Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Perdebatan antara Kenzo Dan Bulan


__ADS_3

Kenzo yang emosinya kian memuncak menyingkirkan Mike dari hadapan Duke.


"Menyingkirlah Mike, biar Aku yang menyelesaikan kekonyolan orang ini!"


Kenzo menaruh ujung pistolnya tepat di kening Duke.


Namun Nic tidak membiarkan hal itu terjadi, karena jika Kenzo melakukan kekerasan, publik pasti akan menyorotnya hingga berdampak pada bisnis keluarga besarnya.


"Stop Kenzo!


Jangan turuti nafsumu...


Kini kau menjungjung nama Sminth di bahumu. Kau tidak bisa seenaknya bersikap sama seperti saat kita di tempat pelarianmu, d Indonesia..!


Jangan gegabah! Disini kau bukan lagi bajingan berdarah dingin, tetapi kau Kenzo! Dengan nama besar Sminth ditengah namamu, kau memikul tanggung jawab besar.


Keluargamu, bisnismu, dan belasan ribu anak yatim piatu yang menaruh harap padamu.


Fikirkanlah, Kenzo!!"


Nic yang berwatak lebih lembut dan arif selalu menasehati Kenzo dalam mengambil langkah. Beda dengan Mike yang berinsting pembunuh dan tidak suka hal yang bertele seperti Kenzo.


"Apa yang di ucapkan Nic itu benar Kenzo!


Jangan sampai reputasimu hancur hanya karena kau tidak bisa menahan emosimu."


Sambung Bulan yang merasa takut melihat pertikaian para lelaki itu di ruang rawatnya.


Kenzo melirik ke arah Mike, Mikepun menganggukkan kepala tanda bahwa Kenzo harus mengikuti saran Nic dan Bulan.


Duke sengaja memancing kemarahan Kenzo agar ia melakukan kesalahan. Duke sangat mengetahui watak Kenzo yang tidak senang akan hal rumit dan sifatnya yang tempramental. Cara yang bagus untuk menjatuhkan Kenzo, dengan mempermainkan emosinya.


Duke yang menaruh rasa pada Bulan, istri dari musuhnya itu sudah mulai berani mencuri perhatiannya di hadapan Kenzo.


Apakah ia berhasil merebut Bulan dari pelukan Kenzo? Dan apakah Duke benar-benar menghabisi kedua jendral hebat di sisi musuhnya itu, Nic dan Mike, dan membuat Kenzo mati secara perlahan sesuai harapannya?


Siapa bajingan yang lebih hebat dan licik, apakah Kenzo si tampan yang tempramental, atau Duke si manis serigala berbulu domba?


"Ayo Kenzo...Tunjukkan amarahmu!"


Gumam Duke dalam hati, ia memang sengaja memancing emosi Kenzo yang sulit reda dan dikendalikan jika sudah meledak.


Tapi Kenzo yang semakin dewasa tidak semudah itu meluapkan kekesalannya, terlebih ada Nic yang menjadi penasehat di situasi genting.


Kenzo menurunkan pistolnya dari kening Mike.


"Enyahlah dari hadapanku sebelum ku berubah fikiran.


Dan jangan coba-coba berani menatap istriku dengan tatapan seperti itu.


Itu jika menurutmu matamu begitu berharga.


Seret orang ini keluar! Dan jangan biarkan ia berdiri di depanku!"


Kenzo memberi perintah kepada pengawalnya untuk segera menyeret Duke keluar.


"Orang itu!


Mike, beri perintah anak buahmu agar tetap menyelidiki orang itu.


Jika gerak-geriknya mencurigakan, langsung habisi dia!"


Kenzo lalu merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan lengan yang menutupi wajahnya, dia mencoba meredam amarahnya yang hampir meledak.


"Baik Bos. Akan ku laksanakan!"


Mike pun segera keluar dari ruang rawat Bulan, menjalankan apa yang Kenzo perintahkan padanya.


"Kenzo...


Kau tidak seharusnya memperlakukan Ajay seperti itu!"


Ucap Bulan yang merasa berhutang budi pada Duke.


Kenzo segera bangkit duduk, menatap Bulan dengan tatapannya yang bagaikan mata elang, kecil namun tajam.

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


Tanyanya dingin.


"Aku tidak suka kalian begitu kasar padanya, Dia yang menolongku, Kenzo...


Seharusnya kau berterimakasih padanya."


Penjelasan Bulan justru memancing amarah Kenzo. Ia pun segera berdiri dan melangkahkan kakinya dengan wajah dinginnya.


"Apa kau bilang?


Berterima kasih untuk segala kekonyolannya?


Aku harus berterima kasih dan membiarkan laki-laki lain menatapmu dengan tatapan genitnya?


Kau fikir Aku salah hah?


Kau tau perasaanku ketika Ajay mencium bahkan menyentuh pahamu?


