Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Mereka Curiga


__ADS_3

Malam yang indah selalu mereka lalui bersama. Keanehan-keanehan Bulan membuat Kenzo tak habis fikir, bahkan ia sendiripun jadi pusing sendiri, menurutnya apa sebutir permen setiap hari dapat mengubah sifat seseorang?


"Come on Kenzo, yang benar saja!?"


Ucapnya dalam hati.


Pagipun tiba, seperti biasa Bulan bangun lebih awal dari laki-laki tampan yang kini masih tertidur lelap bersama puterinya. Setelah selesai mandi, ia duduk di pinggir tempat tidur sambil memandang wajah Kenzo.


"Kalau diam tanpa ekspresi seperti ini, bikin gemes deh!"


Bulan mengelus pipi Kenzo sambil tersenyum.


"Tapi kenapa ya terkadang kalau lihat Kenzo bikin kesel tiba-tiba? Bawaannya pingin ngomel terus."


Bulan menarik hidung suami kesayangannya itu dengan gemas, tapi hal itu membuat Kenzo terbangun.


"Sayang? Hidungku sudah mancung, jangan kau buat seperti pinokio..."


Kenzo lalu mencoba memeluknya dan menarik Bulan kembali berbaring disampingnya.


"Hhmm, harumnya...


Kau sudah mandi ya? Kenapa tidak menungguku...?"


"Untuk apa?"


"Kita mandi bersama...?"


Sahut Kenzo bersemangat.


Bulan lalu memeluk Kenzo hingga kini mereka saling menatap sambil berpelukan.


"Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Mandi berdua denganmu, pasti menyenangkan."


Jawaban Bulan semakin membuat Kenzo yakin bahwa ada hal aneh pada diri istrinya itu. Bagaimana tidak, setelah Angelia beranjak besar ia paling tidak mau di ajak mandi bersama seperti dulu lagi dengan alasan 'nanti Angelia lihat!'. Tapi kali ini?


Bulan lalu menarik tangan Kenzo.


"Ayo Kenzo!"


Kenzo tersenyum kikuk.


"Tapi kau sudah mandi Bulan, Aku takut nanti kau...?"


Kenzo belum menyelesaikan kata-katanya tapi Bulan langsung marah dan memotong ucapan Kenzo.


"Huh dasar kau ini, Nyebelin! Tadi kau mengajak aku mandi bersama, sekarang!?


Kau seenaknya mengurungkan niat itu. Kau fikir kau ini siapa?"


Bulan marah sambil tolak pinggang, ia lalu membelakangi Kenzo dan berjalan menuju lemarinya untuk berpakaian.


"Bbb..bbukan begitu sayang...


Aku..."


"Aku apa?"


Tanya Bulan ketus.


"Seharusnya orang sepertimu harus di hukum berat karena berani mengacuhkan Aku!"


Sambung Bulan sambil berpakaian.


Kenzo lalu bangkit menuju Bulan.


"Kapan aku mengacuhkan mu sayang? Kau dan Angelia itu segalanya untukku!"


"Stop. Kalau mendengar kau berbicara, itu semakin membuatku kesal.


Aku mau ke dapur.


Dan jangan ikuti Aku!"


"Mmm baiklah."


Jawab Kenzo pasrah.


'Bruggh!!'

__ADS_1


Bulan membanting pintu kamar kuat sekali.


"Ya Tuhan, kenapa istriku ini?"


"Morning Nona Bulan!"


Sekumpulan Pria tinggi dan kekar menundukkan dan menyapanya ketika Bulan berlalu di depan mereka.


"Hhmm!"


Jawaban yang singkat dan mengejutkan, membuat anak buah Kenzo saling bertatapan.


"Ada apa dengan Nyoya besar kita ini? Mengapa tidak seperti biasanya, murah senyum dan..."


"Beraninya kalian membicarakan ku!!"


Bulan kembali ketika mendengar para penjaga yang heran dengan sikapnya akhir-akhir ini. Ia menarik kerah baju salah seorang anak buah Mike dengan amarah, membuat mereka hanya tertunduk dan diam.


"Mm..mma..maafkan Aku Nona!"


"Baiklah! Kali ini kau ku maafkan. Tapi jika kau berani mengulanginya, kau akan menyesal! Mengerti!?"


"Baik Nona"


"Bagus!"


Bulan lalu melepaskan cengkraman pada kerah baju pengawalnya itu, lalu melangkahkan kaki sambil kembali berfikir. Ia menoleh ke arah para penjaganya itu, membuat mereka segera memberi hormat kembali padanya.


"Bulan, kau ini kenapa? Perlakuan mu tadi itu..?"


Rasa bersalah membuatnya kembali menuju para penjaga, ia lalu meminta maaf pada seorang penjaga yang baru saja dicengkeram kerah bajunya oleh Bulan.


