Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Strategi Membawa Bulan Ke RS


__ADS_3

"Wait, apa maksud dari semua ini? Jujur melihat sikap Bulan seperti ini membuatku tak habis fikir karena heran"


Kenzo memijat pelipisnya sambil duduk di sofa.


"Dasar bodoh! Kau bilang yang diminum Bulan itu pil kontrasepsi kan?" tanya Nic yang ikut gregetan.


"Kali ini aku terima kata bodohmu itu Nic.


Yupz, so what?"


Tanya Kenzo tak bergairah.


"Ya Tuhan Kenzo...


Kalau Bulan tidak menggunakan alat kontrasepsi dan kalian berdua sering menghabiskan malam bersama, apa yang terjadi?


Hadirlah Angelia!"


Penjelasan Nic seketika membuka otaknya. Kenzo lalu bangkit berdiri dengan mata melebar.


"Maksudmu...Bulan?


Perempuan penggoda dan s***xi itu?


Wanita yang sangat ku cintai...


Yuhuu!


Tapi, apa dugaan kita ini benar?"


"Entahlah..."


Jawab Nic singkat.


"Ahhh kau ini! Baru saja kau memberi asumsi yang membuat hatiku bahagia, tapi ternyata kau sendiripun tak yakin"


"Kenzo...


Ya itu sudah jelas, kau fikir Aku dokter?!


Kau harus membawa Bulan ke dokter untuk mengetahuinya!"


Kini Kenzo terlihat bahagia sambil mengukir senyum.


"Kau benar!"


Kenzo lalu melangkah meninggalkan Nic dan menghampiri Bulan.


"Semoga apa yang kau dambakan segera terwujud Kenzo".


Ucap Nic ikut berharap.


****


"Sayang Aku mencari-carimu, ternyata kau ada disini?"


Kenzo memeluk Bulan dari belakang.


"Selamat pagi Tuan Kenzo."


Rere menyapa dan memberi hormat pada Bos besar yang muda dan tampan itu.


"Selamat pagi Rere. Terimakasih sudah menemani istriku yang cantik ini...


Aku tidak sabar melihat tubuh ini semakin s***i"


Kenzo tersenyum dan menambah erat pelukannya.


"Apa maksudmu?"


Tanya Bulan sinis.


"Maksudku...


Mmhh, sayang apa akhir-akhir ini kau tidak merasa mual?"


"Kenapa Aku harus begitu!?


Oya, Aku mual ketika mencium aroma parfummu ini...


Menjauhlah!"


Bulan melepaskan tangan Kenzo yang melingkar di pinggangnya.


"Apa? Bukankah kau selalu suka dengan aroma tubuhku!?"


Tanya Kenzo sambil mengendus bajunya yang memang sangat wangi.


"Itu dulu! Tidak untuk sekarang!"


Bulan menekuk wajahnya.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Kenzo pura-pura heran.


"Tidak tau!"


Jawab Bulan dengan nada sinisnya.


"Mungkin kau harus ke dokter untuk memeriksa apa ada masalah dalam indra penciuman mu itu?


Atau kau mau memeriksa matamu yang selalu kesal melihatku, dan memeriksa tensi darahmu yang mudah naik ketika Aku bicara?" tawar Kenzo bersemangat.


"Tidak perlu!

__ADS_1


Aku tidak perlu ke dokter! Kau cukup pergi dari sini dan itu membuatku kembali normal! Mengerti?!" tegas Bulan.


"Tapi Aku kan ingin memelukmu seperti ini"


Kenzo kembali memeluk Bulan, tapi...


'BUUGH!'


Bulan menyikut perut Kenzo.


"Uuhh!!


Rasanya, membuatku semakin cinta!"


Ucap Kenzo sambil menahan rasa sakit pada perutnya.


"Benarkah?


Kalau begitu, rasakan sekali lagi supaya kau semakin cinta!"


'Buughh'


Dan untuk yang kedua kalinya Bulan menyikut perut Kenzo dengan kuat, membuat Kenzo melepaskan pelukannya sambil batuk-batuk, membuat Mike dan anak buahnya terkekeh.


'Uhuk uhuk!'


"Sayang, dari mana kau dapatkan kekuatan itu?"


Kenzo pura-pura lemas terkapar di lantai, dan itu membuat Bulan panik.


"Kenzo? Kau tidak apa-apa?"


Bulan menepuk-nepuk pipi Kenzo yang matanya terpejam.


"Apa yang kau lakukan Nona?! Kau membuat bosku terkapar seperti ini?"


Mike datang menghampiri mereka, matanya beberapa detik melirik ke arah Rere, Rere pun memberi senyuman pada Mike. Tapi seperti biasa Mike berlagak sok jual mahal, padahal di hatinya merasa senang dapat melihat senyum manis Rere.


Bulan terlihat ketakutan.


"Aku...Aku hanya... Mike ayo bawa Kenzo ke kamarku!"


"Baiklah...


Hey, ayo bantu Aku membawa tuan Kenzo menuju kamarnya!"


