
Mike mengerutkan dahinya. Ia pandangi wajah Rere dengan anehnya.
"Serius? biasanya kau lari ketakutan"
"......."
"Heyy?!"
"Hisshh berisik! ya sudah jangan banyak bicara! hhuuammh"
Rere kembali menggeliat dengan seksinya, membuat Mike menarik nafas dalam-dalam.
Mike tidak perlu membuka baju karena dia hanya menggunakan celana pendek yang ketat, mungkin Rere kalau buka mata ia akan melongo lalu tutup mata.
"Baiklah, ternyata kau dan aku tidak suka banyak bicara"
hasrat kejantanannya semakin memuncak, tanpa basa-basi Mike membuka kancing piama Rere sampai seluruhnya. Rere kembali menggeliat sambil memeluk tangannya.
"Hhhmmm...dinginn"
ucapnya dengan mata yang tetap terpejam.
"Kau tenang saja, setelah ini justru kau akan kegerahan"
sahut Mike sambil menyingkirkan tali bra Rere ke bawah bahunya.
Tanpa basa-basi Mike lalu mencumbu habis bagian yang baru saja di bukanya, dan tangannya kian nakal menjelajahi inci demi inci tubuh Rere. Rere yang belum begitu sadar hanya menggeliat ke kanan dan kekiri, entah apa yang dirasakan di alam bawah sadarnya, apa itu kenikmatan yang memang di nantikan nya?
Mike kian menggebu, apa yang ada di benaknya harus segera tersalurkan.
"Selangkah lagi... apa kau yakin?"
Rere yang matanya masih terpejam tiba-tiba bangkit dan duduk sampai baju piamanya turun dari bahunya, hingga kini Mike bisa menatap setengah badannya.
Rere mengangguk mengiyakan pertanyaan Mike. Ketika Mike mulai membaringkannya, Rere mengucapkan sesuatu.
"Minum...aku haus sekali"
Mike lalu memberinya segelas air minum berisi penuh, tapi Rere meminumnya hanya beberapa cegukkan saja dan kembali berbaring.
Mike mulai merayap di atas tubuh Rere, Rere terlihat sesak nafasnya. Tapi Mike kini mulai panas, leher dan wajah Rere habis di kecupnya, dan ******* pun mulai keluar dari mulut Rere.
"Ssshhhh,,, kok, aku...aku...merinding"
kali ini Mike tidak menjawab perkataan Rere. perlahan ia mengangkat dan membuka kaki Rere.
"Here we go! "
Tes uji coba pun di mulai. Mike sebetulnya tidak menyangka Rere tidak mengelak sedikitpun, ia berfikir akan ada adegan teriak dan kabur, tapi ternyata Rere begitu santainya, hanya saja mungkin ia enggan membuka mata karena saking lelahnya, namun setidaknya ia masih merespon dengan apa yang dilakukan Mike terhadap tubuhnya.
Tanpa ragu Mike pun bersiap mendorong pistol miliknya itu yang telah di hantam oleh lutut Rere beberapa hari yang lalu.
daaann....
(masuk pak ekoo 🙈)
"Aaaaahhhhhhhh"
rasanya begitu nikmat Mike rasakan.
akan tetapi...
"Aaaawwwwhhhh!!"
Rere teriak sambil membuka matanya, ia begitu kaget dengan apa yang baru saja ia rasakan, terlebih tau siapa yang melakukannya.
"Apa yang kau lakukan?!"
__ADS_1
Mike yang sudah di mabuk nikmatnya cinta sudah sulit di ajak komunikasi. Kini dorongannya kian cepat dengan power yang membuat Rere menjambak rambut Mike.
Rere hanya mampu berteriak sambil menarik selimut yang ia tutupkan pada mulutnya.
Rere memukul-mukul badan Mike dan mencoba mendorongnya, tapi Mike tentu tidak mau menghentikan aksinya.
Kini Mike mengarahkan ciumannya pada bibir Rere, tapi Rere terus mengelak dan menghindar, air mata menahan sakit pada kehormatannya tak terbendung.
Mike lah pria yang telah mendapatkan manisnya kehormatan Rere.
"Dia...dia..suamimu, Rere"
ucap Rere dalam hati, walaupun ia masih bingung kenapa ia mau disentuh sampai sejauh itu tanpa menolak. Ia berfikir Mike telah memberinya sesuatu.
Wanita yang menyelamatkannya dari ledakan bom, wanita yang berkulit exotis dan berambut coklat serta berkornea cokelat kini berada di pelukannya. Wanita yang selalu ia bilang udik kini ia nikmati tubuhnya sebagai isterinya. Walau entah Mike akan bisa mengerti dan menjalani hidup seperti layaknya suami isteri pada umumnya, bukan untuk *** semata.
