Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Cemburu 2


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, Aku tetap menunggu Kenzo pulang.


Aku termenung sambil menopang dagu, membayangkan Kenzo pulang sambil merangkul seorang wanita panggilan, Hhhh rasanya dadaku terasa sesak.


Apalagi dia tidur bersama sekamar di rumah ini? Apa Aku sanggup ?!


Tunggu...


Kenapa Aku harus merasa seperti ini? Kenzo bahkan tidak menganggap ku seorang Istri, dan Aku...


Kenzo juga bukan suami idaman, dia..dia hanya monster penyiksa.


Bulan, Kau tidak perlu merasa sesak seperti ini, jodohmu berada di luar sana, jadi biarkan saja Kenzo bersenang-senang, Kau fokus saja untuk kebebasan mu !


Bu Acy menghampiri ku, ia memegang bahuku membuatku terkejut.


"Nona ??"


"Bu..Bu Acy ?!"


"Nona belum tidur? Ini sudah hampir jam 12 lho ?!"


Bu Acy lalu melihat beraneka macam masakan yang telah ku masak.


"Banyak sekali makanan ini, kelihatannya Nona dan Tuan Kenzo akan dinner special ya?"


'Dhegg'


"Bu..bukan, ini untuk......"


Belum selesai Aku menjelaskan pada Bu Acy, Kenzo datang sambil menggandeng seorang perempuan dengan pakaian yang begitu ****.


"Apa dia yang bernama Sherin??"


Gumamku dalam hati.


"Bulan, ini kekasihku Sherin"


Kenzo begitu bahagia memperkenalkan wanita genit itu padaku.


Perempuan itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan ku.


"Hai, Aku Sherin."


"Bulan"


Jawabku dingin.


Dia lalu memperhatikanku dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Beib, Istrimu ini cantik dan suuuper ****, tapi kenapa Kamu masih mencari kehangatan di luar!!?"


Tanya Sherin sambil bertingkah manja.


"Kau benar! Bulan ini begitu cantik dan mempesona, tapi dia terlalu dingin untukku, sedangkan Pria sepertiku haus akan kehangatan"


Ucap Kenak sambil melirik sinis padaku. Aku merasa sakit! Ku palingkan wajahku darinya, Bu Acy memegang bahuku mencoba memberi suport.


"Aku tak apa Bu"


Ku beri senyum palsu untuk menyembunyikan kekecewaan yang tak beralasan ini.


"Makanan sudah ku siapkan, Aku permisi"


"Tunggu ! Malam ini Kau jangan tidur di kamarku, Kau bisakan tidur di kamar lain??"


"Tentu !"


Jawabku seolah tak peduli.


Aku berjalan menuju kamar lainnya di ikuti Bu Acy dibelakang ku.


"Nona..tunggu Nona, si..siapa yang bersama Tuan Kenzo?"


"Dia kekasihnya"


Jawabku tersenyum getir.


"Apa ?? Nona membiarkannya begitu saja??"


"Biarkan saja Bu, Aku tidak punya hak untuk melarangnya, Aku bukan siapa-siapa di mata Kenzo"


"Ta..tapi Nona Istrinya?!!"


"Aku hanya Istri pura-puranya saja, Aku tak apa kok Bu..

__ADS_1


Hhhuuuaaamh, Aku ngantuk, maaf ya Bu Aku mau masuk kamar dulu, selamat malam"


Ku tinggalkan Bu Acy di depan kamar yang bukan kamar tidurku bersama Kenzo.


Aku bersandar dibelakang pintu, kaki ini terasa begitu lemas, Air mata tak kuasa ku bendung, rasanya ingin sekali menghajar wanita yang bermanja di pelukan Kenzo!


Jangan menangis Bulan , jangan menangis !!


Tapi aku manusia biasa, Aku merasa sakit di hatiku. Layaknya seorang Istri yang tidak terima melihat suaminya berselingkuh, tapi sayangnya bukan hubungan seperti itu di antara kami.


Aku menangis sesenggukkan, ku peluk bantal dengan erat, menyembunyikan tangis dari diri yang tak berdaya ini.


