Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Bulan marah


__ADS_3

"Tidak dalam segala hal, pria dengan wajah membosankan!"


Timpal Nic setelah meneguk minumannya.


"Kau bodoh soal mengerti wanita! Yang kau tau hanya wanita malam yang bergulat ria di ranjang bersamamu, dengan *******-******* mereka yang menjijikan!


Kau merasa puas dan sejati hanya karena membuat mereka mengaum, dan itu tentu mereka lakukan karena kau membayar mereka, hahaha...


Tapi kau tidak tau wanita lebih indah dan berharga dari sekedar pemuas nafsu..."


"Kau benar Nic, kini Aku sudah menyadari semua itu berkat Bulan.


Bulan menyadarkan ku kalau wanita bukan hanya pemuas nafsu, tapi ia pondasi dan mataharinya dunia, ia kuat dan hangat, ia bisa menjadi dokter, teman bahkan musuh yang baik.


Yang jelas, wanita adalah permata dunia yang tidak boleh kau gores permukaan cantiknya, mengerti?! Tegas Kenzo.


Perlakuan mu pada Rere, tentu menggores hatinya, Mike!


Dan Aku tidak suka itu, kalau kau memang pria sejati, minta maaflah padanya." Nic mengingatkan.


"Aku? Minta maaf? Aku tidak bersalah..."


"Kau bersalah!"


Tegas Nic.


"Aku melakukan hal yang benar, dia akan meremukkan tulangku Nic!?" Mike membela diri dengan omong kosongnya.


"Bukan Rere yang akan meremukkan tulangmu, tapi Aku!" tantang Nic yang mulai merasa geram.


"Hahah, siapa kau? Eskavator dengan ban super besar!?"


Timpal Mike mengejek.


"Bukan, tapi Aku yang mengendarainya untuk meremukkan tulang-tulang mu, Mike!"


Perdebatan konyol mereka membuat Kenzo muak, kedua tangannya lalu mengait leher-leher kekar kedua sahabatnya itu, lalu ia menjepitnya dengan kuat.


"Jika kalian berani berdebat dengan cara konyol, enyahlah dari hadapanku, dasar bodoh!"


Mike dan Nic mengangguk seperti anak kecil yang dimarahi ayahnya. Para anak buah Mike pun terkekeh.


"Apa yang kalian tertawakan! Sudah bosan hidup?!"


Bentak Mike dengan mata yang membulat.


"Ma..maaf Bos!"


Ucap anak buahnya ketakutan.


Mike pun lalu berdiri sambil memutarkan lehernya.


"Kau hampir saja mematahkan leherku, Bos Kenzo!


Haaahh, baiklah, akan ku temui perempuan udik itu, lalu menganggapnya tidak ada!"


"Baguslah."


Kata Kenzo sambil tersenyum licik.


"Oya, apa Aku belum menceritakan sesuatu sebelum Aku menghilang?"


Tanya Mike membuat Kenzo heran.


"Tentang apa?"


"Tepatnya bukan tentang apa, tapi siapa"


Mike tersenyum tipis.


"Berarti itu tentang seseorang?"


Tambah Nic.


"Yupz! Tapi, Aku tidak akan membahasnya, dan jangan memaksaku untuk menceritakannya tanpa imbalan yang sesuai, hahaha..."


Mike kembali melangkah untuk menemui Rere.


"Kini kau berani bernego dengan ku, Mike?!Rupanya ledakan bom itu menghancurkan separuh otakmu ya?!


Ayo katakan! Apa orang itu berbahaya?"


"Tidak tidak! Dia tidak berbahaya jika kau tidak mengusiknya, anggap saja orang itu, mahluk astral...hahaha"


"Hey Mike, bicara yang jelas!"


Kenzo berteriak pada Mike.

__ADS_1


"Jika orang yang di maksud Mike berbahaya seperti Duke, dia pasti sudah menyingkirkannya, Kenzo!"


Ucap Nic.


"Tapi, siapa orang yang dia maksud?" Tanya Kenzo yang masih merasakan kekhawatirannya.


****


Mike pergi untuk mengucapkan kata maaf pada Rere dan meninggalkan Kenzo dengan sebuah teka-teki.


Sampailah di depan kamar Kenzo, Mike hendak mengetuk pintu itu, tapi anak buahnya lalu memberi tau kemana Bulan berada.


"Apa kau mencari Nona Bulan Bos?"


Mike hanya mengangguk mengiyakan.


"Mereka menuju dapur Bos, Aku dengar mereka hendak memasak."


Jelas anak buahnya yang berjaga disekitar kamar Kenzo.


"Ok Thanks!"


Mike pun memutar arah menuju dapur sesuai petunjuk yang anak buahnya sampaikan.


"Wanita dan dapur, memang dua hal yang tidak bisa dipisahkan.


Aku jadi ingat ketika Rere memasak untukku, masakannya sangat lezat, dan Aku sangat beruntung jika...?


Tunggu?!


Kenapa Aku ini? Apa yang baru saja ku katakan?


