Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Merasakan kontraksi


__ADS_3

Kakek berlari secepat mungkin, berharap Atika masih berada di depan gerbang.


Tapi para penjaga yang mengusirnya dengan kasar membuat Atika meninggalkan rumah Kenzo.


"Aku harus mencarinya! Kenzo memang harus tau apa yang sebenarnya terjadi sebelum ia benar-benar menyesal."


Kakek pergi dengan mengendarai mobil, mencoba menyusuri setiap jalan berharap dapat bertemu mantan menantunya yaitu Ibunya Kenzo.


Sedangkan Di kediaman Kenzo, di dalam kamar Kenzo duduk sambil menopang kepalanya yang terasa sakit.


Ditambah rasa bersalah pada Bula karena dia sudah kasar terhadapnya, Bulan terus menangis, nalurinya sebagai wanita yang akan menjadi seorang Ibu begitu mengerti,


ia sangat mengerti bagaimana sakit dan sedih yang Ibunya Kenzo rasakan, karena anaknya sendiri memperlakukannya dengan kasar.


Bulan terus menangis.


Kenzo mencoba menyeka air mata Bulan, tapi Bulan menepis tangannya.


"Jangan sentuh aku!


Aku tidak mau mempunyai suami yang durhaka pada Ibunya sepertimu!"


"Aku memang anak durhaka! Lalu apa sebutan untuk wanita yang meninggalkan anaknya yang masih kecil dan lebih memilih hidup dengan selingkuhannya...?!


Jawab Bulan, jawab...


Kau fikir Aku senang melakukan itu?! Batinku tersiksa!!


Tapi sulit bagiku untuk melupakan luka yang wanita itu goreskan pada hatiku, sangat dalam dan sulit ku temukan penawarnya...


Aku..


Aku pun tersakiti Bulan..tolong Aku..


Ini terlalu berat untukku,


Aku pun merindukannya, tapi apa yang dia lakukan pada kami sulit ku maafkan...


Aku harus bagaimana..?"


Baru kali ini Bulan melihat Kenzo menangis.


Kenzo yang bersipu di hadapan Bulan, memeluk Bulan sambil sesenggukkan.


"Aku mengerti perasaanmu, Kenzo."


Bulan mengelus-elus rambut Kenzo dengan penuh kasih.


"Kau harus memberinya kesempatan, dan kau harus mendengarkan apa yang ia katakan...


Maafkan Ibumu seperti aku yang selalu bisa memaafkan ibuku...


Mungkin Ibu kita pernah menyakiti diri ini, tapi kita harus ingat, ia pernah berbagi kehidupan, nyawanya dan nafasnya dengan kita...


Kini aku merasakan perjuangan seorang Ibu itu tidak mudah, membawa janin selama 9 bulan sangatlah berat, butuh perjuangan, seorang Ibu rela kehilangan kenyamanannya, kecantikannya demi anak yang dikandungnya...


Maafkanlah Ibumu Kenzo, , itu akan membuatmu lebih tenang, memaafkan adalah penawar yang tepat untuk mengobati luka di hatimu...


Aku istrimu kan?!"


Kenzo mengangguk sambil terus memeluk Bulan yang menasehatinya dengan menahan mulas yang mulai terasa.


"Kalau begitu kau harus mendengarkan ku...


Kau tidak mau kan anakmu berfikir kalau kau Ayah yang buruk?!"


"Tidak. aku harus menjadi pria yang membanggakan untukmu dan Anakku..!"


Bulan tersenyum, dia memegang pipi Kenzo dengan kedua tangannya, Kenzo pun menatap Bulan dengan mata sipitnya yang sembab.


"Bukan hanya untukku dan Anak kita, kau harus menjadi pria yang membanggakan kakek, Jesie dan.. Ibumu.."


Kenzo memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Dia sejenak berfikir, mungkin yang dikatakan Bulan ada benarnya juga.


"Sssshhhh...


Fiuhhhh"


Bulan menghela nafas menahan mulas yang semakin terasa.


Dia hanya mengelus-elus perutnya yang besar.


"Kau..kau kenapa Bulan? "


Kenzo panik diapun ikut mengelus perut Bulan.


"Aku baik-baik saja..


Sekarang bagaimana? Apa kau mau mencari Ibumu ??"


"Ya...


Aku akan mencarinya, karena Aku pun harus meminta maaf padanya"


"Naah ini baru suami yang ku cintai"


Bulan memeluk Kenzo dengannya rasa haru.


"Dan kau istri yang sangat sangat ku cintai...


Kenzo mengecup kening Bulan.


"Kalau begitu Ayo cepat kita cari Ibumu".