Kenapa harus ada rasa ini di hatiku? Ketika hanya menghitung hari Aku lepas dari Kenzo pria yang berkepribadian buruk, sangat sangat buruk.


Kadang ku mencoba tak peduli, tapi Aku terpuruk lagi...begitu dan begitu sampai waktu menunjukkan pukul 03:00 pagi.


Aku masih menangis sesenggukkan di bawah pintu, rasa yang tak ku mengerti dan tak ingin ku gali lebih dalam ini benar-benar menyiksa sampai Aku sangat lelah dan merasa sangat haus.


Ku coba berdiri, ku lap air mata yang dari tadi terus mengalir hingga membuat mataku sembab.


Ku buka pintu kamar itu dengan malas dan betapa terkejutnya Aku ketika melihat Kenzo tengah berdiri di depan pintu kamar sambil bertelanjang dada.


Dia memperhatikan tetesan air mata yang masih tersisa di mataku yang sembab.


Aku memalingkan wajahku sambil mengusap air mataku.


"Kau habis menangis??"


"Tidak..aku habis lihat film!"


Jawabku berdusta.


"Lihat film ya? Sampai hidungmu merah? Dan mata besarmu sembab seperti itu??"


"Aku lihat film sedih jadi aku terharu, permisi Aku mau mengambil air minum!"


Kenzo malah menghadangku.


"Jangan ganggu Aku! Lebih baik Kau bersenang-senang dengan wanita panggilan di kamarmu itu! Kenapa Kau malah berdiri disini!!"


Aku menabrak tubuh Kenzo yang tinggi dan Atletis itu. Dia mengikuti Aku sampai ke dapur.


Aku tidak mempedulikannya, Aku meneguk air minum satu gelas sampai tak bersisa.


"Kau butuh air minum yang banyak untuk mendinginkan hatimu yang kepanasan itu"


"Hatiku fine-fine aja, Kau tidak usah khawatir!"


Aku berlalu meninggalkan Kenzo beberapa langkah di depan.


"Justru aku khawatir padamu, pada hatimu dan matamu"


Aku menghentikan langkah, mencoba mencari tau apa maksud perkataannya.


Kini Kenzo yang berjalan ke arahku.


"Bulan, Aku khawatir jika hatimu terlalu panas, nanti hatimu meleleh, dan jika mata besarmu itu terus menangis, Aku khawatir matamu menjadi sipit karena sembab!"


Aku membalik badanku tepat dihadapannya.


"Apa maksudmu ???!!"


Kenzo memegang daguku.


"Sudahlah wanita bodoh! Kau itu tidak pandai menyembunyikan rasa cemburu mu"


Aku menepis tangan Kenzo.


"Aku tidak cemburu! Dan Aku tidak peduli mau 1 atau 5 perempuan sekalipun Kau bawa ke rumah ini!"


"Oya ?! Satu wanita saja kau menangis sesegukkan selama berjam-jam, bagaimana kalau ada 5 wanita? Apa Kau mau menangis selama 20 jam??"


Aku merasa malu dan salah tingkah. Bagaimana dia tau aku menangis tak henti-henti??


"Kau pasti bertanya-tanya kenapa Aku bisa tau kan??


Karena setelah Kau masuk kamar, Aku terus berdiri di depan pintu kamarmu, sambil menahan tawa mendengar mu menangisi Aku yang bersama wanita lain!"


deg....


"Hahah...Kau gak usah kepedean yaah!? Aku itu nangis karena lihat film sedih dan ingin cepat-cepat lepas dari Kamu !


Minggir, Aku mau tidur !!"


Aku kembali menabrak tubuh Kenzo dengan sengaja.

__ADS_1


"Baiklah, Aku juga mau tidur, karena Aku sudah meninggalkan Sherin terlalu lama hanya untuk mendengarkan wanita cengeng menangis!"


"Ya sudah sanah pergi! Kenapa Kau masih berdiri disana !!?"


"Ini juga mau ke kamar !"


"Hhhhh !!!"


Aku mendengus kesal lalu menutup pintu.


"Aaarrrgghhh!"


Kenzo lalu kembali melangkah menuju kamarnya sambil mengacak-acak rambutnya.


