
Kenzo ikut berbaring di belakang Bulan sambil memeluknya.
"Are you ok sayang?
apa kita mau ke dokter sekarang?"
"Tidak tidak...
ya, mungkin aku mulai kontraksi,
sssshhh,
kau tenang saja Kenzo, menuju kelahiran masih sangat lama..."
Kenzo segera bangkit duduk.
"Lebih baik kita ke dokter sekarang, aku akan mengemasi pakaianmu dan baby boy kita...!"
Kenzo membuka lemari pakaiannya, menurunkan koper dan menarik dengan acak baju Bulan.
"Kenzo apa yang kau lakukan!?
ssshhhhh...
kau membuat semua pakaian itu kusut..."
"Sudahlah sayang, kau berbaring saja, biar aku yang berkemas...
dan...
dimana perlengkapan putera ku?"
Bulan tersenyum kikuk.
"Aku tinggalkan di Australia..."
"apa?"
Kenzo kaget.
"Bagaimana jika malam ini kau melahirkan?
anakku mau pakai baju apa?
memakai tuxedo dan dressmu?"
"Iihh Kenzo ...
rencana kita kan cuma satu hari disini, aku hanya ingin bernostalgia, besok pagi juga kita pulang..."
Kenzo mengacak-acak rambutnya.
"Tidak! tidak ada seorangpun di antara kita pulang ke Australia!
apa lagi kau sudah mulai kontraksi seperti ini...
ohh no no no..."
Bulan kembali berbaring sambil cemberut.
"Up to you!"
Kenzo menghela nafasnya melihat sang istri cemberut.
"sayang...
istriku yang manis dan baik di muka bumi ini...
jangan marah dong... maafin aku ya?
ayo pukul saja aku jika kau marah..."
Bulan melirik sinis.
"Untuk apa memukulmu!?
itu tidak akan membuatku tersenyum! "
kata Bulan ketus.
"Kalau begitu cium saja aku, pasti membuatmu tersenyum kan?"
goda Kenzo pada Bulan.
"Tidak, aku tidak mau..."
"Hhhmm, kalau begitu peluk aku..!"
Bulan menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu, aku yang mencium mu!"
Kenzo menciumi seluruh wajah Bulan hingga tak tertinggal satu centi pun, dan itu membuat Bulan merasa geli dan tertawa.
"Hentikan Kenzo...
hahah...geli..."
"Apa?
kau minta yang lainnya untukku cium?!"
ucap Kenzo sambil senyum menggoda.
Bulan membulatkan matanya.
"Aku tidak mengatakan itu..."
"Tapi kau mengatakannya dalam hatimu...
sudah tidak usah jual mahal padaku..."
Kini Kenzo mencium leher Bulan.
"Kenzo...!"
Kenzo menghentikan aksinya.
"Kenapa? kau mau yang lainnya...?"
__ADS_1
Dengan malu-malu, Bulan pun mengangguk.
Bulan mulai membalas pelukan hangat Kenzo, darah merekapun kian mengalir dengan deras membangkitkan gelora cinta yang membara.
tapi...
"Tunggu dulu sayang,
aku tidak mau melakukan ini dulu..."
Ucap Kenzo sambil menahan hasratnya.
Bulan menatap Kenzo dengan heran.
"Kenzo, are you ok?"
kini Bulan mengikuti gaya bicara Kenzo.
"Tentu saja..."
jawab Kenzo yakin.
Bulan masih terpaku dalam rasa tak percayanya.
"Kenapa kau mengikuti gayaku berbicara?
itu dialog ku..."
"Aku hanya ingin..."
Bulan mengerutkan dahinya.
"Ingin apa?"
tanyanya ketus.
"Ingin ke super market, ya super market!"
Kenzo segera bangkit berdiri dan membuka lemari untuk mengganti bajunya.
"Mau apa kau ke super market Kenzo?"
Kenzo melirik Bulan dengan wajah dinginnya.
"Kau tidak membawa perlengkapan baby boy ku, jadi kita harus membelinya...
Tidak ada waktu jika orang suruhan kita pun pulang ke Australia hanya untuk mengambil perlengkapan bayi itu dan kembali kesini...
Kau akan segera melahirkan! aku tau wajah cantikmu itu tengah menahan sakit kan?"
'sssshhhh...'
Bulan memegang dan mengelus perutnya.
Kenzo lalu menatap sang istri dengan penuh rasa khawatir.
"Sayang, sebaiknya kita lekas ke rumah sakit,
aku tidak mau terjadi apa-apa dengan mu dan bayi kita..."
Bulan sejenak berfikir, dan mengiyakan apa yang di katakan suaminya.
'CHUPP'
Kenzo mengecup kening Bulan.
Merekapun menuruni tangga, bersiap menuju rumah sakit tempat dimana Angelia di lahirkan.
Dan tentu saja Kenzo membuat pengumuman heboh.
"Smuanya...berkumpul! para penjaga, pelayan...!
cepaaat kalau tidak aku akan memecat kalian!!"
