Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Nasehat Ibu


__ADS_3

Hari yang tunggu pun tiba. Tenda-tenda besar nan indah telah berdiri. Anak-anak yatim piatu itu terlihat bahagia sambil lirik kanan kiri.


Nic dan si Bumil Jesy yang kini tengah menginjak 4 bulan pun sudah hadir sesuai janji mereka.


Kenzo menatap senyum demi senyum dari anak-anak yang membutuhkan itu. Hatinya tersentuh dan bangga.


Bulan benar, mereka lebih menghargai dan bahagia bisa merasakan pesta seperti ini.


Aku merasa, menjadi orang yang sangat beruntung..."


Ungkap Kenzo dalam hati.


Mike dan sang putera pun begitu kompak. Edward yang kini berumur 7 bulan pun tak kalah menggemaskan.


Agnes pun tentu hadir. Hari ini bukan saja hari untuk merayakan ulang tahun pertama Antonio, tapi kumpul keluarga juga.


'Happy birthday Nio... (Panggilan Agnes pada Antonio)


Happy birthday happy birthday, happy birthday to you...'


Semua orang bertepuk tangan, dan bayi satu tahun itupun ikut bertepuk tangan karena kegirangan.


"Semoga kau menjadi anak yang baik, yang menyayangi keluarga..."


Agnes mengucapkan do'a sambil mencium pipi anak menggemaskan itu.


"Dan jadilah pria tangguh yang di segani, namun penuh empati...Antonio"


Sambung Mike sambil mengelus rambut Antonio.


"Dan mempunyai tanggung jawab besar, bahu yang kuat untuk memikul tanggung jawab besar sebagai penerus keluarga Sminth..."


Tambah Nic yang lalu menggendongnya.


Kenzo lalu menggendong Angelia, ia menciumnya.


"Terimaksih bro...


Dan aku mohon, kelak anak-anak kalian menjadi bagian dari do'a yang kalian panjatkan untuk anak-anakku.


Mendampingi anakku dalam hal apapun, seperti kalian yang selalu ada untukku..."


Mike dan Nic saling bertatapan.


Dan mereka pun tersenyum yakin.


"Tentu saja Kenzo...Tentu saja..."


"Dan kau tau, kisah dari tiga pria tampan dan mempesona ini tidak berakhir, seperti kisah kita bertiga bersama Agnes.


Kisah kita akan di lanjutkan oleh penerus kita,


Ada Angelia,


Antonio, Edward dan putera kami..."


Kata Nic sambil memeluk Jesy dengan begitu senangnya.


"Putera?


Waahhh selamat yaa...


Aku sudah tidak sabar melihat anak-anak kita tumbuh dewasa..."


Ucap Rere dengan wajah sumringah.


"Iya betul sekali..."


Sambung Jesy sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat membesar itu.


"Dan semoga saja...


Anak kita tidak menyebalkan seperti ayah-ayahnya..."


Ucap Bulan sambil menahan tawa.


Kenzo lalu melirik dengan tatpan dinginnya.


"Heeey biarpun kami menyebalkan, tapi kalian begitu mencintai kami yang super tampan ini kan?"


Kata Kenzo sinis.


"Tentu saja...ahahahaha..."


Bulan, Rere dan Jesy begitu kompak memeluk suami mereka.


5 bulan kemudian, lahirlah buah cinta Nicho dan Jesy. Seorang putera yang persis sekali dengan wajah sang Ayah.


Hari kelahiran Gerry bersamaan ketika Edward merayakan ulang tahun pertamanya.


Ya, Edward dan Gerry, nama yang di berikan Nic pada sang putera, memiliki tanggal lahir yang sama dengan putera Mike. Dan terkadang jika ada kesempatan mereka merayakan ulang tahun bersama.


*


*


*

__ADS_1


*


*


*


Australia, 10 November, 2o tahun kemudian.


Lampu disko berputar di tengah ruangan redup dengan musik yang memekakan telinga.


Video Call melalui ponsel Antonio.


"Hai kakakku yang cantik, aku kira kau akan pulang dan ikut merayakan pesta ulang tahun Edward dan Gerry?"


Tanya Antonio, yang kini menjelma sebagai pria berusia 20 tahun yang begitu tampan dan mempesona, persis seperti Kenzo saat seusianya.


Wajah Angelia terlihat murung pada layar ponsel Antonio.


'Huuhh, aku belum bisa pulang Nio!


Aku tengah mengurus skripsi S3 ku di Amerika...


Bersenang-senanglah tanpa aku...!


Oyaa, mana yang berulang tahun...?"


Angelia mencari-cari sosok 2 pria tampan lainnya dari layar ponselnya.


Antonio pun mengarahkan ponselnya kepada Edward dan Gerry yang tengah bersantai sambil meneguk minumannya.


"Heey Boys! Look!"


Edward dan Gerry pun melambaikan tangannya pada Angelia.


"Hellooo my sister,


Lets join with us..."


