
"Topeng?!"
Tanya Kenzo sambil mengerutkan alisnya.
"Benar! Kau tau skill karate para anak buahku bukan? Tapi orang itu mampu menumbangkan empat orang anak buah ku dengan tangan kosong...
Dan tentunya orang itu bukanlah orang biasa...!"
Jelas Mike yang semakin membuat Kenzo berfikir keras.
"Ini jelas ada seseorang yang ingin bermain-main denganku secara halus, orang itu pasti tau, melawan Kenzo dengan kekerasan dan kelicikan adalah sebuah mimpi, dia bermain cantik dan halus agar aku tidak mudah menerka rencana busuk mereka...
Hal konyol yang baru saja terjadi, mungkin cara orang itu mengenali karakter kita lebih dekat,
Dan yang paling membuatku geram kita bak orang dungu yang masuk kedalam permainan konyol orang itu!
Kalau saja kejadian itu bukan di muka umum dan di depan putriku, sudah ku patahkan leher orang itu!"
"Kau benar Kenzo!
Kita harus membuat pengamanan extra...
Ini hari pertamamu menginjakkan kaki di Ausi, tapi orang itu sudah menyiapkan rencana konyol secara matang dan sempurna, mengecoh kita dengan senjata dan minuman yang membuat kita berfikir dia berasal dari kaum jetset...
Namun membuat kita di permalukan dengan pistol dan minuman palsu itu...
Rencana yang dia buat sudah di persiapkan jauh sebelum kau datang...!"
Jelas Nic yang membuat pembicaraan semakin serius dan menegangkan.
"Ini jelas sudah, ada orang yang ingin menjatuhkanmu, orang yang berasal dari masa lalu!
Ketika kita di Indonesia, begitu banyak problem yang kita selesaikan dengan mengakhiri hidup seseorang, atau bisa saja lawan dalam bisnismu?
Kita perlu mencari tau lebih lanjut tentang ini semua!"
"Ya! Kau benar Mike...
Kau tau apa yang ku rasakan saat ini? Aku mengkhawatirkan Istri dan anakku...
Aku takut mereka menjadi incaran untuk membuatku lemah, nyawaku bukan ada pada diri ini, tapi berada pada dua bidadari yang ku miliki...
Pengawalan harus lebih ketat untuk Bulan dan Angelia...!"
"Itu pasti Bos!"
"Dan Aku pun tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada keluarga Sminth!"
Kenzo merasa terharu atas kesetiaan Mike dan Nic.
Tangannya menepuk-nepuk bahu kedua Pria hebat yang selalu berada di sampingnya.
"Thanks guys!"
Mata Kenzo menyorot tajam dengan tatapan yang tak berujung. Mata kecilnya semakin terlihat tajam ketika ia berfikir dan mencoba menerka siapa orang yang ingin menghancurkannya.
"Tidak akan ku biarkan kau menghancurkan bisnis dan keluargaku! Itu hanya mimpi belaka jika kau belum melangkahi mayatku...!"
Kenzo lalu menenggak sebotol Wine agar ia tidak merasa tertekan dan kepalanya tetap ringan akan adanya hal ini.
***
Sedangkan di lain tempat seseorang terus memandangi jepitan rambut Bulan.
"Kau terus memandangi jepit rambut itu? Jangan bilang kalau kau...?"
"Kau selalu menjadi orang yang pandai untuk membaca apa yang ku fikirkan..."
Jawab Duke sambil mencium jepit rambut Bulan.
"Tapi kalau di fikir, itu strategi yang sangat bagus untuk menjatuhkan Kenzo..."
Mark memberi saran sambil menghisap lintingan tembakau.
"Maksudmu?"
Tanya Duke tak mengerti.
__ADS_1
"Hahaha, Aku kira kau sudah merencanakannya...
Rebut Bulan dari sisi Kenzo, buat sebuah pilihan, Istrinya? Atau penuhi apa yang kau inginkan...
Bagaimana menurutmu?"
Duke bangkit berdiri, ia melangkahkan kakinya menuju jendela yang view nya pemandangan Kota Ausi.
"Aku hanya mengaguminya, Aku tidak berfikir sejauh itu...
Tapi itu saran yang menarik. Kenapa hanya mengagumi jika Aku bisa merebutnya?!"
Duke tersenyum picik.
"Untuk memilikinya?"
Tanya Mark penasaran.
"My be!
Yang jelas, Aku menginginkannya...
Senyumannya...
Ooohhh...selalu menari-nari di benakku..."
Duke lalu memetik mawar yang ada di atas meja, dia lalu menghirup aromanya sambil memejamkan mata.
"Mawar ini tak secantik dirimu, dan aromanya...
