Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Perangkap Kenzo


__ADS_3

Bulan terus memukul, menggelitik bahkan menjambak rambut Mike hingga acak-acakan tapi pria itu tidak bergeming, dan Bulan sadar hanya perintah dari mulut Kenzo lah yang bisa menghentikannya.


"Ayo Kenzo perintahkan Mike untuk pergi! Atau Aku akan pulang kampuuung!!"


Kenzo tentu merasa takut dengan ancaman Bulan, walau sebenarnya ia senang menyaksikan apa yang di tunjukan Mike. Yaa maklum karena perangai mereka hampir sama. Tapi Kenzo memenuhi permintaan isterinya walau berat hati.


"Mike! Cukup, lanjut nanti saja." Kata Kenzo dengan santainya.


Mata Bulan membulat.


"Tidak ada nanti-nanti!! Ini yang terakhir!"


Bentak Bulan yang begitu kesal.


"Baiklah, Mike menyingkir dari tubuh Rere"


Dan benar saja perintah Kenzo tidak pernah ia bantah.


Mike lalu bangkit dengan wajah, rambut dan pakaian nya yang kusut. Sedangkan Rere berlari ke arah Bulan dan langsung disambut pelukan sahabatnya itu.


Mike masih menatap tajam pada Rere sambil membenahi pakaiannya. Kenzo lalu menyenggol Mike dengan sikunya.


Mike pun menoleh.


"Ssstt! Satu jam lebih kau belum memulai apapun? Payah!"


Bisik Kenzo dengan wajah sinis.


"Mike!!"


Teriak Bulan yang geram terhadapnya.


"Lihat kau membuat Rere ketakutan!!"


Bentak Bulan sambil melotot.


"Nona lihatlah, aku tidak menyentuh sahabatmu itu. Aku tidak berselera! Aku hanya menuntut pertanggung jawabannya, dan percaya atau tidak, wanita itu yang menyiksaku!"


Mike membela diri.


"Menyiksamu? Mike please, kau panglima perang ku, tolong jangan membuatku malu!"


Ucap Kenzo dengan nada sinis.


"Itu tidak mungkin! Rere tidak mungkin melakukan itu!"


Bulan menyangkal apa yang di tuduhkan Mike pada sahabatnya.


Mike lalu berbaring di sisi Angelia yang tengah terlelap.


"Hhuuaamh...Nona, kenapa kau tidak percaya padaku?"


Tanya Mike yang pura-pura mengantuk.


"Itu karena kau dan pria berhidung lancip di sofa itu seorang pemangsa wanita!!"


Kenzo mengerenyitkan dahinya.


"Maksudmu, Aku? Hey sayang, jangan seret aku dalam masalah ini, aku menjadi penengah saja...


Ayo lanjutkan"


Kata Kenzo sambil tersenyum lebar.


"Itu tidak mungkin! Kau pasti lebih mendengarkan Mike di banding Rere!"


"Sayang... Kau jangan membuat persepsi apapun sebelum semuanya jelas. Ayo Rere, tolong jelaskan, apa yang kau lakukan pada Mike?"


Rere lalu melirik Mike yang tengah tersenyum licik ke arahnya.


"Aku...Aku..."


Rere gugup dan terbata-bata.


"Ayo Rere jangan takut,"

__ADS_1


Bulan mendukung Rere.


"Aku sudah minta maaf, tapi Tuan Mike tidak memaafkan ku"


Jawaban Rere membuat Kenzo dan Bulan bingung.


"Bicara yang jelas Rere! Ada alasan yang mendasar, kenapa aku tidak mau memaafkan mu, karena kau...?"


Mata Mike lalu mengarah pada pistol miliknya, dan itu membuat Rere lekas memalingkan wajahnya.


"Mmm...Aku, Aku menghantam...menghantam...Mmmm.."


Kenzo dan Bulan semakin bingung.


"Wanita itu menghantam pistol penakluk milikku Bos!"


Mike yang melanjutkan kata-kata Rere.


"Apaa?!"


Bulan dan Kenzo terkejut, terlebih lagi Kenzo yang ikut merasa ngilu.


"Tidak hanya itu Bos, ia lalu menggigit bibirku. Dan itu alasan mengapa Aku menindihnya, Aku hanya ingin balas dendam, tidak lebih...


Apalagi yang seperti Nona Bulan tuduhkan, itu tidak terbesit sama sekali di benakku!"


Mike jelas-jelas berbohong. Padahal ia sangat kewalahan menahan hasratnya yang begitu besar pada tubuh Rere. Tapi ternyata, gengsi lebih besar dari hasratnya yang begitu deras.


"Kau juga, menggigit bibir Mike?!"


Rere semakin menundukkan wajahnya, begitu juga Bulan, dia kini bingung mau berkata apa lagi.


Namun Kenzo dan Mike justru saling berbalas senyum dengan ekspresi kelicikan mereka.


