Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Pantai


__ADS_3

"Jangan pernah membenci atau melawanku...


Karena senjata milikku begitu luar biasa...


'TERRR!!


Siapapun akan terkapar"


Jelas Kenzo sambil mengedipkan matanya. Ia lalu keluar kamar meninggalkan Bulan yang masih bersembunyi di balik selimutnya.


Ketika Bulan sudah memastikan suara pintu tertutup, ia segera bangkit dan menghirup udara sebanyak-banyaknya. Bersembunyi di balik selimut cukup membuat sesak paru-parunya.


"Bodoh bodoh bodoh!


Seharusnya Kenzo merasa bersalah, bukan berada di atas angin seperti ini...hhuuhhf"


Bulan kemudian membayangkan ekspresi dirinya yang ngambek dan ngomel-ngomel, justru mau walau malu-malu.


Ia lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Aaaahhh...memalukaaan!


Kenzo pasti akan meledekku seharian..huhf"


*******


"Bersiaplah, kita akan meninjau tempat di Pantai El Nido!"


Kenzo memberi perintah pada Mike.


"Baiklah..!"


Jawab Mike tegas.


"Dan kau wanita pemarah? Kau boleh ikut jika kau mau...


Karena disana banyak objek yang cocok untuk meluapkan kemarahanmu padaku..."


Jelas Kenzo sambil senyum meledek, benar yang di prediksi Bulan.


Angelia yqng sedang makan disuapi Bulan sangat antusias dengan ajakan Dadynya.


"Ayo Ibu..Ayo Ibu..!


Kita ikut Dady..?"


Angelia merengek.


"Mmmhh..."


Bulan masih berfikir.


"Dasar tukang marah! Tinggal bilang iya apa susahnya?


Lihat! Anakku sambil memelas seperti itu...


Kau memang selalu gengsi dalam mengucapkan 'Iya' dalam hal apapun, termasuuuukkkk...?"


"Cukup! Jangan lanjutkan!"


Bulan memasang wajah sendu bercampur malu.


"Iya Nak...


Kita akan ikut Dady..."


Ucap Bulan pada Angelia sambil tersenyum.


"Horee...


Emmuuaachh..


Angelia mencium pipi Bulan.


Ibu baiiikkk...sekali !"


"Lalu...


Dady tidak baik ya?


Huuhhf sedihnya...?"


Angelia lalu berlari memeluk Kenzo, sang Ayah pun lalu menggendongnya.


"Aku juga sayaaang sekali sama Dady..!


Dady juga baik...!"


Ucap Angelia menggemaskan.


"Oohh itu sudah pasti!


Dady orang yang paling baik di dunia ini...!


Tanya Ibumu...


Biarpun Ibumu marah, tapi Dady selalu memberikan apa yang dia inginkan, hingga tersenyum, memeluk dan mencium Dady...!"

__ADS_1


Mendengar perkataan Kenzo, wajah Bulan semakin merah karena malu.


"Peluk Dady kayak aku ya?"


"Yes baby.


And kiss me like this,


Emmuuaachh!"


Kenzo mencium gemas Angelia hingga ia tertawa.


"Dady, stop geli...!


Hidung Dady bikin aku geli...!"


Anak kecil polos itu cekikikan sambil menarik hidung Ayahnya.


"Aneh ya..?


Kalau kau tertawa sambil bilang stop?


Tapi kalau Ibumu..?


Kenzo melirik Bulan dengan tatapan menggoda


Dia justru, 'ayo terus..terus Kenzo!


Sambil memejamkan mata...!"


Kata-kata Kenzo membuat Mike dan beberapa pelayan serta pengasuh terkekeh.


"Seperti ini Dad?"


Angelia memejamkan mata selayaknya anak kecil tertidur.


"Hu'mmh...


Hanya saja, my angel yang super cantik ini begitu menggemaskan...


Kalau Ibumu begitu menyebalkan..!?"


Bulan lalu membulatkan matanya pada Kenzo.


"Tidak. Ibu sangat baik Dady..."


Sahut Angelia sambil menarik hidung sang Ayah.


"Sssttt....


Angelia tidak tau yaa?


'Rooaaarrrr'...!!"


"Seperti singa ya Dad?"


Kata Angelia polos sambil tertawa melihat sang Ibu yang tengah cemberut.


"Betul sekali, seperti singa yang siap menerkam Dady,,


Ayo kita ke mobil lebih dulu,


Dady takut kalau berlama-lama disini ada singa yang marah.


Kabur...!"


KenzKenzo lalu berlari sambil meninggalkan Bulan.


"Hhhh kau sangat menyebalkan, Kenzo!


Bahkan di depan anakmu sendiri kau berani meledek dan menyindirku..hhuuhhff..."


Mobil-mobil berhamburan dari rumah Kenzo. Sedikitnya ada tujuh mobil yang berisi pengawal-pengawal hebat anak buah Mike yang siap menjaga keluarga Sminth ini.


