Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Malam Pertama


__ADS_3

"Hiks hiks..."


Bulan mengusap air matanya dengan tisu.


"Kau kenapa sayang? Kenapa kau menangis?"


Tanya kenzo khawatir.


"Aku..aku terharu...


Akhirnya, Nic akan melepas masa lajangnya..."


Kenzo menghela nafas, seraya menghembuskan apa yang menjadi beban di hatinya.


"Aku pun sama sayang, akhirnya kakakku yang malang itu akan merasakan bahagianya menjadi seorang suami.


Kakek pasti turut bahagia melihat salah satu Cucu kesayangannya kini akan menikah,


Aku benar-benar bahagia..."


Ucap Kenzo dengan mata berkaca-kaca.


"Kita semua akan bahagia, Sayang"


Kenzo pun tersenyum, ia lalu memeluk kedua bidadari yang duduk di sampingnya itu dengan erat.


Bulan dan Angelia tentu membalas pelukan pria yang amat mereka sayangi itu.


*


*


*


'Yuhuuu... Cium cium cium!!'


Begitu hebohnya tamu undangan ketika janji suci telah di ucapkan Nic dan Jesy.


Begitu juga Kenzo dan Mike, mereka ikut mendesak Nic untuk segera mencium Jesy padahal mereka masih saling tukar cincin.


Wajah Nic dan Jesybersemu merah. Bahagia, gugup, dan beribu rasa lainnya sudah bercampur aduk dan sulit di ungkapkan dengan kata-kata.


"Yeeyyy Aku akan punya dua adik dan dua Auntie...!"


Kata Angelia dengan bahagianya.


"Ayo Nic...tunggu apa lagi, bawa Jesy masuk kamar dulu!"


Teriak Kenzo yang membuat tamu undangan riuh dengan gelak tawa.


Tapi tidak dengan Bulan, ia malah mencubit tangan Kenzo.


"Aawwhh...


Ada apa sayang? Apa kau pun ingin cepat masuk kamar?"


Goda Kenzo sambil mengelus lengannya yang masih terasa sakit.


"Kau ini apa-apaan sih Kenzo?


Main suruh mereka masuk kamar aja!?"


Protes Bulan.


"Lho, apa aku salah? Mereka kan sudah sah menjadi suami istri?


Ooohhh aku tau, bilang saja kalau kau iri, kau ingin kita berdua ke kamar sekarang bukan?


Ayoo katakan, jangan malu-malu!"


Wajah Bulan merah.


"Itu tidak benar! Dan itu tidak mungkin, karena acara ini masih panjang!"


Kenzo mendekatkan wajahnya dekat sekali dengan wajah Bulan.


"Kau tau sayang, tidak ada yang tidak mungkin bagi Kenzo, jika aku mau, detik ini pun aku bisa membawamu ke kamar?"


"Jangan mimpi ya?!


Heyyy...lihat! Nic akan mencium Jesy!


Sayang, mana kamera milikmu???


Ayo cepat foto mereka!" heboh Bulan.


"Ohh, ok ok...


Momen first kiss ini harus di abadikan, kalau perlu malam pertama merekapun harus ia abadikan juga..haha..


Bagaimana menurutmu Mike?" tanya Kenzo pada Mike.


"Hahaha...itu ide bagus Bos, walau sedikit gila..!"


Pesta yang begitu mewah, meriah, dengan ribuan tamu dari orang-orang penting yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Para kerabat, relasi, mengucapkan selamat untuk raja dan ratu sehari yaitu Nicholas dan Jesy.


"Mana kakakku yang manis dan tampan? Selamat untuk kalian berdua yaaa?!"


Ucap Agnes bersama suami yang baru saja datang dari Amerika.


"Agnes?!


Ohhh thank you adikku! Aku benar-benar merindukanmu!"

__ADS_1


Kata Nic sambil memeluk Agnes dengan erat.


"Kau tidak merindukan kakakmu yang satu ini, anak ingusan?!"


Kata Kenzo yang berdiri tepat di belakang Agnes dengan wajah dinginnya.


"Kenzo...?


Aku sama sekali tidak merindukanmu!!"


Jawabnya sambil memasang wajah ketus.


"Ohhh, baguslah! Lagi pula, aku pun tidak merindukanmu!"


Mereka bertatapan dengan mata yang saling beradu, sampai akhirnya mereka cekikan dan saling berpelukan. Kelakuan mereka membuat yang melihatnya tertawa.


"Dasar bodoh! Aku selalu merindukanmu kak Kenzo!"


Kata Agnes sambil memeluk erat sang kakak.


"Dasar anak ingusan! Lihat dirimu sekarang! Kau begitu gendut!"


Kata Kenzo sambil mencubit pipi Agnes dengan gemas.


"Mungkin di Amerika ia selalu makan junk food! Ahaha"


Timpal Nic sambil tertawa.


"Kalian semua pria tampan dan menggoda, tapi sayang kalian tidak terlalu pintar!