"Ekhem! Sayang, ternyata kepanikan mu itu salah, disini justru Mike lah yang menjadi korban"


Mike pun mengangguk, mengiyakan apa yang di ucapkan Bos yang sama liciknya dengan otaknya itu. Dengan wajah yang pura-pura sendu, Mike memulai dramanya.


"Coba kau bayangkan Bos!? Hantaman itu begitu kuat, karena dia melakukannya dengan rasa benci padaku"


Kenzo geleng-geleng kepala, menanggapi ucapan Mike.


"Itu tidak benar Tuan"


Rere membela diri.


"Itu benar!"


Gertak Mike.


"Aku tidak tau kalau itu Tuan Mike"


Sambung Rere dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.


"Ahhh kau jelas-jelas berbohong!"


Mike kini bangkit berdiri dan berjalan kearah Rere. Membuat Rere ketakutan dan semakin memeluk Bulan dengan kuat.


"Mike! Jangan pasang wajah menyebalkan seperti itu!"


Bentak Bulan pada Mike.


"Wajahku memang seperti ini Nona, mau di apakan lagi!?


Dan kau, kemari lah"


Mike menarik tangan Rere.


"Jangan sakiti aku!"


Ucap Rere memohon.


"Aaahh kau hanya mau menyakiti ya!? Aku belum tenang jika dendam ku belum terbalaskan! Kau lupa telah menggigit bibirku!?"


Sekali lagi Mike menggertak dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Hahaha, lanjutkan Mike! Gertak dua wanita itu hingga tak berkutik!"


Gumam Kenzo dalam hati, karena di keadaan seperti ini ia lebih baik diam, walau sebenarnya ia mendukung Mike 1000%. Tapi tentu saja ia takan menunjukkan itu karena Bulan pasti marah besar, dan malam ini tentu ia akan kehilangan belaian lembut Bulan.


"Aku lihat bibirmu baik-baik saja!?"


Ucap Bulan setelah memperhatikan keadaan bibir Mike.


"Aku di gigit Rere Nona, bukan di gigit harimau!"


'Bbbrrrpppfffhh...!!'


Kenzo hampir saja terbahak, tapi mata Bulan lalu menyorot dengan tajam padanya, Kenzo langsung membuang pandangannya sambil bersiul mengalihkan suasana.


"Aku curiga kalau sebenarnya kau memanfaatkan kelemahan Rere untuk keuntungan mu!?


Bulan mulai menaruh curiga.


"Ya Tuhan, keuntungan seperti apa yang kau maksud Nona? Jika aku mau, dari tadi Aku sudah mentransfer benihku pada Rere, tapi Aku tidak melakukannya karena..."


Mike menghentikan kata-katanya.


"Karena?"


Tanya Bulan.


"Karena... Mmm... Karena...


Karena ia menghantam pistolku! Dan seharusnya ia membantuku untuk membuktikan bahwa pistolku masih bisa menembak dengan baik"


Kenzo semakin tersenyum mendengar jebakan Mike.


"Haahh, biar aku yang mencari jalan keluarnya! Rere, kau harus bertanggung jawab, kau harus menikahi Mike besok!"


Ucap Kenzo dengan mantap.


"Aapaaa?"


Bulan, Rere dan Mike sangat terkejut.


"Kenzo, tapi kenapa harus menikah?"


Tanya Bulan bingung.


"Oh tidak tidak! Aku tidak mau Bos sekalipun itu perintah mu!"


Mike menolak mentah-mentah.


"Anda fikir Aku setuju!?"


Balas Rere ketus.


"Hhh, kalau kau tentu tidak akan keberatan karena menikahi pria sekeren diriku!"


Timpal Mike begitu sombongnya.


"Menikah saja...itu jalan yang terbaik, jika kau ingin melakukan tes uji coba kau harus menikah dulu, kalau seperti itu isteri ku pasti setuju, benar kan sayang?"


Bulan mengangguk sambil tersenyum girang.


"Jadi dengan menikah Rere bisa bertanggung jawab dan kau Mike, kau bisa melakukan tes uji coba kapanpun kau mau..."


Sambung Kenzo.


"**...tapi? Aku..Aku tidak jadi menuntut Rere Bos"


"Hhhh....tunjukan kalau kau pria sejati! Pria sejati tidak boleh menarik kata-kata nya Mike! Tadi kau begitu ngotot menuntut pertanggung jawaban Rere!?"


Kali ini Bulan yang berbalik menggertak Mike, Mike hanya mampu menelan ludah.


"Sial! Aku fikir Bos Kenzo ada di pihak ku, aahh ternyata dia sudah berubah!"


Keluh Mike dalam hatinya.


"Aku keberatan!"

__ADS_1


Ucap Rere dan Mike bersamaan. Mereka lalu beradu pandang.


__ADS_2