Angelia duduk dibelakang bersama Bulan, sampai mereka berdua tertidur pulas.


Kenzo menoleh ke arah belakang, ia tertawa melihat Ibu dan anak yang jika kemanapun pasti selalu tertidur pulas.


"Lihatlah Mike,


Angelia memang mirip denganku, tapi sifatnya 90% persis seperti Bulan."


Kenzo menatap dua bidadari nya dengan senyum bahagia.


"Itu bagus Bos ku...


Jika kau memiliki anak dengan sifat sepertimu, mungkin kau bisa terkena stroke di usia muda.."


Gurau Mike sambil menyetir mobil.


"Hhuhf benar juga...!"


Kenzo alu memperhatikan pantulan kendaraan yang berlalu lalang dari kaca spion mobilnya.


"Apa ada yang mencurigakan Mike?"


"Tidak Bos, sejauh ini masih aman terkendali, di belakang lima mobil anak buahku dan yang lainnya berada di depan kita...

__ADS_1


Kau tenang saja, selama aku masih bernafas, Aku akan menjaga kalian dengan sekuat tenaga..!"


"Thank you so much, Mike!"


*******


Tanpa mereka sadari, Duke dan Mark membuntuti mereka menggunakan motor besar milik Duke. Setelah mengetahui tujuan Kenzo dan rombongannya, ia melaju dengan cepat menuju pantai El Nido, tentu motor lebih cepat dari laju mobil sehingga dua pria yang tidak kalah tampan dan macho dari Kenzo dan Mike, telah sampai lebih dulu.


Duke yang lebih dulu sampai, mereka sudah memesan sebuah kamar hotel yang backgroundnya mengarah langsung ke lautan yang indah. Pemilihan kamar yang tepat, membuat mereka dapat mengawasi keadaan disekeliling pantai itu dari balik jendela dengan bantuan teropong terbaik milik Duke.


Tak menunggu waktu lama, mobil-mobil berseliweran memasuki area pantai, kedatangannya di sambut meriah oleh pengunjung terlebih pengelola pantai itu.


Duke tersenyum licik mendapati pemandangan ketika Kenzo turun dari mobilnya.


"Hhhh....


Nikmatilah hari-hari mu Kenzo, sebelum pesta mu di mulai, dan Aku yang berpesta melihat kau menderita!


Mati perlahan di tanganku...!


Hahaha!"


"Selamat datang keluarga Sminth!


Tuan dan Nona Kenzo...


Suatu kehormatan bagi kami atas kunjungan Anda..."


Pak Miguel padilla salah satu pengelola tempat wisata yang berkelas ini dengan pemegang saham terbesar.


"Terimakasih...


Kami sangat tersanjung.


Aku berencana akan menggelar pesta yang cukup besar disini, Aku rasa El Nido ini sangat luar biasa.


Dan disini banyak menyimpan berjuta kenangan semasa kecilku, walaupun tempat ini sudah tak seperti dulu,


Lebih perfect dan berkelas tentunya..."


"Waaahhh...


Apa saya tidak salah dengar?


Saya yang sangat tersanjung Tuan Kenzo, kalau begitu mari ikuti saya.


Saya akan membawa Anda untuk mengelilingi Pantai cantik ini dan memberi referensi untuk pesta Anda...


Mari..?"


Kenzo dengan senang hati mengikuti kemana Pak Miguel membawanya.


Banyak para pengunjung yang bersorak-sorak memanggil Kenzo, terutama para kaum wanita. Kenzo menanggapinya dengan melambaikan tangan ke arah mereka sambil menebar senyum.


"Sok ganteng!"


Bisik Bulan dengan nada ketus.


"Seperti yang kau lihat sayangku...


Ganteng dan tampan jelas ada pada diriku"


jawab Kenzo begitu percaya diri.


Bulan hanya memutar bola matanya, sebenarnya ia merasa cemburu.


Dari kejauhan Duke tengah memperhatikan Bulan dengan teropongnya.


Senyumnya melebar ketika wajah cantik Bulan begitu jelas di matanya.


"Detak jantungku semakin berdegup kencang, Aku tau kau wanita special, Bulan.


Mungkin hal yang paling menyiksa Kenzo ketika perempuan yang dia cintai berada dalam dekapanku...


Rasanya ingin sekali ku mencicipi tubuh Bulan di depan kedua matamu, Kenzo...


Tidak mengapa kan?


Hahaha...


Aku sudah tidak sabar...!"


"Hhhhh...


Licik sekali kau Duke.


Padahal kau bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik dari Bulan?"


"Kau benar Mark!


Tapi wanita cantik yang dapat membuat Kenzo tak berdaya, jelas hanya Bulan...


Hahaha...


Bulan... Bulan


Kau lebih memabukkan dari minuman yang memabukkan...

__ADS_1


Tunggu kedatanganku..!"


Duke tersenyum begitu manis, tanpa terlihat busuknya aura bajingannya.


__ADS_2