Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Bom Di Dalam Pesta


__ADS_3

Pria berwajah tegas dan dingin itu membuka tuxedo mewahnya ketika Nic yang kini stand by berada di sisi Kenzo.


"Are you ready, Mike?"


Sapa Nic yang berjalan kearahnya.


"Untuk mencabut nyawa seseorang? Aku lebih dari sekedar siap!"


"Ok, selamat bersenang-senang!"


"Thanks!"


Mike pun meninggalkan pesta yang semakin malam semakin meriah.


Kini Mike berpakaian ala ARMY, membuatnya semakin gagah dan cool.


Dia berdiri di depan sepuluh orang Sniper yang tidak lain anak buahnya.


"Kalian semua, berpencar lah ke sekitar kapal Pesiar itu! Habisi orang-orang yang tengah terbahak ria itu dengan menembak tepat pada Jantungnya!


Tapi, jangan tembak orang yang memakai tuxedo hitam yang tengah bersandar pada awak kapal itu. Dia adalah pemimpin mereka, biar dia menjadi urusanku!


Apa kalian mengerti !?"


"Siap. Kami mengerti!"


"Bagus! Laksanakan segera!"


Para Sniper itu berpencar, mengepung Kapal pesiar itu dari segala sisi. Jangkauan dari senapan yang mereka gunakan mampu menembak musuh dari jarak 500 meter.


"Kalian bisa mendengarku?"


Tanya Mike sambil mengotak-atik wireless earphone di telinganya.


"Sangat jelas! Kami sudah dalam posisi menembak Bos!"


"Good Job! Dalam hitungan ketiga, lepaskan timah panas kalian!


Three, two, one...and.. Shoot it!"


'TERR !! TERR!! TERR!!'


letusan dari meluncurnya timah panas dari para Sniper hebat itu tepat mengenai sasaran. Kurang lebih 30 orang tewas dalam hitungan detik, membuat Duke sangat shock tentunya, karena hanya dia yang masih menghembuskan nafas di kapal itu.


"Oh My God!


Siapa yang melakukan ini!?"


Duke mencari-cari pelaku ke sekeliling lautan. Wajahnya masih pucat pasi. Dari arah yang tak dia duga, muncullah Mike dari belakang sisinya.


"Hai Ajay! Senang bertemu lagi denganmu!"


Ucap Mike santai sambil merebahkan tubuh di kursi santai di atas Kapal Pesiar itu.


"Kk..kkkauu..!?


Kau pelakunya?"


"Kau terkejut, Duke?


Kenapa Aku tidak menyadari kalau wajahmu itu persis seperti penghianat di antara kami dulu,


Kau Duke Ojera, Kakak dari Christ?!!


Christian Ojera Santhos!


Kau cucu dari keluarga Santhos yang tidak lain Kakak dari Kakek Sminth, Kakek Kenzo si Pembisnis ulung...


Aku tau banyak tentang keluargamu yang kurang beruntung itu! Berpuluh-puluh tahun Tuan Santhos dan Kakek Sminth bermusuhan, itu di sebabkan tak lain karena faktor iri yang bersarang di hati kakek kalian...!


Kakek bernasib baik, karena dia cerdas dan bijaksana. Sehingga dia bisa kaya raya dan terkenal, dan buruknya nasib kakekmu dalam membangun bisnis, itu bukan salah Keluarga Sminth itu karna kalian tidak becus mengembangkan usaha kalian!"


Jelas Mike yang tau banyak tentang perselisihan yang terjadi antara Kakek Kenzo dan keluarga Santhos yang masih menjadi kerabat Kenzo.

__ADS_1


Mike masih begitu santainya sambil meneguk wine pemberian Nic.


"Rupanya kau tau banyak, Mike!


Apakah Kenzo menjelaskannya begitu detail?


Ternyata Aku terlalu menganggap remeh kalian!


Komposisi kalian begitu komplit, sepertinya kalian sudah mengetahui niatku?"


"Tentu saja! Rencana busuk kalian terlalu mudah untuk kami terka.


Selain faktor konflik keluarga, kau pasti ingin membalas dendam atas kematian adikmu Christ, si penghianat itu bukan?!"


Duke tersenyum dengan sombongnya sambil bertepuk tangan.


"Cerdas! So, kedatangan mu kesini untuk membunuhku bukan? Bunuh lah!"


Merasa tertantang oleh Duke yang berwajah kalem membuat Mike segera bangkit dan menodongkan pistol tepat ke dahinya.


"Kau sombong sekali Duke!


Kau tidak tau, dalam satu kali jentikan jariku, tubuhmu akan menjadi sasaran tembak para Sniperku!"


Nafas Mike terengah, emosi mulai memenuhinya.


