
Udara malam yang semakin dingin, Kenzo dan Nic pun segera masuk ke kamar mewah mereka di Kapal Pesiar itu.
"Sampai jumpa besok, Aku sudah tidak sabar melihat elang di dada Mike terbakar, hahaha!
Good night Kenzo..!"
Kenzo hanya tersenyum sambil mengangkat botol Vodkanya kepada Nic.
Kenzo masih menikmati hembusan angin laut yang menerpa tubuhnya, Kenzo menyukai hal-hal yang menurut orang lain akan membuat tubuh mereka menggigil.
Bulan yang tersadar bahwa Kenzo tidak ada disampingnya, segera beranjak dan mencari pria dingin dan temprament yang begitu ia cintai. Ia pun melangkahkan kakinya sambil komat-kamit.
"Dimana bos kalian?"
Tanya Bulan ketus pada anak buah Mike.
Para anak buah Mike menunjuk ke lantai atas dimana Kenzo dan kedua sahabatnya terakhir kali berkumpul.
"Tuan Kenzo ada di..."
"Ok terimakasih!"
Bulan bergegas menuju tempat yang ditunjukkan oleh pengawal mereka, dan nampaklah pria tampan yang kadang membuatnya kesal itu tengah berdiri tegap sambil menatap laut lepas yang tengah bergelombang. Sambil sesekali meneguk vodka yang begitu ia sukai.
"Disini kau rupanya?! Apa tidak ada hal yang lebih penting di banding melamun ditengah laut?!" gerutu Bulan sambil berjalan menuju Kenzo tanpa membuka mulut.
Langkah Bulan semakin mendekati Kenzo. Kenzo hanya melirik sedikit bola matanya sambil tersenyum, dia tau betul siapa yang mencoba mendekat padanya walau tanpa menoleh.
"Kau begitu pandai, ketika kau butuh kehangatan, kau datang kepada orang yang tepat."
Ujar Kenzo yang membuat langkah Bulan berhenti.
"Kok dia tau sih?"
Gumam Bulan dalam hati.
"Kenapa diam disitu? Mendekat lah, Aku tau kau menginginkanku bukan?"
Sambung Kenzo yang membuat Bulan gugup dan sedikit jual mahal.
"Aa..apaa?
Aku hanya memastikan bahwa kau tidak sedang berenang di laut ini! Kalau kau hanya berdiri sambil menghangatkan tubuh dengan vodka mu itu, lanjutkanlah..."
Bulan memutar badannya dan hendak melanjutkan langkahnya untuk kembali ke kamar.
"Sepertinya kau cemburu dengan vodka ku ini, sayang."
Kini Kenzo menoleh ke arah Bulan yang langsung menghentikan langkahnya.
"Aku? Cemburu dengan sebotol minuman yang kau genggam itu?
Hahaha, kau bercanda Kenzo? no way, Jika kau lebih memilih menghangatkan diri dengan vodkamu, Aku tidak peduli sama sekali...
Aku mau tidur! Lanjutkan apa yang membuatmu senang!"
Bulan bergegas meneruskan langkahnya, tapi Kenzo dengan cepat menyusul dan menggendong tubuh Bulan sampai membuatnya kaget.
"Kenzo...!"
"Yes, baby."
Sahut Kenzo yang tak peduli dengan ekspresi kaget istrinya.
"Kau membuatku...?"
"Sudahlah, jangan bertingkah seolah-olah kau keberatan! Saat ini Akulah yang tengah keberatan karena menggendong mu..."
Ucap Kenzo yang langsung memotong kata-kata Bulan.
"Aku gak nyuruh kamu ya Tuan menyebalkan!?Kalau begitu cepat turunkan Aku!"
"Pasti...
__ADS_1
Tapi di tempat yang tepat..."
Kenzo menatap Bulan dan tersenyum licik.
Mata Bulan membulat dengan sedikit curiga.
"Jangan bilang kalau kau akan menurunkan dan menenggelamkan ku di laut?!"
Kenzo memutar bola matanya.
"Kau fikir Aku sudah tidak waras?!
Tapi...
Itu ide yang cukup bagus, Karena Aku akan menenggelamkan mu di lautan cintaku..."
'Bbbrruughh'
Kenzo sedikit membanting tubuh Bulan keatas tempat tidur mereka. Terlihat Angelia tengah terlelap di tempat tidur lainnya.
"Bersiaplah tenggelam Bulan, karena tidak akan ada yang mampu menyelamatkanmu jika tenggelam dalam lautan cintaku!"
Jelas Kenzo yang sudah mulai merangkak di atas tubuh Bulan.
"Tunggu dulu!"
Bulan menahan tubuh Kenzo.
"Ada apa? BuKankah kau mencariku untuk ini?"
Ucap Kenzo sedikit kecewa karena Bulan menjeda hasratnya.
"Sabar..."
Bulan tersenyum, lalu ia mencari sesuatu di dalam tasnya.
"Vitamin itu lagi?"
"Lama sekali...!"
"Iya iya...gak sabaran banget"
Kata Bulan yang sedang merapikan obat itu. Kenzo lalu bangkit dan memeluk Bulan dari belakang.