Tidak seharum dirimu"
Duke tersenyum sambil membayangkan ekspresi Bulan ketika ia menabraknya.
Mark lalu mengambil mawar yang di pegang Duke dengan paksa, hingga jarinya berdarah.
"Kau benar! Mawar yang kau puja ini bagaikan Bulan, Cantik dan mempesona.
Tapi lihat, Bulan seperti mawar berduri, banyak yang melindunginya bak duri pada tangkai bunga ini...
Jika kau melakukan hal yang tadi ku lakukan, merebut bunga ini dengan paksa dan gegabah...
Terluka dan meneteskan darah...
Kau mengerti maksudku?"
Tanya Mark yang lalu membuang sisa lintingan tembakau itu dan memadamkan baranya dengan pijakan.
"Aku mengerti Mark,
Lalu apa yang harus ku lakukan?"
Tanya Duke sambil menatap Mark.
"Kau perlu bersabar...
Aku bilang jangan gegabah, tunggu waktu yang tepat, lalu 2-3 pulau terlampaui..."
Mark tersenyum bengis sambil meneguk minuman beralkohol yang menghangatkan tubuhnya.
"Kau selalu menjadi yang terbaik Mark! Aku sangat mengandalkanmu...!"
Duke menepuk bahu Mark sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Serahkan semuanya padaku!!"
•••••••
Pukul 03:00 pagi.
Kenzo masih terjaga, dia belum bisa tidur memikirkan sesuatu yang baru 10% terbaca oleh ia, Mike dan Nic.
"Brengsek!
Siapa kau sebenarnya?!
Jika berani, kau datang langsung padaku secara jantan!
__ADS_1
Jangan seperti banci yang bermain petak umpet!
Cihhh!"
Kenzo menenggak sebotol Wine pemberian Mike.
Bulan yang tertidur pulas perlahan mulai mencium bau yang aneh namun sangat menyengat di hidungnya.
Ia terbangun sambil tengok kanan kiri, menerka dari mana bau itu berasal.
Hidungnya mulai mengendus sekeliling kamar, hingga ia menangkap bayangan Kenzo yang tengah duduk di sofa sambil menundukkan wajahnya.
"Kenzo?"
"Hhiiisshh... Bandel sekali dia! Bagaimana jika Angelia melihat perilaku buruk Ayahnya?"
Gerutu Bulan dalam hati. Ia lalu berjalan menghampiri Kenzo yang tengah menggoyang-goyangkan botol wine yang telah kosong.
Tanpa basa-basi Bulan lalu menarik botol itu dari genggaman Kenzo. Mata Kenzo pun lalu membulat dan menatap Bulan.
"Bulan?
Kau belum tidur?"
Tanya Kenzo dengan nafas yang berbau wine sangat pekat.
"Kau?!
Apa-apaan kau ini, Kenzo?
Sudah berapa ratus kali ku bilang jangan minum minuman ini dekat Angelia!
Bagaimana kalau...!"
'Ssssttttt..!'
Kenzo lalu merangkul pinggang Bulan hingga terduduk di pangkuannya.
"Bagaimana kalau kita menunggu matahari terbit sambil...."
Kenzo menarik tali piama Bulan dengan nakal.
"Aku tidak tahan dengan aroma minuman itu! Kau bau sekali, Kenzo..!!
Jangan harap aku mau menciummu..!"
Kenzo lalu menyandarkan Bulan di sofa. Ia mendekatkan wajahnya dekat sekali dengan wajah Bulan.
"Aku akan memaksamu!"
"Kau mau jadi Kenzo yang seperti dulu? Egois dan pemaksa?"
Kenzo lalu memasang wajah dingin.
"Kau mengungkit masa laluku? Beraninya kau?!"
Kenzo lalu mencium leher Bula dan menjelajahi setiap inchi leher Bulan yang jenjang.
Mata Bulan terpejam menikmati nakalnya kelakuan Kenzo. Ketika tangan Bulan mulai merangkul leher dan tubuh Kenzo, Kenzo justru menghentikan aksinya.
"Huuaaammh...
Sepertinya aku mengantuk, Aku mau tidur...!"
Kenzo lalu bangkit berdiri, dan sengaja berlalu meninggalkan Bulan yang tengah on fire.
Wajah kesal terpancar dari raut wajahnya.
Benar saja, Kenzo malah berbaring memamerkan tubuhnya yang kekar. Membuat Bulan menggigit bibirnya.
"Keterlaluan!
Kalau mengantuk harusnya kau jangan menggodaku!"
Gerutu Bulan sambil berjalan menuju tempat tidurnya.
Kenzo hanya terpejam sambil menahan tawa.
__ADS_1
Jahil banget ya Kenzo...
Ikuti terus yuk keseruannya