Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Jailin Noni


__ADS_3

Noni berlenggok dan bercermin di kaca spion mobil milik Kenzo. Dengan berbagai ekspresi dari wajahnya yang merasa sangat keren terpantul di kaca spion itu.


"Bos, apa kau tidak khawatir kalau mertuamu itu membuat kaca spionmu pecah?"


Bisik Mike sambil cekikikan.


"Tentu aku khawatir, karena spion mobilku lebih berharga!"


Mereka berdua lalu masuk kedalam mobil, tetapi Noni masih saja asyik bergaya di depan kaca spion.


Kenzo menyikut lengan Mike.


"Kerjain dia!"


"Yes Sir!"


Mike tersenyum licik. Ia menyalakan mesin mobil dan menggerungkan mobil itu hingga membuat Noni kaget bukan main.


'Brrhuuuummm!!'


"Ehh copot copot!!"


Noni terperanjat. Ia lalu menggebrak kaca mobil Kenzo yang tertutup.


"Ehh Kenzo! Dasar mantu songong lu, lu mau bikin gue jantungan?!"


Protes Noni kesal.


Mike dan Kenzo menahan tawa.


Ia lalu membuka jendela mobilnya.


"Aku memang akan membuat jantungmu copot,


Kau mau masuk kedalam mobil atau tidak Hhah?!"


"Ya mau!"


Jawab Noni ketus.


Ketika Noni hendak membuka pintu mobil, Kenzo memberi perintah pada Mike untuk menancap gas mobilnya.


"Tancap gas!"


"Ta..tapi Bos? Miss Noni?"


Jawab Mike ragu.


"Biarkan dia berolah raga sedikit!"


Timpal Kenzo sambil tersenyum licik.


"Kau benar- benar bukan menantu idaman...hahaha"


Mike geleng- geleng kepala dan bersiap menekan pedal gas.


"Itu bayaran untuk kacamata branded ku, setidaknya dia membuatku terhibur."


Kenzo sangat senang bisa mengerjai Noni.


Noni yang masih diluar kembali mengetuk kaca mobil Kenzo


"Woy buka dong kuncinya?!"


"Now!"


Ucap Kenzo memberi isyarat.


"Ok!"


Mike menancap gas dan membuat mobil Kenzo melaju meninggalkan Noni.


"Hey...Kenzo gila... Tunggu!


Dasar mantu gak punya otak lu, durhaka lu sama mertuaa...!"


Teriakan Noni membuat Kenzo dan Mike terbahak-bahak.


"Hahaha.. Hahaha..!"

__ADS_1


Mereka tertawa lepas terlebih Kenzo melihat bayangan Noni yang tengah berlari dengan terengah sambil melambaikan tangannya.


"Lihatlah wanita jadi-jadian itu!


Hahaha..."


"Bos kau dengar? Dia mengumpatmu dengan sebutan menantu gila..?


Hahaha.."


Mike ikut terhibur.


"Biasanya orang gila seperti itu, dia tidak merasa dirinya gila, malah orang lain yang ia teriaki...


Hahaha.. Noni Noni.. Apa dosaku begitu besar sehingga aku mempunyai Ibu mertua sepertimu..?"


Keluh Kenzo sambil menyeka air matanya yang menetes karena tertawa.


"Cukup cukup, hentikan mobilnya."-


Suara decitan rem terdengar nyaring. Mike mengerem mobil itu dan berhenti di pinggir jalan raya.


Kenzo kembali melihat spionnya, Noni masih berlari mengejar mobilnya.


Ia kembali terkekeh.


"Kira-kira umpatan apa lagi yang ia tujukan padaku selain menantu gila?"


Tanya Kenzo pada Mike.


Mike berfikir sejenak.


"Mungkin menantu yang kurang waras"


"Hahaha, itu sama saja!


Lihat lihat, nenek sihir itu semakin dekat"


Hitungan detik Noni berhasil mengejar mobil Kenzo. Mike lalu membuka kunci mobilnya.


Noni masih mengatur nafasnya yang dipaksa lari maraton oleh menantunya.


"Ayo masuk!!"


"Kenzo..!!


Emang benar-benar sadis lu ya! Dasar company lu!!"


Umpat Noni sambil ngos-ngosan.


"Ternyata tebakanku salah Bos, dia tidak menyebutmu menantu yang kurang waras, tapi menyebutmu seperti orang Belanda yang pernah menjajah Indonesia".


Jelas Mike sambil menahan tawanya.


"Itu benar, hanya Kenzo yang berani menjajah mertuanya...


"Hey Noni! Ayo cepat masuk!"