Teriakkan Kenzo membuat Bulan sampai menutup telinganya.
Dan seketika berkumpul lah para penjaga dan pelayan, termasuk Nic dan Mike yang di buat kaget.
'Ada apa ini?'
"Bagus kalian sudah berkumpul...
istriku mau melahirkan, aku butuh pengawalan ketat untukku karena kami mau menuju rumah sakit!
Dan untuk penjaga yang bertugas di rumah ini, aku mau kalian menjaga rumah ini dengan ketat!
Pelayan, tolong bersihkan rumahku ini lebih bersih lagi...!
karena aku tidak mau ada debu sedikitpun yang membuat bayiku tidak sehat!
lalu...
dimana Meta?"
(ketua pelayan)
Meta lalu maju ke depan, dan menghadap Kenzo.
sambil menundukkan kepalanya.
"Aku disini, Tuan"
"Bagus! Meta, aku perintahkan kau untuk ke super market sekarang juga, bawa pelayan yang sudah biasa mengurus Angelia.
Belilah seluruh keperluan bayi, kalau bisa borong saja apa yang ada di di super market itu!
Lalu lekas cuci dan setrika, dan antarkan ke rumah sakit...
apa sudah jelas?!"
"Siap Tuan!"
sahut para pekerja Kenzo.
"Mike, Nic, dimana Angelia?"
"Ia tengah bermain di kamarku, bersama Rere "
jawab Nic.
__ADS_1
"Tolong katakan pada istri kalian, untuk menjaga puteri ku..."
"Tentu saja..."
jawab Mike dan Nic.
'Ssshhhhh...'
Bulan kembali meringis sambil memegang perutnya.
"Sayang!
ayo, aku akan menggendong mu!"
Kenzo perasaannya mulai panik, setelah mendapatkan mimpi itu, persalinan anak keduanya ini terasa 1000x lebih menakutkan dan membuat dirinya begitu khawatir.
"Tidak usah Tuan tampan...aku masih kuat untuk berjalan..."
"Baiklah...
berhati-hatilah, jangan lepaskan genggaman mu dari tanganku, mengerti?"
Bulan lalu menatap wajah Kenzo yang panik sambil tersenyum.
"Kenzo?"
"Yes sayang?"
Kenzo pun menatap Bulan.
"Kenzo, apa aku pernah mengatakan, kalau kau itu pria idaman?"
"Seingatku belum?"
jawab Kenzo.
"Kalau begitu, aku akan mengatakannya sekarang ..
kau itu pria idaman, aku bersyukur Tuhan mempertemukan ku dengan Kenzo yang begitu sempurna di mataku...
Aku ingin, kelak putera kita mewarisi jiwa pemberani, kecerdasan dan rasa tanggung jawab yang besar seperti mu...
Dan ia menjadi kekuatan baru dalam keluarga Smith. . ."
Kenzo tersenyum haru dan mencium kening Bulan.
'CHUUP '
"Apa yang kau ucapkan, pasti di dengar oleh Tuhan sayang. . .
dan karena kau istri dan ibu yang baik, Tuhan pasti akan mengabulkan apapun yang kau panjatkan padaNya...
Aku sangat saaangat mencintaimu...
jadilah ibu yang kuat, yang dapat melahirkan anak-anakku..."
Bulan mengangguk dan memeluk Kenzo dengan segenap jiwa.
'Sssshhhh.....'
"kontraksinya...
lebih sering sekarang..."
kata Bulan sambil menahan sakit.
Lalu Kenzo dengan sigap menggendong Bulan dan lekas berjalan menuju mobil mereka yang telah di siapkan.
"Aku akan menggendong mu sampai mobil...
bertahan ya...
kita bersyukur kalau rumah sakit itu tidak begitu jauh dari sini..."
Bulan tersenyum sambil terus menatap wajah suami yang begitu ia cintai.
Sampai membuat Kenzo salah tingkah.
"Sudah cukup memandang wajah tampanku ini...
aku tau kau tergila-gila padaku kan?"
'BbbbrrrPpphhffff '
"Itu salah satunya...
tapi, apa kau tidak tau Kenzo?"
"Apa?"
"Turunkan aku, dan bercermin lah di kaca spion mobilmu..."
jelas Bulan sambil menahan tawa.
Kenzo segera menurunkan Bulan di depan mobilnya.
"Maksud mu itu apa sayang, aku tidak mengerti...
wajahku baik-baik sssa...
ouuhh My God!"
'hahahahahahaa...'
Bulan terbahak-bahak sambil menahan kontraksinya.
Kenzo segera masuk ke dalam mobil dan menarik beberapa helai tisu lalu menggosokkan pada wajahnya.
Ternyata wajah Kenzo, terutama bibirnya ada jejak bekas lipstik Bulan.
"Stop!!"
"Ada apa?!"
"Kalau kau mencintaiku, jangan hapus bekas lipstik ku itu!!"
"Apa?"
Haduh Bumil ada-ada aja. Mau lahiran tingkahnya makin aneh... 🤣🤣
__ADS_1