Mungkin Kenzo benar, separuh otakku terkena dampak ledakan bom itu, sehingga Aku hampir gila menghadapi wanita itu.


Dan perintah Kenzo untuk meminta maaf padanya harus ku patuhi, Hhhh, mau bagaimana lagi, membangkang itu bukan sifatku!"


Dari jauh sudah terdengar suara yang begitu heboh dari arah dapur, dan tak ketinggalan gelak tawa polos Angelia tertangkap indra pendengar Mike.


"Hhhh, dua wanita di dapur? Itu sama dengan dua puluh pria yang tengah bicara santai!"


Mike perlahan memasuki dapur, otaknya terus bekerja keras memikirkan kata yang tepat untuk meminta maaf pada Rere.


"Kenapa ini lebih sulit dari menembak seseorang?!"


Keluh Mike dalam hati.


Panggil Angelia yang segera turun dari kursi makan dan berlari memeluknya.


"Hai princes, apa kau sedang masak?"


"Hu'umh"


Angelia mengangguk.


"Mike? Ada apa? Apa ada hal penting yang membawamu datang...?"


"Uumh, tidak. Emhh maksudku iya, emhh tapi...tidak juga!"


Bulan dan Rere mengerenyitkan dahi mereka.


"Duh bagaimana ini?"


Mike menggaruk rambutnya yang tak gatal sambil memalingkan wajah.


"Mike?"


Bulan semakin bingung dengan sikap Mike yang aneh.


'Fiuhhhh'


Mike menghela nafas, ia lalu berdiri tegap sambil memasang wajah tegas.


"Baiklah, sebenarnya..."


"Sebenarnya Aku datang kesini karena Bos Kenzo memerintahkan ku untuk minta maaf pada...


Pada..."


Mike melirik kearah Rere.


"Pada...Rere"


Dan akhirnya Mike merasa lega.


"Kalau begitu Aku permisi"


Mike hendak memutar badannya dan pergi, tapi Bulan dengan cepat menarik tuxedo Mike dari belakang.

__ADS_1


"Eeiitttsss! Tunggu! Dasar tidak sopan! Apa itu yang Bosmu ajarkan?!"


Mike menaikkan sebelah alisnya tak mengerti.


"Maksud Nona?"


Mike kembali bertanya, namun pertanyaannya membuat Bulan marah, ia lalu menarik kerah baju Mike.


"Rupanya kau reinkarnasi Kenzo saat brengsek dulu ya?


Kau minta maaf bukan dari hati? Tapi karena perintah Bos mu? Kau fikir wanita makhluk yang seenaknya pria sakiti dan permainkan?!"


Mata besar Bulan menatap tajam pada Mike.


"Mmmhh, Aku....emhh,


Aku..."


Mike bingung hendak menjawab apa.


"Cepat minta maaf dan tunjukkan rasa penyesalan mu pada Rere!"


Bulan menggertak Mike dengan geram, namun mata Mike hanya melirik perlahan pada Rere.


"Cepat!"


Mike terkejut mendengar teriakkan Bulan.


"Sudah Nona, jangan memaksanya, Aku tidak apa-apa..."


Jelas Rere gemetar.


"Tidak bisa. Aku tidak mau ada Kenzo kedua dengan sifat brengseknya pada wanita di dunia ini...!


Hmm Kenzo, Dia pasti yang mengajarimu agar hidup dengan caranya, Aku harus segera memberinya pelajaran.


Dan kau Mike, ayo ikut Aku!"


Bulan melangkah dengan amarahnya, wajahnya memerah. Mike dan Rere mengikutinya dari belakang.


"Dimana Bos kalian?


Katakan!"


"Di..di...atas Nona."


Sahut salah seorang penjaga gemetar.


Nampak lah sang suami yang tengah berbincang dengan Nic sambil meneguk vodkanya.


Aroma parfum Bulan sudah tercium oleh Kenzo walau sang istri belum menampakkan batang hidungnya.


Kenzo berdiri dan memutar badannya, benar saja, wanita yang begitu ia cintai di dunia ini tengah berjalan kearahnya.


"Oouhh sayang, apa kau sudah merindukanku, baru saja semalam kau dan Aku...?"


Kenzo hendak mengarahkan ciumannya ke bibir Bulan, namun Bulan menahan bibir Kenzo dengan kelima jarinya.


"Dasar kalian semua, komplotan penyiksa wanita. Aku akan melaporkan kalian, terutama kau Kenzo ke komnas HAM di negeri ini!"


Ucap Bulan sambil terengah.


Kenzo tentu tidak mengerti.


"Sayang, What do you mean?


Aku tidak mengerti..."


Kenzo hendak memeluk Bulan tapi Bulan mengelak.


"Jangan menyentuhku Bos besar Sminth. Kenapa kau menyuruh Mike minta maaf pada Rere atas dasar sebuah perintah? Kalian memang laki-laki kejam!


Hallo... maaf baru up. tapi tenang aja hari ini akan lebih.


Jangan lupa tinggalkan



Like


Comment


Hadiah


Vote


__ADS_1


terimakasih


__ADS_2