"Hahaha...!


Aku sudah siap mati! Tidak ada yang kusesali, justru kau yang akan menyesal, Mike!


Ketahuilah, jika Aku mati, maka seluruh orang di pesta itu...


Ohh bukan...!


Seluruh pantai El Nido ini akan...


'BOOMM, meledak


"A...apa?


Apa maksudmu?"


Tangan Mike bergetar, matanya terbelalak, sedangkan Duke masih dengan wajah santainya.


"Hhhhh...


Maksudku, Aku menanam Bom di area tempat Pesta yang mewah itu, Mike!"


Duke melihat jam tangannya.


"00:50... Waktu yang tersisa, tinggal 10 menit lagi, daan...kalian semua akan mati!


Hahaha hahaha!"


*****


Apa yang di katakan Duke tentu membuat para Tim monitor dan Nic terkejut. Untung saja komunikasi pada earphone Kenzo sudah di non aktifkan, karena mereka tidak mau Bos besar mereka ikut panik.


"Bom?"


Ucap mereka bersamaan.


"Mike, kau yakin dengan bualan si bodoh itu?"


Tanya Nicho."


"Aku tidak mau mengambil resiko Nic! Tim Deltha, keluarkan enam Anjing Labrador untuk mendeteksi keberadaan bom itu!"


"Baik Bos!"


Sahut Tim Deltha.


Anjing pun mulai berlarian ke tempat pesta. Labrador dengan bulu berwarna putih, penampilannya memukau para tamu, mereka tidak tau berkeliaran enam anjing Labrador itu kareba misi tertentu.

__ADS_1


Tetapi Kenzo yang mengetahui kehadiran anjing-anjing itu cukup kaget. Apa kiranya hal yang berbahaya di antara tamu-tamu ini.


"Nic! Whats going on?"


Bisiknya penuh curiga.


"Everything Ok, Kenzo...


Enjoy this party..!"


Jawab Nic sambil berjoget ria mengikuti musik yang dimainkan DJ terbaik di kota itu.


"Jangan membohongiku Nic! Katakan...!"


Kenzo memaksa Nic untuk membuka mulut, tapi Nic tidak menghiraukan pertanyaan Kenzo, ia masih menikmati musik yang memekakan telinga itu. Padahal dalam hatinya ia, Mike dan Tim Monitor tengah panik setengah mati.


Nic melihat jam tangannya.


"Ouuh Shitt! Enam menit lagi! Dimana kiranya Duke mengubur Bom yang dia maksud! Atau Jangan-jangan itu hanya bualan dia saja?"


Belum selesai berfikir, Nic dan yang lainnya di kejutkan oleh gonggongan ke-enam anjing Labrador yang pintar itu. Anjing-anjing itu tengah menggulung dan mengoyak tuxedo dan celana seorang pria yang hadir di pesta itu.


"Dia? Pasti dia orangnya! Dia penyusup! Cepat seret dia keluar dari pesta ini...!"


"Jet ski...siapkan jet ski!"


Tegas Nic pada anak buah Mike yang tengah menyeret paksa orang itu.


Para tamu pun sontak terkejut.


"Mohon maaf Tuan dan Nyonya atas ketidak nyamanan ini, orang itu penyusup namun kami telah membereskannya.


So, enjoy the Party!"


Nic tersenyum kepada para tamu dan Kenzo yang tengah menatapnya penuh khawatir.


"Trust me!"


Nic menepuk bahu Kenzo.


"Kenzo, apa semuanya baik-baik saja?!"


Bulan merangkul tangan Kenzo yang ikut panik.


"Tentu! Selama kedua Jendralku masih meyakinkanku bahwa semua baik-baik saja, tidak perlu ada hal yang di khawatirkan...!"


Kenzo mengecup kening Bulan sambil tersenyum.


"So, Ladies and Gentlemen, please enjoy the party, dont worry, everything ok!"


Kenzo meyakinkan para tamu yang mulai kembali menikmati pesta.


Bulan memegang dada Kenzo.


"Jantungmu berdegup sangat kencang, Kenzo!"


"Itu karena Aku di dampingi wanita cantik kan se**** disampingku.."


"Kau panik! Kau tidak bisa menyembunyikan itu dariku! Aku khawatir Kenzo...?"


Kenzo lalu memeluk Bulan.


"Percaya padaku sayang, semua akan baik-baik saja."


"Semoga..."


Ujar Kenzo dalam hati sambil menatap langit malam yang penuh bintang.


Apakah Mike dan Nic berhasil menyingkirkan penyusup?


Lalu bagaiman nasib Duke?...


Jangan lupa Like Dan Vote sebanyak-banyaknya...

__ADS_1


__ADS_2