, ia lalu membangunkan Rere yang sudah terlelap.
Mike menggoyang-goyangkan bahu Rere.
"Heyy! Ssst ssttt, bangunlah, kenapa kau tidur di tempat tidurku? Memangnya kamarmu kenapa?"
'Hhhhhmmm'
Rere hanya menggeliat sambil mengubah posisi tidurnya.
Mata Mike yang sudah berat untuk terbuka kini melotot melihat lekuk tubuh Rere yang seksi.
Matanya lalu menjelajahi setiap inci tubuh Rere.
"Kau ketakutan ketika di singgung tentang uji coba pistolku. Kau tau, melihatmu seperti ini saja pistolku sudah berfungsi dengan baik"
Mike tersenyum licik.
"Tapi, malam ini kau selamat karena aku ingin beristirahat. Karena aku ingin istirahat, jadi menyingkir laah, aku tidak bisa berbagi tempat tidurku dengan siapapun!"
Mike kembali membangunkan Rere dengan menepuk-nepuk pipinya.
"Heeyyy bangunlaahh! Pindah ke kamarmu, ini kamarku! Aku lelah, tubuhku sudah ingin merebah!
Heeyyy nona..?!"
Mendengar teriakkan Mike Rere pun bangun dengan mata yang masih terpejam.
"Maaf...kamarku di kunci rapat Tuan"
Ucap Rere yang kembali berbaring.
"Kenapa kau tidur disini? Ini kamarku!!"
Rere lalu memeluk guling disebelahnya.
"Tapi pelayan itu menyuruhku tidur disini Tuan...hhuuaamhh"
"Tapi aku tidak bisa tidur jika ada orang lain di kamarku! Ayolah akupun sangat lelah Rere!!"
"Aku juga lelah Tuan... Tuan kan bisa tidur di sofa atau di lantai?"
"Apaa? Ini kamarku! Dan kau, seenaknya saja menyuruhku tidur di lantai!?"
"ZzzZzzzZzzZz...."
"Tidur lagi?
Rere, Kau saja yang di sofa!!"
Mike memberi penawaran, karena ia tau jika ia mengusirnya keluar Kenzo pasti marah padanya.
"Rere..?"
"Hhhmmmm...."
Rere membalikkan tubuhnya menghadap Mike dengan kancing piamanya yang terbuka.
Mata Mike kembali melotot.
"Bangun, atau aku akan melakukan uji coba seperti yang ku katakan sebelum pernikahan kita!?"
Rere yang mengantuk berat menganggukkan kepalanya.
"Iyaa...aku mau"
Mike terkejut bukan main, itu jawaban Rere sesungguhnya atau ia sedang mengigau.
"Kau yakin...?"
"Yakin..."
__ADS_1
Sahut Rere dengan mata yang masih tertutup rapat.