Kata Gerry sambil mengangkat segelas minuman ditangannya.


"I miss you so much..."


Sambung Edward sambil memajukan bibirnya, dan ke 3 berondong keren itu terkekeh.


"Hhuuhff!!


Kalian jangan terlalu banyak minum! Awas saja jika di antara kalian ada yang mabuk berat!


Jika aku pulang nanti, akan ku pukuli kalian satu persatu!!


Angelia mendengus kesal, lalu perlahan mengukir senyum pada wajahnya yang cantik, secantik Ibunya, Bulan.


"Ooowwww, takuuuttt"


'Ahahahahaha....'


Ketiga adiknya itu malah meledeknya sambil terbahak.


"Antonio!


Beraninya kau yaaa!!


Edward, Gerry!


Awas saja, tahun ini tidak ada hadiah untuk kalian!"


Ancam Angelia sambil menunjukkan wajah kesal.


"Ahahahahaha...."


Lagi-lagi ketiga berondong manis itu mentertawakannya.


"Heyy bro lihat, wajah Angelia seperti kepiting rebus..!?"


Kini Gerry yang meledek Angelia yang wajahnya memerah.


"Kau tidak mungkin tidak memberi kami hadiah Angelia...


Dari kecil kau selalu mengingat ulang tahun kami, dan selalu memberi kami hadiah...


Jadi, jika kau pulang tanpa membawa hadiah...


Makaaa...?"


Edward memgeluarkan sesuatu dari sakunya dan menunjukkan tepat ke kamera ponsel Antonio.


"Huwaaaaaa!!!!!!"


'GUBRAKK'


Saking kagetnya Angelia sampai terjungkal dari kursi yang ia duduki.


'Bhahahahahahaa....!!'


Cowok-cowok itu kembali terpingkal melihat Angelia yang terjerembab kelantai karena terkejut, jahatnya bukannya Iba, mereka bertiga malah tertawa dan melakukan tos dengan gaya khas mereka.


Rupanya Edward mengeluarkan laba-laba mainan yang terbuat dari karet, karena mereka tau betul apa yang di takuti Angelia.

__ADS_1


"Jahaatttt!!!!!"


Teriak Angelia sambil mencoba bangkit.


"Tapi kami tampan kan?"


Kata Antonio dengan PeDe nya.


"Yaa, tampan!!


Tapi sayangnya kalian masih single...


Uuuw...huuhuhuhu...


Ahahahahahaha..!!"


Kini giliran Angelia yang terbahak-bahak ria, sedangkan Antonio, Edward dan Geryy terdiam, hanya saling menatap satu sama lain dengan wajah kikuk.


"Kasihaaan belum laku laku...


Ahahahaha...


Duhh, sakit perutku mentertawakan 3 pria handsome, but still single...oohhh kaciaan...hihihi..


Well, happy birthday Edward and Gerry. ..


Emmuuaachh,


Semoga segalanya yang terbaik hanya untukmu..."


"Yeaahh....


Thank you so much"


Jawab Edward dan Gerry dengan nada malas.


"So...


Cukup ledekanmu untuk kami hari ini,


Dan ketahuilah, kami single bukan karena kami tidak laku ya..?!


Selera kami tinggi, dan bukan wanita biasa yang kami incar!"


Jelas Antonio mewakili kedua sahabatnya.


"What everrr!!


Sudah yaa, aku tidak tahan melihat wajah-wajah pria tampan yang menyedihkan seperti kalian itu...ahahaha...


Bye...


See you Boys!!!


Emmuuaacchh"


"Hhhhmmmm..."


Mereka bertigapun melambaikan tangannya dengan wajah ditekuk.


'Nnuuuttt'


Video Call End.


Antonio kembali memasukkan ponsel kedalam sakunya.


Lalu ia bersandar di sofa dengan wajah yang di sinari lampu disko yang berputar-putar.


"Bro, ayoo dance...musiknya enak nihh"


Ajak Edward sambil manggut-manggut mengikuti alunan musik yang Dj mainkan.


Tapi Antonio malah tidak bergairah.


"Come on guys!!"


Ajak Gerry pada Antonio.


"Kalian duluan saja, nanti aku menyusul"


Jawab Antonio sambil meneguk tetesan tetakhir dari minumannya.


"Baiklah, lets go"


Edward dan Gerry meninggalkan Antonio sendiri.


Antonio terbayang kedua orangtuanya, terutama Ibunya, Bulan.


Ia lalu melihat foto Ibu dan Dadynya di ponsel miliknya.


Ia tersenyum.


"Maaf ya bu aku membuat party untuk Edward dan Gerry di tempat yang selalu membuat Ibu marah jika kami datang ketempat ini...


Sekarang aku sudah dewasa, aku tau batasanku seperti yang Ibu ajarkan padaku sejak aku kecil...


Aku bangga memiliki orang tua sehebat kalian..."

__ADS_1


__ADS_2