
"Dont touch me!"
Bulan lalu menarik tangannya dengan cepat.
"Ouuhh...Aku tak sudi disentuh olehmu!"
Mike berlagak seperti pemain theater, tentu untuk meledek Kenzo.
"Kau ini kenapa? Aku perhatikan kau selalu sensi melihatku? Apa ada yang salah pada wajahku!?"
Kenzo meraba pipi, hidung dan sedikit merapikan rambutnya.
"Penampilanmu perfect Bos, seperti biasa"
Jelas Kenzo sambil memperhatikan Kenzo dari berbagai Angle.
"Penampilanmu tidak salah, yang salah itu wajahmu!"
Terang Bulan membuat Kenzo melongo.
"Wajahku?
Kau orang pertama sayang, yang mempermasalahkan wajahku, bahkan setelah empat tahun menikah...
Ini benar-benar aneh!"
Kenzo lalu menyentuh dahi Bulan dengan punggung tangannya.
"Tidak panas!?"
"Aku memang tidak sakit Kenzo!"
Tegas Bulan ketus.
"Lalu kenapa kau selalu sinis padaku?"
Kenzo lalu memeluk Bulan dengan manja.
"Kau kesal dengan Mike tapi selalu Aku yang kena imbasnya!
Mike?"
"Iya Bos?"
"Aku akan menghukum mu karena kau telah..."
"Aku yang akan menghukum mu jika kau berani menghukum Mike!"
Ucap Bulan memotong kata-kata Kenzo.
"Aku lagi?
Salahku apa sayang...?
Mana Bulan yang manis yang selalu bermanja diperlukan ku? Kenapa sekarang kau jadi sensitif dan mudah tersinggung seperti ini?"
Kenzo benar-benar tak habis fikir akan sikap Bulan akhir-akhir ini.
"Mungkin tensi darah Nona Bulan naik Bos!?"
Timpal Mike mencoba menerka.
"Hhmm, kau benar juga Mike?!"
Bulan memutar bola matanya dan menjambret kemeja dua pria yang menurutnya sangat menyebalkan saat ini.
Kenzo dan Mike dibuat tercengang oleh sikap Bulan yang berubah drastis.
"Kalian benar Tuan-Tuan tampan, tapi apa kalian tau?!"
Bulan menatap pria yang tak berkutik itu satu persatu.
"Kalianlah yang menyebabkan jika tekanan darahku naik!"
Kenzo dan Mike langsung menutup kedua telinga mereka.
"Waah wahh, Aku melewatkan tontonan yang seru rupanya?!"
Nic datang setelah ia mendengar bahwa Rere pulang dengan keadaan pingsan.
"Sssttttttt!!"
Desis Kenzo dan Mike bersamaan, mereka harap Nic tidak memperburuk suasana hati Bulan.
"Apa yang aku lakukan ini sudah seperti adegan di film holywood Nic?"
Nic merenung sejenak.
"Aksimu menjambret baju dua pria sekaligus tanpa berkutik, itu lebih keren dari Aksinya James Bond sekalipun!"
"Benarkah?"
Tanya Bulan dengan ekspresi berbunga-bunga.
"Sejak kapan kau meragukan ku, Bulan? Sepertinya Kenzo dan Mike tidak memiliki jurus karate yang menakjubkan seperti milikmu itu?"
Nic nyengir sambil memamerkan giginya yang putih.
Bulan lalu melepaskan kemeja Kenzo dan Mike dari cengkraman nya.
__ADS_1
"Sudah ku duga!"
Jawab Bulan sambil bersedekap.
"Aku datang kesini untuk melihat keadaan Rere, apa sudah di beri sesuatu yang berbau menyengat? Seperti minyak kayu putih atau parfum?"
Tanya Nic memastikan.
"Sudah Tuan Nic"
Sahut Mike manis.
"Semoga kau tidak menanyakan kenapa Rere bisa pingsan, Nic! Karena Bulan pasti akan keluar tanduk lagi!"
