Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Lahirnya Sang Buah Hati


__ADS_3

Dokter memeriksa Bulan yang terus menahan kontraksi...


"Sudah pembukaan 8 ya Bu..."


Kata dokter membuat Kenzo sdikit kaget.


"Pembukaan 8?


Secepat itu!?"


Katanya heran.


"Memang sejak kapan ibu mulai kontraksi?"


Kembali dokter bertanya.


"Lusa Bu..."


Jawab Bulan singkat.


"Apa? Lusa? Jadi, pada saat kau minta ke Indonesia kau sudah kontraksi sayang?"


Bulan hanya tersenyum tipis, dan Kenzo lalu memeluk Bulan dengan kuat.


"Oh My God sayang...


Kenapa kau tidak memberi tau ku?"


"Abisnya, kalau kau tau aku mulai kontraksi, kau pasti tidak mengizinkan aku..."


Jawab Bulan memelas.


"Ya setidaknya kita bisa membawa perlengkapan baby boy ku juga sayang..."


Bulan lalu mencubit lengan Kenzo dengan begitu kencang.


"Iiihhhhhh jangan marah-marah terus Kenzo!


Perut aku sakit tauuu!


Hhhhhh"


'Aaa..aawwhhh'


"Sakit sayang..."


"Aku tidak marah, hanya..."


Bulan menggelengkan kepalanya, ia sudah tidak mau mendengar Kenzo berbicara.


"Stooopp!!


Kenzo, diam!


Kalau kau banyak bicara, maka perutku semakin, mulaaaaas!!"


Kata Bulan sambil menarik nafas dan lekas menghembuskan nya.


Kenzo hanya mengangguk dengan kikuk.


'Ssshhhh..!!'


Bulan semakin merasakan kontraksi yang begitu hebat.


Kenzo menggegga tangannya dengan begitu kuat, dan terus mencium kening Bulan dengan jantung yang berdetak kencang.


"Selamatkan isteri dan anakku Ya Tuhan...


Beri kekuatan kepada keduanya, mereka hidupku..."


Kenzo berdo'a dalam hati.


Bulan semakin serba salah, rasa yang ada begitu tak tertahankan. Semakin putera mereka mendesak ingin menemui mereka, semakin besar rasa sakit yang harus Bulan tanggung.


Keringat membanjiri Bulan, begitupun Kenzo, dirinya merasakan rasa yang sulit di ucapkan dengan kata-kata.


Ia mengelap kening Bulan dengan tisue, dan sesekali mengelus perut Bulan yang sebentar lagi akan mengempis.


"Kenzo!


Jangan diam saja...


Perut aku sakiiittttt!!"


Ucap Bulan sambil menarik kerah baju Kenzo.


"Kk..kau harus kuat, sayang...


Apa yang harus aku lakukan sayang?


Aku hanya bisa berdo'a untuk keselamatan kalian berdua...


Dan tadi kau bilang aku untuk diam...?"


"Oya!


Meta, apa ia sudah menyiapkan pakian baby nya?!


Kalau mereka belum selesai menyiapkan, nanti super hero ku?!"


"Kenzo diam!


Jangan marah-marah terus, berisik!!


Kau tidak tau apa yang aku rasakan sekarang!!"


Kenzo kembali mengangguk pasrah, dan kembali mengusap perut Bulan yang besar itu.


"Sayang sayang...


Aku diam salah, bicarapun salah...


Tapi biarlah, aku mengerti..."


Gumam Kenzo dalam hati.


'Sssshhhh...Kenzo... Saakiiittt...

__ADS_1


Hiks hiks ...


Kenapa yang ini berbeda, ini 10x lebih mulass dari persalinan sebelumnya...


Huuhh haah huhh hahhh..


Kenzo...!'


Kenzo mengatakan hal itu berulang-ulang.


Ketika Kenzo ikutan panik, ia memarahinya. Bahkan karena terbawa rasa sakit yang tak tertahankan itu, ia menarik baju Kenzo, menjambak rambutnya, menarik hidungnya, bahkan menarik celana Kenzo sampai ikat pinggangnya kendur.


"Kenzo kau diam!


Jangan ikutan panik..!!"


"Bagaimana aku tidak panik, kita tidak membawa sehelai pun pakaian bayi!"


Sahut Kenzo yang bajunya sudah berantakan, bahkan dua kancing bajunya pun copot. Membuat suster yang tengah mempersiapkan persalinan Bulan mengintip roti sobek milik Kenzo.


"Meta pasti datang Kenzo, pasti dataaang...


Hhhheemmb!"


Bulan mengejan.


"Bu jangan mengejan dulu sebelum ada aba-aba dari saya ya'


Kata Dokter.


"Iya sayang, kau harus mendengarkan apa kata dokter!"


Bulan lagi-lagi kesal dengan Kenzo.


Ia menarik-narik baju Kenzo sampai kusut.


"Aku sudah tidak kuat Kenzo!


Aku mengejan sendiri!!


Hhhheeeummb!!


Huhhh haah huhhh haahhh'


Nafas Bulan terengah.


Dokter lalu memeriksa Bulan kembali.


"Kepalanya sudah mulai terlihat ya bu"


Kenzo semakin panik, panik karena kondisi Bulan yang akan melahirkan sang putera, dan panik karena kepala pelayannya itu tak kunjung datang membawakan pakaian bayi yang mendadak di beli lalu di cuci dan di setrika.


'A..aapa?!


Kepalanya sudah terlihat!?


Bagaimana ini...!


Kenzo lalu mengambil ponselnya dan menelpon Meta walau badannya di tarik sedemikian rupa oleh sang isteri.


"Meta?