"Maaf, maafkan atas sikapku tadi"


"Tidak Nona! Kau pantas marah dan menegurku, dan Aku menyesal serta berjanji tidak akan mengulanginya.


Kau melakukan hal yang benar Nona!"


"Begitu ya?"


Tanya Bulan tak yakin.


"Ohh, baiklah. Silakan"


Para penjaga itu berlalu. Sedangkan kini Bulan heran dengan dirinya sendiri.


"Kenapa akhir-akhir ini Aku menjadi pemarah? Apa mungkin tekanan darahku naik?


Hhmm memang sih dari kemarin kepalaku mulai terasa berat"


Bulan kembali melanjutkan langkahnya, kini tercium aroma masakan yang sangat membuat penciumannya tidak nyaman.


"Bau apa ini? Apa yang mereka masak!? Bisa-bisanya mereka memasak hal dengan bau aneh seperti ini!"


Bulan lalu menuju dapur, terlihat Rere yang tengah membantu para juru masak itu membuat hidangan untuk pagi ini.


Menyadari akan kehadiran Nyonya besar mereka, semuanya lalu menyapa sambil memberi hormat.


"Selamat pagi Nona Bulan"


"Pagi..."


Sahutnya tak bersemangat. Ia lalu duduk di depan meja makan sambil menopang dagu.


"Apa yang kalian masak? Kenapa kali ini masakan kalian aromanya sangat aneh, tidak seperti biasanya?"


"Aneh?


Kami memasak menu sarapan seperti biasanya Nona"


Jelas salah satu juru masak di rumah besar keluarga Sminth itu.


Bulan mengangguk.


"Hmm, begitu ya?


Baiklah kalau begitu lanjutkan!


Rere, apa yang kau lakukan disini?"

__ADS_1


"Aku..."


"Ayo ikutlah dengan ku, kau tidak untuk melakukan ini"


"Baik Nona"


Rere lalu menghampiri Bulan dan mengikutinya.


Ia lalu memperhatikan wajah Bulan yang terlihat berbeda.


"Nona, apa Nona sakit?"


"Apa Aku terlihat begitu?"


"Iya, Aku perhatikan wajah Nona sedikit pucat".


Jelas Rere, dan Bulan pun mengiyakan.


"Mungkin iya, akhir-akhir ini aku merasa aneh, aku sering marah dan mudah tersinggung, apa lagi pada Kenzo.


Sepertinya tekanan darahku naik"


"Kalau begitu, kenapa tidak periksa ke dokter saja?"


Rere memberi saran.


"Ya, kau benar. Tapi entah mengapa Aku malas sekali ke rumah sakit. Rasanya sangat malas jika berhadapan dengan dokter dengan pertanyaan rumitnya"


Ternyata Bulan membawa Rere untuk menonton Mike yang tengah melatih anak buahnya.


Namun dari balik dinding, Nic mengerutkan dahinya setelah diam-diam memperhatikan Bulan, terlebih sikapnya pada penjaga tadi sudah menyebar di penjuru rumah besar itu.


"Kenapa sifat Bulan berubah 180°?


Apa yang ia ucapkan barusan mengingatkanku pada seorang laki-laki yang kini tumbuh menjadi pria menyebalkan. Itu kata-kata Kenzo jika dirinya harus berhadapan dengan dokter. Maka dari itu ia harus tetap fit agar tidak berhubungan dengan orang yang berprofesi di bidang kesehatan itu,


Apa yang dilontarkan Bulan persis dengan kata-kata yang biasa ia ucapkan, 'Aku paling malas jika berhubungan dengan dokter dan segala pertanyaan rumitnya'...


Apa Kenzo tidak menyadari hal aneh ini?"


"Aku sangat sadar!"


Suara Kenzo akan kedatangannya yang tiba-tiba membuat Nic terkejut.


"Kenzo?! Kau bikin kaget saja!"


"Hmm, Nic...


Haruskah membawa Bulan ke dokter?


Aku takut permen berwarna putih bulat dan sedikit pipih itu berbahaya"


"Itu tidak mungkin. Kau tepat melakukan hal itu, karena meminum vitamin setiap hari takutnya membuat peminum ketergantungan"


Jelas Nic.


"Sebenarnya itu bukan vitamin'


"Lalu?"


"Itu pil kontrasepsi yang biasa Bulan minum setiap malam sebelum tidur"


"Whatt?


OMG Kenzo...


Apa sudah lama Bulan meminum obat imitasi berupa permen itu?"


"Entahlah, Aku kira hampir 3 bulan"


Jawab Kenzo sambil berfikir.


"Kenzo...


Mungkinkah kita akan kehadiran anggota baru di keluarga Smint?"


Hay... yuk nongkrong sama sama sambil ngopi mungkin seru kali ya..!


Jangan lupa tinggalkan jejak. Biar author gak nangis😭😭

__ADS_1


__ADS_2