Kiranya begitulah kata-kata Kenzo dan Mike dalam hati.
Nic mendekat pada Rere, ia perhatikan wajah Rere dengan seksama.
"Aku tidak akan bertanya kenapa, karena Aku tau Rere pasti shok ketika tau bagaimana cara mengemudi Mike yang seperti orang sudah bosan hidup"
"Kau benar, itu salah satunya!"
Jawab Mike tanpa rasa menyesal karena sampai membuat Rere dikocok isi perutnya dan merasa mual.
Ditengah perbincangan mereka, jari-jari Rere mulai bergerak, menunjukkan bahwa mulai kembali kesadarannya.
"Lihat, jarinya bergerak!"
Ucap Nic membuat mereka mengelilingi Rere dari pinggir tempat tidur.
"Darah, Aku takut darah!
Mike, Kau bisa di penjara karena sudah membunuh preman itu!"
Rere lalu memeluk Mike dengan rasa takut kehilangan yang teramat sangat.
"Kau dengar Nona Bulan? Apa yang membuat Rhene shok?"
Tanya Mike tanpa terasa di intimidasi oleh Bulan.
"Dan Rere, apa tadi kita sempat saling menikmati satu sama lain?"
Mike kembali bertanya pada Rere guna mengungkap kebenaran.
"Apa maksudmu Mike? Aku memang mencintaimu, tapi Aku tidak sudi jika kau menyentuhku!"
Tegas Rere yang membuat Bulan mengerti bahwa tuduhannya pada Mike semuanya salah.
"Huhf..maafkan Aku kalau begitu, Mike" Bulan menundukkan kepalanya.
"Its Ok Nona, jika di dunia ini tidak ada yang namanya salah paham, maka hidup tidak berwarna"
Sahut Mike yang memicu gelak tawa Nic.
Mike pun ikut mengikik geli.
Kenzo tidak habis fikir kenapa Bulan hanya meminta maaf pada Mike. Ia lalu membalikkan wajah Bulan menghadapnya sambil memegang pipi Bulan.
"Kau tidak ingin minta maaf padaku, sayang? Dari tadi, ohh tidak, dari kemarin-kemarin Aku selalu menjadi korban, padahal kau kesalnya sama Mike..."
Keluh Kenzo sambil cemberut.
Mata Bulan kembali tajam menusuk Kenzo.
"Ooohhh...jadi menurutmu kesalahanku begitu besar hanya karena salah paham?"
'Fiuhhhhh'
Kenzo menghela nafas dengan wajah sendu.
"Kena lagi!!"
Ujarnya dalam hati.
"Mmmh, Bulan. Sudahlah simpan omelanmu untuk besok! Cukup untuk hari ini menceramahi pria-pria menyebalkan itu...
Yang terpenting Rere tidak apa-apa, Mike pun tidak melakukan hal buruk, justru ia menyelamatkannya.
Aku kira Mike sudah mulai jinak?"
Ucap Nic setengah berbisik.
"Hhmm, kau benar juga Nic!
Rere, kau yakin tidak apa-apa?"
Bulan duduk disebelah Rere sambil mengelus
punggungnya.
"Tidak Nona..."
Jawab Rere sambil tersenyum.
"Syukurlah,.."
Bulan pun membalas senyuman Rere.
"Hhhmmm...kalau begitu Aku terbebas dari perintah untuk menikahi Rere, benarkan Nona?"
__ADS_1
Tanya Mike pada Bulan.
"Untuk saat ini, iya! Tapi kalian belum menjalankan perintah suamiku untuk Dinner kan?
Besok malam harus kalian laksanakan! Kalau tidak, kalian akan mendapatkan hukuman dariku!
Kenzo, jangan cabut perintah mu! Dan Nic, tolong kawal Rere dan Mike agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, apa kalian semua mengerti?"
Mereka berempat saling melempar tatapan heran, dan mengangguk mengiyakan perintah Bulan.