"Ayo kita buat adik untuk Angelia."
Jelasnya sambil tak henti mencumbu leher Bulan dengan mesra.
Seketika bulu roma Bulan pun berdiri.
"Kenzo...?"
Ucap Bulan lembut sambil memejamkan matanya.
Sentuhan bibir Kenzo selalu membuat dirinya terhanyut dalam rasa hangat dalam kenikmatan, Kenzo benar-benar akan menenggelamkan Bulan dalam lautan cintanya.
Pagi yang cerah akhirnya tiba. Kenzo dan Bulan menghabiskan malam dengan penuh cinta dan kehangatan. Begitu juga Nic yang langsung tepar setelah meneguk dua botol wine dan seteguk Diva Vodka milik Kenzo, tidurnya benar-benar pulas. Tapi tidak dengan Mike. Lima botol wine sudah berhasil melewati tenggorokkan hingga lambungnya. Apa kiranya yang dapat mengganggu fikiran Mike hingga membuatnya insomnia?
Mata Mike terus terjaga hingga pagi. Sebenarnya dia ngantuk berat karena sebelumnya ketika tinggal di rumah Rere ia sulit tertidur.
"Shitt! Wajah wanita itu sudah seperti penjahat saja, Aku kira ia hanya menerorku dengan kata cintanya, tapi ternyata, wajahnya pun meneror fikiranku, sampai membuatku sulit tidur!!"
Mike yang telah menyiapkan dirinya berpenampilan serapi mungkin nampak heran, ketika ia tau bahwa kapal ini berputar arah kembali.
"Ini kearah utara! Kenapa kalian malah memutar arah lagi?"
Tegurnya pada Nahkoda sehingga membuat Nahkoda itu gemetar .
"I..ini, perintah Tuan Kenz..Kenzo..."
Jawab Nahkoda itu gugup.
Mike lalu mengerutkan alisnya.
__ADS_1
"Kau tengah menyusun rencana rupanya!"
Gumam Mike dalam hati sambil berlalu dari ruang Nahkoda itu.
Ia segera menemui Kenzo. Terlihat Kenzo beserta keluarga kecilnya tengah tertawa bersama dan dihadiri Nic.
"Sepertinya Uncle melewatkan sesuatu? Ada bau yang mencurigakan di antara dua orang pria yang pura-pura bodoh di depanku?!"
"Apa maksudmu?"
Tanya Nic yang tengah bermain masak-masakkan dengan Angelia.
"Angelia... sebentar lagi kau akan mempunyai dua Auntie,"
Ucap Kenzo.
"Yang benar dad? Auntie Agnes, dandan Auntie...? Auntie apa dad?"
Tanya Angelia polos.
"Auntie...Rere ..!"
Mata Mike membulat.
"Nic, kau sudah siap bertemu Rere?"
"Tentu saja...
Aku pun sudah tidak sabar mengendus bau elang yang hangus terbakar api cemburu! Hahaha..."
Nic tertawa gelak. Namun Mike masih mencoba stay cool seolah tak peduli.
"Aku akan baik-baik saja, Aku tidak peduli sekalipun kau ingin tidur bersamanya, Nic!!"
"Aku harap kau tidak akan menyesal, Mike."
Ucap Nic setengah menggoda.
"Aku? Menyesal? Itu tidak mungkin! Satu hal yang ku sesali..."
"Apa itu?"
Tanya Nic sambil pura-pura meminum teh mainan yang dibuat Angelia.
"Kenapa tangan kananku harus patah hingga tidak bisa memberimu kepalan lembut Nic?!Mendengar mulutmu membicarakan gadis udik itu membuat telingaku gatal."
Jawab Mike dengan ekspresi dinginnya.
"Ok ok...
Kalau begitu, sebaiknya kau tidak ikut turun menemui Rere, kau diam disini saja sambil menikmati rasa sesak di dadamu, hahaha..."
Nic terus memanas-manasi Mike yang gengsinya begitu tinggi itu.
"Hhah! Lagi pula siapa yang ingin melihatmu berduaan dengan gadis itu?! Diluar sana Aku bahkan bisa menemukan yang sepuluh kali lebih cantik darinya..."
"Kau benar Mike!"
Sambung Kenzo.
"Tapi dari banyak wanita yang pernah kau temui, siapa yang mampu menghantui fikiranmu?
Pengalamanku, ketika Aku sanggup mencari sepuluh wanita tapi hanya Bulan yang mampu membuatku tak kenal rasa bosan, dan hanya dialah yang mampu membuat fikiranku rumit hingga Aku tak mampu jika ia pergi...
Dan baru Aku sadari kalau itu sebenarnya cinta"
Jelas Kenzo yang memeluk dan mencium bibir Bulan di depan Angelia dan kedua sahabatnya.
Angelia lalu mengikik geli melihat tingkah Ayahnya yang tiba-tiba menyosor sang Ibu begitu saja.
"Ihh Dady genit!"
Ucap Angelia sambil menggelitik Kenzo.
__ADS_1