Lihat perutnya, Agnes ini tengah hamil, benarkan?!"


Kata Bulan yang baru saja datang dengan Angelia.


"Bulan? Apa kabar?!"


Mereka saling berpelukan melepas rindu.


"Kau pun hamil anak kedua?"


"Iya Nes...


Kau hamil anak pertama?"


"Iya, usia kehamilanku baru dua bulan"


Jawab Agnes sambil memeluk sang suami yang berkewarganegaraan Amerika itu.


"Kalau begitu, sama dengan Rere...


Tapi, kenapa perutmu terlihat lebih besar?"


Tanya Kenzo bingung.


"Kenzo...


"Kembar?!"


Kenzo kaget tak percaya.


"Waahh kau hebat sekali Nes, selamat yaa..."


Bulan turut bahagia.


"Hhmm..."


Mike berfikir sambil memeluk sang isteri.


"Aku, Kenzo, dan Agnes akan segera memiliki bayi...


Dan kau Nicho?"


Mereka hanya cekikikan. Sedang Nic merasa mereka terlalu sombong.


"Hhhh...


Kau meremehkan ku Mike? Lihat saja, aku akan segera membuat Jesy seperti Bulan, Rere dan Agnes!"


Mendengar ucapan Nic Jesy hanya tersenyum malu di balik badan Nic.


"Wow...


Apa...kau bisa? Ekhem!!"


Goda Kenzo sambil menahan tawa.


"Tentu saja! Malam ini, jangan ada yang menggangguku! Mengerti??"


Kenzo dan Mike lalu hormat sambil berdiri tegap.


"Siap komandan!!"


****


Pesta usai, tamu undangan telah kembali pulang. Yang tersisa hanya para pelayan dan penjaga yang berlalu lalang.


Semua kembali ke kamar masing-masing, begitu juga sang pengantin baru, Nic dan Jesy.


'dug dug , dug dug '


Suara detak jantung mereka bak kuda berlari.


Jesy sedang di kamar mandi. Ia sengaja berlama-lama mencoba meredam rasa gugupnya menghadapi malam pertamanya bersama Nic.

__ADS_1


Nic mengendurkan dasinya.


"Harus mulai dari mana?


pipi, tangan, bibir, atau...?


aaarrggh... kenapa aku menjadi tertekan begini?!"


gumam Nic dalam hati.


'KREEKK '


pintu kamar mandi terbuka, Jesy keluar menggunakan piama.


"Nic? "


'Dhegg '


panggilan Jesy membuat Nic terkejut.


"I..iyaa Jes. Ada apa?"


tanya Nic sambil bangkit berdiri.


"Kau tidak mau bersih bersih dulu?"


tanya Jesy gugup.


"Mmmh...


tentu, aku gerah sekali."


Nic lalu membuka kancing kemejanya, mata Jesy membulat kemudian ia cepat menutup matanya sambil teriak.


'Hwaaaaa'


Nic cepat memeluk Jesy karena dia mengira Jesy ketakutan karena sesuatu.


"A...ada apa Jesy, katakan kenapa kau berteriak?!"


Nic tengok kiri kanan, depan kebelakang mencoba menerka apa yang membuat istrinya ketakutan.


Jesy segera melepaskan pelukan Nic sambil tersenyum kikuk.


"Hehehe...gak pa pa kok. Tadi...tadi aku melihat cicak! yaa, cicak. hehe...


maaf yaa membuatmu terkejut"


'glekkk'


wajah Nic seketika mencair dari kekhawatirannya.


"Hahaha...hanya cicak? Aku fikir, kau melihat hantu"


"Hantu? memang disini ada hantu ya?"


tanya Jesy ambil tengok kanan kiri.


Nic terdiam, ia berfikir sejenak dan kemudian tersenyum sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Mmmm, hantu ya? sebetulnya aku tidak mau cerita, tapi...di kamarku ini memang terkadang ada hal hal aneh..."


"Seperti apa?"


Jesy mulai gemetar.


"Mmmmm...


seperti...seperti...?"


'GLEEKK '


"Seperti apa?"


tanya Jesy yang penasaran namun takut.


"Aku akan menceritakannya setelah aku selesai mandi"


Nic tersenyum dan bergegas masuk ke kamar mandi.


"Tapi Nic!!"


'bruughh'


Nic menutup rapat pintu kamar mandi nya.


Bulu kuduk Jesy mulai berdiri.


"Masa sih di rumah semewah ini ada hantunya?"


Perasaan Jesy kian takut, ia lalu berdiri di depan pintu kamar mandi Nic.


'tok tok tok'


Jesy mengetuk pintu kamar mandi itu, membuat Nic terkejut.


"Jes?"


"Nic, apa kamu tidak bisa lebih cepat mandinya?"


Nicho tersenyum licik.


Kira-apa kejahilan apa lagi yang akan di lakukan Nic...? ikuti terus.. jangan lupa tinggalkan jejak ya....

__ADS_1


__ADS_2