"Bagus! Kalau begitu Aku mau istirahat dulu, kau juga Rere, jika butuh sesuatu tinggal panggil saja pelayan."
Rere mengangguk.
"Baik Nona"
"Semuanya cepat keluar! Biarkan Rere beristirahat"
Mereka kembali menatap heran.
"Apa hanya perasaanku saja, mengapa Bulan bertingkah seperti Kenzo?"
Ucap Nic.
"Ya, kau benar! Kemana sikap lembutnya? Akhir-akhir ini Aku pun sering menjadi korban amarahnya, sepertinya ia selalu naik darah ketika melihat wajahku! Apa ada yang salah pada wajahku ini?" Ucap Kenzo heran dengan tingkah istrinya itu.
Dan merekapun kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Begitu juga Bulan dan Kenzo.
Kini Kenzo tidak mau banyak bicara, bahkan ia pelan-pelan sekali menutup pintu kamar mereka, rasanya ia takut kalau macan betina kembali mengaum.
'Klekk'
Pintupun tertutup. Ketika membalikkan badannya ternyata Bulan berdiri dibelakangnya. Mata Kenzo membulat karena kaget, namun mulutnya hanya mengukir senyum kikuk kearah Bulan.
"Langsung tidur saja Kenzo, jangan ucapkan sepatah katapun! Nanti kau salah bicara lagi!"
Gumam Kenzo dalam hati.
'Chupp!'
Kenzo hanya mengecup kening Bulan sambil pura-pura menguap.
"Hhhuuuaammh!"
Kenzo hendak melangkah menuju tempat tidurnya, tapi Bulan menarik tangannya dan memeluk erat Kenzo.
Ia menatap Kenzo dalam-dalam, sedangkan Kenzo hanya menatap heran. Lalu Bulan menarik baju Kenzo sehingga wajah mereka berhadapan.
Bulan tanpa basa-basi ******* bibir Kenzo sambil memejamkan mata.
"Ada apa ini? Mengapa Bulan agresif sekali?"
Ujar Kenzo dalam hati.
Bulan melepaskan pagutannya, lalu ia membuka kancing baju Kenzo satu persatu hingga seluruhnya terbuka.
Selanjutnya ikat pinggang Kenzo.
"Ini benar-benar aneh! Biasanya Aku melakukan ini sendiri, tapi saat ini..."
Bulan mendorong tubuh Kenzo ke atas sofa. Lalu ia membuka bajunya sendiri, hal yang biasa dilakukan Kenzo kini ia lakukan.
Dan mereka melanjutkannya dengan cinta dan nafas yang menggebu.
Pertempuran merekapun usai. Bulan terlelap dengan senyum yang menghiasi wajahnya walau hanya berbalut selimut.
Kenzo menatap wajah sang Istri dengan serius sambil mengelus pipinya.
"Kenapa kau ini? Sikapmu benar-benar membuatku tak mengerti, tapi Aku suka caramu memulai permainan tadi, benar-benar agresif!" Kenzo tersenyum lalu mengecup bibir Bulan.
Bulan lalu membuka matanya.
"Kenzo?"
Bulan lalu memeluk suaminya.
"Terimakasih"
Ucap Kenzo sambil membelai rambut Bulan.
"Untuk apa?"
Tanya Bulan lembut.
"Untuk cinta yang kau berikan!"
Jawab Kenzo yang membuat Bulan tersenyum. Bulan lalu memeluk Kenzo semakin erat.
Dan tiba-tiba matanya melebar ketika ia menyadari dirinya hanya berbalut selimut.
Ia lalu bangkit duduk.
"Ya Tuhan...Aku lupa!!"
Seru Bulan sambil menutup wajahnya.
"Lupa?"
__ADS_1
"Iya Kenzo, Aku lupa minum vitaminku itu, hhuhf, bagaimana ini?"
"Oohh...jangan khawatir, kau akan baik-baik saja, ayo tidur"