Kenzo pun mengangguk dengan tekad yg begitu yakin bahwa ia dapat menemukan Ibunya.


****


Mereka diberi tau oleh para penjaga dan anak buahnya bahwa kakek pergi mengejar Nyonya Atika tanpa pengawalan.


Kenzo mencoba menelpon sang kakek sambil memperhatikan sepanjang jalan.


"Halo.. Kenzo kau dimana??"


"Aku mencari kakek, Kakek dimana?? Anak buahku bilang Kakek pergi tanpa pengawalan seorang Bodyguard pun!


Aku mengkhawatirkan Kakek!"


Kakek sambil terdiam untuk beberapa saat.


"Kakek! Apa kau baik-baik saja??"


"Ya. Datanglah ke Apartement milikku di kota ini, Aku butuh bantuan"


"Baik ! Aku akan segera datang!"


"Kakek membutuhkanku Bulan, kita akan lanjut mencari Ibuku setelah Aku menemui kakek.


"Baiklah.."


Jawab Bulan sambil mencoba kuat menahan kontraksi yang semakin bertambah.


Tapi dia tidak mau mengeluh pada Kenzo, dia tidak mau Kenzo lebih fokus padanya dan mengurungkan niatnya untuk mencari Ibunya.


"Aku masih kuat..


Bersabar ya sayang, kita harus berjuang menyatukan hubungan Ayah dgn Nenekmu"


Gumam Bulan sambil mengelus-elus perutnya.


Sampailah disebuah Apartement High Class, dimana hanya orang-orang berdompet tebal yang memilikinya.


Kenzo dan Bulan bergegas menemui Kakek Mereka menggunakan lift menuju lantai 22.


Dan ternyata kakek sedang berdiri di depan pintu, Kenzo lalu menyambanginya dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


"Kakek, apa Kau baik-baik saja? Aku benar-benar mengkhawatirkan mu tadi"


"Aku, baik-baik saja..


Bulan, Ayo masuk..


Dan kau juga Kenzo."


Merekapun masuk kedalam, duduk di atas Sofa yang mewah. Di depan mereka ada sebuah meja dan ada semangkuk sup ayam.


Kenzo mencoba menghirup aroma sup itu.


"Hhmm, aromanya sangat menggoda, sama sepertimu Bulan....


Aku tidak ingat kapan terakhir kali Aku makan sup ayam seperti ini"


"Kenapa?


Kalau Kau suka kan tinggal minta bu Acy membuatkannya untukmu?"


Tanya Bulan, ambil bersandar di sofa.


"Justru Aku melarang keras Acy untuk memasak ini...


"Kenapa?"


"Sewaktu Aku kecil, diaa...


Emhh maksudku Ibu, selalu membuatkan sup ayam ini setiap hari, Aku yang memintanya tanpa,


Mungkin beranjak dewasa Aku menjadi bosan"


Terang Kenzo


"Kau bohong!


Aku lihat bagaimana matamu berbinar??"


Kenzo menatap Bulan


"Apa Kau mau mencobanya??"


"Hmm tidak tidak...


Aku belum lapar, omong-omong dari mana sup ayam ini, siapa ya g membuatnya? Setauku kakek adalah chef terburuk sepanjang masa..


Apa mungkin kakek delivery di....."


"Dialah yang membuatnya"


Ucap kakek dengan air matanya yang mengalir.


Kenzo menoleh kearah belakang, dimana terdengar sumber suara itu.


Kenzo terkejut, ternyata Ibunya berada ditempat yang sama.


Jantungnya berdetak hebat, tubuhnya gemetar, hingga ia ingin beranjak pergi meninggalkan Apartemen sang Nenek.


Bulan menekan bahunya, ia menggelengkan kepalanya meminta Kenzo agar tidak pergi.


Kenzo mengurungkan niatnya walau berat hati.


Sang Ibu berjalan perlahan ke arahnya dengan air mata yang terus membanjiri pipi.


kenzo salah tingkah, dia hanya memalingkan wajahnya, mungkin menyembunyikan air matanya dari semua orang.


"Nak..."


Ibu memanggil Kenzo, perlahan ia duduk di sisi sebelah kiri Kenzo. Ia duduk ditengah dan di apit oleh Ibunya dan Bukan.


"Apapun yang aku katakan nanti tetaplah tenang,


sekarang kau sudah dewasa, biarkan waktu yang mengirim mu untuk mengetahui apa yang sebenarnya..."

__ADS_1


Bukan mengingatkan Kenzo dari Bulan. Karena wajah Kenzo sudah memerah menahan amarah


"Katakan saja, apa alasannya!"


__ADS_2