
Seperti biasa, Kenzo semobil dengan Mike yang sudah seperti tangan kanannya.
"Kau yakin Bos mau membebaskan Noni?
Apa sudah kau fikirkan dengan matang?"
Tanya Mike, Kenzo memang masih terlihat ragu akan keputusannya.
"Sudah ku pertimbangkan, tapi aku masih belum yakin 100%, Aku takut Noni masih menjadi pengacau untuk kebahagiaanku bersama Bulan."
"Kalau begitu bunuh saja Noni!? Itu hal yang mudah..."
Mike memberi saran tapi Kenzo menolaknya.
"Kalau dia bukan Ibu Bulan sejak lama sudahku habisi Nenek sihir itu!
Aku tidak sanggup jika Istriku bersedih, dia sangat menyayangi Ibunya..."
"Kalau seperti itu, jelas pilihan yang berat. Tapi aku yakin Bosku ini orang yang pandai untuk mengantisipasi hal apapun..."
Puji Mike yang membuat Kenzo tersenyum licik.
"Aku acungkan 2 jempol untukmu, karena idemu yang briliant, dan tentunya sangat licik...
Berhasil menjebloskan Noni dengan tuduhan percobaan pembunuhan terhadapmu...
Hahaha.."
Mike tertawa mengingat kejadian di mana Noni diseret oleh polisi sedangkan dirinya tidak tau apa-apa mengenai salad yang ia bawa mengandung racun.
"Itu tidak akan berhasil tanpa kemampuanmu yang handal dan berhati-hati Mike..."
Mike merasa tersanjung dengan pujian Kenzo.
"Thanks Bos!"
***Flash Back***
Kenzo yang licik sudah mengatur rencana sedemikian rapih dan benar-benar apik.
Ia menyodorkan tiga koper berisi uang pada Noni hanya untuk memancing Noni datang ke rumahnya.
Kenzo hanya memberi syarat agar Noni meminta maaf pada Bulan, padahal kedatangannya itu membawa dia masuk kedalam perangkap Kenzo yang sudah di setting oleh anak buah Kenzo.
Sebelum datang, ia membeli dua Cup besar salad sayuran yang memang menjadi kesukaan Kenzo atas arahan Mike, dengan memberi saran salad itu akan membuat mood Kenzo stabil.
Drama di mulai ketika Kenzo menyuruh Mike untuk mengambil sendok untuk menyicipi salad bawaan Noni.
Sebelum memberikan sendok itu, Mike mencelupkan racun Arsenik cair yang sangat mematikan, tentu dengan tangannya yang dibungkus sarung tangan, sehingga disendok itu tidak ada sidik jari yang akan ditemukan polisi.
Sebelum irisan daging itu diberikan kepada Anjing yang langsung mati setelah memakannya, Mike terlebih dahulu mengaduk salad itu dengan sendok yang sudah dilumuri racun sebelum Kenzo pura-pura akan memakannya.
Akting kedua dimulai kembali, Mike melarang Kenzo untuk menyicipi salad bawaan Noni dengan dalih harus berhati-hati karena banyak musuh yang ingin mencelakai Kenzo.
Kenzo lalu menjadikan dua ekor Anjing sebagai percobaan betapa mematikannya racun Arsenik itu.
Ketika dalam hitungan detik kedua Anjing itu tewas seketika, Mike berteriak 'ini percobaan pembunuhan! Dia hendak meracuni Bos Kenzo!'
Dan seketika seluruh Anak buah Kenzo berkumpul mengepung Noni dari segala sisi sambil menodongkan pistolnya ke arah Noni, hingga polisi datang dan menyeret Noni untuk mendekam dipenjara hingga detik ini.
Cara Kenzo memang sangat kejam dan ekstrem, tapi tidak ada cara lain baginya untuk mengamankan Noni agar tak menjadi batu sandungan antara ia dan Bulan.
"Apa kita akan ke rumah Pak Ronald?"
Tanya Mike sambil melambatkan laju mobilnya.
Tanpa berfikir panjang, Kenzo menjawab.
"Tidak, kita langsung saja ke kantor polisi!"
Mike langsung menancap gas setelah Kenzo memutuskan kemana mereka harus pergi.
"Ok..!"
__ADS_1
Sesampainya di kantor polisi.
Kenzo dan Mike menunggu di ruang besuk tahanan.
Polisi mengeluarkan Noni dengan tangannya yang di borgol.
"Waktu kalian tidak lebih dari 20 menit!"
Tegas Pak Polisi yang kemudian berlalu.
Noni duduk berhadapan dengan Kenzo, wajah kebencian begitu nampak ia tunjukkan.
Kenzo membuka kacamata mahalnya dengan Merk ternama 'Chopard de rigo vision', membuat penampilannya semakin terlihat bahwa dia pria yang tajir melintir.
"Selamat sore Ibu mertuaku"
Sapa Kenzo dengan senyum sombongnya.
'Cuiihhhh!'
Noni meludah kesamping.
"Gak sudi gue punya mantu yang licik kayak lu! Mau apa lu dateng kesini Hhah?!!"