Titah Mike pada anak buahnya.


"Baik Bos!"


Merekapun membawa Kenzo menuju kamarnya. Kenzo membuka sebelah matanya dan mengedipkan nya pada Mike. kalau dua orang ini sudah main kedip-kedip mata, maka ada suatu rencana yang mereka susun.


"Ayo baringkan ia disini!"


Bulan terlihat panik dan merasa bersalah, rasanya ia sudah ingin menangis sambil mengelus perut Kenzo.


"Apanya yang tidak mungkin Nona? Sehebat apapun Tuan Kenzo tapi dia tetap manusia!"


Kata-kata Mike semakin membuat Bulan tertekan.


"Apa yang di katakan Mike itu benar! Aku sebagai kakak dari Kenzo tidak terima jika terjadi sesuatu pada adikku yang paling mengesalkan, oops! Maksudku mengesankan ini!


Kau harus bertanggung jawab Bulan.


Dan Aku perhatikan kau selalu marah-marah pada Kenzo tanpa sebab yang pasti, maka dari itu kau harus di periksa oleh dokter!" terang Nic panjang kali lebar.


"Aku? Oleh dokter?


Tapi Aku kan tidak sakit Nic?"


"Hanya dokter yang bisa memberi keputusan, jika kau menjadi pemarah hanya karena tekanan darah naik, maka kau akan ku hukum!!"


"A..apa?!"


"Seharusnya Kenzo yang di periksa ke dokter, bukan Aku!"


"Kalau dokter tau apa penyebabnya kau bisa di seret ke kantor polisi Bulan!?"


Nic menakut-nakuti Bulan.


"Begitu ya?"


"Iya"


Jawab Nic yakin.


"Kalau tensi darahku naik, kau mau menghukum ku Nic?"


"Benar...!


Kau seenaknya saja memarahi Kenzo!


Biarpun dia kasar, tempramental dan sedikit bikin geregetan, tapi dia tetap adikku!" Jelas Nic yang semakin membuat Bulan tertekan.


Bulan menunduk sambil melirik Kenzo yang terpejam.


"Ayo tunggu apa lagi?


Mike seret dia...!


Mmmhh maksudku, bawa dia ke penjara"


"Penjara?"

__ADS_1


Ucap Bulan dan Mike kaget.


"Penjara?


Siapa yang bilang penjara?


Maksudku rumah sakit!"


"Ooohh..."


Sahut mereka berdua.


"Ya sudah, cepat!"


"Baik Nic, Nona Bulan, mari kita ke rumah sakit"


Bulan dengan berat hati mengikuti Mike dari belakang.


"Boleh Aku ikut Nona?"


Tanya Rere penuh harap.


Bulan baru saja hendak menjawab, tapi Mike lebih dulu memberi keputusan.


"Tidak. Kau tetap disini! Lagi pula untuk apa kau ikut?


Lebih baik kau ke dapur atau membereskan rumah ini saja!"


Jelas Mike.


"Hey hey...kau ini siapa?


Aku yang berhak memberi keputusan, pria berwajah membosankan!"


Mike menundukkan pandangannya.


"Mm..maaf Nona."


"Rere, kau boleh ikut.


Nic, kau jaga suamiku baik-baik ya?"


"Tanpa kau suruh pun Aku akan menjaganya!"


Sahut Nic ketus.


"Waaww, nada bicaramu membuat Aku kesal Nic!


Ya sudah Aku pergi,


Kenzo yang membuat khawatir, malah Aku yang di suruh ke dokter, dasar pria Ausi ini sangat aneh!!"


***Di Rumah Sakit***


Bulan melongo ketika ia berdiri di depan pintu ruang dr.Byanca Sp.og.


"Lho lho..?


Ini apa-apaan?


Dr spesialis Obgyn?


Mike, Kau gila ya?"


Tanya Bulan yang darahnya mulai naik kembali.


"Benar Nona, Aku sudah gila karena Rere!


Mmmh maksudku, Aku hanya menjalankan perintah!


Ya, begitu."


Mike lalu membuang tatapannya ke arah lain.


"Seharusnya Kenzo lah yg..."


Belum selesai berucap, nama Bulan lalu di panggil oleh suster yang keluar dari ruangan dr.Byanca.


"Nona Bulan...silahkan masuk!"


Bulan semakin bengong.


"Lho? Aku dipanggil?


Kapan daftarnya? Siapa yang daftar? Kita kan baru sampai?"


Bulan masih kebingungan, tiba-tiba terdengarlah suara yang sangat ia kenal.


"Aku..."


Bulan pun menoleh ke arah sumber suara itu, dan ternyata...


"Kenzo?!"


Bulan dan Rere saling berpandangan.


"Ss..sayang?


Kamu, kamu gak apa-apa?


Maafin Aku, tadi Aku sudah..."


"Sssttt!!!"

__ADS_1


Kenzo lalu memamerkan otot lengannya karena kali ini ia berpakaian sporty, bukan ala bos kantoran.


"I'm ok. Lihatkan?"


__ADS_2