Anak ku akan segera lahir! Kepalanya sudah terlihat!


Cepaaattt!!'


'Jegrekk'


Pintu di ruangan itu terbuka, ternyata Meta sudah berada di depan pintu sambil bercucuran keringat, membawa perlengkapan bayi yang di perintahkan Kenzo.


"Biar saya yang membawa perlengkapan bayinya ke dalam"


Kata suster.


Pintu pun kembali di tutup.


Kenzo merasa lega.


"Syukurlah tepat waktu..."


"Huaaaa aaaww aaawwhh, sayang,


Rambutku!"


"Ayo bu, dalam hitungan ke 3, ibu mengejan yaa"


Kata dokter.


"Ayo sayang mengejan, mengejan! Kalau menarik rambutku membuat tenagamu bertambah, ayo tarik rambutku sekuat tenaga!"


Ucap Kenzo berapi-api walau rambutnya terasa mau lepas semua.


"1, 2, ayo mengejaan!!"


ucap dokter semangat.


'aaaaagghhhhhh!!'


tangan Bulan begitu kuat menggenggam tangan Kenzo.


Ingin sekali Kenzo ikut merasakan untuk menanggung pengorbanan yang begitu di muliakan Tuhan itu.


"Ayo sayang! berjuang! kau ibu yang hebat!"


Bulan kembali menyusun nafasnya.


'hhuhhh...haaaffh...hhuuhhh'


"ayo sekali lagi bu, sekali lagi..!"


dokter begitu semangatnya sampai bercucuran keringat.


'aaaaagghhhhhh. . . .!!!'


"Aku...aku tidak bisa...!"


Hati Kenzo semakin tak menentu.

__ADS_1


"Kau bisa sayang, kau bisa...!"


"Tuhan, jangan buat mimpiku menjadi pertanda buruk...


selamatkan istri dan anakku yang berharga ini...


aku janji akan menjadi pria yang lebih baik lagi Tuhan..."


'aaaaagghhhhhh. . .!!!!'


dengan mengeluarkan sisa tenaga yang Bulan punya, ia pasrah kepada Tuhan yang menggenggam takdir...


"Sedikit lagi bu, ayo sedikit lagi!!"


dokter menyemangati.


Kenzo semakin kuat menggenggam tangan istri tercintanya, dengan terus memanjatkan do'a dalam hatinya, dan meyakinkan Bulan bahwa ia ibu yang tangguh.


dan...


'aaaaagghhhhhh!'


'Ooa oooa ooaa ooaaa!!!'


bayi yang di nantikan pun lahir dengan selamat, wajah lesu Bulan mengukir senyum dengan rasa syukur yang tak terhingga.


Jantung berdegup kencang, tangan pun gemetar, melihat bayi laki-laki tampan yang begitu menggemaskan.


Dokter pun memberikan bayi yang baru di balut bedong itu ke pelukan Kenzo.


"Selamat ya, bayi kalian laki-laki, dan sehat!"


Rasanya seperti mimpi, Kenzo kini memiliki dua pewaris dari kerajaan bisnis SIC yang begitu terkenal itu.


"Thanks God..."


ucap Kenzo penuh haru. Ia mencium bayi yang selalu ia panggil super hero itu dengan segenap jiwa. Kini ia bisa menyentuhnya langsung...


"Ini seperti mimpi! kalian anugrah terindah yang Tuhan berikan untukku...


Terimakasih sayang!


Kau memang wanita yang hebat!"


Ciuman yang manis pun mendarat di bibir Bulan.


Perlahan di bantu dokter, untuk Bulan pada tempat tidurnya.


"Berikan anakku! aku pun mau menggendongnya!"


kata-kata ketus Bulan membuyarkan suka cita yang tercipta.


"Ini anakku juga!


aku yang membuatnya dengan susah payah!!"


Kenzo memberikan bayi mereka dalam gendongan Bulan.


Bulan pun benar-benar bahagia.


"Anakku..."


Kenzo lalu merogoh ponsel dari saku celananya.


"Berterimakasih lah padaku sayang, karena berkat aku yang mencuri pil KB mu itu, membuatmu bisa menggendong bayi yang tampannya mewarisi ketampanan ku itu"


"Kya iyaa...


makasih suamiku yang pencuri...!"


Mata Kenzo menatap tajam pada Bulan.


"Pencuri?!"


"Iyaa...


kau kan pencuri hatiku Kenzo..."


jawab Bulan malu-malu.


Kenzo tersenyum karena di goda oleh sang istri.


"Sama-sama wanita penyiksa!"


kali ini Bulan yang melebarkan matanya.


"Aku? penyiksa?"


"Memang kau tidak merasa ya?


kau selalu menyiksaku dengan rasa rindu saat jauh darimu sayang. . ."


jelas Kenzo sambil memajukan bibirnya.


"Uuhhhhhh sayaaang...."


Kenzo alu memeluk Bulan.


"Ayo kita berfoto dulu..."


'kliikkkkk'


kamera ponsel Kenzo mengabadikan momen yang sangat luar biasa itu.


Hasil foto yang luar biasa.


Bulan yang dengan wajah cantiknya yang penuh perjuangan, sang putera yang tampannya sudah dari lahir, dan sang dady yamg tampannya sudah takdir pun sangat mempesona, hanya saja rambut dan bajunya yang sudah tak karuan.


Kenzo langsung memposting foto tersebut dengan caption...


'Thaks God! dan Aku mau lagi😇😘'


para followers nya pun membanjiri foto itu dengan banyak komentar yang ikut bahagia.


"Apa? mau lagi?"


mata Bulan melotot.

__ADS_1


Kenzo pun mengangguk sambil tersenyum lebar.


__ADS_2