Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Pencarian Mike


__ADS_3

Rere membantu Mike untuk kembali berbaring di tempat tidur sederhana miliknya.


"Kau beristirahat lah, jangan terlalu banyak bergerak, kau masih lemah..."


Rere seraya merapikan selimut yang hendak ia gunakan untuk menyelimuti Mike.


"Jangan!"


Tegas Mike membuat Rere terperanjat.


"Maaf membuatmu terkejut. Aku tidak suka memakai selimut."


Jelas Mike sambil perlahan menyingkirkan selimut itu.


"Nanti kau kedinginan, udara malam di tepi laut ini sangat dingin sampai menusuk tulang."


"Aku lebih suka dingin."


Sahut Mike datar.


"Tapi kondisimu masih lemah!"


Tegas Rere yang menghawatirkan pria pujaannya.


"Lemah? Seorang Mike lemah?


Hhhh, rasanya tidak percaya, tapi kau benar.


Hari ini benar-benar memalukan, untuk bangkit berdiri saja Aku tak sanggup, berbaring pun di bantu oleh seorang wanita."


Mata Rere berbinar ketika Mike menyebutkan namanya.


"Jadi, namamu Mike?"


Mike mengangguk.


"Lalu, siapa namamu?"


Mike balik bertanya.


Rere dengan bersemangat mengulurkan tangannya.


"Aku Rere"


Ucapnya sambil tersenyum.


Mike pun membalas senyumannya walau hanya tipis. Ia mencoba menjabat tangan Rhene tapi...


"Aaauuwwh! Mengapa tangan kananku, ssshhh...sakit sekali?"


"Maaf maaf, Aku lupa kalau lengan kananmu patah, tenanglah...jangan banyak bergerak dulu. Kalau begitu Aku permisi."


Rere kemudian bangkit dan hendak melangkahkan kakinya kedapur.


"Tunggu! Kau mau kemana?"


Tanya Mike yang menghentikan langkah kaki Rere.


"Aku mau ke dapur untuk membuatkanmu sesuatu?"


Jawab Rere sambil tersenyum.


"Tapi, Aku tidak tau makanan apa yang kau sukai?"


Mike menatap ruangan di rumah Rere, begitu sederhana dan Mike tau bahwa mereka hidup dengan perekonomian yang minim.


"Jangan membuat apapun"


Kata Mike melarang Rere.


"Hei, Kau baru tersadar, kau belum makan selama tiga hari!"


"Aku pernah tidak makan sampai satu minggu."


"Apa?"


Rere melongo. Ia kembali duduk dipinggir tempat tidurnya. Dahi dan matanya mengerut.


"Kau bercanda? Kami yang miskin ini paling lama menahan lapar selama 2-3 hari, tapi kau, Seminggu? Apa kau benar-benar orang miskin?"


"Miskin?"


Tanya Mike terheran heran.

__ADS_1


"Mmm...kau benar. Saat ini Aku benar-benar miskin, bahkan Aku tidak memiliki sehelai bajupun"


Ketika Mike mengucapkan kata-katanya Rere malah fokus dengan dada bidang Mike yang bertato elang itu.


"Apa yang kau lihat?"


Teguran Mike membuat Rere salah tingkah.


"Hmmm, Aku...aku...


Mmmh, tadi kau bicara soal baju ya?"


Rere mengalihkan pembicaraan. Mike hanya mengangguk.


"Baju stelan kemejamu itu sudah sobek sana-sini, jadi Aku membuangnya, maaf?"


"Hhmm, tak apa. Aku mempunyai banyak setelan tuxedo dengan berbagai warna dan corak satu lemari penuh, lagi pula Aku tidak suka jika berpakaian formal seperti itu...


Dan...


Celana siapa yang ku gunakan saat ini, benar-benar...(sebenarnya Mike ingin mengucapkan kata 'menjijikan' karena celana yang ia kenakan pinggangnya terlalu lebar dengan panjang celana yang di bawah lututnya


Benar-benar unik...!


Kau tau pinggangku tak selebar celana ini, dan Aku bingung, ini sebenarnya celana panjang atau celana pendek, kenapa ukurannya aneh?"


"Celana itu tidak aneh. Celana itu milik Ayah ku, ia berpostur pendek dan gemuk, yaa begitulah penampilan celana itu jika kau yang menggunakannya...


Memang agak aneh, tapi kau tau? Celana itu adalah celana terbaik milik Ayahku..."


Rere mengucapkannya dengan rasa bangga, sedangkan Mike menatap celana itu dan tersenyum paksa pada Rere. Celana yang sudah ada jahitan dimana-mana dan warnanya pun sudah kusam.


"Aku...sangat tersanjung memakai celana terbaik milik Ayah mu ini.


Hmm bicara soal celana, apa kau yang mengenakan celana ini padaku??"


'Uhhuk uhhuk uhhuk'


Rere langsung tersedak.


"Bb..bbb...bukan! Bukan Aku..."


Rere gugup hingga terbata-bata.


Kata-kata Mike semakin membuat Rere salah tingkah.