Nonipun masuk kedalam mobil dengan wajah emosi.


Sepanjang jalan Noni menekuk wajahnya karena kesal.


Sedangkan Kenzo dan Mike melakukan tos secara diam-diam atas keberhasilan mereka mengerjai Noni.


"Jangan cemberut seperti itu! Kalau tidak aku akan mengambil kembali kacamata keluaran terbaru milikku itu?!"


"Jangan...


Enak aja!"


Noni memeluk kacamatanya.


"Jika sampai di rumahku, bertingkah lah dengan sopan. Dari gaya berpakaian dan cara bicaramu, itu harus di ubah! Jangan membuat Bulan malu memiliki Ibu sepertimu,


Dan kau jangan menyiksa batinku juga karena memiliki mertua yabg...


Yang sangat menyebalkan!


Jangan membuat pria semudaku mendapatkan bertekanan darah tinggi"

__ADS_1


Jelas Kenzo semakin membuat Noni naik emosinya, hanya saja dia tidak berani membalas perkataan Kenzo, dia takut kehilangan kacamata pemberian Kenzo yang seharga 3 mobil Alphard itu.


Wajah Noni semakin datar saja. Kenzo lalu mengeluarkan Ponselnya, membuka galery dan memilih foto terimut dari Angelia.


Ia lalu menunjukkannya pada Noni.


Noni memperhatikan foto bayi di Ponsel Kenzo dengan seksama.


"Anak siapa itu!? Jangan bilang kalau itu anak lu dengan wanita lain? Atau, lu nyulik bayi itu ya?!"


Terkaan Noni membuat Kenzo menepuk dahinya.


"Ini Angelia! Anakku dengan Bulan! Dasar nenek tidak peka!


Oh My God, kasihan sekali kau Angelia ku, memiliki Nenek seperti nenek sihir itu ..."


Keluh Kenzo sambil kembali memasukkan Ponsel ke saku celananya.


Noni masih sibuk dengan segala hal dan pertanyaan di benaknya.


"Ja..jadi.. Bayi itu..


Kalau anak lu...


Berarti, si Bulan udah melahirkan?!! Dan gue punya cucu!!?"


"Hhmm.."


Sahut Kenzo dengan malas.


"Duh duh aduhh...


Gue punya cucu...Cewek atau cowok??"


Kenzo memutar bola matanya.


"Namanya Angelia, kau fikir itu nama anak laki-laki atau perempuan?"


Tanya Kenzo geregetan.


"Ya anak perempuan lah, lu pikir gue bodoh apa?


Oohh jadi, anak lu berdua perempuan?


Wahh dia bakalan bangga banget punya Nenek semuda dan secantik gue...hahaha"


Noni membanggakan dirinya sendiri, membuat Kenzo rasanya ingin muntah.


"Hentikan celotehmu itu! Banyaklah berfikir agar kau pantas menjadi besan keluarga Simnth uang terhormat !"


Tegur Kenzo dengan wajah kesal.


"Emang seberapa terkenal sih keluarga lu di Australi?


Hmm gue tau, kalau di Indonesia mungkin seperti keluarga Bakrie dan Tanoesudibyo ya?


Mereka kan sering banget muncul di tv-tv..?"


"Aku tidak mengenal mereka!


Pokoknya bersikaplah seperti perempuan elit dan terhormat, bukan seperti Bos para pelacur!"


Lagi-lagi Kenzo memperingati Noni akan sikapnya.


"Siap, tenang aja! Logat gue emang udah kayak gini dari dulu, tapi lu jangan nganggap remeh gue Kenzo, banyak pelanggan di tempat gue dari kalangan Elit dan gue bisa mengimbangi cara ngomong mereka,


Dan kalangan elit itu termasuk lu!


Lu kan salah satu orang yang membuat kantong gue tebel, karena saking rajinnya lu berkunjung ketempat gue..."


'Glekkk'


Kenzo menelan rasa tidak nyamannya ketika mendengar kata-kata Noni.


"Jangan bahas itu, apa lagi di depan istri dan keluargaku...


Itu masa lalu, sekarang aku ini pria baik-baik yang menyayangi keluarga!"


"Haha... baik lah, sekarang lu laki-laki baik. Dan sudah tobat dari dunia kelam. Ngomong-ngomong kok lu bisa tobat sih, pasti karena Bulan ya?!"

__ADS_1


"Bukan urusan lu, lebih baik lu diem aja jangan berisik! Kalau gak gue turunin lu disini!"


Acan Kenzo kepada Noni si mertua sinting.


__ADS_2