"Hahaha...tenang dulu,
Niatku datang kemari untuk membebaskanmu atas permohonan Bulan,
Tapi melihat sambutanmu yang begitu sopan terhadapku, Aku mengurungkan niat baikku itu!"
Wajah Noni seketika memelas.
"Lu..lu mau ngebebasin gue?! Kenapa lu gak bilaang...
Duhh sorry sorry kalo kata-kata gue bikin lu tersinggung, hehe...
Sebenernya lu itu menantu idaman Kenzo, udah ganteng, keren, tajir...duhh banggalah gue punya mantu kayak lu..."
Noni mencoba merayu Kenzo, tapi Kenzo memalingkan wajahnya dengan rasa muak.
Mike, Ayo kita pergi!"
Kenzo lalu bangkit berdiri diikuti Mike, ketika mereka hendak melangkah Noni histeris dan memohon pada Kenzo.
"Tunggu tunggu! Kenzo please...
Jangan pergi, tolong bebasin gue...gue udah gak tahan tinggal disini...
Gue udah gak ke salon, liat wajah dan kulit gue, sekarang udah gak kerawat...
Please...mantu gue yang paling kecee, paling...paling segalanya deh! Tolong keluarin gue dari sini..."
Noni menangkupkan kedua tangannya yang sedang di borgol itu.
"Ok! Tapi kau harus menuruti dan mematuhi syarat-syarat yang aku berikan..!!?"
"Iya, Ok pokoknya, Gue akan memenuhi syarat yang lu kasih!!"
"Good!"
Kenzo dan Mike saling menatap satu sama lain dengan senyum licik mereka.
Tidak rumit untuk seorang Kenzo mencabut laporannya. Noni kegirangan seperti anak kecil yang baru saja diberi balon.
"Yuhuu gue bebas! Kenzo makasih yaa!?"
Ucap Noni yang duduk di kursi belakang.
"Hmm, tapi kau harus ingat! Kau harus menuruti apa yang aku katakan, mengerti !?"
"Iyaa, tenang aja!"
Sahut Noni meyakinkan Kenzo.
__ADS_1
"Bagus. Sebelum ke rumahku kau harus mempersiapkan diri terlebih dahulu.
"Lalu kita akan kemana Bos?!"
"Kita akan ke Salon, aku jijik melihat rambutnya yang di cat kuning seperti itu...
Lalu, gaya make up dan penampilanmu juga harus kau ubah Noni, Aku tidak mau kalau Ibu dan kakekku tau kalau mertuaku seorang Mucikari...!"
Kenzo menatap sinis pada Noni.
"Pokoknya terserah lu deh! Yang penting gue menghirup udara bebas."
Noni menyandarkan badannya di kursi mobil Kenzo yang begitu nyaman.
Mike memberhentikan mobil di salah satu Salon ternama.
"Ini Salon yang cukup terkenal Bos"
"Baiklah, Noni ayo cepat turun dari mobilku!"
"Yeayy akhirnya gue ke salon juga!"
Noni turun dari mobil Kenzo dengan bersemangat.
Mike memperhatikan gerak-gerik Noni yang sangat bertolak belakang dengan sifat Bulan.
"Kau kurang beruntung Bos memiliki Ibu mertua seperti Noni!"
Mike mengikik sambil membuka safety belt nya.
Kenzo menghela nafas sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Mau bagaimana lagi? Aku mencintai puterinya...Haaah"
Keluh Kenzo yang lalu turun dari mobilnya.
Hampir dua jam Noni di make over habis-habisan. Rambut pirangnya di ubah warnanya menjadi cokelat gelap, dipotong pendek ala wanita-wanita kantoran.
Kenzo dan Mike menunggunya dengan rasa bosan yang menyiksa.
Akhirnya setelah menunggu lama Nonipun datang dengan penampilan yang berbeda.
"Hai menantuku, bagaimana penampilanku Hhah?! Sudah seperti sosialita kan?"
Noni berlenggak-lenggok bak model di hadapan Kenzo dan Mike.
"Yaa lumayan lah"
Tanggapan Kenzo dingin.
"Ayo cepat! Aku sudah sangat bosan disini!"
Kenzo berjalan mendahului Noni yang berada dibelakangnya.
"Ehh ehh ehh, Kenzo tunggu!"
"Apa lagi?"
Sahut Kenzo ketus.
"Kaca matamu itu bagus ya, buat aku dong. Boleh yaa boleh yaa!??"
Noni memelas dan merengek karena naksir dengan kacamata milik Kenzo.
"Tidak! Kau tau harga kacamataku ini lebih mahal dari mobil Alphard bahkan wajahmu!"
"Pelit banget jadi mantu!"
Jawab Noni kecewa.
Kenzo memijat keningnya yang terasa berdenyut karena memikirkan mertua yang rese seperti Noni.
"Ya sudah, pakailah!"
__ADS_1
Kenzo membuka kacamatanya dengan berat hati dan memberikannya pada Noni.
Ayo dukung author agar lebih semangat....