Permainan hampir pada puncaknya, dan tubuh Mike mengejang. Cairan hangat dan putihpun mengalir dari mahkota Rere yang baru saja di renggutnya.
Mike pun merebahkan badannya yang bercucuran keringat dengan hati yang sudah terpuaskan.
Tepat disampingnya, Rere membalut tubuhnya sambil meringis dan terisak.
"Kau...jj...jahat!"
ucapnya pelan sambil menahan sakit.
Mike pun menoleh.
"Aku tidak memaksa, tapi kau juga tidak menolak, lalu salah aku apa?"
jelas Mike dengan nafas terengah.
"Tidak mungkin"
"Apanya yang tidak mungkin? dari awal kau menikmatinya, tapi kenapa saat aku tancapkan kau berteriak? telingaku sampai sakit!"
"Telinga ya? lalu apa yang kau lakukan pada milikku? hiks hiks...
Itu lebih dari sakit! kau memang pria yang kejam!"
Rere memukul-mukul bahu Mike.
"Heyyy hentikan...
aku pria kejam?"
"Iya! Kau... kau tega melakukan ini padaku!"
"Hahah! kau fikir ayahmu tidak melakukan ini pada ibumu?"
Rere diam tak menjawab.
"Asal kau tau, aku sudah mengusir mu...tapi kau tidak mau pergi, kau justru memamerkan lekuk tubuhmu di hadapanku, dengan kancing baju yang terbuka pula! aku kan pria normal, pistolku tentu berdiri tegap dan ingin meledak."
"Kau menyalahkan ku?"
ucap Rere tak terima.
"Lantas aku menyalahkan siapa? jujur malam ini aku benar-benar ingin beristirahat, tapi karena kau menggodaku, aku kehilangan waktu istirahatku 1.5 jam!"
"Kk...kau!? pria macam apa kau ini Mike? pokoknya aku tidak mau kau melakukan ini padaku lagi!"
"Untuk saat ini tidak, karena akupun mau tidur"
lalu Mike menarik selimut yang membalut tubuh Rere, dan Rere berteriak ketakutan.
"huwaaaa!"
__ADS_1
Mike tutup telinga.
"Kenapa berteriak!? Aku bisa tuli kalau setiap malam mendengar teriakkan mu!!"
"Kau mau mengintip tubuhku kan! ayo jawab!?"
Mike terus menarik selimut yang di dekap kuat oleh Rere.
"Untuk apa pakai acara ngintip segala, aku sudah melihat seluruhnya...cepat berikan selimutku!!"
Mike berhasil menarik sebagian selimutnya, dan dia melihat bercak merah di selimutnya yang berwarna cream itu. Matanya lalu sendu menatap Rere yang tengah meringis.
"Maafkan aku"
ucapan Mike membuat Rere menoleh karena tak percaya.
"Kau juga yang memaksaku melakukan itu...kau meliuk-liuk di atas kasurku seperti ular, dan membangunkan ular lainnya"
Rere hanya menatap kesal pada Mike.
Pukul 04:00 pagi.
Rere kembali berpakaian sambil berbaring membelakangi Mike dengan dua guling di tengah mereka.
Matanya yang kantuk pun terasa takut untuk terpejam, sialnya Rere memang tukang mengigau, ia jaga-jaga Mike memanfaatkan kelemahannya itu.
Jantungnya terus berdetak seperti kuda yang berlari kencang, matanya melirik kanan dan kiri mencoba mengawasi Mike secara diam-diam.
'Grreeekk'
Mike bangkit dan duduk di pinggir tempat tidurnya, membuat mata Rere melotot dan gemetar, ia semakin memeluk erat selimut yang membungkus dirinya.
"Ya Tuhan selamatkan Aku!"
pinta Rere dalam hati.
"Kau kenapa gemetar? apa ruangan ini terlalu dingin? "
tanya Mike sambil merangkak ke arah Rere.
"Stop! jangan mendekat!!"
teriak Rere sambil memejamkan mata.
"Hhh, siapa kau berani memerintah ku!?"
Mike menjulurkan tangannya melewati tubuh Rere, namun Rere yang ketakutan justru mendorong Mike sampai terjerembab ke lantai.
'GUBRAAAKK'
"Rere!!"
Mike berdiri sambil mendengus kesal. Kini Mike berjalan ke arah Rere, dan itu membuat Rere kabur melarikan diri.
"Mau kemana kau?"
"Jangan mendekat!"
"Aku akan membuat perhitungan denganmu!!"
Di kamar itu mereka seperti tom n jerry. Mike yang geram mencoba menangkap Rere yang ketakutan, dan akhirnya...
Hap
"Kena kau! hahaha!"
Ada- ada aja tingkah mereka.. siapa yang mau coba? coba dengan pasangan masing masing ya😉
__ADS_1