"Ss..sumpah! Bukan Aku, tapi Ayahku..."


Rere mengacungkan dua jarinya yang berbentuk hutuf V.


"Ok!


Lalu, dimana Ayahmu? Mengapa Aku dari tadi tidak melihatnya?"


Mata Mike mencari sosok Ayah Rere kesetiap penjuru ruangan yang tak terlalu besar itu.


"Ayahku tidak ada, dia sedang mencari ikan di laut, Ayahku kan seorang pelayan, besok pagi ia baru kembali"


Jelas Rere pada Mike.


"Jadi, kita hanya berdua di rumah ini?"


Rere mengangguk.


"Kau belum mempunyai suami?"


"Belum. Memang kenapa?"


Tanya Rere bingung.


"Kau tidak takut dengan pria asing di depanmu ini?"


"Kenapa harus takut? Kau terlihat baik!"


Jelas Rere begitu yakin.


Fikiran kotor mulai menjalar di benaknya tapi itu hanya sepintas saja.


"Jika keadaanku tidak seburuk ini, berdua saja dengan gadis semanis Rere pasti menyenangkan!"


"Hallo...?


Kenapa bengong? Apa yang kau fikirkan?

__ADS_1


"Hhmm...Aku..tengah memikirkan bagaimana cara untuk pulang... "


Mike berdusta.


####


Dua best friend Mike masih belum mengetahui dimana keberadaan Mike setelah insiden penyusup yang membawa bom ditubuhnya dan Mike menjadi super hero plus korban dari ledakan bom itu.


Saat ini mereka masih di Hotel El Nido, Kenzo mengerahkan anak buahnya untuk mencari ke pemukiman di pulau dan desa-desa terjauh dan terpencil dari El Nido, karena keyakinan akan selamatnya Mike begitu kuat.


Seminggu berlalu, Mike kondisinya lebih baik berkat pertolongan Tuan Leo dan puteri tunggalnya Rere, wanita yang sangat mengagumi sosok Pria badboy yang belum ia ketahui perangai aslinya.


Dan Angelia, tentu selalu menangis dan marah karena Mike yang tak kunjung pulang, dia begitu merindukan Uncle kesayangannya setelah Nic.


"Pokoknya Dady harus telpon Uncle Mike! Bilang kalau Uncle harus cepat pulang, Aku kangen...!


Uncle pulang... Uncle jangan bertugas lagi, Uncle main sama Angelia saja..!!"


Gadis kecil itu selalu menangis ketika mengingat tentang Mike.


Begitulah hari Angelia berteriak mencari Uncle Mike.


****


"Bulan, pinggangku terasa mau patah karena menggendong Angelia seharian..!"


Kenzo seraya meregangkan otot-ototnya.


"Sini biar Aku pijat..."


"Jangan, aku lebih senang kalau kau memelukku, ayolah... Angelia sudah tidur, dan...ini saatnya untuk menenangkan syarafku yang tegang"


'Sreeetttttt'


Kenzo menarik tali piama Bulan.


"Hmm, modus!"


Ucap Bulan sambil merangkul leher Kenzo.


"Tidak usah mencibirku jika kau menyukai hal itu..."


Keesokan harinya, Kenzo dan Nic berencana melanjutkan pencarian Mike.


"Kita coba mencari di pulau Mimaropa, disana banyak daerah terpencil di tepi laut yang aksesnya begitu jauh dari kota"


Jelas Nic yang begitu detail mengetahui setiap seluk beluk suatu tempat di negara kelahirannya.


"Apa kita perlu menumpang pesawat?"


Tanya Kenzo sambil menikmati sarapan paginya.


"Kapal Pesiar lebih tepat, kita mencari lewat jalur laut saja, jika lewat jalur darat, orang-orang akan mengetahui dan tentu mengintili kepergian kita, termasuk Paparazi!"


"Baik, jika menurutmu itu rencana yang bagus, semoga kita dapat menemukan dan menjemput Mike disana!"


Angelia yang mendengar Kenzo yang mengatakan akan menjemput Mike langsung exited sambil loncat-loncat.


"Yee yeey, Dady akan menjemput Uncle Mike! Aku ikut..?"


Angelia memasang wajah imutnya dengan memelas.


Kenzo lalu tersenyum dan memangku buah cintanya dengan Bulan.


"No Baby, kau tunggu disini dengan Ibumu ya, biar Dady dan Uncle Nic yang..."


"Huwwaaaaa! Dady pelit, Dady pelit..!! Aku mau ikut! Huuuhuuhuu"


Angelia menangis histeris. Sampai Bulan berlarian menghampiri Angelia yang menangis begitu kencang.


"Sayang, Kamu kenapa?


Kenzo?"


Mata Bulan membulat dan menatap Kenzo dengan penuh selidik.


"A..apaa? Kenapa tatapanmu seperti itu?"


"Kenapa Angelia menangis? Apa kau memarahinya?"


Apakah Mike kali ini ketemu?


Dan Apakah Mike jatuh cinta dengan Rere?

__ADS_1


ikuti terus dan jangan lupa tinggalkan jejak... makasih...


__ADS_2