Dari kejauhan Nic memperhatikan sikap mereka berdua sambil tertawa.


"Kalian berdua masih saja terlalu gengsi..."


"Hei Nic, apa benar Bos Kenzo membawa wanita lain di kamarnya?"


Tanya Mike ketua dari anggota anak buah Kenzo


"Itu tidak benar, perempuan itu keluar setelah Bulan tidur"


Jelas Nic sambil menyeruput secangkir kopi panas.


"Hhhmm, Aku lihat hubungan mereka semakin rumit saja, tapi Aku perhatikan Bos Kenzo sudah mengurangi intensitasnya untuk pergi ke Diskotik, apa mungkin dia sudah bosan bersenang-senang dengan wanita-wanita **** di sana??"


"Hahaha, Mike, kau sendiri bagaimana jika di rumah ada wanita **** menggoda, apa kau masih mau jajan di luar??"


Ucap salah satu di antara mereka.


"Benar, Bulan tu bak Gitar Spanyol, terkadang aku juga suka terpesona, apa lagi lenggak lenggok tubuhnya ketika berjalan, rasanya air liurku hampir menetes!"


Kata-kata Mike membuat riuh penuh tawa.


"Ssssttt !! Jaga bicara kalian, kalau Kenzo dengar apa kalian siap habis kontrak di dunia ini dengan paksa??"


Kata Nic sambil terkekeh.


Seketika suasana menjadi senyap.


Pagi telah tiba, Aku sebenarnya sudah bangun, hanya saja malas untuk beraktivitas. Biar saja Kenzo mau memarahiku habis-habisan, Aku benar-benar malas melihat wajahnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 09:00 pagi, tapi belum ada tanda-tanda dari murka Kenzo.


Pasti dia masih berada di kamarnya, dan dia tengah memeluk perempuan itu dgn mesra hanya dengan balutan selimut!


Hhuumh membayangkannya Aku jadi jijik! Mau mandi tapi baju-bajuku kan di kamar Kenzo, kalau Aku masuk dan melihat adegan yang tak menyenangkan...ihh no.. no..


Tapi, Aku sendiri bingung, sebenarnya Aku marah itu kenapa?!


Kenapa Aku harus lelah-lelah merasakan semua ini.


Aku kembali melamun, entah apa yang ku fikirkan sekarang.


Tapi tiba-tiba ku dengar ada keributan di luar.


Aku mendengar ada seorang wanita menangis dan Kenzo tengah marah-marah.


Apa mungkin Kenzo memarahi Sherin??


Aku yang penasaran lalu keluar dari kamar, berjalan mengendap menuju teras luar.


Betapa kagetnya Aku ketika melihat wanita hamil tengah menangis dan berlutut di hadapan Kenzo.


Para anak buahnya menarik tangan wanita itu yang memegang kaki Kenzo dengan kuat . wanita itu di usir dengan kata-kata kasar Kenzo dan anak buahnya.


"Kau fikir aku laki-laki bodoh ?! Kau ini wanita murahan, dan ketika hamil Kau minta pertanggung jawabanku? Hahaha...


Enyahlah dari sini mumpung Kau masih diberi kesempatan hidup !!"


"Kenzo, ini benar-benar anakmu, karena selama sebulan itu aku tidak melayani laki-laki lain selain kamu..!!" tangis wanita itu


Kenzo lalu mencengkram rahang wanita itu.


"Kau pelacur ! Sudah resiko untukmu, pelacur tidak mempunyai hak apapun untuk menggugat laki-laki lain untuk minta pertanggung jawaban, Mike , seret dia!!"


"Baik Bos! Ayo cepat lepaskan kaki bosku ! Kau hanya bikin keributan saja!!"


Aku tidak tega melihat wanita hamil itu di tarik paksa dan menjadi bahan tertawaan para anak buah Kenzo.


"Stop !!! Hentikan !! Jangan sakiti perempuan itu ! Kalian semua memang sudah tidak punya hati ! Termasuk Kau Kenzo !!"


Aku hanya bisa menggigit bibirku. Karena merasa tak yakin dengan keberanianku.

__ADS_1


Habis lah kau Bukan karena berani membentak Kenzo...


__ADS_2