Hatiku sakit Bulan!


Hatiku marah. Tapi kau? malah membela orang itu?"


Bulan menggelengkan kepalanya, menurutnya Kenzo sudag salah paham.


"Kenzo, bukan begitu maksudku.


Dia melakukan itu untuk menolongku, kalau tidak ada dia di tempat itu, mungkin nyawaku sudah melayang..."


Tangan Kenzo mengepal sekuat tenaga.


"Aku laki-laki Bulan.


Aku tau betul ucapan dan kata-kata yang ia lontarkan itu untuk menggodamu!


Bahkan ekspresinya saat menghisap racun dari pahamu bukanlah ekspresi panik dan was-was...


Tetapi ekspresi layaknya aku menjamah tubuhmu!


Dengan apa yang ia lakukan kau justru menyalahkanku?


Dia memang telah menolongmu, tapi Aku sudah memberikan uang sebanyak 5000 Peso dari dompetku!


Tapi dia masih berani menatapmu dengan tatapan menggoda di depan mataku.


Apa aku masih tetap harus berterima kasih padanya?!"


Bentak Kenzo pada Bulan sampai memekakan telinga yang mendengarnya. Bahkan Bulan sampai menutup telinga dan memejamkan matanya.


Bulan meneteskan air mata, baru kali ini ia melihat Kenzo yang kembali pada tabiat saat mereka pertama berjumpa.


"Ken...Kenzo?"


Ucap Bulan lirih.


"Aku kecewa padamu Bulan.


Aku begini karena aku terlalu mencintaimu!


Tapi kau malah komplein padaku atas sikap kurang ajar yang Ajay tunjukkan padaku!?


Aahhaa, I know!


Mungkin kau menyukai cara ia memperlakukanmu, benar begitu?


Kau menyukai tatapan dari mata sendunya begitu juga sentuhan bibirnya pada pahamu, apa benar begitu?"


Bulan menggelengkan kepalanya, tentu yang di ucapkan Kenzo adalah salah.


"Kamu...kamu tega menuduhku seperti itu, Kenzo?"


Tanya Bulan tak percaya.


Duke yang diseret keluar tersenyum lebar mendengar sayup-sayup suara Kenzo yang tengah menggelegar di dalam ruangan Bulan.

__ADS_1


"Rencana awalku berhasil. Hahaha!!!"


Seru Duke dalam hatinya.


******


Ditengah gembiranya Duke, Kenzo masih meluapkan amarahnya pada Bulan.


"Menuduh?


Kau bilang aku menuduh?


Haha!


Lalu menurutmu Aku harus merangkul dan menjabat tangan laki-laki brengsek itu?


Jawab?"


'Brraaakkk!!!'


Kenzo menggebrak meja tepat disamping Bulan, membuat Bulan dan Nic terkejut bukan main.


"Kenzo, Cukup!


Jangan sampai kau lewat batas!


Istrimu sedang sakit, dan kau jangan membuat keributan disini!!"


Nic menarik bahu Kenzo hingga mundur beberapa langkah dari sisi Bulan.


Kenzo segera menghindar sambil mngatur nafasnya.


"Kau fikir hatiku tidak sakit hah?!


Ada seorang pria yang terang-terangan menggoda bahkan menyentuh Istriku dengan motif menyelamatkan nyawanya?!


Hebatnya lagi, istriku justru memarahiku dan marah ketika Aku menghajarnya...


Luar biasa..!"


Bulan terus terisak, sebenarnya bukan maksud dia untuk membela Duke, dia mengira Kenzo marah tanpa sebuah alasan.


"Kenzo....


Maksudku bukan seperti itu..."


Ucap Bulan sambil menyeka air matanya.


"Lalu apa?


Sudahlah Bulan, Aku tidak mau berdebat lagi dengan mu!


Kau tau bagaimana seorang Kenzo jika lepas kendali bukan...?"


Kenzo lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Bulan dengan amarahnya yang luar biasa dan belum ia salurkan.


"Bulan, kau tidak apa-apa sendiri? Aku mau mengejar pria tukang marah itu!


Tapi kau tidak perlu khawatir, karena anak buah Mike menjagamu diluar."


Bulan menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu Aku permisi!"


Nic segera berlari keluar ruangan, dia begitu khawatir Kenzo akan berbuat diluar kendalinya.


Berkali-kali ia menelpon Kenzo, tapi berkali-kali juga Kenzo tidak menjawabnya.


"Shitt. Kemana si Tuan Tempramental ini pergi?!


Bahkan ia pergi tanpa seorang pengawalpun!


Hhhhhaaah, awas saja jika kau tidak bisa menjaga image dan nama besarmu, Kenzo!


Ini Ausi, tidak seperti di Indonesia yang tidak tau seberapa terkenalnya dan berpengaruhnya nama Sminth di belakang namamu...!"

__ADS_1


__ADS_2